Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: pertanian organik

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 42 »

KLINIK BEDA DENGAN TOKO OBAT

Konsep pembentukan klinik yang kami kembangkan saat ini makin terasa dampaknya bagi petani petani diseluruh pelosok. Kami lanjutkan “perjalanan” perkembangan tanaman mitra kami  Bp. Harahap dari Hutaimbaru, Sipirok Tapanuli Selatan.

IMG-20171115-WA0101 .Tanaman  varietas Red kris  dan Kopay yang ditanam pada tanggal 20 Juni 2017 tersebut pada saat ini sudah petik hingga 13 kali, adapun rata rata per pohonnya sudah mencapai 0.8 kg per batangnya.  Tanaman mitra kami yang sudah berusia sekitar 5 bulanan ini, saat ini kondisinya tampak masih segar segar walaupun masa petik sudah mencapai 13 kali.

IMG-20171115-WA0104

Konsep klinik yang kami kembangkan makin terasa dampaknya bagi mitra mitra kami didaerah. konsep yang kami bangun dan kembangkan sejak tahun  2010  melalui sarana website ini, merambah secara simultan dari mulut kemulut, tanpa ada rekayasa sedikitpun.

IMG-20171115-WA0100

Seperti halnya pak Harahap yang tidak kami kenal sama sekali dan awalnya beliau mengenal konsep kami ini melalui mitra mitra kami lainnya yang sudah terlebih dahulu mengenal dan menerapkan metode kami ini.

IMG-20171115-WA0101

Tanaman ini dikirimkan oleh beliau karena merasa senang dan puas atas hasil dan pelayanan yang kami berikan,  seandainya hasil yang diperolah , ‘Jeblog’ , mana mungkin beliau berkoodinasi kembali dengan kami.IMG-20171115-WA0117

Tingkat kepuasan yang diperoleh setelah menerapkan pola klinik kami ini, makin menyebar didaerah tersebut yang awalnya sangat endemik dengan penyakit virus kuning, keriting daun dan antraknose.

IMG-20171115-WA0120

Konsep yang kami kembangkan adalah dengan pendampingan , pasca terdistribusikannya produk pendukung yang kami keluarkan. jadi pada saat produk tersebut sudah ‘ditangan ‘ m itra secara otomatis mitra kami melakukan komunikasi intens dari waktu kewaktu dengan  pusat KLINIK Pertanian kami.IMG-20171115-WA0122

Kami tidak membiarkan dan melepas ‘pasien’ /mitra kami berjalan sendiri, hal ini sebagai bentuk tanggung jawab kami dan juga agar pola , methode dan cara kerjan ya sesuai dengan standar yang kami  lakukan.

Hal ini berbeda dengan yang biasanya  apabila kita membeli ‘obat’ ke toko obat.  Konsep dan pola klinik kami ini, berupaya memberikan pemaparan secara detail perihal jenis pupuk dan pestisida  baik yang kimia maupun yang organiknya.

Hasilnya sudah kami rasakan saat ini, klinik klinik daerah terbentuk setelah  mitra mitra tersebut merasakan manfaatnya dari  pelayanan ‘ala ‘ klinik tersebut.

PERTANIAN dan KESEHATAN

Pada tanggal 14 April 2017, kami kedatangan tamu istimewa yaitu , dokter dokter dari Bandung. Pada kesempatan ini kami banyak bertukar pengalaman dan membandingkan berdiskusi perihal korelasi antara kesehatan tanaman dan kesehatan manusia.

PhotoGrid_1492308587971

dr. Rita dan dokter lainnya yang tergabung dalam, Integrated Health Center (IHC), dalam kesempatan ini, sangat berminat dengan pola pertanian organik yang selama ini kami kembangkan .Sementara itu kami banyak juga mengambil pelajaran dari metode Integrated Health Center yang menggabungkan antara pengobatan menggunakan obat kimia, obat herbal dan juga metode pengelolaan mental dari pasiennya.

Sangat menarik diskusi ini.

PhotoGrid_1492308635868

Hal yang menarik dari pola  perawatan pasien yang dikembangkan oleh team IHC tersebut adalah, mengutamakan pengobatan dengan pola alami dan aspek ‘mental’ selain penggunaan obat kimia .

Hmmm….Ada kesamaan dengan pola KPO-KL dalam perawatan tanaman.

PhotoGrid_1492308696401

Ada statment dari dokter Rika yang bisa kami anggap kesamaan dengan cara yang biasa kami lakukan saat ini, yaitu :

“Pada saat kondisi tertentu, misalnya pasien terkena penyakit kanker, pada saat demikian pasien sebenarnya sudah tidak punya pilihan kecuali kembali kepada pengobatan yang bisa mengembalikan sel sel baru, dan hal ini hanya bisa dilakukan dengan pengobatan herbal.

PhotoGrid_1492308679851

Dengan pengobatan kimia sel dan jaringan tubuh, akan semakin terbakar sedangkan pengobatan cara herbal ini, mampu mengembalikan sel sel yang rusak.

Suatu pelajaran berharga bagi kami yang selama ini konsen di pengendalian hama dan penyakit secara alami.

Semoga bermanfaat bagi kita semua, salam sukses mitra KPO-KL dimana saja, hal ini makin meneguhkan bahwa pola yang kita lakukan saat ini, sudah berjalan dalam “track” yang tepat.

MEMBANGUN PERTANIAN NASIONAL , DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Banyak konsep tentang membangun pertanian nasional .

Diantaranya, adalah

1.Membangun sistem permodalan untuk petani,  pemberian bantuan berupa permodalan yang mudah untuk sektor pertanian.

PhotoGrid_1491344237891

(Gambar 1. Pengamatan lanjutan kami di desa Mekar sari, Cikajang pada hari senin tanggal 3 April 2017)

Tetapi menurut kami, walaupun permodalan berupa bantuan  keuangan berupa kredit lunak pada petani belum menjamin terciptanya pembangunan pertanian yang kokoh.

Kenyataannya , tidak sedikit pemilik modal yang tanam berhektar hektar komoditas tertentu yang padat modal, luluh lantak akibat pengelolaan budidaya yang belum tepat.

PhotoGrid_1491344531804

(Gambar 2. Pengamatan dilokasi penerapan pada tanaman yang dikelola secara organik ala KPO-KL, pada saat usia tanaman saat ini adalah 6 bulan kurang satu minggu.  Kondisi tanaman masih sehat segar bugar.)

2. Membangun infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian disuatu wilayah.

Suatu wilayah yang petani dan pertaniannya maju dan berkembang, biasanya secara otomatis di daerah tersebut, tercipta keramaian transaksi, antara suplayer produk pertanian dan permintaan dari daerah lain yang mencari komoditas tersebut didaerah tersebut.

PhotoGrid_1491344395496

( Sementara tanaman yang lain seusianya sudah mulai ‘ berceceran’ sudah tidak bertahan akibat perubahan kondisi yang eksrtim tanaman mitra kami ini masih terus produktif.)

3. Pembentukan kelembagaan  petani yang biasanya dibangun dari pembentukan kelompok kelompok tani.

Pengamatan kami beberapa berkecimpung  dan melakukan riset khusus ternyata pembentukan kelompok tani, hanya dilakukan secara temporal saja pada saat, akan dicurahkankan bantuan berupa permodalan , setelah itu…kembali kelembagaan berupa kelompok kelompok tersebut, bubar mundur satu persatu dan tidak jelas evaluasi dan pertanggungjawabannya.

IMG-20170402-WA0089

Gambar 4 ( Lokasi di daerah Sicincin, Sumatera Barat, mitra muda binaan KPO-KL, mengirimkan  hasil penerapannya pada jagung manis var. Bonanza, yang dipelihara dengan tonggol dua) .

IMG-20170402-WA0084

Peningkatan produksi yang berlipat seperti halnya yang dilakukan oleh mitra kami dari Sumatera Barat ini, serta diikuti oleh petani petani lain disekitarnya dengan melihat keberhasilan petani pioner, biasanya ” memancing” , terbentuknya sistem pasar baru.

Hal dan kejadian seperti ini bukan halnya “aneh” sebenarnya.  Sebagai contoh misalnya yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah Malino.  Efek dampak dari beberapa petani pioner dari daerah  Jawa Barat yang hijrah mencari lokasi yang subur dan sesuai untuk penanaman sayuran dataran tinggi, mampu mengubah pola dan kebiasaan setempat.

Penulis masih ingat sekitar awal tahun 1990 -an, bagaimana seorang petani pelopor hortikultura yang hijrah dari Bandung selatan ke Malino Sulawesi Selatan, mendapat penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan pada saat itu HZ. Palaguna, sebagai petani pelopor.

Dan….pada akhir tahun 2016, penulis  datang langsung ke Malino dan melakukan survay khusus, ternyata kebiasaan setempat petani yang awalnya banyak menanam Markisa sebagai tanaman utama pada saat ini, sudah mulai tergeser dan mengubah pola tanamnya ke penanaman sayuran dataran tinggi.

IMG-20170403-WA0017

(Berikutnya kami mendapat hasil penerapan cara KPO-KL dari mitra kami  dari Lumajang, Mas Farid Abdullah, yang menanam tanaman kacang panjang yang  hingga saat ini tanamannya sudah petik dua kali.  Anak muda ini berhasil, mengelola tanamannya dengan baik dan sudah siap dikontrak oleh perusahaan yang membutuhkan tanaman kacang panjangnya).

IMG-20170403-WA0018

( Tanaman kacang panjang mas Farid yang dikirim tanggal 4 April 2017 , saat ini kondisinya sudah melampaui ajir yang disediakan oleh pengelola)

Dari rangkuman sederhana yang bisa kita ambil adalah, di dunia pertanian dalam hal membangun pertanian nasional, tidak usah muluk muluk kita bicara infrastruktur, kelembagaan, pendanaan karena hal ini menurut kami akan terbentuk dengan sendirinya apabila di wilayah tersebut ada petani petani yang bisa melakukan perubahan secara tehnik, dalam  mengubah apalagi melakukan pembaharuan secara besar besaran dibidang pertanian.

Perubahan akan tercipta dengan sendirinya apabila ilmu dan pengalaman petani individu bisa dan mampu melakukan budidaya yang menguntungkan.  Kami yakin dengan satu orang atau beberapa orang yang bisa menjadi contoh keberhasilan dan kesuksesan disuatu daerah,akan  mampu mengubah kebiasaan ditempat tersebut.

Penawaran kemitraan kerjasama akan datang dengan sendirinya, modal akan mudah didapatkan dari pemilik modal tanpa perlu “mengemis” profosal ke Bank atau lembaga keuangan lainnya.

Akses jalan, akan “hidup”dengan sendirinya apabila di wilayah tersebut terjadi suplay dan demand yang kontinyu.  Infrastruktur akan terbangun dengan sendirinya.

Kemampuan keilmuan yang dimiliki petani, yang dimulai dari pribadi diri sendiri, akan banyak memberikan ,nuansa baru dalam dunia pertanian….Hal ini yang saat ini kita lakukan, kita bergerak dari pendalaman ilmu dan materi cara KPO-KL yang berbasis organik ini.

Kalau hasil seperti yang diraih oleh Sdr. Khoer Garut, Sdr. Adi Padang dan Sdr. Farid Lumajang, pemilik modal berminat tidak bekerja sama dengan mitra mitra muda tersebut untuk menjadikannya tehnisi atau bahkan Manager Kebun dalam penanaman komoditas hotikultura berhektar hektar?

Modal akan datang sendiri, pasar akan terbentuk sendiri pertanian akan berkembang dengan sendirinya yang diawali dari skill dan kemampuan petani petani muda yang mampu melakukan perubahan.

Hal ini yang kita lakukan saat ini terhadap mitra mitra KPO-KL di seluruh pelosok…Semoga berhasil teman.

.

.