15 Agustus 2019

Waspadai hama thrips di musim kemarau

Musim kemarau, saat nya hama thrips dan tungau bereaksi pada musim kemarau karena telurnya akan banyak menetas pada suhu panas ( lebih dari 30 derajat Celcius).

Bagi petani cabe, hama ini merupakan hama utama dan menjadi hama yang mengerikan apalagi di musim musim yang kurang suplai airnya. Thrips pada tanaman cabai yang paling umum adalah species, Thrips parvispinus

Memprihatinkan memang karena dalam musim kemarau seperti saat ini, seleksi alam sedang terjadi . Tanaman yang ada sumber airnya dan lulus dari hama thrips berpotensi untuk bisa berhasil panen , itu pun apabila telah lulus dari , ‘cobaan cobaan lainnya.

Mengendalikan hama thrips sebaiknya dilakukan pada bagian bawah permukaan daun karena hama ini tidak tahan terhadap sinar matahari, sehingga thrips ini perlu bersembunyi dibalik daun dan akan aktif kembali menyerang saat pagi atau sore hari disaat tidak ada terik matahari .

Walaupun tergolong pemula, mitra kami ini Bp. dokter Alfredo dari Kuantan Senggingi, Riau ini termasuk yang sukses melewati hadangan hama thrips walaupun belum betul betul ‘ seutuhnya'( karena masih terlihat ada bekas bekas berkerutnya daun akibat isapan hama thrips tersebut), tetapi setidaknya saat ini hasil beliau sudah mencapai 0.6 kg per lobang tanamnya. Harga di Kuantan pun , sangat bagus yaitu lebih dari 70 ribu per kg nya.

Thrips ini hidup secara berkoloni, menyerang bagian tanaman yang masih muda seperti pucuk, tunas dan bunga dengan cara menghisap cairan dari tanaman tersebut. .

Gejala dari serangan thrips ini adalah adanya strip-strip pada daun dan berwarna agak keperakan. Warna keperakan adalah akibat pelukaan dari cara makan hama thrips tersebut. Kemudian noda tersebut akan berubah warna menjadi coklat muda. sebenarnya yang paling membahayakan adalah hama tersebut bisa menjadi Vektor penular Virus .Disinilah virus dan hama thrips tidak bisa dipisahkan.

Serangan virus ini biasanya  menyebabkan  timbulnya  bercak  yang berwarna kuning , yang berada di atas permukaan daun , apabila tidak di tangani secara tepat maka akan meluas hingga mengenai seluruh permukaan daun ikut  menguning.  Biasanya Bentuk daun menjadi lebih kecil meruncing , daun biasanya jadi melengkung ke dalam, dan  daun terasa kaku  dan keriting  efek lanjutan biasanya sebagian besar  daun dan bunga menjadi rontok.

Sungguh berat dampak dari serangan hama Thrips dan efek lanjutannya yaitu berupa virus kuning. Adapun solusinya dari pengendalian hama thrips dan juga sekaligus Virus tersebut, berdasarkan pengalaman KPO KL adalah dengan menyemprotkan Protektan dan Biopestis pada permukaan daun dan juga melakukan pengecoran dengan Protektan dan Biopestis tersebut. Penambahan insektisda kimia dua macam saja itupun dengan dosis rendah 0.3 mili per liter airnya. Hasilnya seperti yang kita lihat diatas, seorang dokter saja yang nota bene waktunya hanya sisa sisa dari pekerjaan rutin beliau, hasilnya sudah jauh diatas modal usaha yang dikeluarkan.