24 Januari 2020

Waspadai dan Kendalikan Kutu kebul

Setelah mitra kami bapak Iwan dari Cisurupan mencapai hasil jauh di batas garis BEP, batas impas modal, selanjutnya kami akan mengulas tanaman mitra lainnya yang lokasinya masih di sekitar Garut juga yaitu lokasinya di Sucinaraja Garut. .

Tanamannya masih cabe dan tomat juga dengan sistem tumpangsari antar keduanya. Dalam kondisi awal tanam demikian kami mencoba menghindari keriting daun dan kerdil juga virus beserta vektor yang menularkannya.

Sejak awal virus kuning kerdil dan vektor penyebabnya sudah dikendalikan dengan Protektan dan Biopestis.

Catatan perihal kutu kebul kami ulas sebagai berikut. Kutu Kebul merupakan serangga hama yang dapat menyebabkan rusaknya tanaman secara langsung dan juga dapat pula bersifat sebagai media penular (vektor) terjangkitnya penyakit tanaman.  Namun kerusakan oleh kutu kebul itu sendiri masih lebih kecil dampaknya bila dibandingkan dengan dampak oleh virus yang ditularkannya.  Penularan virus kuning oleh kutukebul, dapat menyebabkan gagal panen hingga gagal total.  Spesies kutu kebul yang utama sebagai penular virus kuning /gemini adalah Bemisia tabaci.  Saat ini di Indonesia sedang diantisipasi berjangkitnya Spesies Bemisia tabaci baru, biotipe B yang lebih ganas, agresif dan dampaknya lebih meluas dan lebih sulit dikendalikan . Penelitian dari IPB saat ini sedang aktif meneliti, kutukebul biotipe ini. Bemisia tabaci biotipe “B” ini merupakan spesies baru yang namanya “Bemisia argentifolii Bellows & Perring”. 

 Perlu cara bijak dalam penggunaan insektisida kimia karena apabila dosis sudah over bisa saja spesies yang awalnya tidak berbahaya tiba tiba muncul dan menjadi berbahaya dengan resistensinya.

Hingga saat ini tanaman cabe dan tomat mitra sehat dan bisa dikatakan aman dari virus kuning, adanya tanaman yang terkena satu dua batang masih terbilang wajar dan dalam taraf terkendali. .. Dengan penggunaan Pestisida berbasis mikroba cara KPO KL teruji lebih ramah lingkungan dan hasilnya nyata.