Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: penyakit bulai pada jagung

JAGUNG, LULUS DARI BULAI, KEUNTUNGAN MENANTI…

Saat ini tanaman jagung.pak Aswandi dari desa Alat, Hantakan Barabai, sudah panen dan hasilnya pun, jauh diatas biaya produksi yang dikeluarkan .

IMG-20160824-WA028

Penyakit bulai/ kresek daun nya pun secara umum sudah berhasil ditanggulangi.

IMG-20160824-WA027

Hasil.penjualan Jagung kecilnya saja “Babby corn nyadari 6000 batang bisa mencapai 970 ikat( 1 ikat berisi 5 buah) harga Rp.1000 per ikatnya. Total hasil yang didapat Rp.970.000 Hasil ini sudah.mendekati biaya produksi secara keseluruhan dalam.musim tanam ini.

IMG-20160904-WA016

Dalam satu musim ini, perlakuan yang diberikan oleh mitra kami Pak Aswandi ini adalah 4 kali aplikasi pengecoran dan 4 kali semprotan saja.

IMG-20160819-WA017

Metode dengan sistem pengecoran ini pola pengendalian penyakit bulai  dapat terkendalikan. Dengan Prioritas.penggunaan Pocanil baik secara dikocor maupun disemprotkan.

IMG-20160819-WA015

Biaya yang dikeluarkan oleh mitra kami dari Barabai ini adalah sekitar 1 jutaan saja, karena tanpa olah lahan lagi. Sedangkan hasil dari buah jagung manisnya sendiri hasil penjualannya mencapai Rp 5.870.000.

Biaya produksi sudah tertutupi dari penjualan “jagung bayi”, sedangkan keuntungan bersih didapat dari jagung manisnya.

Tanaman sehat, tanaman terhindar dari Bulai dan penyakit lainnya, keuntungan diraih.

Sukses petani Barabai Kalsel.

PENGENDALIAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG

Penyakit bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung. Hingga saat ini tidak sedikit petani jagung baik jagung hybrida untuk pakan ternak maupun jagung manis.

IMG-20160810-WA002

Kali ini kami mencoba memantau perkembangan  tanaman jagung manis H. Yusuf Pabedilan,  Cirebon Jawa Barat.

IMG-20160810-WA003

Luas lahan yang ditanam oleh Cabang Mitra KPO KL di wilayah.ini sekitar 8.5 hektar ( 5 heltar usia 44 hari dan 3.5 hektar usia 20 harian). Kami mencoba menerapkan penggunaan Pocanil  untuk mencegah terjadinya penyakit bulai/ kresek pada tanaman jagung tersebut sedini mungkin.

Sebagaimana kita ketahui, serangan penyakit bulai yang disebabkan oleh cendawan ini, biasa nya RAWAN menyerang  pada  proses setelah  pemupukan pertama atau pemupukan ke dua.

 Semoga tanaman mitra ini, aman….

IMG-20160810-WA011

Selain itu dari Kalsel, Cabang Mitra kami di Barabai, juga sedang tanam jagung manis varietas Bonanza sebanyak kurang lebih 6000 batang. Kondisi tanaman pak Aswandi yang juga merupakan guru di Desa Hantakan ini, hingga saat ini, usia 41 hari juga aman dari serangan penyakit bulai tersebut.

IMG-20160810-WA021

Paket hemat yang diterapkan oleh mitra.kami di Kalsel ini, sudah sering dilakukan bahkan menurut pak Aswandi tanam jagung manis memang hasilnya sangat.menguntungkan, karena hasil dari Baby Corn nya saja semua biaya operasional sudah tertutupi.

IMG-20160810-WA014

Daun hingga usia 41 hari saat ini, memang.menjadi tahan terhadap serangan penyakit bulai setelah.penerapan Protektan , Pesnator dan Biopestis secara bersamaan sambil diberikan fungisida kimia dengan dosis sangat rendah saja.

Semoga saja mitra mitra yang juga sebagai cabang daerahnya, yang sedang menanam jagung manis, berbuah Manis, dan terhindar dari penyakit bulai ini juga  dapat menikmati  hasil yang menguntungkan dengan menerapkan metode berbasis organik cara KPO-KL  ini.

MENCEGAH PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG

Salah satu penyakit utama pada tanaman jagung adalah penyakit bulai/kresek daun.

Ciri -ciri Tanaman jagung yang terserang penyakit bulai tidak hanya menurun produksinya tetapi bisa juga tidak panen.
Penyakit bulai (downy mildew) adalah penyakit dengan gejala serangan dari Oomycetes dari suku Sclerosporaceae khususnya marga Peronosclerospora. Perkembangan dari penyakit ini adalah melalui spora. Waktu keluarnya spora pada pagi hari, jam 04,00 sampai dengan 05,30. Gejala serangan penyakit ini secara umum adalah (1) Ada bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas (2) Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas saat pagi hari) (3) Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku (4) Tanaman menjadi terhambat petumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol (5) Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan) (6) Kadang-kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir.
 IMG-20140807-WA000Gambar 1. ( Kondisi tanaman dari mitra kami , Bp. Aswandi dan Bp. Yadi, di Barabai- Kalsel.)
Penggunaan dari “Atas”, untk menghindari penyakit bulai ini adalah dengan aplikasi POCAniL dan fungisida kimia Antracol saja, itupun dengan dengan dosis yang rendah , sekitar 1 sendok teh per tangkinya.

IMG-20140806-WA000

Gambar 2.  ( Kondisi tanaman jagung manis, yang subur dan tinggi, bedengan ini merupakan bedengan bekas dari tanaman cabe sebelumnya.)

Adapun cara yang kami gunakan untuk menghindari penyakit bulai ini adalah sangat praktis, yaitu dengan mengggurangi penggunaan pupuk kimia dosis tinggi, sambil menerapkan metode pengecoran dengan menggunakan PROTEK-tan, PORMIK, CAS DAN BIOPESTIS.

Metode KPO-KL ini memang sepertinya mengunakan banyak jenis pupuk organik, tetapi dengan fungsinya masing masing, selain dampak ke tanaman saat ini yang sebagaimana terlihat dalam gambar juga berdampak untuk musim tanam berikutnya.

Pupuk kimia yang digunakan hingga tanaman seperti terlihat pada gambar bisa dibilang sangat minim, sekitar kurang lebih hanya 10 kg saja padahal menurut kebiasaan setempat pupuk kimia yang digunakan bisa berkisar 100 kg (2 ZAK).

 Sedangkan penggunaan lahan bekas jagung ini, setelah aplikasi pupuk organik ala KPO-KL, pada umumnya tidak dilakukan olah lahan sebagaimana biasanya tetapi langsung bisa digunakan untuk tanaman jenis lainnya kembali.