Kuning daun, Keriting daun,busuk akar masih tetap menjadi kendala

Mohon doanya mitra mitra KPO-KL dimana pun pada ulasan berikutnya kami akan mencoba membahas tahap demi tahap perkembangan tanaman cabai mitra KPO dari Sumatera Selatan,(Untuk Privacy nama dan alamat lengkap mitra tidak kami cantumkan).

Lahannya sendiri merupakan lahan bekas musim tanam yang lalu (pada gambar di atas merupakan gambar dokumentasi mitra pada MT sebelumnya).

Persiapan produk dari KPO KL dan produk pendukung lainnya sudah disiapkan untuk satu musim tanam saat ini. Luas lahannya kurang lebih 1 hektaran (kurang lebih 20.000 batang tanaman). Mitra bertekad Untuk menerapkan pola KPO – KL secara konsisten.

Ini menarik karena lahan yang digunakan merupakan lahan yang mana lahan tersebut merupakan lahan bekas penanaman MT sebelumnya. Info yang kami dapatkan yakni mitra sudah dua kali menanam di lokasi ini. Pada penanaman awal (lahan baru, dengan cara kimia) Mitra berhasil. Penanaman kedua dilokasi sama hasilnya bisa dikatakan kurang memuaskan. Pada MT sebelumnya menggunakan bibit lokal Sumatera barat dengan menggunakan pola masih kimia murni dan Organik ( tetapi Non KPO KL).

Varietas yang digunakan saat ini merupakan jenis Hybrid .

Lahan bekas tanam MT lalu lahan dan mulsanya tidak dibongkar . Hal ini merupakan penghematan biaya yang besar tentunya.Untuk persiapan media tanam sedini mungkin kami sudah menggunakan aplikasi semprotan ke media persemaiannya (Protektan dan Biopestis@3-4 tutup per tangki 17 liter airnya).

Permasalahan mendasar pada MT sebelumnya yaitu terjadinya serangan kuning daun(Virus kuning,keriting daun, busuk akar , busuk buah dan berbagai penyakit cabai lainnya). Oleh karenanya pada kesempatan ini kembali secara perulangan kami mencoba membahas kembali permasalahan utama tanaman cabai dari awal pindah tanam hingga akhir musim tanam. Monggo kita simak bersama perihal pengendalian hama dan penyakit tersebut pada postingan berikutnya ( secara berseri).Semoga berhasil