Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

VIRUS KUNING , YANG MENJERAKAN

Sekitar dua tiga tahun silam, ada mitra kami yang sudah ” malang melintang”, dengan menggunakan metode kpo KL dalam pola pertaniannya. Namanya pak Guru Asep Cahyana, mungkin mitra mitra petani yang sering menyimak artikel artikel kami masih mengingatnya.

Namun rupanya pak Asep yang memang sudah senior di dunia pertanian, sempat tergoda lagi untuk kembali ke pola pertaniannya yang lama. Hingga pada saat ini beliau mengalami kepanikan dalam menghadapi pertanamannya yang terkontaminasi virus kuning dan keriting daun.

(Pak Asep Cahyana pada kunjungan ke  saung -KPO KL , setelah lama “hilang dari peredaran).

Beginilah kondisi tanaman cabe Keriting var Or 42, Bp Asep Cahyana yang diperlihatkan pada kami pada Tanggal 8 Pebruari 2018. Tunas tanaman “puret” kuning dan sulit berkembang, walaupun sudah diterapi dengan berbagai pestisida kimia plus Pupuk Organik racikan pribadinya.

(Pohon yang dilingkari merah, kami jadikan tanda titik pemantauan kami bersama. Pak Asep sepakat dengan kami untuk menyerahkan perawatannya dengan cara kpo KL , kembali.)

Pada tanggal 1 Maret 2018, setelah tersentuh dengan polesan cara kpo KL, rupanya tanaman cabenya saat ini menunjukkan perubahan yang “drastis”.

Aplikasi dari atas dan bawah dengan produk pendukung dari kpo KL, Yaitu Protektan, Pesnator Biopestis dan produk yang baru, Freshtan, secara cepat memperlihatkan hasil berupa pertumbuhan tunas dan bunga yang banyak.

(Pengambilan gambar pada tanggal 7 Maret 2018).

Harapan kembali muncul seiring munculnya kembali tunas tunas baru yang awalnya sudah “macethos”.

(Kondisi awal sebelum tersentuh perlakuan kpo KL pada tanggal 8 Peb 18). Mandeknya tunas , daun mengeras , menguning , rontok bunga dan tanaman yang kerdil, tampak jelas didepan mata. Biaya yang tidak sedikit, yang sudah dikeluarkan, membuat pikiran tak tenang dan resah.

Namun , setelah tanaman mengalami perubahan yang cepat dalam sebulan ini, membuat hati pak Asep Cahyana, kembali berbunga bunga dan senang riang tak terhingga.

Semoga kedepannya pak Guru Bahasa Inggeris di Cigadog Sucinaraja Garut ini, bisa lebih istiqomah dengan pola pertaniannya.