15 Februari 2021

Tanaman jagung yg bulai , tetap produktif

Kami lanjutkan pengamatan hasil dari Wonogiri Jateng yang mana tanamannya kami pantau dan beri perlakuan sejak umur 40 harian dan sudah terkena bulai yang cukup meluas. Kabar gembira kami dapatkan per tanggal 20 Jan 21 lalu, buahnya sudah besar besar bahkan di usia 92 hari daun masih tampak menghijau.

Tanaman yang perlakuannya tidak dari awal ini tampak sama saja dengan tanaman sehat lainnya, hanya saja kalau di cermati ada sedikit catatan dimana batang tanaman agak kecil hal ini dikarenakan pada saat awal awal penanaman yang semestinya diberi pupuk Gas tinggi, rupanya mitra mitra di Wonogiri agak khawatir apalagi pada saat itu curah hujan tinggi.

Kita balik dulu ke tanggal 16 Jan 21, pada saat usia tanaman 88 hari tanaman yang bulai dan yang tidak bulai sudah hampir sama warna daunnya walaupun tidak pas seperti yang normal.

Kita analisa komentar dari ketua kelompok tani sbb : Bulir sampai ujung dan tidak cukup tutupnya sampai keluar” hal ini menandakan bahwa betapa kuatnya tekanan yang keluar dari jaringan tanaman walaupun jumlah pupuk yang diberikan sudah kami kurangi dosisnya.

Kata ketua kelompok tani ” ini yang kena bulai kemarin hasil akhirnya, seperti digambar diatas” Tak tampak perbedaan nyata walaupun tanaman yang awalnya terkena bulai . Jadi walaupun kondisi tanaman diberi perlakuan tidak sejak awal ( usia 40 an) namun untungnya tanaman masih bisa terkejar proses pembentukan zat hijau daunnya ,klorofil sebagai syarat utama agar tanaman mau produktif.

Ada hal lain yang menarik yaitu perkembangan setelah aplikasi reaksinya tampak signifikan yang mana tanaman yang terkena bulai parah tetap berbuah walau tidak istimewa sedangkan yang lainnya buahnya lebih besar.

Tanda tanda buah berbongkol besar sudah terlihat , kualitas buah super dan bulir sampai ke ujung tonggol padat , berisi . So…. Kalau sudah demikian penyakit bulai dapat dikendalikan dengan cara KPO tetapi dengan catatan alangkah lebih baiknya apabila perlakuaanya sejak awal tidak menunggu terjadi.

Namun apabila terlanjur terjadi dengan catatan tidak lebih dari 45 hari, semoga masih bisa tertangani seperti halnya yang mitra lakukan di Wonogiri yang menggunakan pola KPO. Hasilnya tanaman terselamatkan dari bulai , buah tonggkol masih tetap normal sedangkan yang tidak terkena bulai, tongkolnya berukuran Jumbo. Sukses petani Jagung Indonesia, satu lagi masalah pertanian khususnya pertanaman jagung bulai dapat ditanggulangi dengan metode berbasik organik ini.