Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PUPUK ORGANIK

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 79 »

TANAH PERTANIAN , KONDISI KRITIS !!! PERLU UPAYA PEMULIHAN

Kami tidak berlebihan dalam menulis literatur ini, mengapa tidak terkejutnya kami pada saat survay ke lokasiyang masih di kantor pusat KPO, kami temukan kondisi tanah seperti dibawah ini, padahal air hujan tidak turun  belum saja mencapai satu bulan (bahkan baru 2 mingguan saja.)

PADI 12 MEI 14

Gambar 1.Kondisi tanah yang kami ambil pada tanggal 12 Mei 14, pecah pecah dengan lubang  pori yang sangat lebar.

Perlu kami ulas kenapa hal ini bisa terjadi?

PADI 12 MEI

Gambar 2. (Kondisi kerusakan yang sangat parah, bahkan dalam gambar yang kami ambil pada tanggal 12 Mei 14 di wilayah Kadungora -Garut ini, walaupun masih ada air disamping tanaman, ternyata tanah tetap saja mengalami keretakan. Kami mencoba menanganinya dengan metode KPO-KL.)

Revolusi hijau memang pernah meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia. Untuk penggunaan pupuk anorganik, hal ini berdampak:

1. Berbagai organisme penyubur tanah musnah karena pupuk anorganik

2. Kesuburan tanah yang merosot / tandus.

3. Keseimbangan ekosistem tanah yang rusak.

4. Terjadi peledakan dan serangan jumlah hama.

PADI KADUNGORA 12 MEI

Gambar 3. Kami selalu menampilkan perbandingan hasil aplikasi yang menggunakan tehnik KPO -KL (sebelah kanan dengan yang menggunakan tehnik kimia murni tanpa menambahkan bahan organik.)

Bagaimana solusinya ?  Tehnik yang biasa dilakukan oleh KPO -KL adalah dengan Penambahan Bahan Organik, unsur hara mikro dan bakteri khusus yang ada dalam PROTEKTAN, CAS, BIOPESTIS DAN PORMIK.

Bahan organik yang kami berikan   bertujuan sebagai  sumber pengikat hara dan substrat bagi mikrobia tanah dan merupakan bahan penting untuk memperbaiki kesuburan tanah, baik secara fisik, kimia maupun biologi.

Pemberian tersebut  untuk  memperbaiki struktur tanah dan mendorong perkembangan populasi mikro organisme tanah karena  secara fisik bertujuan untuk mendorong granulasi, mengurangi plastisitas dan meningkatkan daya pegang air.

IMG_20140512_170535

Gambar 4. Bahkan lokasi mitra kami ini  di”kelilingi” oleh tehnik tehnik  yang masih mengandalkan pupuk kimia ( kanan-menggunakan tehnik pupuk kimia murni.) Gambar 1-4 ini diambil  sebagai kajian perbandingan antara tehnik yang menggunakan bahan organik dan yang tidak sama sekali.

Selain itu tujuan kami melakukan hal ini adalah  menghindari terjadinya  masalah berupa  pencucian sekaligus kelambatan penyediaan unsur hara.

 Unsur nitrogen yang ada dalam pupuk  kimia memang  mudah larut tetapi Pemberian nitrogen berlebih di samping menurunkan efisiensi pupuk, juga dapat memberikan dampak negative di antaranya meningkatkan gangguan hama dan penyakit akibat nutrisi yang tidak seimbang. Oleh karena itu , perlu upaya perbaikan guna mengatasi masalah tersebut, sehingga pengolahan sumber daya secara efektif, efisien dan aman lingkungan dapat diberlakukan.

KPO-KL  dalam hal ini terus mengupayakan hal ini, walaupun belum 100 persen, minimalnya kita mencoba melakukan penambahan bahan organik , mikroba  dan unsur hara mikro  yang berkualitas yang ada pada produk pendukung yang kami berikan .