Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: LALAT BUAH

1 2 3 4 5 6 7 8 »

Lalat buah , Hindari Umpan Perangkap

Salah Kendala yang terberat bagi petani cabe dan buah pada umumnya yaitu serangan hama Lalat buah hama ini sangat menjengkelkan, bagaimana tidak, tanaman yang awalnya terlihat sangat subur, sesaat menjelang panen, ternyata buahnya sudah terdapat lubang lubang bekas, menyimpan telur oleh hama serangga dewasa dari Lalat buah .

Pada saat pembentukan buah, mulailah kami , bersiap siap untuk mengantisipasi serangan lalat buah tersebut.

Lalat buah  merupakan hama penting pada tanaman  sayuran dan buah di Indonesia. Yang jadi kenapa begitu sulitnya mengendalikan hama tersebut adalah karena, Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura menjadi sasaran /inangnya. Pada populasi tinggi, intensitas serangannya dapat mencapai 100%. Karena itu, hama ini menarik perhatian praktisi hama seluruh dunia untuk melakukan upaya pengendalian, inventarisasi spesies, kisaran inang, dan pemetaan daerah sebaran melalui survei suatu area.

Berbagai cara dilakukan, baik dengan insektisida yang targetnya mematikan hama lalat atau dengan pola menangkap / sebagai perangkap  / dengan cara memasang umpan berupa sex feromon.

Ada juga yang melakukan pengendalian secara memasang alat berupa kelambu perangkap. Hal ini biasanya dilakukan didaerah yang sudah endemik serangan lalat buahnya.

 Kali ini kami mencoba menerapkan kembali pola KPO_KL, yang kami lakukan berupa praktek langsung dalam pengendaliannya. Karena kami memandang sudah terlalu banyak teori yang menjelaskan perihal pengendalian lalat buah ini hanya melalui, teori saja.

Lokasi penerapan cara KPO-KL yang menggunakan insektisida alami ,Pesnator , sebagai pengendali utama hama lalat buah ini, yaitu berada di kebunnya Bp. Agus dari desa Warungpeutey- Banyuresmi-Garut Jawa Barat. Insektisida tambahan yang kami gunakan dalam hal ini yaitu, menggunakan bahan aktif, dhimetoat, atau prevonofos dan metomil secara rotasi/rolling. Dosis Pesnator yang kami gunakan hanya dikisaran 1-2 ml per liter air sedangkan dosis insektisida kimia yang kami gunakan sebagai  pelengkap hanya 0.3 mili saj per liter airnya.

Tanaman yang ditanam pada tanggal  5 Desember 2018 ini, saat ini  per 25 Januari 2019, sudah berusia  50 harian. Hal yang sangat kami ‘tabukan” dengan sistem pengendalian  lalat buah ini adalah dengan pemberian umpan perangkap/ Meutyl euganol, diareal pertanaman.

Jeruk Sehat dan Lebat

10 bulan sudah mitra kami Mas Angga dari Poncokusumo Malang,  menerapkan pola klinik pertanian organik pada tanaman jeruk Siem nya. Hingga saat ini pertumbuhan tanamannya sudah sangat sehat bahkan sejak menggunakan pola ini Mas Angga sudah panen sebanyak 5 kali.

Seperti yang pernah kami paparkan artikelnya Beberapa bulan yang lalu kondisi awal tanaman Mas Angga seperti gambar di atas. Buah tanaman rontok,  daun daun keriting dan terlebih lagi serangan lalat buah yang sangat masif.

Secara drastis perubahan sangat terlihat nyata setelah secara rutin Mas Angga menyemprotkan protektan pesnator Freshtan dan sedikit pocanil untuk menghindari kerontokan buah dan juga dari serangan lalat buah.

Hingga saat ini serangan lalat buah sudah bisa dikendalikan padahal kondisi awal tanaman banyak komentar dari sesama petani yang mengatakan bahwa tanamannya pada saat itu sudah tidak bisa diharapkan kembali.

Hingga pada akhirnya Mas Angga dan orang tuanya mengenal pola klinik pertanian organik ini untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman nya. Dan kami bersyukur karena saat ini beberapa teman dan kerabat dari Mas Angga yang sudah beralih pula menggunakan pola klinik pertanian organik kembang langit.

Buah yang lebat bisa dibilang sangat lebat karena di beberapa sudut tangkai tanaman patah karena tidak kuat menahan beban buah yang banyak.

Metode gas rem dan kopling juga kami terapkan seperti halnya kami menerapkannya pada tanaman cabai. Dengan sangat antusias mitra mudah kami ini menerapkan langkah demi langkah dalam teknik aplikasinya. Bahkan saking semangatnya dalam memberikan tekanan gas beberapa buah jeruk mengalami pecah buah.

Jadi salah besar persepsi bahwa pola klinik pertanian organik hanya cocok untuk tanaman hortikultura dan padi saja.

 Namun tetap acuan kami dalam menerapkan pola gas rem dan kopling adalah tanaman cabe. Yang membedakannya adalah pada dosis yang digunakan biasanya lebih tinggi namun intervalnya yang kita berikan lebih renggang. Semoga sukses petani jeruk dan hortikultura Malang dan sekitarnya.

Lalat Buah Cabe

Cukup lama kami tidak membahas perihal pengendalian lalat buah pada tanaman cabe besar. Secara khusus untuk beberapa waktu kedepan Kami mencoba untuk membahasnya bersama Mitra kami Bapak Tarsidin dari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat

Varietas yang ditanam oleh Mitra kami ini yaitu jenis gada MK. Pak Tarsidin  untuk saat ini baru menanam tiga kali musim tanam dan secara khusus beliau dipercaya sebagai ketua kelompok tani Harapan 1 di kecamatan Parigi tersebut.

Sebagai bahan pengamatan Pak tarsidin menanam dengan pola KPO KL sebanyak kurang lebih 2200 batang tanaman. Dan seluruh areal pertanaman tersebut menggunakan 1 pola yaitu pola dari klinik pertanian organik.

 Kami mencoba mengamati pertanaman beliau dari sejak awal pindah tanam. Pola di terapkan secara langkah-langkah dengan detail.

Langkah pertama yang kami lakukan adalah dengan mencoba mencoba mendorong secara perlahan agar tunas tanaman menaik dan meninggi sambil menghindarkan tanaman dari serangan hama thrips tungau dan kutu kebul .

Secara hati hati kami coba memberikan tekanan gas agar tanaman terus berkembang tetapi masih dalam taraf aman.

Sampai saat usia tanaman berusia dua bulanan, tanaman sehat setelah di dorong dengan Protektan Biopestis@0.5 mili per liter airnya plus dengan Pormik plus pupuk kimia totalnya  1.5 kg per 200 liter airnya.

Hingga tanaman berusia 60 hari terlihat pertumbuhan buah sangat lebat nah disaat seperti inilah kita mulai berhati-hati untuk menjaga agar tanaman tidak mudah kena serangan lalat buah dan patek atau antraknosa.

Pola yang diterapkan sangat sederhana yaitu dengan cara menyemprotkan Pesnator sebanyak 1 mili per liter airnya plus apabila diperlukan pada waktu yang tepat yaitu dengan menambahkan pocanil sebanyak 0,3 gram per liter air. Dalam menghindari serangan lalat buah cara Kami tetap konsisten yaitu dengan tidak menggunakan umpan perangkap atau lem perekat.