Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: layu fusarium

1 2 3 4 5 »

MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM

Layu fusarium merupakan salah satu penyakit pada tanaman tomat dan cabe yang menjadi kendala dalam bercocok tanam.  Sekali terkena biasanya serangan merembet pada tanaman lainnya, dan disitulah kepanikan melanda petani. Oleh karena nya kami terbiasa untuk mengkondisikan seawal mungkin agar tanaman tidak mudah terserang penyakit layu yang mematikan tersebut.

Mungkin anda sudah jenuh dengan kasus yang berulang tersebut, dimana dari musim tanam satu ke musim tanam berikutnya, kasus demikian selalu saja hadir dan mendera pertanaman petani. Berbagai cara ditempuh baik dengan pemberian fungisida, bakterisida atau juga pemberian agen hayati semisal TRICHODERMA, sudah sering dilakukan, tetapi hasilnya, bahkan nihil.

Kami mencoba menerapkan metode KPO_KL dalam, menghambat pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum yang mematikan tersebut. Kami coba untuk praktek langsung , tanpa bla-bla-bla…, dalam teori dalam pengendaliannya. Semoga saja tanaman mitra kami ini yang ditanam tanggal 1 Juni 2018 yang saat ini memasuki usia 2 bulanan, bisa terhindar dari layu fusarium tersebut.

Tanaman tomat, varietas Selfi ini, hingga saat ini dan berharap kedepannyapun , terhindar dari layu fusarium tersebut. Lokasi penanaman di desa Cigadog, Cilawu. Garut. Tanaman tomat sudah mulai berbuah, tomat jenis Indeterminate ini, terus berkembang hingga, jumlah tangkai buah/’manggar’ nya ada yang dipelihara hingga 11-12 tangkai buah. Dan…yang kami syukuri hingga saat ini dari kurang lebih 3000 batang tanaman tomat ini, terhindar dari layu Fusarium. Pemberian pemupukan berupa pengocoran, CAS, Freshtan, Protektan  ( 0.5 gram/mili per liter air ) plus Fungisida bila diperlukan  ( 5 -7 sendok makan saja per drum 200 liter ) sangat efektif dalam menekan pertumbuhan cendawan tersebut.

Ketersedian makanan untuk tanaman jenis Indeterminate ini sangat banyak dan boros, apalagi kalau kita mencoba memelihara tangkai buah lebih dari 10 ‘manggar’, disinilah biasanya muncul dilema antara memberikan suplay makanan yang banyak dan resiko tanaman tanpa disadari sudah kebanyakan/ melewati ambang kebutuhannya. Dalam kondisi kelebihan pupuk tersebutlah pada umumnya tanaman menjadi, rawan terkena layu.

Mengukur kadar makanan yang cukup,( sebagaimana yang kami paparkan pada artikel sebelumnya ) dan kebutuhan agar buah yang bagian teratas tersuplay makanan agar buahnya membesar memang diperlukan pola’perasaan’ tidak bisa diukur sacara ‘saklek’ dan kaku, yaa… diperlukan “perasaan dan dirasa rasakan”. Istilahnya kalau, kurang pupuk, maka buah teratas kecil kecil dan tidak masuk kualitas super tetapi kalau kelebihan pun biasanya berdampak pada , kelayuan tanamannya.

Pemberian konsep berupa pola ,makan sekaligus pola antisipasi terhadap berbagai penyakit , termasuk penyakit  cendawan Fusarium kami lakukan secara terintegrasi, satu kesatuan.  Jadi ibaratnya sambil memberi makan sambil mengupayakan kondisi tanaman yang aman dan terhindar dari hama dan penyakit.

Pola pengendalian yang kami lakukan ini ibaratnya bukan hanya, berhasil di cara InVitro hanya di lab di CAWAN PETRI saja tapi langsung ke lapangan secara INVIVO. Mikroba mikroba, “jago lab”, kita tidak gunakan lagi tetapi kami menggunakan mikroba mikroba yang tahan banting dengan kondisi alam yang keras. Semoga saja kali ini pun , mitra kami ini , sdr. Ilyas berhasil dalam menanggulangi  penyakit layu Fusarium ini.

Semoga….Perjalanan masih cukup panjang….

MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM

Perkembangan tanaman pak Daci dari Nias Selatan. Saat ini sudah 8 kali pemetikan. Kami maklumi karena baru kali ini lah mitra kami ini, menanam tanaman cabe keriting.

Tanaman mitra kami ini, terus kami pantau dari waktu di sela sela pemantauan tanaman tanaman mitra kami yang lainnya dari Seluruh Indonesia.

Usia usia tanaman yang sedang panen seperti tanamannya pak Daci ini yang mulai kita fokuskan adalah dalam hal mengantisipasi penyakit Busuk buah dan Layu Fusarium. Tanaman mitra kami ini untuk masalah keriting daun, Virus kuning , hama thrips dan tungau sudah terlewati dan  dengan mulus dilalui.

Mungkin anda sudah biasa mengendalikan layu Fusarium dengan beberapa langkah diantaranya dengan menggunakan Fungisida kontak/ sistemik, untuk menekan pertumbuhan spora Fusarium Oxysporum atau justru dengan menggunakan Cendawan Tricoderma , tetapi hasilnya masih nihil?

Sulitnya pengendalian Spora Fusarium terutama yang berbentuk klamidospora yang biasanya tersebar di dalam tanah di sekitar perakaran tanaman yang sudah terinfeksi. Akar tanaman yang sudah terinfeksi klamidospora kemudian spora akan masuk ke dalam jaringan xilem dan akan menghambat mengalirnya air dan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.

.Ternyata usut punya usut, spora baik yang berbentuk Klamidospora, Mikrokonidia maupun yang makrokonidia sudah membentuk imunitas tersendiri baik oleh fungisida kimia maupun oleh cendawan antagonis semisal Tricoderma. Hal ini sudah sering kita rasakan kekurangefektifannya pada saat ini.

Kami coba mengembangkan metode baru dalam pengendaliannya yaitu ,dengan penggunaan mikroba khusus dalam menekan perkembangbiakan Klamidospora yang biasa “berkeliaran” disekitar akar tanaman yang telah terinfeksi.

Cukup dengan dosis 70 gram CAS per 150-200 liter air Plus PROTEK-tan , dan sedikit fungisida kontak atau sistemik dengan dosis yang sama pula, dalam beberapa kali hasil yang telah kami lakukan ternyata efektif dalam mengendalikan spora jenis Klamidospora penyebab layu Fusarium. Silahkan…untuk di  terapkan dan dapatkan perbedaan hasil dengan yang biasa dilakukan.

 

 

LAYU FUSARIUM

Pada pertengahan bulan Februari lalu telah kami ulas tanaman cabe dari Mitra kami ibu Retno di Bogor.( bisa dilihat pada artikel sebelumnya).

Hingga tanggal 24 Maret 2018 saat ini kebun Ibu Retno tersebut yang berada di Cilendek Bogor telah panen 4 kali. Hal ini kami anggap sebagai contoh kejadian yang tidak disangka. Tanaman yang dikelola secara standar teknis klinik pertanian organik kembang langit sedari awal menghasilkan buah yang lebat dan sehat.

Seperti biasa kami melakukan monitoring secara ketat terhadap tanaman Mitra Mitra kami,

Tetapi ada kalanya beberapa perlakuan Lost Control sehingga kami dan mitra tidak terjadi komunikasi yang intens.

Pemberian pupuk yang berlebih dan tidak tepat timingnya menyebabkan  beberapa tanaman sempat mengalami kelayuan. Untunglah dalam waktu cepat kami melakukan tindakan berupa pemberian bahan-bahan untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan spora cendawan penyebab layu tersebut.

Dalam hal ini yang kami lakukan adalah dengan memberikan perlakuan berupa pengecoran pupuk dengan komposisi sebagai berikut: Protektan dan pupuk CAS 5-7 tutup per drum 200 liter air, untuk menekan pertumbuhan cendawan Fusarium sp penyebab layu tsb.

Kami sangat senang dengan hasil yang diperoleh ini karena dengan pola yang sangat sederhana, tanaman terhindar dari  penyakit yang mematikan tersebut. Selain daripada itu tanaman bu Retno,  tumbuh subur dan berbuah lebat, Padahal ditanam dengan bibit “afkir” sekalipun.