Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: pertanian organik

« 1 ... 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 ... 242 »

METODE PENGENDALIAN ‘DARI GUNUNG’,ALA KLINIKPERTANIANORGANIK

 Pada kesempatan ini,kami hanya ingin menampilkan hasil aplikasi tanaman yang di kelola sejak awal dengan metode kliniktaniorganik,KEMBANG LANGIT.

1.Tanaman bisa dibilang “terhindar dari serangan LALAT BUAH”,padahal dalam tehnik ini,kami TIDAK MENGGUNAKAN UMPAN PERANGKAP,ATTRACKTAN,METYL EUGANOL.  Bahkan untuk hal ini,metode kliniktaniorganik,kalau ada petani tetangga yang ingin  “dipasangkan”, umpan perangkap tersebut,petani kami biasanya dengan senang hati,akan memasangkannya.  Agak berbeda memang metode kami dengan METODE yang selama ini di SARANKAN .

2.Dengan pola yang “BERANI TAMPIL BEDA”,dan tidak terpaku,dengan metode – metode yang sudah ada,hasilnya ternyata tidak mengecewakan petani.  Bahkan dengan bersenda gurau,Bapak Tata Supita (Pemilik dan pengelolan tanaman cabe dan tomat ini), mengatakan :  kliniktaniorganik,KEMBANG LANGIT,sudah terasa hasil dan manfaatnya.

3.Kami berupaya terus berinovasi dan  bertanggung jawab atas hasil observasi dan penelitian kami dilapangan.  Kami berupaya untuk tidak menjadi “JUMUD” atau hanya menjadi “Pengekor” dengan metode pengendalian yang ada.  Bahkan dalam banyak hal kami berbeda, metode dengan “Guru- guru” kami.

4.(Perkembangan buah cabe dan tomat, yang masih stabil walaupun sudah berusia 5 bulan,serangan Lalat buah, patek dan layu memang ada ,tetapi dalam tingkat serangan yang rendah,perkiraan kami tidak lebih dari 2 % saja.)

Kami memberanikan diri untuk berbeda dengan “senior-senior”kami dalam hal pengelolaan tanaman,karena menurut pengamatan kami dilapangan,memang hal demikianlah yang kami dapatkan dari perjalanan ” PERTAPAAN ” ,NAIK DAN TURUN GUNUNG  yang kami peroleh.  Perjalanan dan pengalaman  kami sebagai “PRAJURIT LAPANG” dibeberapa GUNUNG,menjadi dorongan besar untuk melakukan perubahan-perubahan berdasarkan apa yang kami lihat dan amati berdasarkan kondisi Riil dilapangan.

5.Tidak sia-sia perjalanan sehingga kami menyebutnya mendapat :”ILMU DARI GUNUNG” . Beberapa Gunung yang telah “memberi ilmu “pada kami ,antara lain :  Gunung BROMO Pasuruan- PROBOLINGGO, Gunung ARJUNA ,Karang Ploso,Malang, Gunung PANDERMAN,Batu, Malang, Gunung TUNGGANGAN ( Pasuruan -Malang , PONCOKUSUMO (Lereng Gunung Bromo dan Semeru, Wilayah Jawa Timur, Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat, kami dapat ilmu dari petani GUNUNG,antara lain ,di : Gunung PAPANDAYAN, Gunung CIKURAY, Gunung GUNTUR,Gunung HARUMAN diwilayah Garut – Jabar yang merupakan sentra-sentra pertanian khususnya hortikultura.

6.Ilmu yang diberikan “alam” tersebut,kami ambil dan “olah”,sehingga akhirnya kami mendapatkan METODE -METODE PENGENDALIAN BARU yang kami susun  berdasarkan daya nalar kami sendiri.   Inovasi-inovasi terus kami lakukan,tehnik-tehnik pengendalian yang menurut kami “kurang masuk akal” ,kami renungkan, pelajari dan berupaya mencari solusinya.

7.(Untuk memperkenalkan dan membuktikan suatu metode,apalagi terbilang “anyar”, memang diperlukan pembuktian dan bukan asal bicara saja,dan kami tidak ingin “melepas “suatu metode tanpa bertanggungjawab.  Tanaman diatas,telah panen secara berulang kali,dengan usia sudah lebih dari 5 bulan.  Kondisi iklim yang ekstrim kering ,dengan metode yang kami terapkan, ternyata tanaman  mampu bertahan).

Selain  metode pengendalian lalat buah yang secara “ekstrim” ,kami rombak, metode pengendalian lain yaitu,pengendalian penyakit  cabe patek, pengendalian penyakit layu fusarium, virus gemini,keriting daun pun kami ,ubah,berdasarkan metode kami.  Salama ini,metode pengendalian cabe patek hanya mengandalkan FUNGISIDA,juga kami berbeda dalam hal ini.  Konsep berdasarkan  metode kami,bahkan penggunaan fungisida rata-rata hingga usia 1.5 bulan,tidak kami anjurkan.  Pola pengaturan  makan “dari bawah” ternyata sangat efektif untuk mengendalikan cabe patek,tanpa mengandalkan aplikasi Fungisida semata.

8.(Sebagai bentuk tanggungjawab kami,adalah dengan menampilkan sedari awal,hasil-hasil aplikasi kami,yang kami UPDATE,dari minggu keminggu,seiring  perkembangan tanaman,berdasarkan hasil  aplikasi yang kami berikan per periode.)

Keprihatinan dengan metode pengendalian yang mengandalkan Pestisida kimia,yang menyebabkan hama membentuk  kekebalan akibat terbentuknya  hama BIOTYPE dan Patogen penyakit membentuk PATOTYPE baru,mendorong kami untuk mencari solusi penanggulangan dengan METODE kami sendiri.

9.(Perlu ” keberanian ekstra”,untuk menampilkan hasil aplikasi dari minggu keminggu , ditampilkan ke website yang di”siarkan secara langsung”,namun dengan niatan ingin mengubah “gaya hidup” petani dalam hal pola pengendalian hama dan penyakit tanaman,yang menurut metode kami ,KURANG TEPAT,akhirnya kami memberikan hasil-hasil aplikasi berdasarkan metode kami,sebagai CONTOH.)

Menurut kami, “ILMU dari DATARAN TINGGI/ GUNUNG” yang kami dapatkan,misalnya untuk mengendalikan hama dan penyakit seperti ( Lalat buah, cabe patek,Layu Fusarium, busuk daun Phytophthora, Alternaria sp, Plasmodiophora brassicae (akar gada kubis), ternyata dengan sedikit “modifikasi” bisa untuk mengendalikan hama dan penyakit dan kendala fisiologis  diDATARAN RENDAH  seperti ( Penyakit kresek,blas,rebah batang, bulir kurang berisi pada tanaman padi dan kendala pada tanaman-tanaman dataran rendah lainnya).

Kami berharap,ILMU DARI GUNUNG ,hasil perenungan ditempat “PERTAPAAN” kami ini,bisa di manfaatkan oleh petani-petani diseluruh BUMI PERTIWI.  Impian kami ,negeri yang  dahulu  disebut,RANGKAIAN ZAMBRUD DI KHATULISTIWA,yang subur makmur dan menjadi “negeri buruan negara imperialis”, bisa bangkit kembali.