5 Agustus 2017

VIRUS KUNING/VIRUS GEMINI PADA CABE

Dalam artikel ini kembali kami akan  memuat  penanggulangan virus kuning berdasarkan hasil  ‘nyata ‘ yang dipraktekkan oleh mitra  kami,  yang berhasil menekan pertumbuhan virus gemini tersebut.

Saat ini petani cabe, banyak yang “sambat”/ mengeluh karena tanamannya di musim kemarau seperti saat ini mengalami serangan keriting daun dan virus kuning. Hal demikian setidaknya sampai saat ini, mitra kami dari Dataran rendah Dumai telah berhasil panen cabe keriting var Lokal Bukit tinggi hingga berulang ulang.

Ada hal menarik yang menjadi bahan kajian kami bersama mitra dari Dumai Riau ini, yaitu membawa turun varietas dataran tinggi ke dataran rendah. Hal ini sebenarnya secara teori sangat riskan dan beresiko tinggi terhadap terjadinya keriting daun dan tunas menjadi mengkerut.

Kondisi cuaca  di Dumai yang panas , berlawanan dengan kebiasaan karekteristik tanaman yang perlu kondisi yang sejuk dan dingin. Namun yang terjadi adalah, dengan perawatan cara KPO_KL yang mengedepankan praktek secara terperinci  dari aplikasi ke aplikasi berikutnya, buah cabe mitra kami ini malahan rimbun nya ‘ngak ketulungan”.

Mitra kami yang domisilinya di Solok Selatan ini, termasuk petani yang berani melawan arus dengan mengubah kebiasaan setempat. Cabe Bukit Tinggi SumBar, yang sejatinya memerlukan kondisi iklim yang sejuk dan dingin ini, malahan di tanam didaerah yang hanya ketinggian 70 dpl..

Hal yang menarik bagi kami adalah tanaman terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh virus yaitu penyakit Virus kuning/ virus Gemini yang biasa menyerang tanaman cabai.

Aplikasi Protektan Biopestis , plus insektisida kimia 0.3 mili per liter airnya, saat ini  kembali teruji efektivitasnya dalam mengatasi penyakit virus yang biasanya menyebabkan tunas  tanaman menjadi Puret dan tidak berkembang.

 Kami berharap  pada saat ini ,dengan harga di kisaran 35 ribu-45 ribu per kg nya, petani makin makmur dan terhindar dari kegagalan dalam bercocok tanam cabe cara kpo KL ini.