11 Februari 2020

Virus kuning dan Keriting daunnya pulih kembali.

Pada artikel sebelumnya kita sama sama telah melihat kondisi awal tanaman pada fase vegetatif yang terkena gejala virus gemini dan dengan memperhatikan dan menggabungkan teori dan prakteknya ala kpo, tanaman ternyata kembali pulih dan nyaris tak nampak bekas serangan virus dan Keriting daunnya. Versi youtube nya,

https://youtu.be/KbZI9uITp6I

https://youtu.be/F20PyBxqiSY

Meningkatkan daya tahan atau imunitas tanaman nya juga dengan memperhatikan vektor penular virus nya serangan lanjutan tak terjadi. Langkah perpaduan ini dalam pola kpo bisa dilakukan dalam satu langkah.

Pada saat kita mengaplikasikan menolak hadirnya hama hama penular seperti thrips, tungau, kutukebul dengan aplikasi yang sama sekaligus ditujukan sebagai penangkal sebaran virus kuningnya melalui penguatan daya tahan tanamannya.

Aplikasi Protektan, Biopestis dan Pesnator selain berfungsi sebagai penolak hama hama vektor tersebut juga berfungsi sebagai ‘anti virus’ nya. Virus tidak berkembang, warna daun yang kekuningan berangsur berubah menjadi hijau seperti yang terlihat dalam gambar.

Disamping, disisi tanaman cabe yang di tumpangsarikan dengan bawang merah berhasil panen dengan kualitas buah super. Ukuran umbi besar besar dan bawang juga hingga panen berakhir kondisinya masih segar bugar.

Dengan komposisi Protektan, Pesnator berfungsi juga sebagai pengendali hama ulat dan penambahan Pocanil, sebagai pengendali molernya. Ditambahkan sedikit fungisida dan insektisida sistemik dan kontak dengan dosis masing masing hanya 1 sdk Teh per tangkinya. Tanaman aman hingga panen. Sinergi antara organik KPO dan kimia dosis rendah berhasil dalam mengendalikan Virus kuning, hama thrips, tungau, kutukebul juga ulat dan moler pada tanaman cabe dan bawang merah. Simpel kan? Mitra mitra. Kita perlu sekali teori tetapi prakteknya yang jauh lebih penting. Semoga petani Indonesia semakin jaya.