15 Juli 2019

Virus kuning /Puret, pada Tanaman Melon

Virus kuning  biasanya beriringan dengan penyakit keriting daun dan biasanya menyebabkan kerusakan pada tanaman seperti melon dan lainnya. Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh Gemini Virus/Virus Kuning/  Geminivirus ”TYLCV” (Tomato Yellow Leaf Curl Virus) dan  yang paling utama agar tidak terjadinya penularan adalah dengan mengendalikan serangga vektor /penular, al. Kutu kebul. Dan Celakanya pada saat ini di pertengahan bulan Juli 2019, serangan dari puret, Virus kuning sangat meraja lela.

Oleh karenanya tidak heran kalau, harga hortikultura diantaranya melon langsung melonjak tinggi ( dikisaran 7000 rupiah per kg nya). Jumlah yang panen di beberapa sentra Melon di Jatim dan Jateng yang kami dapatkan informasinya dari mitra mitra kami, sangat minim. sambil mencoba menerapkan tehnik pengendaliannya, kami sertakan contoh real hasil penerapan mitra kami mas Vuad dari Kec. Siman Ponorogo Jatim. ( Tanggal tanam  biji 5 Mei 2019) .

Kami bersyukur karena mitra kami mas Vuad yang  musim sebelumnya pun sukses dengan metode pengendalian virus kuning  cara KPO KL, musim tanam kali ini pun kembali menuai hasil yang sangat memuaskan. Memang virus kuning yang sudah tertular pada hama akan tetap dapat menular melalui vektor seperti kutu kebul dan dapat menularkan geminivirus secara persisten ( artinya Tetap :  yaitu sekali makan hama tersebut  pada tanaman yang mengandung virus,  maka selamanya sampai matipun hama tersebut  dapat menularkan virus tersebut).

( Perkebangan tanaman mitra, kami pantau dan bahas bersama sama, pengamatan per tanggal 31 Mei 19). Betapa Gawatnya hama vektor kutu kebul tersebut, karena sekali dia mengisap cairan tanaman maka kemanapun dia mengisap berpindah pada tanaman lain maka , tanaman lain tersebut akan tertular secara masiv pada areal tersebut. Dan kami syukuri pula karena musim ini, mas vuad berhasil lulus dari serangan puret dan virus kuning tersebut, bahkan hasilnya dari sekitar 3000 batang bisa menghasilkan sekitar 5-6 tonan ( rata rata di ukuran 2 kiloan per buahnya).

Adapun untuk tehnik pengendaliannya yang biasa kami lakukan adalah sebagai berikut, aplikasi Protektan, untuk meredam penyebaran virus agar tidak bertumbuh kembang pada tanaman tersebut yaitu dengan cara menghambat agar DNA virus tidak berkembang lebih lanjut. PESNATOR, bereaksi dalam menekan perkembang biakan dan penularan HAMA VEKTOR/KUTU KEBULNYA, sedangkan BIOPESTIS selain memperkuat reaksi keduanya, juga memberikan stimulus berupa mensuplay enzim /hormon pertumbuhan agar tanaman tidak kerdil.

( Menjelang panen, daun “preteli”, setelah diberikan hormon ethrel pada buah, buah siap dipetik) .  Adapun kombinasi insektisida kimianya kami tidak fanatik terhadap suatu merk/perusahaan karena insektisida kimia pada pola KPO KL ini hanya bersifat sebagai pelengkap saja, buka sebagai faktor utama.

 

Waspadai apabila terdapat Gejala serangan virus kuning ini, adapun cirinya al :  pada awalnya daun  pucuk seperti  mencekung dan mengkerut sedangkan warnanya mosaik ringan. Gejala biasanya akan berlanjut  dengan hampir seluruh  pucuk berwarna kuning cerah, daun  makin mencekung dan mengkerut – kerut , lebih tebal tetapi ukuran permukaan daun mengecil. Penanggulangan sedini mungkin dengan menggunakan PROTEKTAN, PESNATOR DAN BIOPESTIS dengan dosis 0.4 mili per liter air dan penambahan insektisisida kimia dua macam dengan dosis 0.3 ml per liter airnya, kembali teruji dan terbukti. METODE KPO KL, bukan sekedar, teori.

KITA BERDOA SAMA SAMA SEMOGA SUKSES PETANI MELON DIMANAPUN BERADA, BERSAMA KPO KL.