Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: LALAT BUAH

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 28 »

LALAT BUAH JERUK, TERATASI ….

Pada bulan Mei 13, ini kami sangat bersyukur yang tidak terhingga, karena metode -metode dalam budidaya tanaman berbasis organik, kembali memperlihatkan ‘taji”nya .  Kami semakin yakin ,bahwa dengan  tehnologi  pertanian berbasis organik, tidak layak untuk dipandang “sebelah mata”.  Step by step dengan pengamatan dan aplikasi yang  diupayakan “terukur”, akhirnya kendala utama pada tanaman jeruk, sudah bisa teratasi.
1
Gambar 1. ( Bp. Handri  SP Lb  ( Spesialis Lalat buah,  gelar baru dari Kembang Langit ), Mitra/ Cabang kliniktaniorganik, Kembang Langit di Sumut, berdampingan dengan Ny. Sinuhaji, sedang mengamati hasil panenan  kedua kalinya, setelah metode ala KTO, diterapkan.)
2
Gambar 2. ( Jumlah tanaman saat ini yang dikelola tidak dari awal, sebanyak 270 pohon.)
Gambar 3. ( Setelah bulan yang lalu, hasil yang didapat sekitar 3 tonan, itu pun dengan catatan, pelaksanaan program pestisida organik ala KPO baru dilakukan pada bulan Desember 12.  Sebelumnya metode yang digunakan dengan sistem pertanian kimia. Tampak dalam gambar dengan kondisi tanaman yang  “kurang” daun pun,  buahnya sangat lebat dan terhindar dari serangan lalat buah.)
3
Gambar 4.( Proses pemetikan lanjutan di bulan Mei 13, setelah bulan yang lalu pun sudah panen. Hasil yang dicapai sebanyak 2 Tonan, sudah cukup dan lebih dari “lumayan” karena, pada saat ini belum saatnya panen raya.)
4
Gambar 5. ( Sementara pada saat ini, di Tanah Karo, tingkat kerusakan akibat serangan Lalat buah, sedang menjadi kendala yang “menakutkan” bagi petani.  Buah “rontok” sebelum matang, selain itu  dampak pemberian pestisida kimia yang berlebihan justru menyebabkan terbakarnya daun jeruk dan membusuknya buah.)
5
Gambar 6. ( Setelah aplikasi selama kurang lebih 6 bulan, hasil pun didapat.  Tanaman bukannya “mengering” tetapi semakin hijau saja.  Bahkan kalau kita perhatikan  pada gambar 6 ini, buah yang sudah  “siap menyusul” ukurannya sudah sebesar kemiri atau telur ayam.  Diprediksi dan menjadi harapan, buah yang muncul dengan metode  pertanian berbasis pupuk organik ala KPO-KL, bisa 10 kali  lebih banyak dari hasil yang menggunakan tehnik “setengah jalan”.)
6
Gambar 7. Hasil petikan pada bulan raya, yang biasanya   pada bulan -9, kami berharap banyak, semoga bisa mencapai tonase 30-50 ton, dari jumlah tanaman   sama yang ada saat ini.
7
Gambar  8. Panen dan petik terus bang…!!!  Kami bersyukur bahwa, Hama lalat Buah, benar-benar teratasi tanpa menggunakan pestisida kimia yang berlebihan, tanpa umpan perangkap, tanpa metyl euganol, tanpa pemasangan Kelambu, metode yang kami gunakan adalah dengan mengupayakan agar hama allat buah tidak “doyan” makan buah jeruk.
8
Gambar 9. Metode yang kami gunakan dengan memprioritaskan penggunaan pupuk organik ala KPO, dan memberikan sistem imunitas dari “bawah dan atas”, menjadikan tanaman jeruk lebih tahan terhadap serangan lalat buah.  Sistem pemberian perlakuan dengan cara “attractan” mengundang serangga lalat buah lainnya untuk “mendekat dan menghampiri” kami hindari semaksimal mungkin.  langkah ini , sudah kami tinggalkan jauh-jauh.
9
Gambar 10.  Hasilnya seperti tampak dalam gambar, kami ikut bersyukur, Bp.  Santosa Sinuhaji, di desa Sari Munte, di Kec. Munthe, Tanah Karo,  Sumut, berhasil panen dengan kualitas buah sebagian besar masuk Grade A dan B.  Rasa buah yang lebih manis,  dan  terpenting lagi tidak mengandung ‘rasa racun’ berlebihan.
10
Gambar 11. Bisa dibayangkan kalau setiap ranting, hasilnya seperti demikian, penggunaan pestisida kimia yang berlebihan kami hindari pula.  Kami menyadari betul dampak dari pemberian dari insektisida dan fungisida yang over suplay, selain membentuk kekebalan hama lalat buah , juga berdampak pada meranggasnya daun dan ranting tanaman.   Tanaman …Keracunan !!! Tanaman biasanya berumur tidak panjang.
11
Gambar 12 . Kami bersyukur bahwa  hasil yang telah dicapai pada bulan lalu dilanjutkan dengan pemanenan bulan Mei ini,  pemetikan yang “melimpah”, dengan menggunakan metode “hanya berbasis pertanian organik” kembali terbukti, keberhasilannya (sementara tanaman jaruk  yang menggunakan tehnik kimia murni diwilayah  yang sama, mengalami kerontokan buah akibat serangan lalat buah),
 Kami pun, ingin menegaskan bahwa metode pengendalian  hama dan penyakit dengan  metode berbasis organik, tidak sepantasnya untuk diremehkan.   Hal ini pun ,  kami anggap bukan merupakan  suatu  ‘TEORI  KEBETULAN’.  Metode , teori dan praktek yang kami gunakan  “rahasianya” antara lain adalah,  dengan menghindari penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia secara berlebihan
Hal ini, setidaknya bisa menjadi teladan, bagi anda yang berada disekitar Tanah karo , bisa mengamatinya sendiri secara langsung hasil aplikasi berbasis organik ala KPO-KL  dan ini  kami berharap ini merupakan pembuktian, metode ala KPO-KL, dalam mengatasi masalah Lalat buah ini.