Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PESTISIDA ORGANIK

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 173 »

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI, secara “SIMPLE”.

Banyaknya jenis hama dan penyakit yang menganggu tanaman padi, menjadikan tanaman padi menjadi tanaman yang sering mengalami gagal panen.

Beberapa hama padi yang biasa mengganggu tanaman padi diantaranya adalah, hama penggerek batang,wereng coklat, wereng hijau,hama putih palsu, walang sangit dan tikus.

IMG-20140129-00745

Gambar 1.A. ( Gambar  diambil pada tanggal 29 januari 14, kondisi tanaman pada saat awal aplikasi, tanaman padi kondisinya, sulit berkembang, padahal usianya sudah 34 hari, bahkan terlihat kondisi gulmanya sudah sangat banyak. )

Sedangkan beberapa penyakit yang biasa mengganggu diantaranya adalah, hawar daun bakteri (kresek daun), penyakit BLAS, hawar pelepah, bercak coklat, busuk akar, virus kerdil, dan sebagainya.

IMG-20140210-00809Gambar 1.B.  (Pengamatan pada  tanggal 10 Februari 2014. Kondisi tanaman awalnya sudah memprihatinkan, setalah dikelola dengan tehnik pertanian organik, ala KPO-KL,  sudah terlihat perubahannya.)

Dari dua katagori pengendalian hama baik hama dan penyakit, sudah menjadi kebiasaan petani yaitu mengendalikan hama secara khusus dan juga pengendalian penyakit secara terpisah pula.

IMG-20140226-00864Gambar 1.C. (Pengambilan gambar pada tanggal 26 februari 2014. Masih dari sudut yang sama dengan gambar 1.A, kurang lebih satu bulan kemudian kondisinya makin membaik.)

Selain itu, dalam pengendalian suatu hama , misalnya untuk mengendalikan hama pengerek batang, apabila menggunakan insektisida kimia , maka akan berbeda penanggulangannya dengan mengendalikan hama walang sangit.   Jelas insektisidanya , akan berbeda satu sama lain.

IMG-20140129-00746

Gambar 2.A.( Pengambilan gambar agak bergeser ke kiri sedikit dari posisi gambar 1. Pengambilan   gambar  diambil pada tanggal 29 januari 14.  Gulma eceng gondok, sangat subur, tetapi tanaman padinya, malahan tidak berkembang. )

Demikian pula dalam mengendalikan hama wereng dengan hama putih palsu, pastilah pengendaliannya, menggunakan insektisida yang berbeda satu sama lainnya.

IMG-20140210-00810Gambar 2.B. ( Perlakuan dengan memberikan pestisida organik, sudah menunjukan hasil yang positif, Pengambilan gambar pada  tanggal 10 Februari 2014).

Apalagi, dalam mengendalikan hama wereng hijau sebagai penular virus tungro, tentunya sangat berbeda insektisidanya  dengan pengendalian hama TIKUS.

IMG-20140226-00865Gambar 2.C.  ( satu bulan kemudian dari posisi gambar 2.A. tampak anakan yang awlnya “mandeq” saat ini, sudah mulai mekar dan berkembang.   Pengambilan gambar pada tanggal 26 februari 2014.)

Begitu pula dalam mengendalikan penyakit tanaman padi yang disebabkan oleh cendawan/jamur atau bakteri, dalam tehnik konvensional menggunakan tehnik kimia, sama saja …pengendaliannya dilakukan secara terpisah pula. Penyakit “kresek daun ” yang disebabkan oleh bakteri,pengendaliannya akan berbeda apabila tanaman terserang oleh penyakit “BLAS” yang disebabkan oleh cendawan/jamur.

IMG-20140129-00753

Gambar 3.A.  ( Pengamatan beralih  ke  posisi yang lain tetapi masih dalam lokasi yang sama. Gambar diambil tanggal 29 Januari 2014. Pada bagian ini, akmi sedang membandingkan  tehnik kami yang menggunakan  pola pertanian organik, ala KPO-KL( sebelah kanan) sedangkan yang sebelah kiri menggunakan tehnik kimia murni.)

Secara kimia , tehnik pengendalian hama dan penyakitnya, secara tegas terjadi  “Penyekatan” baik antara pengendalian hama satu dengan hama yang lainnya, maupun antara penyakit satu dengan yang lainnya, apalagi pengendalian  antara hama dan penyakit.

IMG-20140210-00818Gambar 3.B. ( Pengamatan selanjutnya dilakukan pada tanggal 10 PEBRUARI 14, tampak perbedaan tanaman sangat berbeda, sebelah kanan yang menggunakan tehnik pestisida organik ala KPO-KL, kondisinya sudah membaik, sedangkan sebelah kiri  yang menggunakan tehnik kimia murni, hasilnya seperti tampak pada gambar diatas.)

Betapa sulitnya petani, dalam mengendalikan baik hama dan penyakitnya, betapa rumitnya membedakan suatu jenis hama dengan hama lainnya, demikian pula petani juga harus berupaya untuk memahami berbagai jenis penyakit tanaman, baik yang disebabkan oleh cendawan atau bakteri.

IMG-20140226-00876Gambar 3.C. ( Pengamatan setelah satu bulan kemudian, pada tanggal  26 PEBRUARI 14, kondisinya makin berbeda nyata.)

Belajar dari kasus kasus demikian, kami mencoba untuk membuat suatu “RUMUSAN” sendiri, yaitu mengupayakan agar pengendalian hama dan penyakit tersebut menjadi “simple”/sederhana.  Adapun langkah  yang kami tempuh adalah diantaranya, mengkondisikan agar tanaman lebih  “sehat dan kuat “, sehingga tanaman  lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit.  Adapun caranya adalah dengan memberikan makanan dan “obat” yang berasal dari TUMBUHAN.  
Dampaknya ternyata, diluar estimasi kami, ternyata masalah hama SEKALIGUS penyakitnya, bisa diatasi dengan SEKALI “menggayung”.  Ibaratnya, sekali ” merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”.  Ternyata lebih “simple”.