Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: LALAT BUAH

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 27 »

(Seri Busuk buah, lalat buah dan cabe patek) : PENGENDALIAN CABE PATEK SEKALIGUS PECAH BATANG PADA TOMAT

 Kali ini kami tampilkan,hasil uji terap untuk mengatasi CABE PATEK sekaligus mengatasi PECAH BATANG TOMAT.  Dua tehnik pengendalian ini kami bahas sekaligus,karena penyebabnya hampir sama,yaitu TIPIS NYA”KULIT”,TIPIS KULIT BUAH PADA CABE DAN TIPIS KULIT BATANG PADA TOMAT. 
Bisa anda perhatikan,  buah cabe yang terserang patek !!!
Apakah yang tipis atau yang tebal? Apa yang kadar airnya tinggi atau yang padat berisi? Demikian juga pada batang Tomat. Tipis ,kadar air tinggi atau Tebal dan Padat berisi yang mudah terkena penyakit FISIOLOGIS PECAH BATANG?

Uraian berikutnya,kami utarakan sambil melihat lihat hasil,yang telah  KPO lakukan.  Sambil memaparkan METODE hasil-hasil APLIKASI,kami menyertakan Foto /Gambar,karena kami menyadari teori -teori yang kami kemukakan,agak berbeda,dengan teori-teori yang ada selama ini.  Seperti contoh,kami sangat tidak setuju dengan POLA BUDIDAYA TANAMAN YANG WAKTU PEMUPUKAN DAN JENIS PUPUK YANG SUDAH DITETAPKAN SEJAK AWAL ,BERDASARKAN “SOP”/STANDAR OPERATIONAL PROSEDURE.

1
A.1.Kami mamantau,dua jenis tanaman yang ditumpangsarikan antara CABE dan TOMAT

Pemantauan kami lakukan sejak tanaman ,kecil…beberapa hari setelah pindah tanam.

Sebagai panduan pengamatan,bahwa kami tidak berpindah lokasi adalah , di latar belakang tanaman,adanya tanah/tebing yang berbentuk ,undakan-undakan.

2
A.2. Pengamatan berikutnya.
Tehnik yang kami terapkan yaitu meminimalkan penggunaan PUPUK KIMIA,jangan sampai over dosis,terutama yang mengandung NITROGEN TINGGI .
3
A.3.Pengamatan ketiga .
Untuk mengoptimalkan daya kerja pupuk kimia (dosisnya tidak terlalu banyak, yang penting terserap oleh tanaman) kami mencampurkanPUPUK KIMIA NPK , Pupuk CAS dengan PROTEK-tan,untuk dicorkan.
4
A.4.Pengamatan ke 4.
Kami upayakan betul tanaman jangan sampai terkena keriting daun (seperti yang sudah kami paparkan,dibagian lain blog kami,efek keriting daun pada timbulnya penyakit PATEK)
Tehnik yang kami terapkan untuk menghindari serangan hama trips dan tungau adalah,dengan menyemprotkan PROTEK-tan. Dosis yang kami gunakan adalah 2- 3 cc per liter air
5
A.5.Pengamatan ke 5.
Masalah hama dan penyakit Cabe dan tomat,cukup kompleks,diantaranya,pada saat sudah berbuah begini adalah serangan LALAT BUAH (Dacus sp),untuk mengantisipasinya sejak awal (pada saat tanaman mulai berbunga)kami menggunakan PESNATOR (yang merupakan INSEKTISIDA ALAMI,yang daya kerjanya ,hama TIDAK MAU MAKAN DAN TIDAK PULA MAU MELETAKKAN TELURNYA)
6
B.1. Pada saat tanaman Cabe maupun Tomat mulai berbuah,saatnya kita untuk mulai ekstra hati-hati dalam pemberian pupuk “GAS”,yang menyebabkan KULIT MENIPIS
Caranya yaitu dengan membatasi pemberian unsur Gas NITROGEN
7
B.2.Kami mulai mengupayakan ‘TEBALNYA’ KULIT BUAH CABE  dan TEBALNYA KULIT BATANG TOMAT
8
B.3.Pada saat kondisi tanaman demikian kami,melakukan penyemprotan dengan POCAniL
(KAMI MENYEBUTNYA AKTIVATOR FUNGISIDA,bukan FUNGISIDA) 
Mungkin anda berpendapat,fungisida saja kurang mampu mengendalikan PATEK,koq ini hanya bersifat AKTIVATOR /LEBIH MENGAKTIFKAN/MENGUATKAN DAYA KERJA dari suatu fungisida, mengklaim,bisa untuk mengendalikan PATEK… 

9

C.1.Pengamatan  selanjutnya, dari sudut pengambilan yang lain
Buah cabe dan tomat,mulai terlihat lebat.

10

C.2.Penjelasan lebih rinci nya demikian,selain kulit buah yang tipis,pernahkan anda perhatikan,pada daun tanaman? Bisa dibandingkan Apakah daun yang tipis kekuning-kuningan atau daun yang tebal kebiru-biruan yang mudah terserang penyakit?

11

C.3.Jawabannya,jelas… Daun yang tebal,kebiru-biruan dan lentur lebih tahan penyakit dibandingkan tanaman yang memiliki karekteristik daun tipis,kekuning kuningan dan rapuh. 
kalau kita menganalisanya dari faktor DAYA TAHAN demikian,jelas bahwa walaupun fungisida sangat baik daya kerjanya dan mahal harganya,apabila kondisi tanaman rapuh,seperti ciri-ciri tanaman yang telah kami ungkap tadi,efektifitas dari fungisida tidak optimal.

12

C.4.Sebagai ilustrasi lainnya,bisa kami kemukakan sebagai berikut,apabila kondisi anda sehat,apa anda perlu OBAT,contoh misalnya seperti BODREK,PARAMEK ATAU INZA?

13

C.5. Kondisi tanaman seperti ini,bisa kita katakan sehat,dengan ciri-ciri yang seperti kami kemukakan (Daun biru,tebal dan Lentur). Kalau sudah sehat,niscaya kebutuhan “obat” /PESTISIDA,tidak terlalu banyak, atau bahkan sebisanya kita hindari.
Fungisida “obat”  yang kami gunakan untuk mendapatkan kondisi SEHAT,tersebut adalah POCAniL.
Kondisi sehat yang dicapai,menyebabkan kita hanya perlu sedikit fungisida(petani menyebutnya “obat”) untuk mengendalikan
PENYAKIT PATEK…dan PECAH BATANG, sambil mengatur pupuknya dari “bawah”.