Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: VIRUS GEMINI

VIRUS KUNING PADA TERONG TERATASI

Pada kesempatan ini, kami tampilkan hasil aplikasi pola KPO-KL pada tanaman terong di Kalsel, tepatnya di desa Alat, Hantakan, Barabai.

IMG-20150130-WA001

Beberapa batang dari mjumlah sekitar 2300 batang, memang ada yang terkena virus kuning, tetapi walaupun demikian tanaman yang terkena virus kuning, tampaknya tanaman terong ini masih tetap berbuah lebat.

terong pak aswandi

Aplikasi yang diberikan dengan pola KPO-KL, berupa penyemprotan dengan menggunakan Protektan, Pesnator, Pocanil dan dengan pengecoran Biiopestis, Pormik dan CAS (produk pendukung dari KPO-KL), ternyata sangat efektif dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

IMG-20150128-WA000

Buahnya pun sangat lebat dengan jumlah petikan yang telah mencapai 15 kali , dari jumlah tanaman sekitar 2300 batang tersebut, hasil yang diperoleh pada petikan ke 15, mencapai 700 kg lebih.

IMG-20150128-WA002

Gambar ini kami terima pada tanggal 29 Januari 15, menejelang petikan ke 16.

IMG-20150128-WA004

Tanaman terong masih terlihat subur  pada usia tanaman sekitar 5 bulanan lebih (pindah tanam dilakukan pada pertengahan bulan Agustus 14).

IMG-20150128-WA003

Dalam posisi berdiri, tinggi tanaman masih terus meninggi dengan bunga dan buah yang terus bertambah pula, walaupun ada serangan virus kuning.

Pola yang mitra kami lakukan untuk mengatasi penyakit virus kuning ini adalah dengan memprioritaskan penyemprotan pestisida organik ala KPO-KL berupa Protektan, Biopestis, Pesnator , Pocanil dan juga pemupukan dengan menggunakan Biopestis, Pormik dan Cas dari bawah.

Semoga bisa menjadi solusi bagi tanaman anda yang mengalami masalah virus kuning/virus gemini  ini.

POLA/TEHNIS PERTANIAN ala KLINIKPERTANIANORGANIK ala KPO-KL

Beberapa pola/tehnis pertanian secara  ditawarkan, dalam hal ini kami pun mencoba berkreasi dengan pola kami sendiri.

1.( Lokasi dekat,Bp. Tata supita,yang sedang kami amati secara berkelanjutan,hal ini menunjukkan bahwa secara individu petani,belum punya konsep khususnya dalam budidaya pertanian.)

Konsep usulan diantaranya untuk memacu produksi dengan penambahan/memperluas /membuka wilayah pertanian baru,menurut kami ,tanpa diiringi konsep pertanian yang “jelas dan lengkap”,justru bisa …MEMPERBESAR KERUGIAN….,kenapa? Dengan penanaman/pengelolaan sedikit saja ,petani rugi,apalagi  bila yang dikelolanya  dalam luasan yang lebih banyak).

2. (Sisa -sisa petikan, LAST ONE again…,kerugian dimana-mana,siapa yang akan membantu petani?).

Penambahan modal berbudidaya,misalnya dengan pemberian kredit tani,juga tidak sepenuhnya keliru, namun  kembali lagi apabila modal besar,tetapi tidak tepat tehnis BUDIDAYANYA, sebanyak apapun anggaran dana yang dikucurkan,hasilnya hanya akan berdampak akhir dengan timbulnya masalah baru,berupa kredit macet.

3.(Gambar 1-3 ,lokasi Pertama,tanaman “tetangga”, yang rusak berat,apa yang salah dengan tehnis budidaya ini?)

Konsep  pemberian pupuk dengan  S.O.P,,sepertinya sudah harus direvisi (Kami sudah banyak menulis perihal ini,dalam tulisan tulisan kami sebelumnya). Banyak petani justru “terjerumus” akibat pola pemberian pupuk dan pestisida yang “terjadwal”.

4.Dikatakan bahwa perlu Koordinasi antara Kementrian pertanian dengan Kementrian Pekerjaan Umum,dalam hal pembuatan irigasi tehnis .  Hal ini memang mutlak dilakukan,namun kenapa di banyak kejadian,dimana ketersedian air cukup pun ternyata belum bisa mendongkrak produksi pertanian,seperti halnya salah satu, contoh kasus diatas. Apalagi kalau  kekurangan air. Kenapa hal ini terjadi ? Ada  kesalahan apa dengan pola tehnis pertanian kita?

5. (Pengamatan pada Lokasi Kedua, tanaman tetangga juga. Kondisinya,sama saja dengan kondisi tanaman pertama.)

Menurut hemat kami,hal yang paling utama adalah MENINJAU ULANG TATANAN POLA KONSEP TEHNIS PERTANIAN SECARA TOTAL, karena sangat jelas pola konsep pertanian  “KURIKULUM” yang di ‘AJARKAN ‘ pada petani bisa dibilang, pada kenyataannya, BELUM BERHASIL…kami bisa mengatakan hal ini tentunya dengan fakta, hampir setiap hari dari berbagai Pelosok Negeri,menyatakan keluhannya perihal masalah yang dihadapi dalam budidaya pertanian.

6.( Gambar 5-7,semuanya dalam satu lokasi,usia tanaman,sama dengan tanaman Bp. Tata Supita yang kami sedang pantau secara intensif.)

Pola tehnis pertanian secara kimia telah kita jalani,selama puluhan tahun,hasilnya seperti yang kita alami dampaknya saat ini,ketidakberdayaan dibidang pertanian.  Import berbagai komoditas  pertanian tidak bisa dibendung,tidak ada kemandirian dibidang pertanian.

7.(Tampak daun keriting,pertumbuhan terhenti,buah jarang,contoh dalam komoditas hortikultura ini,juga terjadi pada komoditas pangan).

Konsep pertanian organik yang dicanangkan ,GO ORGANIK , sepertinya kurang berbekas,hal ini menurut hemat kami  diantaranya adalah , anggapan para petani bahwa dengan pertanian organik reksinya lambat, produktifitasnya rendah, aplikasinya agak “ribet” dan kurang praktis.   Hasil survey kami,berdasarkan data kuisener walaupun secara lisan menunjukkan bahwa program organik yang selama ini,di canangkan seolah belum betul betul terasa.

8.( Gambar diatas ini,kami ambil tanggal 22 Sep 12,kondisi  memprihatinkan,tanaman rusak….,petani mau mengadu dan mencari solusi  kemana? )

Menurut hemat  kami,dengan era tehnologi seperti saat ini yang dibutuhkan adalah  dengan , MEMBERI  TELADAN…

USIA TANAMAN PANGAN/HORTIKULTURA   yang pendek dan singkat  sebenarnya bisa  dijadikan sampel TELADAN  dari suatu pola tehnis pertanian dan kami berupaya untuk melakukannya.  Kami berupaya menampilkan hasil aplikasi secara bertahap dan berkesinambungan dari suatu lokasi .

9.( Sungguh tragis nasib petani…,hasil produktifitasnya diharapkan tetapi kalau hasilnya seperti ini, siapa yang peduli?  Kami hanya bisa memberi contoh,semoga petani-petani disekitar pertanaman pak  Tata Supita ini,bisa mendapat  teladan  dan tidak malu untuk bertanya pada petani pemula seperti Bp. Tata supita .  Kami berharap pula semoga petani-petani lain dimana pun berada yang “menyaksikan”  pola tehnis pertanian  yang memadukan antara POLA PERTANIAN ORGANIK DAN SEDIKIT   BAHAN  KIMIA, ALA KPO KL,bisa menjadi INSPIRASI bagi yang lain.

KUTU KEBUL (sebagai vektor VIRUS Kuning/Gemini)

HAMA KUTU KEBUL/KUTU PUTIH (Bemisia tabaci),merupakan salah satu hama yang bandel…
Bahkan berdasarkan pengamatan kami,aplikasi beberapa jenis insektisida tidak efektif (lagi),untuk mengendalikan hama tersebut. Gejala yang kami amati dilapangan,beberapa saat setelah insektisida KIMIA,di semprotkan,memang kutu tersebut pergi,tetapi beberapa saat kemudian datang dan hinggap lagi pada tanaman. Bahkan pada saat penyemprotan pada suatu lokasi belum selesai…IRONIS SEKALI…
Tanaman inang kutu kebul,antara lain,cabai,tomat terong,padi dan keluarga Timun-timunan (Cucurbitae)
Saat ini tanaman timun-timunan seperti Mentimun,Semangka dan Melon,menjadi Tanaman Inang Utama dari Kutu Kebul
Pada mentimun,inilah hasil aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,….
Tanaman timun ini sudah panen/petik dua kali

Kutu kebul, termasuk famili Aleyrodidae,Ordo Homoptera,selain sebagai vektor Virus kuning/Gemini,juga merusak secara langsung dengan mengisap cairan daun tanaman,selain itu ekskresi dari kutu kebul ini menggeluarkan “madu” yang merupakan media yang baik untuk tumbuhnya JAMUR /CENDAWAN EMBUN JELAGA yang berwarna HITAM. Hal ini tentunya menyebabkan proses fotosintesis berlangsung tidak sempurna/terhambat. Ternyata komplek juga …dampaknya

emisia tabaci
termasuk dalam famili Aleyrodidae, ordoHomoptera (Kalshoven, 1981 ). Selain sebagai vektor, kutu kebul juga dapatmerusak tanaman secara langsung.
Pengamatan kami,hasilnya,daun,dan mengkilat,bersih dari serangan hama kutu kebul. Sedangkan bunga dan buah sangat lebat
Kutu kebul merupakan serangga vektor utama sebagai penular Virus Gemini/kuning/bulai
Dari pengamatan ini,perkembangan dari bunga kurang lebih 95 %,menjadi buah
Adanya lapisan Lilin,pada permukaan Kutu Kebul menyebabkan hama ini sulit,dikendalikan apabila tergetnya dengan MEMATIKAN HAMA.
Kami sudah tidak menggunakan lagi pupuk daun dan pupuk buah.
Oleh karena itu dengan tehnik pengendalian yang berbeda,dengan PESTISIDA KIMIA,yaitu dengan mengkondisikan agar,tanaman menjadi “media” yang tidak nyaman RASANYA untuk di’NIKMATI” oleh kutu kebul.
PESNATOR,dalam hal ini berfungsi sebagai, PENOLAK HAMA KUTU KEBUL/KUTU PUTIH Sedangkan PROTEK-tan berfungsi sebagai PUPUK DAUN,PUPUK BUAH,PEREKAT DAN ZPT
Selain itu PESNATOR,BERFUNGSI juga SEBAGAI PENGENDALI ULAT
Untuk pengendalian hama kutu daun/Aphids(hama yang berwana hitam agak coklat)
pengendaliannya masih diperlukan insektisida kimia SEDIKIT SEKALI DAN CUKUP SEKALI SAJA
Sedangkan untuk pengendalian bercak daunnya kami menggunakan POCAniL DAN ANTRACOL
dengan perbandingan yang sama (MASING -MASING SATU SENDOK per TANGKI 17 liter)

Dari lokasi yang lain, dibawah ini tanaman sudah 5 kali panen
Walaupun sudah 5 kali panen,daun-daun yang tua (daun-daun terbawah) masih hijau
Ukuran daun yang lebar-lebar , tampak ciri-ciri tanaman yang sehat)
Pertumbuhan tunas tunas yang pesat…
Bisa diperhatikan lebatnya bunga…,TANPA PUPUK DAUN,PUPUK BUAH DAN ZPT LAGI
Dan yang terpenting lagi KUTU KEBUL dapat dikendalikan tanpa mematikan hamanya
Cukup dengan mengkondisikan agar RASA tanaman, JADI TIDAK “ENAK” untuk dihinggapi.