Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: Plasmodiophora brassicae

Plasmodiophora brassicae/ BENGKAK AKAR pada KUBIS-KUBISAN.

Banyak kasus yang terjadi pada saat budidaya tanaman kubis-kubisan,diantaranya adalah, penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh cendawan/jamur,Plasmodiophora brassicae.1. Spora Plasmodiophora yang bertahan lama dalam tanah bahkan bisa mencapai sedikitnya 6-8 tahun tanpa tanaman inang…,jadi sekali tanah terkontaminasi cendawan ini,hati-hatilah…agar tanaman kubis-kubisan kita tidak terserang penyakit bengkak akar/ akar gada tersebut.2. Adapun langkah -langkah pengendalian menurut , tehnik kliniktaniorganik ,KEMBANG LANGIT  adalah,dengan perlakuaan pada tanah  yang akan ditanami dan pupuk dasarnya.  Sering kita melihat pada aplikasi dilahan adalah dengan mencari/menggali tanah merah yang belum terkontaminasi cendawan /jamur ini.  Hal ini tentunya tidak salah,hanya betapa “ribet”nya kalau lokasi yang mau ditanami,dengan luasan yang besar…, harus menggali tanah merah yang ada dibawah permukaan “top soil”,DIBALIK POSISINYA JADI DIATAS.3. PUPUK KANDANG baik dari ayam atau hewan lain pun rupanya perlu diwaspadai, “andil”nya dalam menjangkitkan penyakit bengkak akar ini. Terutama pupuk kandang ayam,coba anda perhatikan…
4. 5. PANEN BERHASIL, terhindar dari akar gada/bengkak akar…
6.  Hasil panen,sukses
Sawi putih/petcay,TIDAK TERSERANG AKAR GADA/BENGKAK AKAR yang disebabkan oleh,Plasmodiophora brassicae.
7.  
Hal ini merupakan  SALAH SATU, metode kami klinikpertanianorganik, KEMBANGLANGIT  dalam mengendalikan penyakit bengkak akar/akar gada pada tanaman kubis-kubisan,langkah -langkah lainnya kami ulas secara ber seri kedepan…
SEMOGA BERMANFAAT…

PERTANIAN ORGANIK, solusi MENGATASI PENYAKIT AKAR GADA PADA KUBIS – KUBISAN

Gambar 1. Tanaman kubis,mengalami gejala bengkak akar/akar gada. (Pengambilan Gambar tanggal 3 Juni 12)

Pernahkah anda mengalami,masalah seperti gambar diatas ini?  Tanaman kubis tampak berdaun kecil dan warna daun kekuning-kuningan.  Perlu kita pikirkan/analisa kenapa  biasanya kasus seperti ini justru terjadi  setelah pemberian pupuk susulan, berupa PUPUK KIMIA. Terganggunya /BENGKAKNYA AKAR TUNGGANG,menyebabkan pertumbuhan tanaman sulit untuk berkembang.

Gambar 2.  Uji terap untuk mengatasi penyakit akar gada pada petcay/sawi putih. Penyakit akar gada ini disebabkan oleh Cendawan/jamur, Plasmodiophora brassicae.  Pengambilan gambar dilakukan pada tanggal 26 Mei 2012.  Kita perhatikan gambar diatas,ada 3 komoditas ditanam sekaligus,Petcay,cabe Keriting dan ditengah-tengahnya ditanami Tomat.

Gambar 3.  Satu minggu kemudian,tanaman di amati kembali,pengambilan gambar dilakukan pada tanggal 3 Juni 12. Hasilnya seperti tampak dalam gambar,tanaman petcay (satu famili dengan tanaman kubis),terbebas dari serangan akar gada,Plasmodiophora brassicae.

Gambar 4. Tampak tanaman petcay,segar bugar,tidak nampak gejala “layu” yang merupakan parameter bahwa tanaman terkena gejala serangan akar gada.

Sering kita mendengar bahwa salah satu faktor penyebab akar gada/bengkak akar,adalah akibat tanah yang terlalu masam. Teori ini memang sudah tepat dan sudah teruji,hanya yang jadi permasalahannya adalah kenapa pada kondisi tanah yang sudah asam,petani  memberikan perlakuan yang justru makin menyebabkan tanah/lokasi penanaman menjadi semakin asam.  Dalam kondisi tanah yang masam menyebabkan perkembangan spora Plasmodiophora makin berkembang.

Gambar 5. Masih dalam lokasi yang sama,pemetikan/panen petcay diperkirakan 10 harian lagi,tanaman sudah  membentuk Crop/”telur”,daun tanaman tidak tampak gejala kelayuan,sebagai tanda terjadinya AKAR GADA.  Tanaman cabe keriting dan tomat yang ditumpang sarikan dengan petcay ini juga tampak segar-bugar.

Gambar 5. Perlakuan yang kami lakukan adalah dengan mengurangi pemberian pupuk kimia,karena seperti yang kita ketahui,bahwa pupuk kimia cenderung beraksi asam pada tanah.  Istilah yang biasa kami berikan adalah,jangan memberikan makanan yang asam pada orang yang sedang terserang penyakit ASAM LAMBUNG/ MAAG.

Gambar 6. Tampak dalam gambar,Bp. Tata supita (Upit) Lokasi di Desa Laksana, Kamojang Kec. Ibun Kab. Bandung,sedang mengamati ketiga tanamannya, Petcay,Cabe Keriting dan Tomat yang pertumbuhannya hingga saat ini,….   Memuaskan…

Khusus dalam pengendalian penyakit akar Gada pada tanaman petcay ini adalah memberikan PROTEK-tan dan PUPUK ORGANIK  “CAS”,yang terbuat dari bahan organik.  Pemberian PROTEK-tan dan CAS,menyebabkan akar- akar serabut berkembang pesat  dan juga tanah  tidak  memadat,kondisi ini sangat diperlukan dalam pengendalian akar gada tersebut,karena reaksi dari PROTEK-tan  dan  PUPUK CAS,adalah menghambat perkembangan cendawan/jamur  plasmodiophora brassicae  dan dicirikan oleh MEMBUSUKnya AKAR TUNGGANG yang memBENGKAK, kemudian pertumbuhan akar serabut menjadi menyebar dan berkembang pesat. Akar serabut yang “membantu” dengan menyebar secara cepat dan banyak,sangat membantu dalam pemulihan BENGKAK AKAR.  Bahkan kami mempunyai RUMUS sendiri dalam pengendalian bengkak akar ini,yaitu :  WALAUPUN AKAR TUNGGANGNYA TERKENA BENGKAK AKAR,TETAPI KALAU AKAR SERABUTNYA MASIH BISA DIPACU PERKEMBANGANYA,BIASANYA CROP KUBIS MASIH BISA MEMBENTUK,WALAU UKURAN NYA  TIDAK OPTIMAL.

Jadi makin jelaslah,mengapa kami SELALU  mendengungkan bahwa:
PERTANIAN ORGANIK  ADALAH SUATU KEHARUSAN BUKAN LAH SUATU PILIHAN !!!

PENGENDALIAN HAMA Plutella xylostella,dan PENYAKIT Plasmodiophora brassicae pada KUBIS-KUBISAN/BROKOLLI, dan HAMA TRIPS pada CABE

Gambar berikut ini merupakan hasil pengamatan kami secara berkelanjutan,yang pemantauannya kami lakukan sejak awal tanam. Perlakuan dibedakan antara yang menggunakan tehnik kimia murni (sebelah kanan) dengan yang menggunakan kombinasi Alami dan Kimia (sebelah kiri)
A.1.Pengamatan kami lakukan sejak awal,dengan dua tehnik yang berbeda,pengamatan dipantau pada tanggal 11 Agustus 2011
A.2. TEHNIK sebelah kanan ini menmggunakan tehnik KIMIA MURNI
A.3.Sedangkan yang sebelah kiri menggunakan,Tehnik kombinasi alami dan kimia,
Kenapa kami masih menggunakan insektisida kimia (walau hanya sedikit)
A.4. Bergeser ke kiri lagi,tehnik Alami +kimia (tehnik kami),kombinasi ini dilakukan karena jenis hama ULAT,
berbeda dengan serangga bersayap seperti TRIPS,TUNGAU,KUTU KEBUL DAN PENGGOROK DAUN,reaksinya langsung “spontan” untuk pergi/terbang. Sedangkan hama ulat,reaksinya agak lambat. Walaupun secara berangsur ulat jadi ‘ngak betah juga’. Selain itu,kebiasaan petani yang terbiasa menggunakan insektisida kimia,tidak bisa dilepas sekaligus,perlu bertahap
B.1. Kita bergeser agak ke kanan,tehnik kimia murni
Tetapi walaupun demikian,hasil yang didapat apabila menggunakan 100% Pestisida kimia ,hasilnya bisa dilihat dibawah ini

B.2. Kondisi pada tanggal 20 sep 2011,bagaimana menurut anda?
C.1.Tehnik kimia murni/kondisi awal (pengambilan gambar bergeser lebih kekanan)
C.1.sd C.7.
C.2.Menggunakan pengendalian ,Kimia murni
C.3. Kondisi tanaman yang rusak berat,akibat serangan ulat perusak crop dan daun
C.4.Bisa diperhatikan kondisi pengambilan gambar dengan latar belakang yang tetap
C.5. Masih gambar yang menggunakan kimia murni,bagaimana menurut anda?
C.6. Kekebalan hama,sudah mulai nampak,kerusakan bisa mencapai 80 %
C.7. Bisa diperhatikan latar belakang pengambilan gambar,masih dalam lokasi yang sama..
Dan JELAS TANAMAN INI KAMI PANTAU BERSAMAAN DENGAN YANG SEDANG KAMI UJI TERAP,SELAIN ITU TANAMAN DALAM POSISI YANG BERDAMPINGAN
Pengamatan sejak awal, 12 Agustus 2011
D.2. Pengamatan pada tanggal 20 September 2011,brokoli tumbuh subur setelah aplikasi
PROTEK-tan,TAMPAK BEBAS DARI SERANGAN BENGKAK AKAR/AKAR GADA
Plasmodiophora brassicae
E.1. Dari sudut yang lain,masih dalam lokasi yang sama
Tehnik-tehnik yang kami kembangkan untuk mengendalikan bengkak akar adalah,sbb
E.2.Kita lihat,hasil yang dicapai,nyaris tidak ada yang terkena bengkak akar
(1.) Kami lakukan penyemprotan PROTEK-tan,pada pupuk kandang.Tujuan dari perlakuan ini adalah: Menekan pertumbuhan spora Plasmodiophora brassicae
E.3. Masih dalam lokasi yang sama,pengamatan dilakukan pada tanggal 20 Sep 2011
(2.)Lakukan pencelupan bibit tanaman sebelum pindah tanam ,dengan PROTEK-tan
E.4.Pengecoran dilakukan 7-14 hari sekali dengan PROTEK-tan,3cc per liter air

F.1.Bisa anda perhatikan tanaman secara keseluruhan,tanaman bebas dari serangan bengkak akar yang pada umumnya tanaman menjadi LAYU dan TIDAK TERBENTUKNYA CROP
(3.) Kami melakukan,pengecoran seawal mungkin,dan tidak menunggu terjadinya gejala penyakit bengkak akar

F.2.Walaupun tanaman Brokoli ditumpangsarikan dengan cabe,tanaman tidak kerdil,daun Brokoli lebar-lebar,selain tidak terserang bengkak akar,juga brokoli bebas BERCAK DAUN
(4.) Pernahkah anda perhatikan,saat terjadinya “kelayuan” akibat bengkak akar?
Justru sebagian besar kasus terjadi pada saat,beberapa hari setelah PEMUPUKAN SUSULAN/terutama setelah PEMUPUKAN KIMIA

F.3.Gambar /Foto Tanaman F.1-F.3. Diamati pada tanggal 26 September 2011

(5.) Dalam pembersihan rumput,kami jaga betul jangan sampai akar-akar serabut menjadi putus.