Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: pertanian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 25 »

MEMBANGUN PERTANIAN NASIONAL , DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Banyak konsep tentang membangun pertanian nasional .

Diantaranya, adalah

1.Membangun sistem permodalan untuk petani,  pemberian bantuan berupa permodalan yang mudah untuk sektor pertanian.

PhotoGrid_1491344237891

(Gambar 1. Pengamatan lanjutan kami di desa Mekar sari, Cikajang pada hari senin tanggal 3 April 2017)

Tetapi menurut kami, walaupun permodalan berupa bantuan  keuangan berupa kredit lunak pada petani belum menjamin terciptanya pembangunan pertanian yang kokoh.

Kenyataannya , tidak sedikit pemilik modal yang tanam berhektar hektar komoditas tertentu yang padat modal, luluh lantak akibat pengelolaan budidaya yang belum tepat.

PhotoGrid_1491344531804

(Gambar 2. Pengamatan dilokasi penerapan pada tanaman yang dikelola secara organik ala KPO-KL, pada saat usia tanaman saat ini adalah 6 bulan kurang satu minggu.  Kondisi tanaman masih sehat segar bugar.)

2. Membangun infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian disuatu wilayah.

Suatu wilayah yang petani dan pertaniannya maju dan berkembang, biasanya secara otomatis di daerah tersebut, tercipta keramaian transaksi, antara suplayer produk pertanian dan permintaan dari daerah lain yang mencari komoditas tersebut didaerah tersebut.

PhotoGrid_1491344395496

( Sementara tanaman yang lain seusianya sudah mulai ‘ berceceran’ sudah tidak bertahan akibat perubahan kondisi yang eksrtim tanaman mitra kami ini masih terus produktif.)

3. Pembentukan kelembagaan  petani yang biasanya dibangun dari pembentukan kelompok kelompok tani.

Pengamatan kami beberapa berkecimpung  dan melakukan riset khusus ternyata pembentukan kelompok tani, hanya dilakukan secara temporal saja pada saat, akan dicurahkankan bantuan berupa permodalan , setelah itu…kembali kelembagaan berupa kelompok kelompok tersebut, bubar mundur satu persatu dan tidak jelas evaluasi dan pertanggungjawabannya.

IMG-20170402-WA0089

Gambar 4 ( Lokasi di daerah Sicincin, Sumatera Barat, mitra muda binaan KPO-KL, mengirimkan  hasil penerapannya pada jagung manis var. Bonanza, yang dipelihara dengan tonggol dua) .

IMG-20170402-WA0084

Peningkatan produksi yang berlipat seperti halnya yang dilakukan oleh mitra kami dari Sumatera Barat ini, serta diikuti oleh petani petani lain disekitarnya dengan melihat keberhasilan petani pioner, biasanya ” memancing” , terbentuknya sistem pasar baru.

Hal dan kejadian seperti ini bukan halnya “aneh” sebenarnya.  Sebagai contoh misalnya yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah Malino.  Efek dampak dari beberapa petani pioner dari daerah  Jawa Barat yang hijrah mencari lokasi yang subur dan sesuai untuk penanaman sayuran dataran tinggi, mampu mengubah pola dan kebiasaan setempat.

Penulis masih ingat sekitar awal tahun 1990 -an, bagaimana seorang petani pelopor hortikultura yang hijrah dari Bandung selatan ke Malino Sulawesi Selatan, mendapat penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan pada saat itu HZ. Palaguna, sebagai petani pelopor.

Dan….pada akhir tahun 2016, penulis  datang langsung ke Malino dan melakukan survay khusus, ternyata kebiasaan setempat petani yang awalnya banyak menanam Markisa sebagai tanaman utama pada saat ini, sudah mulai tergeser dan mengubah pola tanamnya ke penanaman sayuran dataran tinggi.

IMG-20170403-WA0017

(Berikutnya kami mendapat hasil penerapan cara KPO-KL dari mitra kami  dari Lumajang, Mas Farid Abdullah, yang menanam tanaman kacang panjang yang  hingga saat ini tanamannya sudah petik dua kali.  Anak muda ini berhasil, mengelola tanamannya dengan baik dan sudah siap dikontrak oleh perusahaan yang membutuhkan tanaman kacang panjangnya).

IMG-20170403-WA0018

( Tanaman kacang panjang mas Farid yang dikirim tanggal 4 April 2017 , saat ini kondisinya sudah melampaui ajir yang disediakan oleh pengelola)

Dari rangkuman sederhana yang bisa kita ambil adalah, di dunia pertanian dalam hal membangun pertanian nasional, tidak usah muluk muluk kita bicara infrastruktur, kelembagaan, pendanaan karena hal ini menurut kami akan terbentuk dengan sendirinya apabila di wilayah tersebut ada petani petani yang bisa melakukan perubahan secara tehnik, dalam  mengubah apalagi melakukan pembaharuan secara besar besaran dibidang pertanian.

Perubahan akan tercipta dengan sendirinya apabila ilmu dan pengalaman petani individu bisa dan mampu melakukan budidaya yang menguntungkan.  Kami yakin dengan satu orang atau beberapa orang yang bisa menjadi contoh keberhasilan dan kesuksesan disuatu daerah,akan  mampu mengubah kebiasaan ditempat tersebut.

Penawaran kemitraan kerjasama akan datang dengan sendirinya, modal akan mudah didapatkan dari pemilik modal tanpa perlu “mengemis” profosal ke Bank atau lembaga keuangan lainnya.

Akses jalan, akan “hidup”dengan sendirinya apabila di wilayah tersebut terjadi suplay dan demand yang kontinyu.  Infrastruktur akan terbangun dengan sendirinya.

Kemampuan keilmuan yang dimiliki petani, yang dimulai dari pribadi diri sendiri, akan banyak memberikan ,nuansa baru dalam dunia pertanian….Hal ini yang saat ini kita lakukan, kita bergerak dari pendalaman ilmu dan materi cara KPO-KL yang berbasis organik ini.

Kalau hasil seperti yang diraih oleh Sdr. Khoer Garut, Sdr. Adi Padang dan Sdr. Farid Lumajang, pemilik modal berminat tidak bekerja sama dengan mitra mitra muda tersebut untuk menjadikannya tehnisi atau bahkan Manager Kebun dalam penanaman komoditas hotikultura berhektar hektar?

Modal akan datang sendiri, pasar akan terbentuk sendiri pertanian akan berkembang dengan sendirinya yang diawali dari skill dan kemampuan petani petani muda yang mampu melakukan perubahan.

Hal ini yang kita lakukan saat ini terhadap mitra mitra KPO-KL di seluruh pelosok…Semoga berhasil teman.

.

.

PERTANIAN BERBASIS ORGANIK !!! OPTIMIS !!!

Ada perbedaan mendasar antara konsep pola pertanian organik dengan pola pertanian berbasis kimia,beberapa hal bisa kami cirikan sbb:

Gambar 1.A.  ( Hasil aplikasi yang menggunakan  Pola pertanian kimia murni.)

Tampak  dari tinggi ajir yang digunakan, pola tehnik pertanian kimia menggunakan ajir yang pendek, karena “mungkin” berdasarkan pengalaman yang lalu-lalu, sudah di “vonis”  tanaman tidak akan tinggi sehingga dianggap tidak perlu untuk memakai ajir penyanggah yang tinggi.

Gambar 1.B. ( Hasil aplikasi tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala KPO,pengambilan gambar waktunya  sama dengan gambar 1.A.  Demikian pula  usia tanaman kedua perbandingan ini, selisih kurang dari satu minggu.)

Bisa diperhatikan jenis ajir penyanggah yang digunakan,  pola pertanian organik ala KPO menggunakan ajir “OPTIMIS”.  Bisa dibandingkan dengan  tinggi ajir pada gambar 1.A.

Gambar 2.  ( Jenis-jenis pupuk dan pestisida yang menggunakan pola KPO, bisa diperhatikan produk “pendamping” yang digunakan.)

Walaupun dengan produk yang “murah meriah”,  petani binaan KPO, sangat optimis menyongsong hari depan pertanian yang lebih  “cerah ceria”.

Gambar 3.A. ( Pengambilan gambar pada tanggal 1 Maret 13, kondisi saat ini tanaman yang menggunakan pola berbasis kimia.)

Sepengamatan kami petani berbasis kimia  pada umumnya baru OPTIMIS dalam mengelola pertaniannya apabila produk yang digunakannya diatas Rp. 100.000,-  per 100 mili liternya.

Gambar 3.B.( Pengambilan gambar kami geser sedikit ke kanan dari gambar 3.A.  Tanaman kondisi nya membuat TIDAK OPTIMIS lagi…)

Sebenarnya keTIDAK OPTIMISAN petani berbasis kimia sudah terjadi sejak AWAL SEBELUM TANAMAN DI TANAM.
Dalam hal ini, mungkin juga anda bisa merasakan sendiri,  belum juga lahir ” si Jabang Bayi” obat-obatan sudah dipersiapkan, seolah-olah ,nanti “bayi” setelah lahir  begitu OPTIMIS , pasti akan sakit.  Hal ini dicirikan dengan obat-obatan kimia sudah dipersiapkan dalam jumlah yang banyak  sebelum tanaman di pindah tanam.

Gambar 3.C.( Pengamatan kami geser lebih kekanan lagi, kondisi tanaman ,seperti yang terlihat dalam gambar ini…kami persilahkan anda untuk menilainya sendiri.)

Selain  contoh-contoh diatas ada beberapa hal yang kami catat dari cara konsultasi yang dilayangkan ke “redaksi” KPO.  Petani-petani yang awalnya sudah terbiasa dengan pola pertanian berbasis kimia, cendreung pertanyaan dan komentarnya, kurang OPTIMIS.  Diantaranya  adalah sbb:   ” Saat ini tanaman saya berumur 2 bulan,  dari 5000 tanaman yang sedang di budidayakan,  SUDAH ADA YANG TERSERANG  LAYU 3 batang.”  Kita bisa merasakan “nilai rasa ” dari kata SUDAH , dalam kata-kata diatas…kesannya seperti dan seolah-olah, ada kekawatiran yang sangat mendalam,  dan kesan TIDAK OPTIMIS, bahwa tanamannya  yang  lain dan masih sehat, akan mengalami hal yang sama.

Gambar 3. D.( Kondisi tanaman saat ini yang menggunakan tehnik pertanian organik ala KPO, tanaman SUDAH  petik satu kali.   Dalam hal ini kami menggunakan kata ” SUDAH” sebagai rasa kepuasan  dan optimis akan hasil yang telah dan yang akan  dicapai, dan kami tidak menggunakan kata ‘BARU’ panen satu kali.)

Perbedaan yang mendasar dengan yang kami kembangkan justru, kami mewanti-wanti agar “tidak panik” dan tetap optimis.  Dalam beberapa tulisan kami yang lalu, hal seperti ini, kita anggap bahwa kondisi perjalanan sedang ada “tikungan tajam”.  Tinggal ” rem-rem dikit dan banting stir”.

Gambar.3.E. ( Tinggi tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala KPO, sudah mulai “mengejar” ajir tanaman.   Suatu optimisme,  sudah mulai tampak.)

Dengan tehnik pertanian organik ala KPO ini, kami biasa menyarankan agar tetap optimis, dalam setiap “langkah-langkah ” aplikasi, adanya kendala kendala seperti busuk batang, busuk buah, busuk daun dllnya, kita anggap sebagai ” rintangan” untuk menguji  “ketangkasan mengemudi”.    Pengemudi yang tangkas biasanya lebih optimis dan akan bisa memangkas waktu tempuh dari waktu rata-rata yang biasa dijalani.  Dalam hal ini pun kami harapkan petani yang memahami tehnik-tehnik pertanian organik ala KPO,  bisa lebih OPTIMIS, dalam menjalani hari-hari  dalam mengelola pertaniannya. 

Gambar 3.F.( Kita lihat bagian bawah dari buah tanaman yang  “bergelayut” dengan lebatnya.)

Apabila Pola pertanian  berbasis  kimia , tampaknya makin tidak  optimis,  setidaknya dari hasil yang didapat  dari gambaran diatas yang menunjukkan tanaman kerdil,  terserang layu dan juga penyakit lainnya.  Sementara itu  kami makin optimis dengan apa yang telah kami capai hingga saat ini.  Kami mencoba mengajak anda untuk tetap optimis, minimal di mulai dari POLA PIKIR terlebih dahulu untuk selanjutnya kita aplikasikan dengan  langkah-langkah nyata dilapangan.  Hasil  aplikasi yang akan menjawabnya.
Setidaknya bisa kita jadikan “pegangan ”  kata orang bijak yang mengatakan  dan  mencirikan suatu ke OPTIMISAN   :
“GELASNYA SUDAH TERISI SETENGAH, BUKAN GELASNYA BARU TERISI SETENGAH”

PELATIHAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, GELOMBANG VIII

.

Dalam rangka lebih menyebarluaskan metodelogi,tehnik pertanian organik ala Klinikpertanianorganik   KEMBANG LANGIT,
kami kembali mengadakan pelatihan berbasis pertanian organik.
Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi     kami.
 Sdr. S. Jauhar   di  081222932134.
Pelatihan kami lakukan sekali dalam sebulan
Jumlah peserta  dibatasi  ,hanya untuk  10  peserta, per gelombang.
PELATIHAN  KALI  INI (Gelombang VIII), AKAN DILAKSANAKAN PADA  MINGGU KETIGA ,BULAN Maret 2013  :
Tempat,  di Balai Pelatihan Klinikpertanianorganik,kembang langit

Jl. Raya Tutugan, Haruman, Leles,kab. Garut, Jabar.
Pada tanggal  15-16 Maret  2013
HARI  JUM’AT dan SABTU
Hari Jumat di Mulai Jam 14.00 – 17.30 dan Hari Sabtu ,Jam 09 – 17.30.
(Diharapkan  satu jam sebelum acara pelatihan dimulai,peserta sudah berada ditempat)
Untuk pelatihan pertanian berbasis organik,ala kembanglangit ini ,Kami tidak memungut  biaya pelatihan dan penginapan.
( sedangkan akomodasi ,makan  dan transportasi dan lain sebagianya ditanggung peserta,besarnya biaya makan  dll,selama pelatihan 2 (dua ) hari, Rp. 100.000,-).
Bisa ditransfer ke Rek Mandiri no 1310007639653 atau Rek BCA  4460194518,  an :  Ir. S. Jauharman.
( Paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan, biaya akomodasi ini sudah kami terima.  Setelah transfer mohon agar segera di konfirmasikan ( foto/ scan dari  struk transfer harap di kirimkan ulang ke email  kembang langit). Kami tidak  melayani  nomor rekening lain  Selain nomor rekening diatas.  Hati-hati penipuan mengatas namakan KPO.)
Hal ini pun  kami jadikan  sebagai tanda  Registrasi  dan berarti  pula anda telah  mem “booking” tempat.
Kirimkan biodata anda ke alamat email kami, kembanglangit01@yahoo.co.id.
Kesempatan terbatas, kami harapkan,biodata sudah masuk  ,paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan.
Pendaftaran secara otomatis kami tutup apabila kuota telah terpenuhi.
DEMIKIAN INFORMASI YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN .