21 Maret 2020

Tumpang Sari Bawang Merah dan Cabe

Pada setiap penanaman kami sering kali menyarankan pada mitra kami untuk melakukan sistem tanam Tumpang sari, karena selain menghemat lahan juga keuntungan menjadi berlipat. Memang ada resiko yaitu pertama tingkat kerimbunan dan perawatan pun menjadi ekstra tetapi tetap terjadi efisiensi kerja. Mudah mudahan hal ini menjadi inspirasi bagi petani yang hingga saat ini masih senang dengan sistem monokulture.

Pada kesempatan ini kami mengikuti perkembangan mitra baru kami dari Aceh Pidie dan juga dipantau intensif oleh mitra senior kami pk. Maemudin yang juga dari Pidie. Tanaman yang ditanam bawang merah dan cabe keriting. Mari kita simak kegiatannya.

Bawang merah ditanam duluan beberapa hari setelah agak besar cabe keriting mulai ditanam juga. Diperlukan ketelatenan terutama pada saat tanaman menghadapi masalah yang berbeda, sebagai contoh pada saat tanaman bawang sedang ada serangan cendawan ‘moler atau Nginul’, yang secara automatis memerlukan penanganan ekstra pada segi fungisidanya. Sedangkan pada waktu yang bersamaan tanaman cabe terkena keriting daun yang Nota bene sangat perlu di beri nutrisi pertumbuhan yang cepat (di gas).

Dalam kondisi demikian tanaman bawang tidak mau di gas sedang tanaman cabe sangat memerlukan ‘gas’,disinilah diperlukan pengalaman ‘mengemudi’ yang mumpuni bagi ‘drivernya’, karena salah ambil langkah salah satu tanaman terkorbankan.

Pada saat tanaman bawang merah sudah memasuki usia sekitar satu bulanan, tanaman cabe baru berusia 10 harian, pertumbuhan tanaman perlu di kontrol ekstra terutama dalam pengambilan keputusan aplikasi yang harus tepat. Pemberian dan penerapan produk produk kami berdampak pada keseimbangan tanaman dan juga kesehatan kedua tanaman tersebut.

Kami dari Garut membantu petani dalam menerapkan cara aplikasi produk produk kami yang dikolaborasikan dengan produk produk kimia dalam dosis rendah. Selain itu bantuan dan kontroling dari mitra senior kami di Pidie pak. Maemudin memberikan input dan motivasi tersendiri bagi petani pemula kami.

Pada saat panen tiba mitra dan kami sangat senang karena hasilnya sangat memuaskan karena selain bisa menjual umbinya di daerah Pidie ini, daunnya yang masih segar segar pun ikut laku terjual. Ukuran buah dan warna sudah masuk grade yang memuaskan apalagi hingga berakhir musim tanam cabe daun bawangnya masih utuh, terhindar dari busuk daun dan ulat bawang.

Selanjutnya kami bersiap untuk perawatan cabe merah keriting yang menyisakan ulat, namun walaupun demikian tetap untuk tidak panik tetap stabil karena untuk berikutnta kita tinggal fokus pada perawatan satu tanaman saja yaitu, Cabe.