Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tanaman tinggi versus tanaman pendek

Ada hal yang agak menggelitik sehingga kami Menulis artikel seperti judul diatas tersebut. Secara alamiah kita pada umumnya sangat senang apabila memiliki tanaman yang jumlah percabangannya banyak sehingga dari percabangan tersebut kita harapkan bermunculan tangkai bunga pentil dan buah. Adapun harapan kita dengan makin meninggi nya percabangan Tunas tersebut diharapkan produktivitas pun semakin meningkat.

Kami mencoba membahasnya dari dua hasil yang berbeda antara tanaman mitra yang memiliki pertumbuhan dengan tunas yang banyak dibandingkan dengan tanaman Mitra lainnya yang tidak terlalu tinggi tetapi jarak antar ruas pun menjadi lebuh pendek. Tanaman yang pertama kami ambil contohnya dari tanaman Mitra saudara Tatang dari pesisir selatan Sumatera Barat. Sebagai pembanding nya kami ambil dari tanamannya saudara Adi dari daerah Kec. 2×11 Kayu Tanam, Kab.Padang Pariaman, masih di Sumatera Barat juga.

Tanaman ini jumlahnya 2000 lubang dengan jumlah tanaman 2 batang perlubangnya.

Tanaman pun sudah menghasilkan sekitar 1.8 ton dengan kondisi ruas atas masih cenderung bercabang dan berbuah. Walaupun buah agak sedikit memendek karena pola rem cara kpo KL sedang diterapkan.

Dengan jumlah petikan ke 18 hingga hari ini tanggal 24April 2018 ini, tanaman tampaknya masih mau “mengulur” dan memberi harapan berupa tunas tunas baru.

Dengan penambahan tunas dan tanaman terus meninggi, tidak usah khawatir akan jumlah aplikasi semprotan yang bertambah akibat bertambahnya percabangan yang baru .

Memang perawatan menjadi lebih ekstra tetapi apabila hasil juga meningkat, “why not”? Coba anda bayangkan tanaman apabila pertumbuhannya pendek dan buahnya dipanen tetapi jumlah petikan yang tidak banyak.

Kita justru berharap dengan adanya tunas baru yang berkembang terus kita harapkan ada lagi bakal buah yang akan muncul pad Periode berikutnya. Dengan perlakuan yang tepat berupa pemberian pestisida dari KPO KL dan dari kimia minim yang tetap ramah lingkungan. Semoga makin meningkat jumlah petikannya. Pak Tatang.

 

2 Responses to Tanaman tinggi versus tanaman pendek

  1. Naibaho TAPUT berkata:

    Semoga jadi berkat. Dengan MenggunakanProduk KPO-KL.selain bagus untuk tanaman.juga menjaga keutuhan ciptaan.

    • Klinik Pertanian Organik berkata:

      ya itulah hrapan kita bersama pak Naibaho, selain produktivitas yang kita usahakan juga dari segi kelestarian lingkungannya pak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Responses to Tanaman tinggi versus tanaman pendek

  1. Naibaho TAPUT berkata:

    Semoga jadi berkat. Dengan MenggunakanProduk KPO-KL.selain bagus untuk tanaman.juga menjaga keutuhan ciptaan.

    • Klinik Pertanian Organik berkata:

      ya itulah hrapan kita bersama pak Naibaho, selain produktivitas yang kita usahakan juga dari segi kelestarian lingkungannya pak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *