Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tanaman Jeruk dan Kakao nya, Semakin pulih dari Sakitnya(3)

Perkembangan tanaman adik kecil mitra kpo KL,betul betul menampakan jati dirinya yang sejati. Tanaman yang awalnya sakit sakitan dan malas berbuah saat ini berbalik 180 derajat, tanaman berbuah bahkan sangat lebat.

Seperti terlihat dalam gambar dihalaman artikel kami saat ini. Tanaman tak mau lagi malas , saat ini bahkan bisa menjadi tanaman yang dibanggakan.

Salah satu kuncinya dalam menerapkan pola KPO KL adalah, kesabaran, tidak “grasa grusu”, tidak tergesa gesa sehingga akibat tidak sabar tsb biasanya petani memberikan dosis yang tinggi dan interval yang dirapatkan. Hal ini berlawanan dengan metode KPO KL.

Kita lihat buahnya sama sekali tidak ada rekayasa. Hanya saja yang biasa menyebabkan petani yang menggunakan metode KPO setengah hati adalah, merubah komposisi yang menjadi standar penerapan.

Selain Tanaman Jeruk,Mitra junior dari Agam Sumbar ini  menanam tanaman kakao yang juga mulai belajar berbuah setelah sekian lama tidak produktif. Perbedaan yang mendasar kenapa banyak petani pemula yang berhasil dg cara kpo KL ini, yaitu karena petani pemula, ada kesungguhan, keyakinan, tidak setengah hati dan tak terbersit untk menggunakan cara pola pola kimia sedikitpun

Kalau dalam metode kami, aplkikasi ke aplikasi / langkah berikutnya sangat kami perhatikan betul, karena adanya waktu jeda kekosongan informasi dari mitra pada masa masa awal penerapan, akan menyulitkan untuk menganalisa pada aplikasi berikutnya.

(Tanaman yang awalnya hanya meninggi saja saat ini pun mulai berbuah). Adanya koordinasi dan kerjasama diperlukan untuk terus memantau reaksi demi reaksi yang terjadi. (Hal ini bukan karena kami lah yangmengeluarkan produk pendukung dan paham spesifikasi dari masing masing fungsinya.)

Sekali lagi kami ingin menjelaskan bahwa adanya penambahan atau pengurangan unsur akan menyulitkan analisa kita bersama,jadi kalau ada yang berhasil pada  tanaman Jeruk, bisa jadi karena …memang produknya dipakai tetapi metodenya,( maaf) ” sakarepe dewe”( semaunya sendiri). Sedangkan sebenernya mudah sekali metode kpo KL ini,sampai sampai anak putri kecil SMA kelas 2 pun, sudah pandai Menafigasi memandu jalannya arah kendaraan dll nya.