13 Juli 2021

Varietas di ganti hasilnya nyaris sama

Mitra kami dari Tapanuli Selatan ini masih konsisten dengan Pola KPO yang diterapkan nya. Tanaman yang lalu dengan varietas Red kriis saat ini secara bertahap sudah mulai diganti dengan varietas hybryd TM yang memang masih satu perusahaan dengan Red Kriss, Tani Murni.

Mitra membuat suatu surprise yaitu dengan mencoba jalan sendiri tanpa monitoring dari KPO atau mitra senior lainnya hingga saat ini tanaman sudah memasuki usia 1 bulanan dan kondisinya pun sebagaimana yang terlihat pada gambar gambar lampiran artikel kali ini.

Tanaman yang lalu bertahap di tinggalkan kareba faktor harga yang kurang mendukung walaupun secara hitungan analisa usaha tani sudah menguntungkan. Kali ini mitra sudah mulai lancar menjalankan pola dengan mencoba mencari track sesui yang diterapkan pada aplikasi aplikasi musim sebelumnya.

Saat ini sedang ngetrend dimana petabu banyak yang beralih dari varietas hybrid ke varietas lokal, Sumbar, Sumut, Lampung, Riau dll, dengan ke khasan tersendiri. Alasan mendasar adalah dikatakan varietas hybryd sudah banyak yang terkontaminasi virus kuning sehingga banyak yang beralih.

Namun hal ini rupanya tidak berlaku pada mitra kami dengan menanam varietas hybryd yang memang lebih tinggi produktivitasnya, masalah virus kuning, keriting daun yang biasanya menggiringi, dapat kembali di tanggulangi. Dengan metode KPO KL ini kami ingin memberikan pembuktian dan terus pembuktian bukan hanya sekedar teori teori dan kami berharap petani yang punya keinginan besar untuk mengikuti nya kami siap membantu.

Kami memberikan materi pembelajarab secara online dengan metode penerapan secara Privat, sehingga petani mampu mandiri seperti yang terlihat pada artikel kali ini. Bangga nya lagi bahwa mitra berganti varietas pun hasilnya hampir senada bahkan masih konsisten pada jenis bibit hybrida yang nota bene saat ini semakin kurang di minati karena ketahanan nya terhadap virus kuning, keriting daun.