Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tetap bisa Untung di Harga, Rendah

Dilema harga murah masih menghantui petani petani sampai saat ini, harga dikisaran 10 ribuan masih menjadi tragedi tersendiri bagi petani petani horti, khususnya cabe. Sangat disayangkan memang petani yang sudah bersusah payah setiap hari kerja banting tulang, pergi pagi pulang sore , bahkan ada yang sampai menginap di kebun/Gunung, membeli obat obatan yang harganya mahal tetapi pada saat penjualan harga murah bahkan ada yang sampai cabe nya tidak laku di pasar induk Tanggerang atau  ke Cibitung/Bekasi dan akhirnya dibawa pulang  kembali, membusuk di buang dan hanya  menjadi sampah.

Memang sampai dengan  akhir bulan Maret  ini, harga cabe masih seperti stagnan di harga yang murah meriah, merana… memprihatinkan… Cerita diatas bukan rekaan tapi benar benar terjadi  beberapa kasus di salah satu wilayah sentra cabe Jawa Barat, di Kab. Garut.

Usia tanaman mitra pak Alham  pada saat ini kurang lebih 6 bulanan, dan rencannya mau di rombak dan  tanam ulang,walaupun sebenarnya tanaman masih produktif. Hal ini dilakukan untuk penanaman ulang untuk mentargetkan panen bulan Iedul adha, lebaran haji tahun ini.

Adapun secara hitungan ekonomis, mitra kami dari Bukit Tinggi ini, hasil ratarata kali ini memang dibawah satu kg per batangnya, tetapi karena  di Sumatera barat ini, sudah lazim agak sedikit tinggi dibanding wilayah lainnya dan ditunjang juga oleh biaya perawatan yang tidak mahal dengan cara KPO_KL ini, beliau masih mengantongi keuntungan yang cukup lumayan . Penghasilan 30 juta  dimusim ini, sangat disyukuri  disaat  rata rata harga murah  untuk  saat ini.

Dalam metode KPO-KL ini memang selalu menghubungkan antara penanggulangan hama dan penyakit tanaman berbiaya rendah, mencoba meningkatkan produksi seoptimal mungkin, dengan terus menekan variabel variabel biaya produksi secara keseluruhannya. Hal ini tidak kami pisahkan satu sama lainnya.

Prinsip kami memang secepat mungkin mengembalikan modal usaha  dalam beberapa petikan, dan kami sangat berterima kasih pada mitra mitra yang punya komitmen sama dalam menerapkan metode ini. Kami berharap petani jangan sampai rugi dalam setiap usaha taninya, berapa pun harga yang sedang berlaku dipasaran.

Demikian pula halnya mitra dari  Samarinda Kalimantan Timur , Mas Syafak, yang berdasarkan keterangan langsung dari beliau, hasil pertananam rawitnya yang beberapa kali kami posting di web kami ini, juga mendapatkan keuntungan dan tidak sampai rugi disaat harga sedang, anjlok seperti saat ini.

Performa tanaman mitra kami pak Ilham ini sebenrnya masih sangat baik dan potensial hanya saja pertimbangan , bisnis tani, akhirnya tanaman di akhiri masa penanamannya dan dilanjutkan untuk memulai periode baru kembali . Prinsip kami dalam mengelola tanaman adalah, sehatkan tanaman agar biaya perawatan dapat ditekan, sambil berusaha terus agar  produktivitas tanaman dapat di tingkatkan, harga dipasaran yang murah meriah pun, kami bersama mitra mengusahakan agar tidak sampai, MINUS.