Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: mentimun

1 2 »

KUTU KEBUL di MEDAN

Kutu kebul merupakan hama yang mempunyai  banyak tanaman inang,selain pada tanaman cabai dan tomat,paling sering pula kita temui pada tanaman Mentimun.  Pada kesempatan ini kami mengulas kembali perihal,hama kutu kebul ini, berupa kiriman gambar yang kami terima dari Sumatera Utara,tepatnya dari Dusun Kota Cina,Kelurahan Paya Pasih,Kecamatan Medan Marelan.  Pengendalian Kutu kebul yang merupakan juga Vektor/serangga penular Virus kuning/virus Gemini,telah berhasil dilakukan oleh mitra kami untuk wilayah Medan dan sekitarnya. Sebagaimana yang pernah kami tampilkan pada tulisan yang lalu. Pada Gambar diatas, Sdr. Handri  Supriadi ( cabeng klinik kami untuk wilayah Sumut) ,  sedang in action,di depan tanaman cabe nya yang tinggi dan lebat.  Hama kutu kebul pada tanaman Cabe ini telah berhasil kami tanggulangi dengan tehnik kami, Kembang Langit.

Gambar tanaman timun ini,adalah hasil aplikasi mitra tani kami, Bp. Suwarno, di Medan Marelan. Tampak tanaman sangat subur ,daun “utuh”  dari daun bawah sampai keatas tunas,tidak terserang hama kutu kebul,walaupun sudah dipanen 7 kali.  Pestisida kimia telah kami kurangi hingga 60 %.

(Pengambilan gambar pada saat terik,sehingga tampak agak kekuningan, tanaman subur walaupun tanpa menggunakan mulsa plastik.)

Kombinasi aplikasi PROTEK-tan,PESNATOR ,seperti yang tampak pada gambar,berhasil menekan populasi tingkat serangan hama KUTU KEBUL. Seperti yang kita ketahui,apabila ada serangan KUTU KEBUL,biasanya penggunaan insektisida kimia bisa sampai seminggu sampai 3 kali,namun terkadang cara ini pun belum sepenuhnya efektif karena hama cenderung sudah sangat RESISTEN/Kebal.  Pengendalian lain dengan cara memanfaatkan musuh alami berupa PREDATOR HAMA,seperti Menochilus sexmaculatus ,ternyata juga kurang efektif selain predator tersebut sudah jarang juga memerlukan biaya yang lebih tinggi.

Terlihat tanaman,segar bugar tidak tampak adanya bekas serangan hama kutu kebul.  Sebenarnya kerusakan akibat serangan kutu kebul bisa berupa kerusakan langsung maupun serangan tidak langsung.

Kerusakan langsung yang diakibatkan oleh kutu kebul,yaitu berupa adanya embun jelaga yang dikeluarkan oleh serangga hama tersebut,yang biasanya menutup permukaan daun bagian bawah.  Munculnya Bintik -bintik pada daun akibat tusukan hama.   Sedangkan kerusakan secara tidak langsung adalah kutu kebul sebagai penular Virus Gemini/Kuning.  Tampak gambar panenan ke 7,kondisi tanaman tetap aman-aman saja.

Tehnik pengendalian hama dan penyakit, kliniktaniorganik,ternyata sudah semakin memasyarakat.  Kami memang berkeinginan sangat besar tehnik-tehnik kami ini menyebar keseluruh bumi pertiwi.  Tehnik dengan memadukan  POLA MAKAN/POLA PUPUK dengan PENGENDALIAN HAMA SECARA MINIMAL,mulai digemari oleh petani.  Bagaimana tidak, pola pertanian berbasis organik yang kami sodorkan,memang menjadi lebih irit dalam biaya produksi dan dengan nyata meningkatkan produktivitas.

Kutu Kebul yang sangat sulit di”MATIKAN” dengan INSEKTISIDA KIMIA,menjadi lebih sederhana pengendaliannya apabila hama nya di”BUAT TIDAK  MAU MENGGANGGU dan TIDAK MAU MAKAN”. Lebih sederhana,ternyata…  dan juga Ramah lingkungan.

Kutu kebul  berperan sebagai pengantar virus mosaic kuning (yellow masaic virus) yang merusak terutama  daun tanaman.

Gejala kerusakan tanaman akibat serangan kutu kebul adalah terdapatnya kutu-kutu berwarna putih sampai kuning kehijauan pada bagian bawah daun atau daun pucuk. kadang-kadang juga terdapat embun jelaga yang hidup dari ekskreta kutu yang berupa embung madu. serangan berat menyebabkan daun tanaman tampak terhambat pertumbuhananya, mengerupuk, dan daun lebih kaku.
Serangan ini tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis.Pengisapan cairan tanaman oleh kutu kebul menyebabkan bercak nekrotik pada permukaan daun. Kerusakan langsung oleh kutu kebul ini tak menyebabkan kerugian yang berarti. Kutu kebul menghasilkan sekresi embun madu yang menyebabkan tumbuhnya cendawan jelaga yang menutupi permukaan daun. Serangan ini juga bertindak sebagai vektor penyakit virus, makin muda tanaman yang terinfeksi virus, makin besar kerugian yang ditimbulkan.

Pak Suwarno,disamping tanaman timunnya,yang hingga saat pengambilan gambar telah dipanen,21 kali petikan.  Saat ini pemetikan dilakukan setiap hari.  Bahkan saat ini,hingga penulisan makalah ini dibuat, 9 April 2012, informasi yang kami terima,jumlah total mentimun yang telah didapat sekitar 12 ton,dengan populasi  3000 tanaman.

Dengan ukuran Timun,Size 5  ( 1kg ukuran 5 buah).  Petik yang dilakukan tiap hari pun,ternyata ada saja ukuran buah yang kebesaran,sehingga disortir,karena tidak laku dipasaran.

Rata-rata per pohon,sekitar 25 buah,bahkan informasi yang kami dapatkan,hingga saat ini buah sudah hampir habis,tetapi daun masih ada sekitar 55 % nan.  Salah satu tehnik yang kami lakukan adalah dengan mengendalikan KUTU KEBUL,yang merupakan salah satu hama utama dan menjadi faktor pembatas dalam produktifitas  tanaman mentimun.

PERTANIAN ORGANIK MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN !!!