Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PUPUK ORGANIK

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 88 »

(Seri Layu Fusarium) : PUPUK KIMIA ‘BIANGNYA’ LAYU FUSARIUM

Pada kesempatan ini kami akan mengulas,penyakit layu fusarium,yang hingga saat ini,masih menjadi kendala utama dalam bercocok tanam , khususnya tanaman hortikultura. Kesalahan mendasar yang dilakukan petani adalah,masih kurang pahamnya akan faktor-faktor penyebab kelayuan tersebut.

1

1.(Perbandingan awal,tehnik yang menggunakan sistem pertanian kimia,sebelah kiri dengan tehnik pertanian yang menggunakan konsep pertanian organik,sebelah kanan)

Mungkin diantara anda ada yang pernah mengalami dan mengamati kejadian berupa,tanamannya layu beberapa hari setelah diberi pupuk susulan. Kenapa hal ini terjadi?Diberi makanan,agar tumbuh subur tetapi yang terjadi malahan layu? Kalau demikian bisa diambil suatu pelajaran,berarti ada sesuatu yang salah dari pemberian pupuk ini.

2

2.(Pengamatan Satu bulan kemudian,hasilnya seperti gambar diatas,pengambilan gambar dari arah Barat).

Dalam web ini, kami tidak memberikan terlalu banyak teori,tetapi kami lebih menekankan pada hasil aplikasi yang kemudian kami beri uraian sekedarnya.

3

3.(Pengamatan selanjutnya dilakukan pada tanggal 2 juli 12,hanya pengambilan gambar dilakukan dari arah TIMUR,masih dalam lokasi yang sama).

Pengaruh pupuk yang diberikan terutama pupuk kimia,bisa kita rasakan betul dampaknya. Penggunaan pupuk jenis ini selama puluhan tahun menyebabkan tanah mengeras,makin asam dan “mahluk hidup” yang ada dalam tanah,MATI.

4

4.(Masih dalam waktu yang sama dengan gambar 3,dalam gambar tampak Bp. Tata Supita ,Kanan sedang berbincang dengan Bp. Sujianto ,tamu dari jauh yaitu dari Kec. Genteng , Banyuwangi, JATIM,sebelah kiri dengan latar belakang,tanaman ” tetangga” yang menggunakan tehnik pertanian kimia murni. Tanaman pada pengamatan saat itu, masih segar bugar.)

Perihal “mahluk hidup”yang ada dalam tanah,mungkin kita akan sulit untuk melihat “matinya” MIKRO ORGANISME yang gampang saja bisa kita lihat saat ini adalah,sudah berkurangnya CACING TANAH DAN BELUT. Kemana mereka? Padahal keberadaan mereka,bisa sebagai indikator,bahwa tanah tersebut dalam kondisi,SUBUR. Ternyata dengan pemberian pupuk kimia dalam waktu yang lama dan dosis yang tinggi secara terus menerus,mematikan mereka. Jadi mahluk besar-besar saja ,MATI… apalagi ” mahluk-mahluk” yang kecil,yang kami maksud adalah MIKRO ORGANISME,berupa cendawan dan bakteri yang menguntungkan ( bakteri/cendawan antagonis ,yang menjadi “lawan” spora bakteri/cendawan penyebab penyakit).

5

5.( Pengamatan yang dilakukan pada tanggal 9 agustus 12,tampak tanaman sudah “babak belur”,pengambilan gambar dari sudut yang sama dengan gambar 1 dan 2).

Oleh karena itu,tidak mengherankan apabila spora cendawan Fusarium,meningkat populasinya,kerena populasi cendawan yang menguntungkan (antagonis) secara sadar atau tidak sadar,dimusnahkan oleh kita sendiri.

6

6.(Kami bergerak kedepan sedikit dari gambar 5,untuk mengamati lebih dekat,kondisi tanaman yang menggunakan tehnik pertanian dengan sistem kimia. Tanaman sudah banyak yang layu,menguning dan keriting daun).

Selain itu,pemberian pupuk kimia secara terus menerus,menyebabkan tanah makin ASAM,sementara dalam kondisi asam ini yang berkembang justru spora cendawan yang merugikan,seperti dalam hal ini,spora Fusarium oxysporum,penyebab layu fusarium .

7

7.(Pengamatan bergerak maju lagi dari gambar 6.Tanaman yang menggunakan pupuk kimia, sebagian tanaman tomat sudah “Game Over” dan tanaman cabe, pertumbuhannya kerdil).

Pemberian kapur pertanian di awal tanam/pada saat pengolahan tanah,sebenarnya merupakan langkah yang sudah tepat,hal ini bertujuan agar tanah tidak asam,namun pemberian pupuk susulan berupa pupuk kimia, yang berlebihan,menyebabkan tanah kembali pada “posisi” ASAM.

8

8.(Pengambilan gambar,sama dengan gambar 4. dimana pada saat pengambilan gambar saat ini, 9 agustus 12, tanaman yang menggunakan tehnik pupuk kimia,sudah hancur lebur).

Dampak pemberian pupuk kimia secara terus menerus adalah,makin mengerasnya tekstur tanah. Disadari atau tidak pemberian pupuk kimia ini sangat terasa terutama pada tanah-tanah yang berair,tanah-tanah sawah. Tanah lumpur disawah beberapa tahun yang lalu mungkin kedalamannya sekitar selutut,tapi saat ini paling hanya tinggal “semata kaki” saja. Sebenarnya memadatnya tanah ini juga terjadi pada tanah-tanah ladang,hanya tidak terlalu tampak seperti halnya pada tanah-tanah berair/sawah.

9

9.(Tanaman dengan penggunaan pupuk kimia,sudah ” layu sebelum bekembang “,tragis dan memprihatinkan).

Mengerasnya tanah ini,memberi dampak sulitnya akar tanaman menyerap unsur hara yang ada dalam tanah untuk mensuplai ke tanaman yang sedang dalam kondisi “EMERGENCY”, LAYU.

SEKALI LAGI KAMI MEMPERLIHATKAN HASIL-HASIL YANG BUKAN MERUPAKAN REKAYASA.

NAMUN…SEMUANYA KEMBALI KEPADA ANDA,APAKAH ANDA AKAN TETAP MEMILIH TEHNIK PERTANIAN KIMIA MURNI ATAU SECARA BERANGSUR BERALIH KE KONSEP PERTANIAN BERBASIS PERTANIAN ORGANIK?