Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: pupuk nitrogen

PUPUK KIMIA MEMANG…. BISA BIKIN “PROBLEM”

Dalam dunia pertanian, sepertinya kebutuhan akan pupuk Nitrogen yang bersumber dari bahan kimia, merupakan suatu ” keharusan”. Pertumbuhan yang cepat menjadikan petani pada umumnya terkesima dan tidak ingin untuk meninggalkannya.

Sebagaimana  yang kita ketahui sumber pupuk Nitrogen bisa bersumber dari Urea, ZA, Phonska, NPK,KNO3 dll.

1

Gambar 1.(Pengamatan pada saat tanaman  tomat berusia 3 mingguan.)

2

Gambar 2. (Pengamatan dilanjutkan pada saat tanaman berusia  satu bulan lebih, hingga saat ini pemupukan dengan Nitrogen kimia, belum diberikan. Pupuk Nitrogen hanya bersumber dari pupuk dasar saja.)

 Sumber-sumber  pupuk nitrogen, bisa bersumber dari :

A.  pupuk buatan pabrik,Urea, ZA, Phonska, NPK,KNO3 dll.

B.  Udara, yang  merupakan sumber nitrogen paling besar  yang dalam proses pemanfaatannya oleh tanaman melalui perubahan terlebih dahulu, dalam bentuk amonia dan nitrat yang sampai ke tanah melalui air hujan, atau yang di ikat oleh bakteri pengikat nitrogen.

c. Sumber nitrogen lainnya adalah pupuk kandang dan bahan-bahan  organik lainnya.

3

Gambar 3. (Pemberian pupuk Nitrogen belum diberikan untuk antisipasi, terjadinya kelayuan pada tanaman, karena pada saat tanaman berusia 1 bulanan ini sudah ada beberapa tanaman yang terkena yang layu, walaupun jumlahnya dibawah 1 % nan.)

Ada beberapa tanda  apabila tanaman,  kekurangan nitrogen :

Tanaman tumbuh kurus kerempeng, daun tua berwarna hijau muda, lalu berubah menjadi kekuning-kuningan, jaringan tanaman mengering dan mati, buah kerdil, kecil dan cepat masak lalu rontok.

4

Gambar 4.(Pola pemupukan dengan sistem “ngegas dan ngerem” kami perhatikan secara hati-hati.)

 Sedangkan apabila tanaman Kelebihan nitrogen berakibat :

1. Menghasilkan tunas muda yang lembek / lemah dan vegetatif
2. Kurang menghasilkan biji dan biji-bijian
3.Memperlambat pemasakan / penuaan buah dan biji-bijian
4.Mengasamkan reaksi tanah, menurunkan PH tanah, dan merugikan tanaman, sebab akan mengikat unsur hara lain, sehingga akan sulit diserap tanaman
5. Pemupukan jadi kurang efektif dan tidak efisien.

5

Gambar 5. (Pemberian Nitrogen tinggi, bisa menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan terhadap busuk daun dan juga berpotensi meningkatkan kelayuan.)

Pupuk nitrogen seperti Urea dan NPK melakukan hal yang krusial dalam pertanian. Biaya produksinya mahal seiring kenaikan harga bahan bakar  dan oleh karena itu, pemerintah mensubsidi harga pupuk N ini agar harganya lebih terjangkau oleh petani.

6

Gambar 6.( Pengambilan gambar pada tanggal 9 Juli, pada saat usia tanaman 40 harian, tampak kondisi daun tanaman  bagian bawah yang sedikit agak,”melekuk”, berdasarkan pengamatan kami, daun demikian penyebabnya adalah akibat pemberian pupuk Nitrogen yang “agak dibatasi”.)

Padahal, dulu jauh sebelum revolusi hijau, para petani tidak menggunakan pupuk nitrogen anorganik seperti urea dan NPK, namun pertanian mereka tetap berjalan. Alasannya adalah mereka sanggup mencukupi kebutuhan nitrogen tanamannya dengan sumber N organik seperti pupuk kandang. Di samping itu, dengan adanya biological nitrogen fixation (fiksasi nitrogen secara biologis) oleh mikroba, terdapat pasokan nitrogen tambahan dari udara, dimana nitrogen yang dihasilkan sudah dalam bentuk anorganik sehingga siap diserap tanaman.

7

Gambar 7. ( Pengambilan gambar 7,8,9,10 diambil  pada tanggal 12 Juli 13, disisi yang lain, kondisi daun  tanaman cenderung lebar, hal ini, bisa juga diartikan daun tanaman pada bagian ini, kondisi Pupuk Nitrogen dalam jaringan tanaman, tidak kekurangan/cukup.)

Sebenarnya di udara sudah terdapat unsur nitrogen yang sangat melimpah, mengingat komposisi nitrogen di udara adalah sekitar 78%. Artinya, apabila bisa merubah nitrogen di udara menjadi senyawa yang mudah diserap tanaman, maka pupuk nitrogen kimiawi tidak lagi dibutuhkan.

8

Gambar 8. ( Dalam kondisi dua kali pengecoran, tanpa pemberian pupuk Nitrogen, ternyata tanaman sudah cukup memuaskan pertumbuhannya.  Sumber pupuk Nitrogen kami suplai dari “atas” /penyemprotan (Protek-tan dan Pesnator).

9

Gambar 9. ( Kondisi buah tanaman, sudah membentuk, pemberian pengecoran PROTEK-tan DAN pupuk CAS dari bawah, cukup membantu “mengikat Nitrogen bebas dari alam” sehingga tanpa pemberian pupuk nitrogen kimia pun, pertumbuhan tanaman tetap  “stabil”.)

10

Gambar 10. (Dengan menghindari pemberian pupuk Nitrogen kimia yang berlebih, ternyata tanaman tidak terlalu banyak “problem” diantaranya, tanaman terhindar dari BUSUK DAUN/Phythophthora sp, Bercak daun dan terutama tingkat kelayuan tanaman tidak berlanjut secara drastis.)

KEWASPADAAN TETAP HARUS DILAKUKAN, UNTUK MENGHINDARI MASALAH LEBIH  LANJUT  !!!