Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: LALAT BUAH

1 2 3 4 5 6 7 8 »

Mengendalikan Lalat Buah, Insektisida kimia,Minimalis (Jangan Over), (dalam Pola KPO )

Kondisi pertanaman mitra kami Bp. Agus di Warung Peuteuy, Banyuresmi Garut, kondisinya per 4 April 2019 masih segar dan berharap tanaman mau bertahan hingga produktif dalam waktu yang masih lama lagi . Sementara ini saat ini, kami ikut prihatin karena  banyak petani petani yang berada disekitaran kampung tsb yang sudah tidak sanggup lagi untuk  melanjutkan usaha taninya musim tanam ini karena, sudah tidak sesuai lagi antara biaya produksi dengan harga jualnya.

Kali ini kami mencoba membahas ulang perihal lalat buah  sambil, langsung praktek. Tanaman  masih segar hanya saja karena di sekitarnya sudah banyak tanaman cabe hijau besar ini yang tidak di rawat lagi,  maka serangan dari 4 arah mata angin perlu di antisipasi secara intensif.

Lalat mencari mangsa baru yang termasuk tahan dan memiliki  daya proteksi, ya tetapi serangan yang bertubi tubi apalagi dengan tehnis aplikasi yang sempat keluar dari  “track” pengandalian kpo, hama  menjadi lebih suka.

Oleh karena itu wajar apabila kami memprediksi  dalam beberapa saat kedepan suplay  cabe hijau besar dan cabe merah besar, akan  merangkak naik karena pasokan sudah makin berkurang, terutama yang menanam pada bulan Nov dan Des 18. Semangat untuk bertahan dan memelihara buah ke duanya dilakukan secara intensif.

Bisa kita bayangkan kalau harga cabe besar hijau 2000- 3000 rupiah per kg nya???  Hasil panen hanya cukup untuk ongkos bayar  pekerja petiknya saja.  Dengan kondisi tanaman yang  masih punya banyak potensi, terkadang mitra terlalu semangat dengan  mempertinggi dosis insektisida kimia terutama untuk mengendalikan lalat buahnya , hingga lebih dari 3-4 kali dosis anjuran. Tetapi ampaknya bukan lalat buahnya yang over game tetapi malahan, mitra nya yang keracunan.

Harga per tanggal  8 April 2019, sudah mulai menaik di kisaran 5-7 ribuan, di pasaran lokal, artinya menberikan daya juang tambahan untuk tidak mengulangi penggunaan  metode  diluar ‘tracknya’, karena kalau cara yang kami biasa lakukan adalah apabila  penggunaan insektisida untuk lalat, ulat dan hama lainnya, di tinggikan yang terjadi adalah , ‘tertutupnya’ reaksi dari insektisida organik Protektan dan Pesnator.

Diperlukan dalam pola yang kami kembangkan yaitu, dosis yang diperlukan cukup rendah saja 1/4 sd  1/3 dari dosis anjuran atau sesekali tolensi bisa dinaikkan sedikit lagi dari dosis tsb, tetapi justru tidak dianjurkan untuk menggunakan jauh diatas dosis yang dianjurkan 3-4 dari dosis anjuran.

Dan saat ini dengan pengalaman mitra yang sempat sakit karena over dosis obat kimia, bahkan harus istirahat  dalam 1-2 hari, mulai menyadari dampak dari keluar dari ‘track ‘ yang biasa kami lakukan. semoga saja kedepannya tanaman makin sehat buah  tengah  dan buah atas terbentuk , dan mampu meraih hasil sesuai harapan. Mohon doa nya mitra mitra KPO KL dimana pun berada. Aa miin  aamiin aamiin. Doa kami  juga untuk petani lainnya. Semoga lekas bangkit dari keterpurukan  di sekitar 4 bulan terakhir ini.

Lalat buah , Hindari Umpan Perangkap

Salah Kendala yang terberat bagi petani cabe dan buah pada umumnya yaitu serangan hama Lalat buah hama ini sangat menjengkelkan, bagaimana tidak, tanaman yang awalnya terlihat sangat subur, sesaat menjelang panen, ternyata buahnya sudah terdapat lubang lubang bekas, menyimpan telur oleh hama serangga dewasa dari Lalat buah .

Pada saat pembentukan buah, mulailah kami , bersiap siap untuk mengantisipasi serangan lalat buah tersebut.

Lalat buah  merupakan hama penting pada tanaman  sayuran dan buah di Indonesia. Yang jadi kenapa begitu sulitnya mengendalikan hama tersebut adalah karena, Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura menjadi sasaran /inangnya. Pada populasi tinggi, intensitas serangannya dapat mencapai 100%. Karena itu, hama ini menarik perhatian praktisi hama seluruh dunia untuk melakukan upaya pengendalian, inventarisasi spesies, kisaran inang, dan pemetaan daerah sebaran melalui survei suatu area.

Berbagai cara dilakukan, baik dengan insektisida yang targetnya mematikan hama lalat atau dengan pola menangkap / sebagai perangkap  / dengan cara memasang umpan berupa sex feromon.

Ada juga yang melakukan pengendalian secara memasang alat berupa kelambu perangkap. Hal ini biasanya dilakukan didaerah yang sudah endemik serangan lalat buahnya.

 Kali ini kami mencoba menerapkan kembali pola KPO_KL, yang kami lakukan berupa praktek langsung dalam pengendaliannya. Karena kami memandang sudah terlalu banyak teori yang menjelaskan perihal pengendalian lalat buah ini hanya melalui, teori saja.

Lokasi penerapan cara KPO-KL yang menggunakan insektisida alami ,Pesnator , sebagai pengendali utama hama lalat buah ini, yaitu berada di kebunnya Bp. Agus dari desa Warungpeutey- Banyuresmi-Garut Jawa Barat. Insektisida tambahan yang kami gunakan dalam hal ini yaitu, menggunakan bahan aktif, dhimetoat, atau prevonofos dan metomil secara rotasi/rolling. Dosis Pesnator yang kami gunakan hanya dikisaran 1-2 ml per liter air sedangkan dosis insektisida kimia yang kami gunakan sebagai  pelengkap hanya 0.3 mili saj per liter airnya.

Tanaman yang ditanam pada tanggal  5 Desember 2018 ini, saat ini  per 25 Januari 2019, sudah berusia  50 harian. Hal yang sangat kami ‘tabukan” dengan sistem pengendalian  lalat buah ini adalah dengan pemberian umpan perangkap/ Meutyl euganol, diareal pertanaman.

Jeruk Sehat dan Lebat

10 bulan sudah mitra kami Mas Angga dari Poncokusumo Malang,  menerapkan pola klinik pertanian organik pada tanaman jeruk Siem nya. Hingga saat ini pertumbuhan tanamannya sudah sangat sehat bahkan sejak menggunakan pola ini Mas Angga sudah panen sebanyak 5 kali.

Seperti yang pernah kami paparkan artikelnya Beberapa bulan yang lalu kondisi awal tanaman Mas Angga seperti gambar di atas. Buah tanaman rontok,  daun daun keriting dan terlebih lagi serangan lalat buah yang sangat masif.

Secara drastis perubahan sangat terlihat nyata setelah secara rutin Mas Angga menyemprotkan protektan pesnator Freshtan dan sedikit pocanil untuk menghindari kerontokan buah dan juga dari serangan lalat buah.

Hingga saat ini serangan lalat buah sudah bisa dikendalikan padahal kondisi awal tanaman banyak komentar dari sesama petani yang mengatakan bahwa tanamannya pada saat itu sudah tidak bisa diharapkan kembali.

Hingga pada akhirnya Mas Angga dan orang tuanya mengenal pola klinik pertanian organik ini untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman nya. Dan kami bersyukur karena saat ini beberapa teman dan kerabat dari Mas Angga yang sudah beralih pula menggunakan pola klinik pertanian organik kembang langit.

Buah yang lebat bisa dibilang sangat lebat karena di beberapa sudut tangkai tanaman patah karena tidak kuat menahan beban buah yang banyak.

Metode gas rem dan kopling juga kami terapkan seperti halnya kami menerapkannya pada tanaman cabai. Dengan sangat antusias mitra mudah kami ini menerapkan langkah demi langkah dalam teknik aplikasinya. Bahkan saking semangatnya dalam memberikan tekanan gas beberapa buah jeruk mengalami pecah buah.

Jadi salah besar persepsi bahwa pola klinik pertanian organik hanya cocok untuk tanaman hortikultura dan padi saja.

 Namun tetap acuan kami dalam menerapkan pola gas rem dan kopling adalah tanaman cabe. Yang membedakannya adalah pada dosis yang digunakan biasanya lebih tinggi namun intervalnya yang kita berikan lebih renggang. Semoga sukses petani jeruk dan hortikultura Malang dan sekitarnya.