Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PESTISIDA ORGANIK

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 160 »

WASPADAI DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIA

Dalam bidang pertanian pestisida merupakan sarana untuk membunuh hama-hama tanaman. Penggunaannya yang sesuai aturan dan dengan cara yang tepat adalah hal mutlak yang harus dilakukan mengingat bahwa pestisida adalah bahan yang beracun. Tetapi penggunaan bahan-bahan kimia pertanian seperti pestisida tersebut dapat membahayakan kehidupan manusia dan hewan dimana residu pestisida terakumulasi pada produk-produk pertanian dan perairan. Untuk meningkatkan produksi pertanian disamping juga menjaga keseimbangan lingkungan agar tidak terjadi pencemaran akibat penggunaan pestisida perlu diketahui peranan dan pengaruh serta penggunaan yang aman dari pestisida dan adanya alternatif lain yang dapat menggantikan peranan pestisida pada lingkungan pertanian dalam mengendalikan hama, penyakit dan gulma.

IMG_20140601_144228

Gambar 1. ( Kondisi  tanaman kacang panjang, yang diambil pada tanggal  31 Mei 14, tanaman yang awalnya terkena dampak pestisida kimia, saat ini setelah 35 hari mulai pulih kembali.)

Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan banyak dampak, diantaranya dampak kesehatan bagi manusia yaitu timbulnya keracunan pada petani dan yang lebih berbahaya lagi adalah terjadinya gangguan pada sistem ORGAN tubuh . Hal-hal tersebutlah yang masih banyak diabaikan oleh para petani Indonesia terutama didaerah pedesaan. Mereka tidak memperhatikan dampak yang dapat ditimbulkan dari pekerjaan yang mereka lakukan setiap harinya dengan berbagai alasan klasik.

IMG_20140508_164944(1)

Gambar 2. (Beginilah kondisi tanaman kacang panjang dari Batam, yang dikelola oleh mitra kami Bp. Tri, yang terkena dampak keracunan  pestisida dari efek herbisida (pengendali gulma) dan Moluskicida/ untuk mengendalikan Keong/siput.)

Dalam kasus diatas mitra kami ini kurang tepat dalam mengaplikasikan pestisida, berupa herbisida dan muluskicida, maksudnya untuk mengendalikan  gulma dan Bekicot / siput ( binatang yang dapat mengeluarkan lender ini mempunyai kebiasaaan hidup bersembunyai di tempat teduh pada siang hari. Pada malam hari moluska akan mencari makanan tanaman yang sudah membusuk ataupun yang masih hidup. Berbagai jenis tanaman diserangnya , merusak persemaiaan dan tanaman yang baru tumbuh. Dalam perjalanannya meningglkan jejak berupa lendir yang mengkilat.) Jenis pestisida yang digunakan berupa Muluskicida cair dan juga herbisida dosis tinggi, akibatnya tanaman sempat “terbakar”.

IMG_20140508_164019(1)

Gambar 3.( Daun tanaman seperti terbakar, dan memberikan efek pesimis pada pengelolanya.)

Pestisida merupakan bahan kimia beracun yang digunakan untuk mengendalikan  jasad penganggu yang merugikan pertanian. Bila tidak diolah dengan baik, pestisida dapat mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan seperti keracunan, penyakit kulit, pusing, gangguan system syaraf, gangguan pernafasan, kram, diare, pandangan kabur, keguguran kehamilan,  kanker bahkan bisa mengakibatkan kematian

Dalam penerapan di bidang pertanian, ternyata tidak semua pestisidamengenai sasaran. Kurang lebih hanya 20 persen pestisida mengenai sasaran sedangkan 80 persen lainnya jatuh ke tanah. Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian.

IMG_20140601_193605

Gambar 4.( Secara berangsur kami mencoba mengatasinya dengan pemberian pestisida berbahan alami /organik dan juga pupuk organik ala KPO-KL. Kondisi tanaman dua minggu setelah aplikasi, tanaman yang awalnya sudah terbakar  akibat pengaruh pestisida kimia, secara berangsur pulih kembali.)

Tetapi sayang….Dampak lingkungan dan efek pada kesehatan manusia dari penggunaan pestisida dosis tinggi dan jangka panjang, “jarang sekali kita pikirkan dan pedulikan”…

IMG_20140601_144118

Gambar 5. ( Saat ini setelah beberapa saat  tanaman dalam kondisi stress akibat penggunaan pestisida yang  kurang tepat, kondisinya mulai membaik. Selain itu bahkan tunas tunasnya berkembang tanpa bisa terbendung, melewati  ajir yang disediakan dan merambah ke kiri dan kekanan.)

Setidaknya apabila kita sulit dan tidak  merasakan dampak dampak negatif jangka panjang untuk kesehatan manusia dan juga lingkungan, efek jangka pendeknya adalah kerusakan dan terbakarnya tanaman yang sedang  kita  budidayakan. Pada saat demikian biasanya petani kalang kabut mencari solusi untuk memulihkan kondisi tanamannya. Pemberian dan penambahan pestisida kimia hanya akan menambah rusak jaringan tanaman, oleh karena itu perlu pemberian makanan dan obat yang sifatnya ” lembut” untuk mempercepat pemulihannya.

KPO-KL, sedang mengupayakan hal demikian, dan semoga dari langkah awal dari tindakan petani untuk menyelamatkan tanamannya dari kerusakan, sekaligus pula merupakan langkah  akumulatif  yang kita harapkan sebagai langkah untuk menghindarkan dari kerusakan alam dan lingkungan.