Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PUPUK ORGANIK

« 1 ... 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 ... 81 »

SERI BUDIDAYA TANAMAN: JARAK ANTAR BEDENGAN,DIPERLEBAR !!!

.

Gambar 1. A.( Kondisi tanaman pada saat sebelum aplikasi…kondisinya…memprihatinkan,tampak tanaman terlihat daunnya  keriting.  Bisa diperhatikan jarak antar bedengan yang terlalu rapat.)

Gambar 1.B.( Bergeser sedikit kekanan dari gambar 1.A.kondisinya sama saja,tanaman kerdil. Pengambilan gambar pada tanggal 26 Desember  12.)

Untuk tanaman yang pertumbuhannya tidak merata seperti diatas, jarak tanam sekitar 30-40 cm mungkin sudah cukup.

Gambar 1.C. (Kami bergeser 90  derajat,kekanan dari gambar 1.B.makin tampak tanaman bapak Yuyu,kondisinya “merana”. Pertumbuhan tidak merata,ada yang sudah besar ada yang  “ketinggalan”.)

.

Gambar 2.A.( Kondisi saat ini, pengambilan gambar tanggal 30 Januari 13, setelah 35 hari kemudian dari posisi gambar 1 diatas.  Tanaman antar baris/bedengan, sudah “tertutup”.)

 Seandainya pak Yuyu  mengetahui bahwa setelah di”poles” dengan tehnik pertanian berbasis organik ala KPO hasilnya akan seperti tanaman diatas, kami yakin…Pak Yuyu akan lebih “bijak” dengan memberikan “ruang” yang lebih  leluasa,sehingga tanaman tidak “berdesak-desakan” seperti ini.

Gambar 2.B. ( Pengambilan gambar, pas pada tengah hari, Jam 12.00, saat-saat teriknya matahari sehingga daun tampaknya seolah-olah menguning.)

Gambar 2.C. (  Kalau sudah begini, bagaimana cara….aplikasi semprotannya ?)

Gambar 2.D. ( Putra Bp. Yuyu…sdr . Ade, sedang berdiri ditengah-tengah antara bedengan yang sudah sangat rapat.)

Gambar 2.E.( Bisa dijadikan,pedoman untuk musim tanam berikutnya…jarak antar bedengan agar  dibuat lebih  renggang.)

Sungguh disayangkan apabila buah yang sudah “terbentuk” demikian, berguguran akibat tersenggol pada saat aplikasi penyemprotan.

Gambar 2.F.( Dengan jarak antar bedengan yang hanya 40 cm,ternyata tidak cukup lebar,apabila menggunakan tehnik ala KPO. Tanaman yang awalnya nyaris saja keriting (gambar 1), saat ini kondisinya justru menjadi berbuah lebat dan  menutupi “ruang” antar bedengan.)

Bisa dipertimbangkan agar jarak antar bedengan,(apabila mengamati hasil aplikasi seperti diatas), minimal sekitar 50-60 cm.

Biasanya petani, merasa “sayang” kalau lahannya dijadikan “ruang kosong” ,tidak ditanami.  Padahal belum tentu populasi yang lebih sedikit (untuk memberi  “ruang” yang cukup agar tanaman LELUASA bergerak), hasilnya LEBIH SEDIKIT dibandingkan dengan tanaman yang lebih RAPAT /BANYAK POPULASINYA.