Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: LALAT BUAH

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 25 »

TAHUN BARU SUDAH SAATNYA…TEHNOLOGI PERTANIAN BARU…….

 

Tehnologi pertanian yang kami “tawarkan” memang bisa  dibilang “baru” karena walaupun kami belum secara tegas menolak penggunaan pupuk dan pestisida kimia, tetapi dalam penggunaannya pupuk dan pestisida tersebut secara berangsur kami berupaya menggesernya pada penggunaan berbahan dasar organik /alami.

Beberapa tehnologi yang kami kemukakan adalah diantaranya, menyarankan “penguatan” jaringan tanaman untuk mendapatkan sistem kekebalan tanaman yang hal ini hanya akan didapatkan apabila yang dikonsumsinya adalah ‘makanan dan obat’ yang diprioritaskan bersumber dari bahan bahan alami.

1

Gambar 1.A. ( Kali ini kami, mencoba mengangkat  cerita seorang pemuda dari  daerah Riau, tepatnya di desa Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Rokan Hilir ).

Hal yang baru adalah metode pemilihan “makanan” yang disesuaikan dengan kondisi tanamannya,situasional, dengan melihat keadaan tanamannya.  Kami menganggap sesehat apapun pengaruh makanan terhadap tubuh, bisa saja pada suatu waktu, terkadang perlu dihindari.  Hal ini berlaku juga untuk tanaman.

2

Gambar 1.B. (Tanaman  cabe pada saat pindah tanam tanggal 5 November 2013. kami secara terus menerus, ber”komunikasi” dari gambar yang dikirimkan mitra muda kami dari, Pekanbaru, Riau ini.)

3.

Gambar 2. (  Pengambilan gambar pada saat tanaman berusia satu bulan. Gambar tanggal,5 Desember 2013.)

 4

Gambar 3. ( Ini dia sosok petani mitra kembang langit, muda usia  Gambar  diambil,10 Desember 2013  )

 5

Gambar 5.( Pindah tanam dilakukan pada tanggal 5 november 13. Hingga saat ini, akhir bulan Desember,informasi yang didapat tanaman tumbuh dengan pesat. Gambar   diambil dan dikirim pada tanggal,10 Desember 2013).

6

Gambar 6.( Pengamatan pada tanggal 28 Desember 13, pada saat tanaman belum genap dua bulan, tunas muncul dari berbagai “sisi”, maklum tidak di buang tunasnya, tidak dirempel/diwiwil.)

Metode pemberian makanan , bisa “bergeser” dalam hitungan “detik”, metode ini yang kami sebut metode ‘MENGEMUDI KENDARAAN’. Lengah sedikit dan kurang tepat dalam mengambil keputusan, bisa berakibat fatal.  Salah dalam menginjak , seharusnya “injak” rem yang di”injak” malah sebaliknya “GAS”…akibatnya tak terbayangkan….

7

Gambar 7. (Kondisi tanaman pada saat ini, curah hujan yang tinggi, memang perlu kewaspadaan dalam “ngegas dan Ngeremnya”.)

Kami mempunyai prinsip bahwa dengan mengatur pola “GAS dan REM”, akan menyebabkan tanaman lebih sehat, penggunaan pupuk  dan pestisida akan lebih hemat pula.

8

Gambar 8.  Kondisi tanaman cukup ideal walaupun ditanam  dilahan yang tingkat kesuburannya sangat rendah, namun dengan pola pertanian berbasis organik yang kami terapkan, hasilnya ….setidaknya hingga saat ini… menggembirakan kami semua.

9

Gambar 9. Pertumbuhan tanaman , seragam  yang menimbulkan semangat baru dalam berwirausaha dari pengelolanya, yang walaupun merupakan PETANI “BARU”, dan mempunyai SEMANGAT BARU dan sudah menerapkan TEHNOLOGI PERTANIAN BARU.)

10

Gambar 10.A.  diatas ini, diambil pada tanggal 1 Januari 2014, kondisi tanaman sangat mengembirakan, usia tanaman  2 Bulan, kurang 4 hari.)

Ada kalanya kami memacu sangat kencang, kecepatan pertumbuhan tanaman, tetapi adakalanya kami mengerem secara tiba-tiba sehingga, pertumbuhan tanaman seperti agak terhenti/tersendat….Memang ini merupakan resiko yang tidak bisa dihindari….Betapa banyak contoh real yang terjadi saat ini, yaitu pertumbuhan awal tanaman yang sangat pesat dan sangat menggiurkan sedap dipandang mata, tetapi secara tiba-tiba kondisinya langsung “drop” dan timbul berbagai masalah, seperti lalat buah, antraknose, keriting daun , virus kuning atau layu fusarium.

11

Gambar 10.B. ( Seluruh Gambar 10 A,B,C, ini diambil pada tanggal 1 Januari 2014.)

Metode ” pengereman ” dilakukan memang beresiko yaitu agak melambatnya  pertumbuhan , tetapi akan lebih berisiko lagi kalau, tidak dilakukan “pengereman”.

12

Gambar 10.C.( Buah cabe yang mulai  terlihat lebat.)

Jadi menurut kami, metode pensetingan pola pupuk dan pestisida ( sebagai mana yang diterapkan dalam metode – metode budidaya tanaman dan aplikasi pestisida kimia yang sudah diatur jadwal “sistemik kontak”nya, tidak kami berlakukan.

Kami biasanya juga agak kesulitan menjawab, apabila ada  pertanyaan bagaimana metode budidaya (misalnya) cabe/padi  atau tanaman lainnya dari dari awal hingga panen, dengan menggunakan metode Klinik Pertanian Organik, Kembang Langit? Metode kami memang , perlu pengamatan   langkah-langkah aplikasi berdasarkan kondisi terbaru yang sedang terjadi di’lapangan’.

Kami berharap  metode Tehnologi Pertanian  Baru  ala Kembang Langit , yang sedang diterapkan oleh mitra baru kami  di Riau ini, bisa kembali berhasil dan bisa menjadi teladan bagi petani lainnya. Amin …