Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: pengendalian lalat buah

Lalat buah , Hindari Umpan Perangkap

Salah Kendala yang terberat bagi petani cabe dan buah pada umumnya yaitu serangan hama Lalat buah hama ini sangat menjengkelkan, bagaimana tidak, tanaman yang awalnya terlihat sangat subur, sesaat menjelang panen, ternyata buahnya sudah terdapat lubang lubang bekas, menyimpan telur oleh hama serangga dewasa dari Lalat buah .

Pada saat pembentukan buah, mulailah kami , bersiap siap untuk mengantisipasi serangan lalat buah tersebut.

Lalat buah  merupakan hama penting pada tanaman  sayuran dan buah di Indonesia. Yang jadi kenapa begitu sulitnya mengendalikan hama tersebut adalah karena, Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura menjadi sasaran /inangnya. Pada populasi tinggi, intensitas serangannya dapat mencapai 100%. Karena itu, hama ini menarik perhatian praktisi hama seluruh dunia untuk melakukan upaya pengendalian, inventarisasi spesies, kisaran inang, dan pemetaan daerah sebaran melalui survei suatu area.

Berbagai cara dilakukan, baik dengan insektisida yang targetnya mematikan hama lalat atau dengan pola menangkap / sebagai perangkap  / dengan cara memasang umpan berupa sex feromon.

Ada juga yang melakukan pengendalian secara memasang alat berupa kelambu perangkap. Hal ini biasanya dilakukan didaerah yang sudah endemik serangan lalat buahnya.

 Kali ini kami mencoba menerapkan kembali pola KPO_KL, yang kami lakukan berupa praktek langsung dalam pengendaliannya. Karena kami memandang sudah terlalu banyak teori yang menjelaskan perihal pengendalian lalat buah ini hanya melalui, teori saja.

Lokasi penerapan cara KPO-KL yang menggunakan insektisida alami ,Pesnator , sebagai pengendali utama hama lalat buah ini, yaitu berada di kebunnya Bp. Agus dari desa Warungpeutey- Banyuresmi-Garut Jawa Barat. Insektisida tambahan yang kami gunakan dalam hal ini yaitu, menggunakan bahan aktif, dhimetoat, atau prevonofos dan metomil secara rotasi/rolling. Dosis Pesnator yang kami gunakan hanya dikisaran 1-2 ml per liter air sedangkan dosis insektisida kimia yang kami gunakan sebagai  pelengkap hanya 0.3 mili saj per liter airnya.

Tanaman yang ditanam pada tanggal  5 Desember 2018 ini, saat ini  per 25 Januari 2019, sudah berusia  50 harian. Hal yang sangat kami ‘tabukan” dengan sistem pengendalian  lalat buah ini adalah dengan pemberian umpan perangkap/ Meutyl euganol, diareal pertanaman.

Lalat Buah Cabe

Cukup lama kami tidak membahas perihal pengendalian lalat buah pada tanaman cabe besar. Secara khusus untuk beberapa waktu kedepan Kami mencoba untuk membahasnya bersama Mitra kami Bapak Tarsidin dari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat

Varietas yang ditanam oleh Mitra kami ini yaitu jenis gada MK. Pak Tarsidin  untuk saat ini baru menanam tiga kali musim tanam dan secara khusus beliau dipercaya sebagai ketua kelompok tani Harapan 1 di kecamatan Parigi tersebut.

Sebagai bahan pengamatan Pak tarsidin menanam dengan pola KPO KL sebanyak kurang lebih 2200 batang tanaman. Dan seluruh areal pertanaman tersebut menggunakan 1 pola yaitu pola dari klinik pertanian organik.

 Kami mencoba mengamati pertanaman beliau dari sejak awal pindah tanam. Pola di terapkan secara langkah-langkah dengan detail.

Langkah pertama yang kami lakukan adalah dengan mencoba mencoba mendorong secara perlahan agar tunas tanaman menaik dan meninggi sambil menghindarkan tanaman dari serangan hama thrips tungau dan kutu kebul .

Secara hati hati kami coba memberikan tekanan gas agar tanaman terus berkembang tetapi masih dalam taraf aman.

Sampai saat usia tanaman berusia dua bulanan, tanaman sehat setelah di dorong dengan Protektan Biopestis@0.5 mili per liter airnya plus dengan Pormik plus pupuk kimia totalnya  1.5 kg per 200 liter airnya.

Hingga tanaman berusia 60 hari terlihat pertumbuhan buah sangat lebat nah disaat seperti inilah kita mulai berhati-hati untuk menjaga agar tanaman tidak mudah kena serangan lalat buah dan patek atau antraknosa.

Pola yang diterapkan sangat sederhana yaitu dengan cara menyemprotkan Pesnator sebanyak 1 mili per liter airnya plus apabila diperlukan pada waktu yang tepat yaitu dengan menambahkan pocanil sebanyak 0,3 gram per liter air. Dalam menghindari serangan lalat buah cara Kami tetap konsisten yaitu dengan tidak menggunakan umpan perangkap atau lem perekat.

LALAT BUAH JERUK, TERATASI ….

Pada bulan Mei 13, ini kami sangat bersyukur yang tidak terhingga, karena metode -metode dalam budidaya tanaman berbasis organik, ala KPO-KL .  Kami semakin yakin ,bahwa dengan  tehnologi  pertanian berbasis organik, tidak layak untuk dipandang “sebelah mata”.  Step by step dengan pengamatan dan aplikasi yang  diupayakan “terukur”, akhirnya kendala utama pada tanaman jeruk, sudah bisa teratasi.
2
 ( Jumlah tanaman saat ini yang dikelola tidak dari awal, sebanyak 270 pohon.)
 ( Setelah bulan yang lalu, hasil yang didapat sekitar 3 tonan, itu pun dengan catatan, pelaksanaan program pestisida organik ala KPO baru dilakukan pada bulan Desember 12.  Sebelumnya metode yang digunakan dengan sistem pertanian kimia. Tampak dalam gambar dengan kondisi tanaman yang  “kurang” daun pun,  buahnya sangat lebat dan terhindar dari serangan lalat buah.)
3
 ( Proses pemetikan lanjutan di bulan Mei 13, setelah bulan yang lalu pun sudah panen. Hasil yang dicapai sebanyak 2 Tonan, sudah cukup dan lebih dari “lumayan” karena, pada saat ini belum saatnya panen raya.)
4
Gambar 5. ( Sementara pada saat ini, di Tanah Karo, tingkat kerusakan akibat serangan Lalat buah, sedang menjadi kendala yang “menakutkan” bagi petani.  Buah “rontok” sebelum matang, selain itu  dampak pemberian pestisida kimia yang berlebihan justru menyebabkan terbakarnya daun jeruk dan membusuknya buah.)
5
 ( Setelah aplikasi selama kurang lebih 6 bulan, hasil pun didapat.  Tanaman bukannya “mengering” tetapi semakin hijau saja.  Bahkan kalau kita perhatikan  pada gambar  ini, buah yang sudah  “siap menyusul” ukurannya sudah sebesar kemiri atau telur ayam.  Diprediksi dan menjadi harapan, buah yang muncul dengan metode  pertanian berbasis pupuk organik ala KPO-KL, bisa 10 kali  lebih banyak dari hasil yang menggunakan tehnik “setengah jalan”.)
6
 Hasil petikan pada bulan raya, yang biasanya   pada bulan -9, kami berharap banyak, semoga bisa mencapai tonase 30-50 ton, dari jumlah tanaman   sama yang ada saat ini.
7
 Panen dan petik terus bang…!!!  Kami bersyukur bahwa, Hama lalat Buah, benar-benar teratasi tanpa menggunakan pestisida kimia yang berlebihan, tanpa umpan perangkap, tanpa metyl euganol, tanpa pemasangan Kelambu, metode yang kami gunakan adalah dengan mengupayakan agar hama lalat buah tidak “doyan” makan buah jeruk.
8
 Metode yang kami gunakan dengan memprioritaskan penggunaan pupuk organik ala KPO-KL, dan memberikan sistem imunitas dari “bawah dan atas”, menjadikan tanaman jeruk lebih tahan terhadap serangan lalat buah.
  Hasilnya seperti tampak dalam gambar, kami ikut bersyukur, di Kec. Munthe, Tanah Karo,  Sumut, berhasil panen dengan kualitas buah sebagian besar masuk Grade A dan B.  Rasa buah yang lebih manis,  dan  terpenting lagi tidak mengandung ‘rasa racun’ berlebihan.
10
 Bisa dibayangkan kalau setiap ranting, hasilnya seperti demikian, penggunaan pestisida kimia yang berlebihan kami hindari pula.  Kami menyadari betul dampak dari pemberian dari insektisida dan fungisida yang over suplay, selain membentuk kekebalan hama lalat buah , juga berdampak pada meranggasnya daun dan ranting tanaman.   Tanaman …Keracunan !!! Tanaman biasanya berumur tidak panjang.
11
 Kami bersyukur bahwa  hasil yang telah dicapai pada bulan lalu dilanjutkan dengan pemanenan bulan Mei ini,  pemetikan yang “melimpah”, dengan menggunakan metode “hanya berbasis pertanian organik kpo KL” kembali terbukti, keberhasilannya (sementara tanaman jaruk  yang menggunakan tehnik kimia murni diwilayah  yang sama, mengalami kerontokan buah akibat serangan lalat buah),