Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: KERITING DAUN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 »

MENGATASI VIRUS KUNING dan RONTOK BUNGA

Pada beberapa waktu silam kami pernah Menulis artikel tentang keberhasilan Mitra kami di sebuah pulau di daerah Aceh. Nama Mitra tersebut adalah Bapak Arwadin, kali ini kami angkat tulisan dari Mitra binaan Bapak Arwadin, yaitu Bung Shaleh.

Hal yang menarik yang menjadi kajian kita kali ini adalah tanaman bapak Saleh yang awalnya terkena virus kuning berat bahkan nyaris putus asa tapi dengan ketekunan beliau dalam menerapkan metode k p o k l akhirnya tanaman rawitnya hingga saat ini terus berproduksi bahkan terjadi peningkatan yang signifikan.

 Demikian juga dengan tanaman cabe keriting varietas Lado yang juga terkena keriting daun yang sangat parah hingga akhirnya tanaman yang ditanam pada tanggal 5 Januari 2018 ini saat ini sudah mulai ketikan pertama.

Sementara itu tanaman rawitnya hingga saat ini telah berusia 5 bulan 20 hari. Adapun hasil dari rawit yang berjumlah 700 batang hingga saat ini sudah mencapai hasil sekitar 400 kiloan. Dengan harga saat ini di Aceh rata-rata Rp40.000 per kilo hasil demikian tentunya sudah melewati ambang batas biaya produksinya.

Secara telaten dan rinci kami terus mensuport dan memberikan pendampingan pada Mitra tersebut agar terus semangat dan menerapkan pola sesuai dengan ” tracknya”. Hasilnya tidak sia-sia tanaman yang awalnya terkena virus parah dan juga terkena keriting daun pada akhirnya bisa kembali pulih dan berproduksi secara kontinyu.

Adapun cara yang kami lakukan untuk mengatasi virus kuning keriting daun dan kerontokan bunga adalah dengan memberikan formulasi semprotan kocoran protektan dan biopestis dengan dosis 0,5 sampai dengan 1 mili per liter air. Selain itu kami juga memberikan kombinasi perlakuan insektisida kimia dengan dosis 0,3 mili per liter air.

Betapa senangnya Mitra kami ini di saat awalnya tanaman rawit tersebut bahkan sudah ditinggalkan saat ini kembali bisa dirawat bahkan bermunculan kembang-kembang baru dan buah yang makin lebat dan tidak mengalami kerontokan kembali.

Hal yang nyaris sama awalnya terjadi juga pada tanaman cabe keriting Bapak Saleh ini yang mana tanamannya pun terserang keriting daun yang mencapai hampir 95% tetapi dengan keyakinan dan ketelatenan menerapkan pola klinik pertanian organik kembang langit akhirnya tanamannya saat ini sudah mulai menghasilkan pula.

Menghindari Penggunaan pupuk kimia berlebih dan demikian juga mengurangi penggunaan pestisida kimia sambil diiringi dengan penggunaan pestisida organik (protektan dan biopestis) kembali terbukti dalam mengendalikan virus kuning keriting daun dan kerontokan bunga.

Pendampingan secara berkesinambungan terus kami lakukan untuk mitra mitra yang memerlukan perawatan tanaman dengan cara kpo KL. Semoga makin sukses petani  petani di kepulauan Simeuleu, DI. Aceh ini. Hal yang kami lakukan adalah berupa langkah kongkrit bukan hanya sekedar teori yang panjang lebar atau debat yang tak berujung. Salam sukses petani Indonesia.

CABE RAWIT , SETELAH BERTAHAN, DI MUSIM KEMARAU

Pada kesempatan ini, kami kembali memeparkan hasil penerapan mitra kami dari Cianjur Selatan, tepatnya didaerah Cidaun – Jawa Barat.

IMG-20171024-WA0222

Tanaman mitra kami ini, ditanam pada saat saat terik kering kerontang yaitu pada tanggal 28 Mei 2017. Apalagi tanaman mitra kami ini ditanam di pesisir selatan, Jawa Barat yang jaraknya ke tepi pantai hanya beberapa ratus meter saja.

IMG-20171024-WA0221

 Tanaman cabe rawit yang ditanam oleh mitra kami ini adalah, varietas Pelita. Sedangkan pengelolaanya menggunakan cara KPO-KL. Terlihat tunas tunasnya walaupun pada saat itu pengambilan gambar pada tanggal 12 Agustus 2017, usia tanaman dua bulan setengah.

IMG-20171024-WA0223

Jelas pada saat itu, bulan bulan Agustus adalah fase fase sulit penanaman cabe, tanah yang kering, panas yang terik bahkan untuk penyiraman pun sangat sulit, tetapi dengan pola KPO-KL ini, tanaman tetap bertahan dan berbuah dengan lebat.

IMG-20171024-WA0049

Ada yang menarik dari hasil penerapan mitra kami dari tepi pantai ini, yaitu tanaman sekitar 1.5 bulan  dari kondisi sebelumnya mengalami kekeringan sangat berat dan tanaman nyaris saja ‘ditinggalkan”.

Tetapi untunglah tanaman tetap bertahan seperti tampak dalam gambar yang diambil pada pada saat setelah petikan ke 5, pada tanggal 22 Oktober 2017.

IMG-20171024-WA0047

Tanaman rawit yang awalnya , hampir saja terbengkalai, akhirnya terselamatkan. adapun secara analisa usaha taninya, dengan petikan ke 5 ini, dikisaran harga Rp.8.000  , pak Husni Mubarok, sudah hampir impas untuk biaya pengeluarannya.

Diharapkan petikan ke-6 kelak, sudah tertutupi semua biaya peroduksinya dan mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

Dengan aplikasi dari atas Protektan Biopestis dan Pesnator plus 5 mili per tangki  insektisida kimia, mitra kami ini mampu bertahan di cuaca yang ekstrem panas.

Kami ikut senang….

( Tanpa banyak berteori… satu lagi mitra kami , membuktikannya….)

TIGA TAHUN BERSAMA KPO-KL , dalam BUDIDAYA CABAI

Dari hari ke hari waktu kewaktu, mitra kami makin bertambah, makin menyebar dengan sendirinya, padahal kami tidak membayar team marketing di suatu daerah/wialayah. Seperti halnya mitra kami dari Sipirok Tapanuli Selatan- Sumatera Utara ini. Mitra kami yang satu ini, bernama Bapak Harahap, beliau  ini sudah selama kurang lebih tiga tahun bersama sama dengan KPO_KL.

FB_IMG_1507535519629

Semua gambar yang ada pada tulisan kami kali ini, adalah hasil kiriman gambar dari mitra kami dari daerah tersebut. Kondisi tanaman pada saat menjelang petikan ke -3, semoga bertahan hingga lebih lama lagi.  Apalagi saat ini harga jual cabe di wilayah tersebut sudah mencapai Rp.35.000 per kg  nya.

FB_IMG_1506832093868

Varietas yang ditanam oleh mitra kami ini adalah jenis CMK hybrida merk Red Criss. Tanaman saat ini memiliki daya tahan yang kokoh terhadap serangan penyakit cendawan Antraknose/patek. Selain itu buah cabe terlihat mengkilat dan berwarna lebih cerah, pertanda buah yang sehat dan bugar.

FB_IMG_1507535530543

Cukup banyak mitra kami diwilayah tersebut, walaupun kami tidak mendistribusikan produk pendukung kami ke kios pertanian, juga kami tidak menerapkan sistem MLM, multi lavel marketing, juga tidak menerapkan sistem pemasaran secara konvensional yaitu, mangangkat team pemasaran disuatu daerah untuk memasarkan produk pendukung kami.

FB_IMG_1506832118775

Tehnik yang kami lakukan adalah dengan metode ” dari mulut ke mulut saja”, dari sesama yang sudah menggunakan produk dan metode KPO_KL, kemudian menyebar -menyebar dan menyebar. Metode pendekatan awal yang kami lakukan adalah dengan tehnik pendampingan tanpa berbayar. Petani yang sudah menggunakan otomatis kami dampingi dan diharapkan petaninya aktif untuk berkoordinasi untuk melaporkan perkembagan tanamannya dari waktu ke waktu.

FB_IMG_1507332212252

Perihal biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan produk KPo-KL ini, sebenarnya sangat bisa di ujicobakan dan dibandingkan dengan konsep/metode lainnya. Caranya adalah sebagai berikut, misalnya kita akan tanam 3000 batang cukup yang menggunakan metode kami dikisaran 500-1000 batang saja, atau kalau misalnya mau tanam 10.000 batang, metode kami cukup 1/3  nya saja.

FB_IMG_1507516055085

Dari jumlah yang 1/3 tersebut, kita kelola secara “murni” metode KPO-KL, tidak dicampur baurkan dengan metode lainnya, sedangkan yang 2/3 nya silahkan dengan cara apa saja/kombinasinya silahkan tetapi tidak menggunakan metode dan produk pendukung dari KPO_KL. Hasilnya nanti kita evaluasi bersama sama.

FB_IMG_1507469386826

( Seluruh gambar yang ada ini bukan hasil editan lho, semuanya ,hasil penerapan dan kiriman dari mitra kami di daerah Sipirok).

Hasil evauasinya adalah, 1. Dalam hal biaya, mana yang lebih tinggi biaya yang dikeuarkan dengan metode KAMI ATAU CARA LAINNYA?

2. Dalam hal segi hasil, produktivitas , mana yang lebih tinggi hasilnya metode kami atau cara lainnya. ( sebagai informasi yang kami dapatkan dari petani mitra kami ini, hasil musim yang lalu per batangnya sudah mencapai 1.5 kg per batangnya.)

FB_IMG_1507516055085

Yang ke 3. dalam hal kualitas hasil produksinya, mana yang lebih berkualitas? Biasanya hasil produksi buah dari pola KPo-KL, buahnya lebih tahan di pengangkutan, dipenyimpanan dan pasar lebih menyukai karena melihat dari tampilannya yang lebih merah menyala, mengkilat, lebih padat dan lebih berbobot.

FB_IMG_1507332220337

Data diatas merupakan informasi dari petaninya sendiri bukan dari “sales obat”, karena memang kami tidak menerapkan pola demikian. Biarlah petani mitranya sendiri yang berkata demikian , biarlah petaninya sendiri yang merasakan kepuasan, dan menceritakannya pada petani lainnya.

FB_IMG_1507332184322

Seandainya tidak ada keuntungan yang didapat, buat apa petani mitra tersebut bertahan dalam waktu yang bukan sebentar? Tiga tahun bersama sama dengan KPO_KL, bukan waktu yang singkat, kan ? Buat apa susah susah mengupload hasil penerapannya untuk disebarluaskan pada kita semua? Logika sederhananya, beliau tentunya merasa senang dengan cara ini dan ingin berbagi informasi dengan kita semua.

Syukurlah kalau demikian pak Harahap. semoga makin menyebara metode kita ini dan makin banyak petani disekitarnya bahkan diseluruh Pelosok negeri yang tertular dengan cara yang Bapak lakukan saat ini.

MAJU TERUS MITRA KPO-KL, DIMANAPUN BERADA, RAIH TERUS KEBERUNTUNGAN !!!