Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PENGENDALIAN HAMA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 »

HAMA DAN PENYAKIT CABE

Mungkin anda pernah menyimak tulisan kami yang berjudul,PERBANDINGAN TEHNIK PENGENDALIAN SECARA KIMIA VS ALAMI, yang kami terbitkan pada bulan agustus dan september 2011 lalu. Pada postingan tersebut,gambar hasil aplikasi yang kami tampilkan adalah cabe milik Bp. Ojay Singaparna,Tasikmalaya (pengendalian menggunakan tehnik alami) sedangkan yang mengunakan tehnik kimia ,kami tampilkan dari salah satu perusahaan pestisida kimia yang sedang mengadakan DEMPLOT (demoplot) UNTUK SUATU ACARA TEMU TANI. (NAMA PERUSAHAAN DAN LOKASI DEMPLOT,maaf tidak kami ungkapkan).

A.1.Tanaman ini menggunakan varietas Persada,usia tanaman sekitar 2 bulanan,penanaman bulan juni 2011.
A.2. Kondisi tanaman ini awalnya agak terserang hama trips,setelah pengendalian dengan tehnik KEMBANG LANGIT,secara berangsur,tanaman menunjukkan kearah pemulihan.
A.3.Dalam musim kering (pada bulan Agustus 2011) ditempat aplikasi sedang kesulitan air,bahkan untuk penyiraman dan penyemprotan, AIR HARUS MEMBELI. Tampak tanah disekitar pertanaman, terlihat kering . Tehnik “meng ADEM kan” tanah,ternyata efektif,untuk mengurangi tekanan teriknya panas dan kurangnya air.

A.4. Sementara itu, dilokasi yang lain,suatu perusahaan KIMIA,sedang mengadakan PERCONTOHAN/DEMPLOT. Usia tanaman sekitar 2 bulanan juga. Ada perbedaan yang mencolok dari kedua perlakuan ini,selain PESTISIDA KIMIA dan ALAMI, pada lokasi tersebut,tampak air masih mengalir disekitar pertanaman (bisa diperhatikan dibawah jembatan bambu/sisi kanan gambar,air masih mengalir deras)

A.5. Pengambilan gambar pada tanggal 22 Agustus 2011,perlakuan yang diberikan berupa Insektisida kimia 8 macam dan 5 macam fungisida kimia. Hasilnya bisa anda yang mengomentarinya. SARAN KAMI,BAGI ANDA YANG TELAH MENGGUNAKAN PRODUK-PRODUK KAMI,KAMI MENGHARAP BETUL,DIADAKAN SEMACAM STUDI BANDING, antara dua perlakuan ini. Perlakuannya Berupa, dalam suatu lokasi hendaknya di ‘SEKAT’ menjadi dua bagian. Pertama lokasi yang menggunakan tehnik kimia, lokasi yang kedua menggunakan tehnik alami. Persentasi luasnya lokasi yang disekat,anda sendiri yang menentukan apakah 50% : 50%, 75 % : 25 %, atau bahkan tehnik kami hanya 10% saja,sedangkan tehnik kimia yang 90 % nya,silahkan.

B.1. Pada tanggal 4 Sep kami mengamati kembali pertanaman milik pak Ojay ini,hasilnya seperti diatas ini. Perlakuan yang rutin baik secara pengecoran maupun penyemprotan,dilakukan terus.
Dalam kondisi tanaman seperti ini,Kami mewaspadai pertama adalah masalah Trips dan Tungau. Kondisi cuaca yang panas terik,sangat berpotensi menyebabkan keriting daun, upaya yang kami lakukan adalah mensuplai unsur hara dari atas dengan PROTEK-tan dan dari bawah mensuplai nya dengan cara pengecoran menggunakan pupuk yang telah dimatangkan Terlebih dulu dengan PROTEK-tan dan PUPUK CAS
B.2. Tanaman yang sudah berbuah lebat,kami mewaspadai terjadinya serangan LALAT BUAH.
Tehnik yang kami gunakan adalah dengan penyemprotan PESNATOR, dan penempatan PETROGENOL/SEX FEROMON, diluar area pertanaman.Sementara itu upaya penebalan kulit buah juga kami lakukan,untuk menghindari serangan lalat buah ini.
C.1. Pengamatan tanggal 21 Sep 2011. Konsep pengendalian hama yang kami kembangkan,yaitu tidak memisahkan antara satu jenis hama dengan hama yang lain atau bahkan antara satu hama terhadap serangan penyakit lain. Sebagai contoh,dalam pengendalian penyakit KERITING DAUN yang disebabkan oleh VIRUS KUNING atau keriting daun yang disebabkan oleh HAMA TRIPS DAN TUNGAU, bisa saja merembet pada rentannya tanaman terhadap serangan HAMA LALAT BUAH ATAU PENYAKIT ANTRAKNOSE/ PATEK. Pengaturan pola makan/pola pupuk,ternyata sangat menentukan,untuk mengendalikan terjadinya serangan hama dan penyakit tanaman.
C.2. Bisa anda perhatikan,tanah masih kering,pada bulan september diwilayah uji aplikasi ini/Tasikmalaya masih dalam musim kemarau. Ada satu konsep dasar kami,untuk pengendalian HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN, dalam hal ini TANAMAN CABE, yaitu kondisi dimana yang menjadi TARGET KAMI ADALAH :
DAUN TEBAL,LENTUR DAN HIJAU KEBIRU-BIRUAN, sedangkan pada BUAH, YANG KAMI INGINKAN ADALAH BUAH YANG KULITNYA PADAT BERISI, KADAR AIR RENDAH. KAMI MENYEBUTNYA SEBAGAI KONDISI IDEAL/TANAMAN TERSEBUT MASUK DALAM KRITERIA SEHAT. Sedangkan apabila tanaman sudah sehat,seperti halnya pada manusia,apabila sehat,sepertinya tidak perlu lagi ke dokter atau tidak perlu lagi banyak obat.

C.3. Pada tanggal,7 September 2011,pengendalian yang menggunakan tehnik kimia secara murni,hasilnya demikian. Kenapa hal ini terjadi?

C.4. Sementara dilokasi uji aplikasi kami kekurangan air,ditempat ini, air begitu melimpah. Lokasi sama persis dengan lokasi pengambilan Awal ,A.4.

C.5.Buah berlubang-lubang,terkena LALAT BUAH.

C.6. Pada tanggal 26 Sep 2011,tanaman demplot telah dicabut,sedangkan tanaman yang menggunakan tehnik dasar alami,hasilnya seperti dibawah ini.

D.1. Tanggal 14 desember 2011,tanaman masih segar bugar,bahkan panen masih terus berlangsung. Hingga saat ini. Usia tanaman sudah kurang lebih dari 7 bulan. Bisa Anda perhatikan tinggi tanaman ini,yang melebihi tinggi dari pemiliknya. Ada hal penting lagi sebenarnya yang bisa menjadi acuan anda untuk membandingkan,bahwa dengan usia yang relatif panjang ,ini berarti,masa-masa sulit dalam hal pengendalian HAMA DAN PENYAKIT, terlewati .
D.2.Ada tehnik dasar pengendalian kami yang agak berbeda dengan tehnik pengendalian secara kimia. Tehnik yang kami maksud adalah,dalam sistem ini,pengendalian penyakit dan hama tanaman,tidak TERLEPAS DARI POLA PUPUK.
D.3. Pola pupuk yang kami kembangkan adalah,sama sekali tidak berupaya memberikan PUPUK SECARA TERJADWAL. Misalnya usia tanaman sekian HST, diberikan jenis pupuk A, B, atau C dengan dosis yang sudah ditentukan pula. Hal ini Kami hindari betul.
D.4.Jenis maupun dosis pupuk kami berikan sesuai dengan kondisi terakhir tanaman,demikian juga interval/jarak waktu perlakuan juga kami sesuaikan dengan tingkat kesehatan tanaman. Apabila tanaman sehat dan pertumbuhan pesat,pemberian perlakuan kami renggangkan,demikian pula sebaliknya. Kondisi tanaman ini,telah berulang-ulang panen,bahkan saat ini,telah memasuki fase /tahap II,dengan kata lain buah yang dipetik adalah buah yang berasal dari tunas-tunas baru dan mengasilkan kembang dan buah yang baru pula.
Pada fase/tahap II ini,bapak Ojay telah petik 5 kali.
D.5. Ada hal menarik lagi,dalam berbudidaya tanaman cabe,terutama perihal hama dan penyakitnya. Menurut hasil aplikasi kami dilapangan,ternyata serangan dari satu jenis hama tertentu bisa merembet dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung kepada hama lainnya. Demikian pula satu jenis penyakit bisa berdampak terhadap rentannya tanaman terhadap serangan penyakit lain atau bahkan melintas pada serangan hama lain. Seperti yang telah kami kemukakan pada point C.1 . diatas

E.1. Pak Ojay (duduk dekat jendela,berkaos putih,bercelana hitam) ,pemilik cabe yang kami tampilkan fotonya sejak awal,hadir pada acara Evaluasi tehnik pengendalian hama dan penyakit ALA KEMBANG LANGIT,di kp. Citerewes,Leuwisari,Singaparna, Tasikmalaya. Tehnik pengendalian Hama dan Penyakit yang kami lakukan tidak terpisah satu sama lain,tetapi berhubungan. Termasuk bahkan dalam pemberian pola makannya,kami waspadai betul.Karena terkadang kita memberikan pupuk tertentu untuk mengatasi suatu masalah hama atau penyakit,tetapi justru akibatnya bisa menimbulkan hama atau penyakit baru. (Bisa juga dilihat pembahasan-pembahasan sebelumnya)

E.2.Acara ini diadakan pada tanggal 16 Desember 2011, di PESANTREN DARUL FALAH,CITEREWES,pimpinan Ajengan Karom. Kegiatan ini berlangsung,tepat dua hari,setelah pengambilan gambar tanaman cabe,
D.1. s.d D.5. Antusias anggota kelompok tani setempat,cukup tinggi. Hal ini tentunya,disebabkan oleh hasil yang telah dicapai oleh beberapa petani yang telah berhasil menerapkan tehnik pengendalian HAMA DAN PENYAKIT ALA KEMBANG LANGIT,diantaranya Bp. Ojay tersebut.

PERTANIAN ORGANIK SUATU KEHARUSAN BUKAN PILIHAN !!!