Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: Trips

1 2 »

CABE TAHAN SERANGAN VIRUS KUNING DAN KERITING DAUN DENGAN BIOAKTIVATOR TANAMAN

A.1. Kondisi awal pemantauan,usia  2 mingguan…,kita lihat pengambilan gambar dari awal yaitu dengan latar belakang pohon pisang dan pohon besar dibelakangnya.  Ini artinya sejak awal kami mengambil patokan gambar pada lokasi yang tetap.

A.2. Masih dalam lokasi yang sama,pengambilan gambar dilakukan.

Pada web ini kembali kami membahas perihal serangan virus kuning dan efek yang ditimbulkannya diantaranya gejala mengeritingnya daun. Hal ini secara berulang-ulang kami tampilkan dan membahasnya karena hampir setiap hari ada saja mitra tani dari daerah yang mengungkapkan terjadinya penyakit ini.

 

A.3.  Sebenarnya,keluhan tersebut terjadi bukan karena tidak ada perlakuan tetapi justru setelah melakukan perlakuan/aplikasi pestisida dengan jenis dan dosis yang tinggi,tanaman bukannya sembuh tapi malah tambah keriting dan menguning (gejala serangan virus)

A.4. Perngamatan 9 Feb 2012 (usia tanaman  sekitar 2 bulanan).

A.5.  Kita amati,secara cermat hasil aplikasi yang telah dan sedang berlangsung hingga saat ini.  Tunas-tunas daun tidak mengalami gejala keriting daun dan tidak terserang gejala virus kuning/virus gemini.

Tehnik  pengendalian virus pada tanaman cabe,yang kami kembangkan adalah dengan menggunakan INDUKSI KETAHANAN SISTEMIK,ternyata dengan sistem ini selain lebih praktis,juga murah dan ramah lingkungan. Faktor-faktor lain yang dimaksud secara umum dikenal,sebagai  BIOAKTIVATOR. Sifat BIOAKTIVATOR  adalah komponennya TIDAK SECARA LANGSUNG, dapat mengatasi serangan pathogen dan TIDAK pula ber FUNGSI sebagai INSEKTISIDA/FUNGISIDA. Cara kerja bahan ini adalah merangsang tanaman untuk membentuk KETAHANAN SISTEMIK.

A.6.  Hasil pengamatan ,tanggal 17 Maret 2012 (usia tanaman 3 bulanan,sudah 4 kali pemetikan/panen).  Tampak tanaman segar bugar walau sudah di panen 4 kali, tunas-tunas terus “naik” dan pembentukan bunga dan buah juga tetap berjalan.  Dengan tehnik ini,kita menyebutnya sebagai tehnik yang praktis,karena dalam setiap aplikasi kita tidak perlu lagi aplikasi dengan bermacam produk.  Sebagai contoh ,dari segi kepraktisan dan pengurangan biaya produksi,uraiannya adalah sbb:Dengan tehnik kimia kita memerlukan beberapa produk, untuk APLIKASI AKARISIDA/INSEKTISDA,PUPUK DAUN,PUPUK BUAH,HORMON PERTUMBUHAN DAN PENEMBUS ,sedangkan dengan sistem kami APLIKASI INI,CUKUP DENGAN PRODUK  PROTEK-tan  dan PESNATOR (Penjelasan satu produk ,dengan banyak fungsi,telah kami uraikan dibagian lain,web kami).

A.7.  Selain itu jelas dengan menggunakan produk pestisida organik ini,akan berdapak RAMAH LINGKUNGAN,karena tidak menyisakan residu.  Memang dalam aplikasinya kami masih toleransi dengan penggunaan insektisida kimia yang sangat- sangat rendah,seperti dalam aplikasi  tanaman ini kami menggunakan B.A. PROFENOFOS dengan dosis 0.3 cc per liter air,itu pun tidak digunakan di setiap aplikasi penyemprotannya.

A.8.  Kita lihat,perkembangan buah,bahkan pada bagian ujung pun telah terbentuk buah dengan ukuran yang besar.

A.9.  BIOAKTIVATOR  perombak bahan organik (biodekomposer) dan pupuk mikroba (biofertilizer) yang sesuai dengan kondisi tanah.  Pemanfaatan biodekomposer,  ALA KPO-KL ,selain mempercepat proses pengomposan dan mengurangi volume bahan buangan, juga dapat menekan perkecambahan spora jamur, larva insek, dan biji gulma sehingga pertumbuhan hama dan patogen, serta gulma di non-aktifkan atau bahkan dihentikan

A.10.  Buah dari cabang-cabang samping,juga tumbuh lebat. (Pengambilan Gambar tanggal 17 Maret 12).

(Pengambilan Gambar pada saat tanaman telah 13 kali petik,tanggal 28 April 12)

 Ternyata dengan memanfaatkan BIOAKTIVATOR ALA KPO-KL , penyakit yang menjadi kendala dan sulit untuk ditanggulangi seperti VIRUS KUNING dan KERITING DAUN AKIBAT serangan HAMA THRIPS DAN TUNGAU dapat ditanggulangi.

PENGENDALIAN HAMA Plutella xylostella,dan PENYAKIT Plasmodiophora brassicae pada KUBIS-KUBISAN/BROKOLLI, dan HAMA TRIPS pada CABE

Gambar berikut ini merupakan hasil pengamatan kami secara berkelanjutan,yang pemantauannya kami lakukan sejak awal tanam. Perlakuan dibedakan antara yang menggunakan tehnik kimia murni (sebelah kanan) dengan yang menggunakan kombinasi Alami dan Kimia (sebelah kiri)
A.1.Pengamatan kami lakukan sejak awal,dengan dua tehnik yang berbeda,pengamatan dipantau pada tanggal 11 Agustus 2011
A.2. TEHNIK sebelah kanan ini menmggunakan tehnik KIMIA MURNI
A.3.Sedangkan yang sebelah kiri menggunakan,Tehnik kombinasi alami dan kimia,
Kenapa kami masih menggunakan insektisida kimia (walau hanya sedikit)
A.4. Bergeser ke kiri lagi,tehnik Alami +kimia (tehnik kami),kombinasi ini dilakukan karena jenis hama ULAT,
berbeda dengan serangga bersayap seperti TRIPS,TUNGAU,KUTU KEBUL DAN PENGGOROK DAUN,reaksinya langsung “spontan” untuk pergi/terbang. Sedangkan hama ulat,reaksinya agak lambat. Walaupun secara berangsur ulat jadi ‘ngak betah juga’. Selain itu,kebiasaan petani yang terbiasa menggunakan insektisida kimia,tidak bisa dilepas sekaligus,perlu bertahap
B.1. Kita bergeser agak ke kanan,tehnik kimia murni
Tetapi walaupun demikian,hasil yang didapat apabila menggunakan 100% Pestisida kimia ,hasilnya bisa dilihat dibawah ini

B.2. Kondisi pada tanggal 20 sep 2011,bagaimana menurut anda?
C.1.Tehnik kimia murni/kondisi awal (pengambilan gambar bergeser lebih kekanan)
C.1.sd C.7.
C.2.Menggunakan pengendalian ,Kimia murni
C.3. Kondisi tanaman yang rusak berat,akibat serangan ulat perusak crop dan daun
C.4.Bisa diperhatikan kondisi pengambilan gambar dengan latar belakang yang tetap
C.5. Masih gambar yang menggunakan kimia murni,bagaimana menurut anda?
C.6. Kekebalan hama,sudah mulai nampak,kerusakan bisa mencapai 80 %
C.7. Bisa diperhatikan latar belakang pengambilan gambar,masih dalam lokasi yang sama..
Dan JELAS TANAMAN INI KAMI PANTAU BERSAMAAN DENGAN YANG SEDANG KAMI UJI TERAP,SELAIN ITU TANAMAN DALAM POSISI YANG BERDAMPINGAN
Pengamatan sejak awal, 12 Agustus 2011
D.2. Pengamatan pada tanggal 20 September 2011,brokoli tumbuh subur setelah aplikasi
PROTEK-tan,TAMPAK BEBAS DARI SERANGAN BENGKAK AKAR/AKAR GADA
Plasmodiophora brassicae
E.1. Dari sudut yang lain,masih dalam lokasi yang sama
Tehnik-tehnik yang kami kembangkan untuk mengendalikan bengkak akar adalah,sbb
E.2.Kita lihat,hasil yang dicapai,nyaris tidak ada yang terkena bengkak akar
(1.) Kami lakukan penyemprotan PROTEK-tan,pada pupuk kandang.Tujuan dari perlakuan ini adalah: Menekan pertumbuhan spora Plasmodiophora brassicae
E.3. Masih dalam lokasi yang sama,pengamatan dilakukan pada tanggal 20 Sep 2011
(2.)Lakukan pencelupan bibit tanaman sebelum pindah tanam ,dengan PROTEK-tan
E.4.Pengecoran dilakukan 7-14 hari sekali dengan PROTEK-tan,3cc per liter air

F.1.Bisa anda perhatikan tanaman secara keseluruhan,tanaman bebas dari serangan bengkak akar yang pada umumnya tanaman menjadi LAYU dan TIDAK TERBENTUKNYA CROP
(3.) Kami melakukan,pengecoran seawal mungkin,dan tidak menunggu terjadinya gejala penyakit bengkak akar

F.2.Walaupun tanaman Brokoli ditumpangsarikan dengan cabe,tanaman tidak kerdil,daun Brokoli lebar-lebar,selain tidak terserang bengkak akar,juga brokoli bebas BERCAK DAUN
(4.) Pernahkah anda perhatikan,saat terjadinya “kelayuan” akibat bengkak akar?
Justru sebagian besar kasus terjadi pada saat,beberapa hari setelah PEMUPUKAN SUSULAN/terutama setelah PEMUPUKAN KIMIA

F.3.Gambar /Foto Tanaman F.1-F.3. Diamati pada tanggal 26 September 2011

(5.) Dalam pembersihan rumput,kami jaga betul jangan sampai akar-akar serabut menjadi putus.

KERITING DAUN CABE (HAMA TRIPS) PADA CABE ,TEHNIK ALAMI versus KIMIA MURNI

Tehnik yang kami kembangkan ini memang terbilang baru,perlu upaya yang BERKESINAMBUNGAN untuk
memperkenalkan/mensosialisasikan tehnik ini kepada petani.
Pada umumnya petani sudah terbuai dengan tehnik kimia yang telah digunakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu,

SUDAH TERLALU “MENDARAH DAGING”.
A.1.Tapi kami tidak berkecil hati,bahkan sangat optimis suatu waktu,petani kita akan menyadari
ada yang salah dalam konsep/ pola pertanian kita terapkan selama ini.
A.2. Bisa anda,perhatikan lokasi tidak berpindah,dalam waktu 10 hari ,perkembangannya sedemikian pesat.
A.3. Daun mulai melebar,dan terhindar dari keriting daun…Tehnik yang kami digunakan adalah tehnik  berbasis,ALAMI.
B.1.Dari posisi yang lain,Bisa diperhatikan pertumbuhan awal tanaman…(Gambar diambil tgl 10 Agustus 2011)
Konsep pertanian yang umum sekarang ini adalah…menggunakan Insektisida kimia,yang cara kerjanya
MEMATIKAN HAMA…., padahal menurut konsep kami,KENAPA  HAMA HARUS DIMATIKAN kalau BISA DENGAN SEKEDAR DITOLAK?
B.2.Kita perhatikan lagi,pada tanggal 20 Agustus 2011,perkembangannya dalam 10 hari (B.1)
Dengan sistem tehnik kimia ini ternyata berdampak NEGATIF, yaitu HAMA MENJADI RESISTEN…
B.3.Sedangkan dengan tehnik kami,hama tidak dimatikan,tetapi hanya dibuat “TIDAK MAU”…mendekat,apalagi makan,
Sederhana kan? dan yang terpenting…Tidak akan ada efek RESISTENSI/KEKEBALAN pada hama itu sendiri.
B.4.Pengambilan gambar diatas ini,pada saat terik…,namun bisa anda lihat …hasilnya
Tidak nampak ada gejala keriting daun…

B.5.Kita lihat tanaman dari dekat…,cukup menggunakan PROTEK-tan saja,untuk mengatasi KERITING daun pada tanaman cabe ini.

C.1. Buah lebat…,dan untuk mengatasi LALAT BUAH,kami gunakan PESNATOR

Gambar -gambar dibawah ini(D.1 s.d D.5.) adalah hasil aplikasi dari salah satu perusahaan PESTISIDA ASING yang terbesar di Indonesia
yang sedang melakukan DEMOPLOT,disuatu wilayah yang tempat nya kami rahasiakan (Sebagai bentuk ETIKA SEMATA)

D.1.Lolasi percontohan ini memang di disain untuk acara TEMU TANI,untuk di ekspos ke para petani

D.2.Pada percontohan demplot ini,produk yang digunakan ada 8 macam insektisida dan 5 macam fungisida
Kami tidak ada kewenangan menilai dan mengomentari,kami persilahkan anda yang menilainya

D.3.Pada PAPAN DEMPLOT ini tertera Varietas Cabe,dan jenis-jenis PESTISIDA YANG DIGUNAKAN (PRODUK yang digunakan , hanya dari SATU PERUSAHAAN ASING )

D.4.Apabila ada 13 pestisida yang digunakan,tinggal berhitung berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh petani?

D.5.Hanya ada pertanyaan lain yang menganjal,APAKAH HAMA SUDAH KEBAL ?


MASIH DALAM SUASANA AGUSTUSAN,APAKAH KITA MAU TERUS TERJAJAH OLEH BANGSA ASING?