Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: PENGENDALIAN HAMA

1 2 3 »

MENGATASI KUTU KEBUL,PADA TOMAT DAN MENTIMUN

Hasil aplikasi pada tanaman Tomat dan Mentimun,hasilnya bisa dilihat pada gambar-gambar dibawah ini.Salah satu hama utama yang menyerang Tomat dan Mentimun adalah
Kutu kebul/kutu putih/Bemisia tabaci, yang termasuk hama tanaman yang “bandel”
Beberapa janis Insektisida kimia yang digunakan pada umumnya,hama tersebut,masih saja beterbangan
Memang pada saat disemprot,hama tersebut “pergi” untuk sementara waktu,tetapi setelah itu datang lagi
Tehnologi yang kami kembangkan,dengan sistem REPELLEN (Penolakan hama) dan ANTIFEEDEN(hama tidak mau makan),ternyata efektif untuk mengatasi hama jenis ini
Hasil aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR ,dengan dosis masing masing 1-2  tutup per tangki 17 liter
hasilnya,bisa dilihat pada tanaman Tomat,diatas.

Hasil pantauan kami pada tanggal 22 Agustus2011,hasilnya daun lebar-lebar dan bebas serangan hama
kutu kebul.

Selain pada tomat,kutu kebul juga biasanya menyerang tanaman Mentimun,serangan yang berat biasanya
menyebabkan daun menjadi kering
Namun pada tanaman ini,nampak segar bugar,tidak terserang hama kutu kebul
Bunga yang lebat ini,hasil aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,tanpa menggunakan
PUPUK DAUN,PUPUK BUNGA,ZPT/HORMON PERTUMBUHAN .
Selain itu,ada satu jenis hama lagi yang cukup menggangu yang biasa menyerang tanaman mentimun,yaitu
PENGGOROK DAUN/Lyriomyza sp.Hama ini menyerang dan membentuk garis-garis seperti” jalan”
Hama jenis ini,karena menggorok didalam daun,umumnya sulit dikendalikan bila dengan sistem kimia
karena larva hama berada didalam daun.Sedangkan dengan sistem PENOLAKAN dan ANTIFEEDEN
TERNYATA HAMA SEJAK AWAL DIKONDISIKAN TIDAK MAU HINGGAP
BAGAIMANA SIMPEL KAN ???

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT CABE, SECARA ALAMI DAN KIMIA

Mungkin anda pernah menyimak tulisan kami yang berjudul,PERBANDINGAN TEHNIK PENGENDALIAN SECARA KIMIA VS ALAMI, yang kami terbitkan pada bulan agustus dan september 2011 lalu. Pada postingan tersebut,gambar hasil aplikasi yang kami tampilkan adalah cabe milik Bp. Ojay Singaparna,Tasikmalaya (pengendalian menggunakan tehnik alami) sedangkan yang mengunakan tehnik kimia ,kami tampilkan dari salah satu perusahaan pestisida kimia yang sedang mengadakan DEMPLOT (demoplot) UNTUK SUATU ACARA TEMU TANI. (NAMA PERUSAHAAN DAN LOKASI DEMPLOT,maaf tidak kami ungkapkan).

A.1.Tanaman ini menggunakan varietas Persada,usia tanaman sekitar 2 bulanan,penanaman bulan juni 2011.
A.2. Kondisi tanaman ini awalnya agak terserang hama trips,setelah pengendalian dengan tehnik KEMBANG LANGIT,secara berangsur,tanaman menunjukkan kearah pemulihan.
A.3.Dalam musim kering (pada bulan Agustus 2011) ditempat aplikasi sedang kesulitan air,bahkan untuk penyiraman dan penyemprotan, AIR HARUS MEMBELI. Tampak tanah disekitar pertanaman, terlihat kering . Tehnik “meng ADEM kan” tanah,ternyata efektif,untuk mengurangi tekanan teriknya panas dan kurangnya air.

A.4. Sementara itu, dilokasi yang lain,suatu perusahaan KIMIA,sedang mengadakan PERCONTOHAN/DEMPLOT. Usia tanaman sekitar 2 bulanan juga. Ada perbedaan yang mencolok dari kedua perlakuan ini,selain PESTISIDA KIMIA dan ALAMI, pada lokasi tersebut,tampak air masih mengalir disekitar pertanaman (bisa diperhatikan dibawah jembatan bambu/sisi kanan gambar,air masih mengalir deras)

A.5. Pengambilan gambar pada tanggal 22 Agustus 2011,perlakuan yang diberikan berupa Insektisida kimia 8 macam dan 5 macam fungisida kimia. Hasilnya bisa anda yang mengomentarinya. SARAN KAMI,BAGI ANDA YANG TELAH MENGGUNAKAN PRODUK-PRODUK KAMI,KAMI MENGHARAP BETUL,DIADAKAN SEMACAM STUDI BANDING, antara dua perlakuan ini. Perlakuannya Berupa, dalam suatu lokasi hendaknya di ‘SEKAT’ menjadi dua bagian. Pertama lokasi yang menggunakan tehnik kimia, lokasi yang kedua menggunakan tehnik alami. Persentasi luasnya lokasi yang disekat,anda sendiri yang menentukan apakah 50% : 50%, 75 % : 25 %, atau bahkan tehnik kami hanya 10% saja,sedangkan tehnik kimia yang 90 % nya,silahkan.

B.1. Pada tanggal 4 Sep kami mengamati kembali pertanaman milik pak Ojay ini,hasilnya seperti diatas ini. Perlakuan yang rutin baik secara pengecoran maupun penyemprotan,dilakukan terus.
Dalam kondisi tanaman seperti ini,Kami mewaspadai pertama adalah masalah Trips dan Tungau.
B.2. Tanaman yang sudah berbuah lebat,kami mewaspadai terjadinya serangan LALAT BUAH.
Tehnik yang kami gunakan adalah dengan penyemprotan PESNATOR.
C.1. Pengamatan tanggal 21 Sep 2011. Konsep pengendalian hama yang kami kembangkan,yaitu tidak memisahkan antara satu jenis hama dengan hama yang lain atau bahkan antara satu hama terhadap serangan penyakit lain. 
C.2. 

C.3. Pada tanggal,7 September 2011,pengendalian yang menggunakan tehnik kimia secara murni,hasilnya demikian. Kenapa hal ini terjadi?

C.4. Sementara dilokasi uji aplikasi kami kekurangan air,ditempat ini, air begitu melimpah. Lokasi sama persis dengan lokasi pengambilan Awal ,A.4.

C.5.Buah berlubang-lubang,terkena LALAT BUAH.

C.6. Pada tanggal 26 Sep 2011,tanaman demplot telah dicabut,sedangkan tanaman yang menggunakan tehnik dasar alami,hasilnya seperti dibawah ini.

D.1. Tanggal 14 desember 2011,tanaman masih segar bugar,bahkan panen masih terus berlangsung. Hingga saat ini. Usia tanaman sudah kurang lebih dari 7 bulan. Bisa Anda perhatikan tinggi tanaman ini,yang melebihi tinggi dari pemiliknya. Ada hal penting lagi sebenarnya yang bisa menjadi acuan anda untuk membandingkan,bahwa dengan usia yang relatif panjang ,ini berarti,masa-masa sulit dalam hal pengendalian HAMA DAN PENYAKIT, terlewati .
D.2.Ada tehnik dasar pengendalian kami yang agak berbeda dengan tehnik pengendalian secara kimia. Tehnik yang kami maksud adalah,dalam sistem ini,pengendalian penyakit dan hama tanaman,tidak TERLEPAS DARI POLA PUPUK.
D.3.
D.4.Jenis maupun dosis pupuk kami berikan sesuai dengan kondisi terakhir tanaman,demikian juga interval/jarak waktu perlakuan juga kami sesuaikan dengan tingkat kesehatan tanaman. Apabila tanaman sehat dan pertumbuhan pesat,pemberian perlakuan kami renggangkan,demikian pula sebaliknya. Kondisi tanaman ini,telah berulang-ulang panen,bahkan saat ini,telah memasuki fase /tahap II,dengan kata lain buah yang dipetik adalah buah yang berasal dari tunas-tunas baru dan mengasilkan kembang dan buah yang baru pula.
Pada fase/tahap II ini,bapak Ojay telah petik 5 kali.
D.5. Ada hal menarik lagi,dalam berbudidaya tanaman cabe,terutama perihal hama dan penyakitnya. Menurut hasil aplikasi kami dilapangan,ternyata serangan dari satu jenis hama tertentu bisa merembet dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung kepada hama lainnya. 

E.1. Pak Ojay (duduk dekat jendela,berkaos putih,bercelana hitam) ,pemilik cabe yang kami tampilkan fotonya sejak awal,hadir pada acara Evaluasi tehnik pengendalian hama dan penyakit ALA KEMBANG LANGIT,di kp. Citerewes,Leuwisari,Singaparna, Tasikmalaya. 

E.2.Acara ini diadakan pada tanggal 16 Desember 2011, di PESANTREN DARUL FALAH,CITEREWES,pimpinan Ajengan Karom. Kegiatan ini berlangsung,tepat dua hari,setelah pengambilan gambar tanaman cabe,
D.1. s.d D.5. Antusias anggota kelompok tani setempat,cukup tinggi. Hal ini tentunya,disebabkan oleh hasil yang telah dicapai oleh beberapa petani yang telah berhasil menerapkan tehnik pengendalian HAMA DAN PENYAKIT ALA KEMBANG LANGIT,diantaranya Bp. Ojay tersebut.

LALAT BUAH

Lalat buah pada tanaman cabe,memang menjadi salah satu hama penting,hal ini disebabkan apabila datang suatu serangan,efeknya bisa merusak 80-90 % buah sehingga petani gagal panen. Hal ini
tidak bisa dianggap sepele, karena pada umumnya setiap cabe membesar dan memerah,buah sudah terisi telur dan kemudian menetas jadi larva ulat. Hal yang membuat resah petani adalah,hingga saat ini,belum ada INSEKTISIDA  yang berbahanaktif kimia ataupun alami yang dapat MEMATIKAN, baik MEMATIKAN ,IMAGO (serangga dewasa),maupun MEMATIKAN,ulat/larvanya (karena HAMA berada di dalam buah). Petani biasanya “kecolongan“,karena tiba-tiba,buah cabenya sudah berlubang,dan secara otomatis,buahnya sudah tidak laku lagi dipasaran.Lalat buah biasanya menusuk buah dengan alat peletak telur dan menembus kulit buah kemudian meletakkan telurnya.Masa/ periode telur sekitar,1-20 hari. Larva (ulat) berwarna putih ke kuningan memakan/merusak daging buah cabe dan di ikuti biasanya dengan masuknya bakteri dan jamur sehingga buah cabai mengalami pembusukan . Buah yang telah terserang akan rontok dan jatuh di tanah. Sedangkan Periode ulat 6-35 hari, selanjutnya larva (ulat) akan jatuh ke tanah dan masuk pada periode pupa/kepompong (10-12 hari). Imago (Serangga Dewasa) dapat bermigrasi berpindah tempat,sejauh 5-100 km,  bisa kita bayangkan betapa jauhnya daya jelajah dari hama ini. 
A.1.Pada saat tanaman panen ke -3,hasil melimpah….
A.2. .
Panen melimpah,petani senang,kami pun ikut senang.
B.1. Tinggi tanaman sudah,setinggi pemiliknya…P. Hakim Singaparna (Tasikmalaya)
B.3. Terkadang tanaman masih kecil,sudah terserang masalah keriting daun ini.
B.4Dalam hal ini,pak Hakim,Tasikmalaya , dapat    menanggulangi keriting daun. Hal ini dicirikan dengan suburnya tanaman cabe dan tunas-tunas tanaman terus berkembang.
B.5. Hal yang kami lakukan, untuk mengatasi keriting daun ini adalah dengan menyemprotkan PROTEK-tan. Dalam hal ini PROTEK-tan berfungsi sebagai insektisida untuk “menolak”, hinggapnya hama trips dan tungau, selain itu berfungsi pula untuk mensuplai nutrisi ke daun yang telah diisap oleh hama tersebut.
B.6. Hasilnya seperti tampak pada foto diatas, daun tanaman cabe. Pola pengecoran pun kami atur betul,pemberian pupuk PROTEK-tan ,PUPUK CAS .
B.7. Mengkondisikan agar tanaman tidak terserang hama trips dan tungau,sangat penting dalam upaya menghindarkan dari serangan hama LALAT BUAH.
.
Langkah lainnya untuk mengendalikan hama LALAT BUAH ini adalah dengan penyemprotan INSEKTISIDA ALAMI, PESNATOR yang cara kerjanya,mengkondisikan agar LALAT BAUH tidak senang dan tidak mau makan/ANTIFEEDEN,dan tidak ,pula mau meletakkan TELURNYA. Hal ini dianggap penting karena pada umumnya,LALAT BUAH,tidak mati apabila,disemprot insektisida kimia,jadi langkah yang diambil adalah membuat LALAT BUAH ,tidak mau hinggap makan dan tidak mau meletakkan telurnya pada tanaman /buah cabe.