Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PESTISIDA KIMIA

1 2 »

PESTISIDA KIMIA SEKEDAR PELENGKAP SAJA

Tanaman mitra kami dari Banda Aceh pada tanggal 12 September 2016,  kondisi tanaman cabe  var CTH ini, semakin lebat dan bahkan sudah mencapai ke tunas tunas dibagian atasnya .

azmi7azmi-12

Pertumbuhan tanaman berbasis organik cara Kembang Langit ini, makin tampak sehat setelah sebelumnya sempat terkena antraknose / patek beberapa saat yang lalu.

azmu2

Pada saat ada serangan antraknose tersebut metode yang kembangkan adalah dengan pengendalian menggunakan cara semprotan Pocanil plus bahan fungisida kimia dengab dosis yang rendah saja..

azmi52

Setelah kondisi membaik, dosis fungisida kimia yang digunakan dosisnya kami turunkan kembali .

azmi41

Jadi dalam hal ini, pada saat ada gejala dan serangan penyakit yang agak perlu perhatian ekstra, dosis dan jenis pestisida kimianya kami sesuaikan. dosisnya dan dinikkan dulu tetapi pada saat penyakit sudah membaik…kembali dosis pestisida tersebut diturunkn lagi.

azmi6

Setelah petikan ke 7 ini, kondisi tanaman pak Azmi di Lingkungan Unsyah Banda Aceh ini, makin sehat dan dalam kondisi sehat seperti ini tentunya Obat/ pestisida tidak diperlukan lagi dalam takaran yang banyak.

Saatnya untuk mengendorkan dosis pestisisida organik cara KPO KL dan saatnya mengurangani pestisida kimia.

azmi33

( Jadi jangan dibalik yaa…pada saat tanaman sakit mencari solisi dengan pestisida organik pada saat sudah membaik beralih lagi dengan.penggunaan pestisida kimia dengan dosis tinggi.) Karena dengan metode yang kami gunakan selama ini, Pestisida ORGANIK  sebagai bahan utama sedangkan pestisida kimia sekedar pelengkap saja.

TERUS BERJUANG MEMPERTAHANKAN KETAHANAN TANAMAN

Ketahanan tanaman memang ditentukan oleh sumber asupan yang kita berikan, makanan yang sehat berdampak sehatnya tanaman pula. Sehatnya tanaman berkorelasi dengan, katahanan tanaman dalam lamanya waktu berproduktivitas.

jay 2(7)

Dalam kesempatan ini, kami mendapat kabar pada tanggal 15 Agustus 2016,bahwa  mitra kami dari desa Jambu Kledung, Temanggung, tanaman mas Jay , masih terus  berproduksi dan tanaman masih memiliki ketahanan yang prima. Padahal hingga saat ini usia tanaman sudah “tua” sekitar 8 bulanan. Masa panen juga sudah melebihi 25 kali petikan.

jay 1(5)

Sangat berbeda dengan asupan makanan dan obat kimia yang diberikan, pada umumnya ketahanan tanaman biasanya lebih lemah dan relatif produktivitasnya lebih rendah.

Fakta ini sebenarnya sederhana dan bisa di analogikan dengan kehidupan kita dalam keseharian .

Ada pertanyaan mendasar yang kita pun bisa langsung menjawabnya. Apa kiranya apa yang akan terjadi apabila dalam keseharian banyak.mengkonsumsi makanan buatan/ kimia dan juga obat obatan kimia?

jay 3(6)

Metode sederhana ini kami coba terapkan pada tanaman mitra mitra kami, memberikan makanan dan obat yang bersumber dari bahan alami.

Efeknya 8 bulan tanaman cabe var Jacko Mas Jay sudah menghasilkan 1.2 kg per batangnya, suatu capaian yang diperoleh sebagai akibat pemberian pestisida dan pupuk berbahan alami   , dalam hal ini Protektan Biopestis dan Pormik.

Semoga tanamannya bisa bertahan dan berproduksi dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

Sukses petani Temanggung Sukses Petani Indonesia.

KEBUTUHAN PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA

Kami kembali mengibaratkan tanaman sebagai tubuh manusia,hal ini perlu karena tanaman juga sama seperti kita perlu makan dan obat-obatan,bahkan cenderung dalam konsep pertanian “modern” seperti saat ini,faktor obat-obat tanaman ini kebutuhannya melebihi kebutuhan obat manusia.

(Pengamatan Hasil aplikasi tehnik pertanian organik ala kembang langit di Leuwisari, Tasikmalaya, Jawa Barat,pengambilan gambar tanggal 3 Agustus 12)

1. (Petak percontohan SL-PHT,lokasi ini merupakan pengamatan lanjutan kami,sebagaimana yang kami tampilkan di tulisan yang lalu).

Keperluan “Obat” untuk tanaman ini,begitu luar biasa  dan dari segi bisnis merupakan bisnis yang sangat menggiurkan,kenapa tidak?  Apabila dibandingkan dengan obat untuk manusia “obat” untuk tanaman ternyata dari segi pemasaran jauh lebih berani dalam berspekulasi,karena memang keuntungannya besar.   sebagai contoh,beranikah toko obat/apotek meminjamkan obatnya untuk pasiennya dengan tempo pengembalian 3-4 bulan? Tetapi di bisnis “obat” untuk tanaman,toko/kios berani meminjamkan “obatnya” untuk petani selama satu musim tanam,bahkan ditempat kami hal ini,sudah sangat lumrah / terbiasa.

2.(Pametikan sudah 2 kali panen, menjelang petikan ke 3,KEBUTUHAN dan PENGGUNAAN pupuk dan pestisida kimia kami ,atur agar tidak terlalu banyak)

Bahkan antara kios obat pertanian ,untuk mengikat “pasiennya” (petani) memberikan hadiah-hadiah yang menggiurkan untuk pelanggannya untuk setiap pembelian obat dari tokonya,hal ini belum pernah /jarang kita dengar dari Toko obat/Apotek yang menjual obat untuk manusia.

3.( Dalam satu tangkai,buah ada yang “keluar” 2-3 buah”,kami juga menggunakan “obat” kimia untuk tanaman ini,tetapi,tidak dalam dosis yang tinggi).

Dalam bisnis “obat” untuk tanaman (Pupuk dan pestisida),perusahaan obat/formulator,sudah sangat terbiasa dengan istilah ‘PROGRAM’,ini artinya antara kios ‘obat’ dan FORMULATOR,terikat PROGRAM KERJASAMA,dalam ‘MENCAPAI TARGET PENJUALAN dalam kuota tertentu.Apabila PROGRAM nya tercapai, maka kios mendapat imbalan dari PERUSAHAAN OBAT berupa, kulkas,televisi,mesin cuci,sepeda motor,bahkan kendaraan roda empat.

4. (Petikan ke dua hasilnya sekitar 6 kwintalan,dari jumlah tanaman kurang dari 3800 pohon.)

5. (Kondisi tanaman ….,ok,dengan sedikit obat kimia).

Kekeliruan mendasar yang juga dilakukan oleh petani adalah,terkadang belum melalkukan penanaman,baru  saja persiapan  tanam, berbagai jenis ‘obat-obatnnya’ sudah disiapkan,minimal uangnya sudah disiapkan untuk pembelian obat untuk tanamannya yang baru mau ditanam.   Jadi ibaratnya,bayinya belum lahir,obat-obatnya sudah disiapkan.  Hal yang tidak terjadi pada manusia tetapi terjadi pada pengobatan tanaman.  Bahkan sebagian petani-petani “kaliber’ di daerah kami,persiapan obat-obatan sudah menumpuk digudangnya pada saat akan melakukan penanaman.  Kalau seperti ini, sama saja dengan memberikan suatu KEPASTIAN bahwa tanamannya sudah PASTI AKAN SAKIT.  Apakah anda juga melakukan hal seperti ini?

6.(Keriting daun dan virus  kuning,dapat diatasi,daunnya pun lebar-lebar).

Dengan tehnik pertanian berbabasis pertanian organik, yang kami kembangkan,kami tidak “BERCITA-CITA” tanaman yang akan dan sedang dibudidayakan,terkena sakit.  Oleh karena itu kami berupaya keras,agar pola makan (pupuk) dijaga betul demikian pula pola pengobatannya,hanya kami pakai dimana sangat dibutuhkan.  Pola hidup sehat ini,kami persiapkan betul dengan mengkonsumsi makanan sehat yang bersumber dari bahan alami .

7.(Permasalahan utama pada tanaman ini adalah faktor kesulitan air ,semenjak penanaman belum pernah di siram secara khusus, pengairan hanya melalui pengecoran pemupukan  saja.)

Kebutuhan dan pemberian pupuk kimia dan pestisida kimia,jelas memberikan dampak yang tidak bisa dianggap sepele,sudah banyak korban berjatuhan,akibat tanaman  “mengkonsumsi”  bahan-bahan(pupuk dan pestisida) kimia ini,atau mungkin juga anda pernah merasakan menjadi korban dari pemberian pupuk dan pestisida kimia dan sekaligus KORBAN dari  “PROGRAM”,KIOS/TOKO OBAT?.

Kami memang bukan anti pupuk dan pestisida kimia,kami biasa  MEMBUTUHKAN dan menggunakannya tapi dalam takaran yang rendah.