Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: layu fusarium

1 2 3 4 5 »

Layu Fusarium dan tehnik pengendaliannya

Banyak cara yang petani lakukan untuk menanggulangi penyakit layu khususnya layu yang disebabkan oleh cendawan atau jamur Fusarium. Ada yang menggunakan cara kimia Ada pula yang secara technics mechanic atau ada pula yang menggunakan cara melawan cendawan Fusarium dengan menggunakan cendawan antagonis.

 Hal yang lazim dilakukan oleh petani untuk mengendalikan layu fusarium ini antara lain adalah dengan pengecoran fungisida.

 .

Secara teknis mekanis, biasanya berupa, petani melakukan pemadatan tanah dengan cara menginjak-injak tanah di sekitar areal perakaran yang terdapat gejala-gejala kelayuan.

 Sedangkan cara  Klinik Pertanian Organik Kembang Langit lakukan agak berbeda yaitu dengan menggunakan tehnik tersendiri untuk  menekan pertumbuhan cendawan fusarium sebagai lawan atau antagonisnya.  Pengaplikasiannya terdapat pada CAS dan Freshtan , yang di kocorkan hanya dengan 5- 10 sendok /tutup per 200 liter airnya.

Hasilnya sebagaimana yang kita lihat pada perkembangan tanaman mitra kami Mas Syafak dari Samarinda, Kalimantan Timur ini. Tanaman yang ditanam pada daerah Marjinal daerah yang kurang Subur ,tanah Podsolik Merah Kuning, Di mana  tanahnya banyak kekurangan unsur Hara nya dan cenderung bersifat masam tetapi tampak bahwa pertumbuhan tanaman tetap sehat dan terhindar dari layu fusarium.

 Tanaman yang per tanggal 22 Januari 2019 saat ini berusia 75 hari. walaupun tanah cenderung masam yang Biasanya berkorelasi dengan berkembangbiak nya cendawan penyebab layu fusarium tetapi dengan metode yang kami kembangkan ini tanaman secara keseluruhan bisa dikatakan Aman dari layu fusarium.Walaupun ada yang layu tetapi masih dalam taraf wajar karena jumlahnya sangat minim istilah kami (hanya 1-2 batang  saja).

 Sarankan pada saat menggunakan CAS dan Freshtan untuk tidak mengaplikasikannya dengan Bakterisida, jenis apapun. selain itu silahkan sedangkan Penggunaan Fungisida atau insektisida secara bersamaan  dengan CAS dan Freshtan tidak apa apa.

Semoga saja tanaman mitra kami ini , mas Syafak terus bertahan dan sehat terhindar dari berbagai hama dan penyakit sampai musim tanam berakhir. Pengelolaan tanaman menjadi lebih simpel, sehat terhindar dari penyakit layu fusarium dan subur buahnya terlihat lebat.  (Silahkna di simak link terkait dibawah ini.)

https://youtu.be/8DbfmqjemBc

 

 

Mengendalikan Keriting daun dan Layu Fusarium , Sekaligus

Agak lama juga kami tidak memposting perkembangan tanaman mitra Kami dari Bukit Tinggi Bapak Ilham ini dan baru pada kesempatan ini kami kembali memantau perkembangan tanaman cabe lokal  Sumbar yang beliau tanam.

Informasi yang kami dapatkan saat ini Begitu sulitnya menanam varietas lokal Sumatera Barat khususnya paritas dari Payakumbuh yang tanamannya sangat mudah terserang keriting daun dan layu fusarium. Dua macam jenis gangguan tersebut sangat dominan pada saat ini.

Sebagaimana gambar yang kami terima pada saat ini tanggal 7 Januari 2019 di mana tanaman mengalami kerusakan yang fatal bahkan ada yang sampai 90% tingkat kerusakannya. Kenapa hal ini mudah terjadi pada pertanaman jenis cabe local?

Hal yang sebaliknya justru tanaman Mitra kami dengan varietas lokal tersebut kondisinya hingga saat ini bisa dikatakan sehat dan aman-aman saja Bahkan dalam satu sampai dua minggu terakhir ini tanamannya tidak dikunjungi  ke Kebun,karena satu dan lain hal, tetapi tanamannya tetap bertahan ….

Varietas lokal memang memerlukan pola penanaman yang agak berbeda dalam hal pemupukan nya dengan pola pada tanaman jenis hibrida. Tanaman lokal sangat sensitif sekali dari pemberian pupuk kimia yang berlebihan berdampak yaitu pada rapuhnya tanaman dari serangan penyakit layu fusarium.

Dan hasilnya sebagaimana yang kami muat hasil perkembangannya dalam halaman ini tanaman tetap berbuah lebat dan terhindar dari gangguan seperti layu fusarium dan keriting daun. Pola yang kami lakukan dalam hal ini sebenarnya sangat sederhana iaitu berupa pengaturan pemberian makanan rupa bahan organik yang ada pada Protektant Biopestis FreshTan , Cas dan Mikvator.

Produk tersebut secara pergantian saling melengkapi satu sama lain dan sekaligus untuk mengantisipasi penyakit keriting Daun dan juga layu fusarium. Tanaman yang pada saat penanamannya tidak menggunakan pupuk kandang sama sekali ini ternyata pertumbuhannya tetap subur dan tidak terlihat seperti kekurangan unsur hara.

Memang dalam mengantisipasi keriting daun tersebut kita mencoba suplai unsur hara yang diperlukan agar tanaman tidak sampai kekurangan unsur gizi yang diperlukan nya  , secara pelan-pelan dan juga  kami antisipasi betul sejak awal Agar tanaman tidak kelebihan makanan yang sebenarnya bisa menjadikan tanaman tersebut rawan terkena layu fusarium.

Jadi hal Yang penting dalam mengantisipasi keriting Daun dan layu fusarium ini dilakukan pemberian pola makanan yang terukur jangan sampai terjadi kekurangan yang bisa menyebabkan potensi keriting daun dan Tetapi jangan juga sampai berlebihan yang bisa menyebabkan terjadinya resiko layu fusarium.

Diperlukan memang semacam analisa yang cermat cara hati-hati sambil “meraba-raba” tingkat tekanan gas yang kita berikan pada pemupukan sebelumnya dan mengevaluasi kondisi tanaman sebelum memberikan pupuk susulan berikutnya. Jadi ibarat mengendara ,tetap feeling sangat berperan dalam mengatur dan memberikan tekanan Gas dan Rem Koplingnya.

Sukses  mitra KPO KL !!!

Mengatasi LAYU FUSARIUM pada tanaman Tomat

Layu fusarium merupakan salah satu penyakit pada tanaman tomat dan cabe yang menjadi kendala dalam bercocok tanam.  Sekali terkena biasanya serangan merembet pada tanaman lainnya, dan disitulah kepanikan melanda petani. Oleh karena nya kami terbiasa untuk mengkondisikan seawal mungkin agar tanaman tidak mudah terserang penyakit layu yang mematikan tersebut.

Mungkin anda sudah jenuh dengan kasus yang berulang tersebut, dimana dari musim tanam satu ke musim tanam berikutnya, kasus demikian selalu saja hadir dan mendera pertanaman petani. Berbagai cara ditempuh baik dengan pemberian fungisida, bakterisida atau juga pemberian agen hayati semisal TRICHODERMA, sudah sering dilakukan, tetapi hasilnya, bahkan nihil.

Kami mencoba menerapkan metode KPO_KL dalam, menghambat pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum yang mematikan tersebut. Kami coba untuk praktek langsung , tanpa bla-bla-bla…, dalam teori dalam pengendaliannya. Semoga saja tanaman mitra kami ini yang ditanam tanggal 1 Juni 2018 yang saat ini memasuki usia 2 bulanan, bisa terhindar dari layu fusarium tersebut.

Tanaman tomat, varietas Selfi ini, hingga saat ini dan berharap kedepannyapun , terhindar dari layu fusarium tersebut. Lokasi penanaman di desa Cigadog, Cilawu. Garut. Tanaman tomat sudah mulai berbuah, tomat jenis Indeterminate ini, terus berkembang hingga, jumlah tangkai buah/’manggar’ nya ada yang dipelihara hingga 11-12 tangkai buah. Dan…yang kami syukuri hingga saat ini dari kurang lebih 3000 batang tanaman tomat ini, terhindar dari layu Fusarium. Pemberian pemupukan berupa pengocoran, CAS, Freshtan, Protektan  ( 0.5 gram/mili per liter air ) plus Fungisida bila diperlukan  ( 5 -7 sendok makan saja per drum 200 liter ) sangat efektif dalam menekan pertumbuhan cendawan tersebut.

Ketersedian makanan untuk tanaman jenis Indeterminate ini sangat banyak dan boros, apalagi kalau kita mencoba memelihara tangkai buah lebih dari 10 ‘manggar’, disinilah biasanya muncul dilema antara memberikan suplay makanan yang banyak dan resiko tanaman tanpa disadari sudah kebanyakan/ melewati ambang kebutuhannya. Dalam kondisi kelebihan pupuk tersebutlah pada umumnya tanaman menjadi, rawan terkena layu.

Mengukur kadar makanan yang cukup,( sebagaimana yang kami paparkan pada artikel sebelumnya ) dan kebutuhan agar buah yang bagian teratas tersuplay makanan agar buahnya membesar memang diperlukan pola’perasaan’ tidak bisa diukur sacara ‘saklek’ dan kaku, yaa… diperlukan “perasaan dan dirasa rasakan”. Istilahnya kalau, kurang pupuk, maka buah teratas kecil kecil dan tidak masuk kualitas super tetapi kalau kelebihan pun biasanya berdampak pada , kelayuan tanamannya.

Pemberian konsep berupa pola ,makan sekaligus pola antisipasi terhadap berbagai penyakit , termasuk penyakit  cendawan Fusarium kami lakukan secara terintegrasi, satu kesatuan.  Jadi ibaratnya sambil memberi makan sambil mengupayakan kondisi tanaman yang aman dan terhindar dari hama dan penyakit.

Pola pengendalian yang kami lakukan ini ibaratnya bukan hanya, berhasil di cara InVitro hanya di lab di CAWAN PETRI saja tapi langsung ke lapangan secara INVIVO. Mikroba mikroba, “jago lab”, kita tidak gunakan lagi tetapi kami menggunakan mikroba mikroba yang tahan banting dengan kondisi alam yang keras. Semoga saja kali ini pun , mitra kami ini , sdr. Ilyas berhasil dalam menanggulangi  penyakit layu Fusarium ini.

Semoga….Perjalanan masih cukup panjang….