Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: KERITING DAUN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 16 »

CABE RAWIT , SETELAH BERTAHAN, DI MUSIM KEMARAU

Pada kesempatan ini, kami kembali memeparkan hasil penerapan mitra kami dari Cianjur Selatan, tepatnya didaerah Cidaun – Jawa Barat.

IMG-20171024-WA0222

Tanaman mitra kami ini, ditanam pada saat saat terik kering kerontang yaitu pada tanggal 28 Mei 2017. Apalagi tanaman mitra kami ini ditanam di pesisir selatan, Jawa Barat yang jaraknya ke tepi pantai hanya beberapa ratus meter saja.

IMG-20171024-WA0221

 Tanaman cabe rawit yang ditanam oleh mitra kami ini adalah, varietas Pelita. Sedangkan pengelolaanya menggunakan cara KPO-KL. Terlihat tunas tunasnya walaupun pada saat itu pengambilan gambar pada tanggal 12 Agustus 2017, usia tanaman dua bulan setengah.

IMG-20171024-WA0223

Jelas pada saat itu, bulan bulan Agustus adalah fase fase sulit penanaman cabe, tanah yang kering, panas yang terik bahkan untuk penyiraman pun sangat sulit, tetapi dengan pola KPO-KL ini, tanaman tetap bertahan dan berbuah dengan lebat.

IMG-20171024-WA0049

Ada yang menarik dari hasil penerapan mitra kami dari tepi pantai ini, yaitu tanaman sekitar 1.5 bulan  dari kondisi sebelumnya mengalami kekeringan sangat berat dan tanaman nyaris saja ‘ditinggalkan”.

Tetapi untunglah tanaman tetap bertahan seperti tampak dalam gambar yang diambil pada pada saat setelah petikan ke 5, pada tanggal 22 Oktober 2017.

IMG-20171024-WA0047

Tanaman rawit yang awalnya , hampir saja terbengkalai, akhirnya terselamatkan. adapun secara analisa usaha taninya, dengan petikan ke 5 ini, dikisaran harga Rp.8.000  , pak Husni Mubarok, sudah hampir impas untuk biaya pengeluarannya.

Diharapkan petikan ke-6 kelak, sudah tertutupi semua biaya peroduksinya dan mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

Dengan aplikasi dari atas Protektan Biopestis dan Pesnator plus 5 mili per tangki  insektisida kimia, mitra kami ini mampu bertahan di cuaca yang ekstrem panas.

Kami ikut senang….

( Tanpa banyak berteori… satu lagi mitra kami , membuktikannya….)

TIGA TAHUN BERSAMA KPO-KL , dalam BUDIDAYA CABAI

Dari hari ke hari waktu kewaktu, mitra kami makin bertambah, makin menyebar dengan sendirinya, padahal kami tidak membayar team marketing di suatu daerah/wialayah. Seperti halnya mitra kami dari Sipirok Tapanuli Selatan- Sumatera Utara ini. Mitra kami yang satu ini, bernama Bapak Harahap, beliau  ini sudah selama kurang lebih tiga tahun bersama sama dengan KPO_KL.

FB_IMG_1507535519629

Semua gambar yang ada pada tulisan kami kali ini, adalah hasil kiriman gambar dari mitra kami dari daerah tersebut. Kondisi tanaman pada saat menjelang petikan ke -3, semoga bertahan hingga lebih lama lagi.  Apalagi saat ini harga jual cabe di wilayah tersebut sudah mencapai Rp.35.000 per kg  nya.

FB_IMG_1506832093868

Varietas yang ditanam oleh mitra kami ini adalah jenis CMK hybrida merk Red Criss. Tanaman saat ini memiliki daya tahan yang kokoh terhadap serangan penyakit cendawan Antraknose/patek. Selain itu buah cabe terlihat mengkilat dan berwarna lebih cerah, pertanda buah yang sehat dan bugar.

FB_IMG_1507535530543

Cukup banyak mitra kami diwilayah tersebut, walaupun kami tidak mendistribusikan produk pendukung kami ke kios pertanian, juga kami tidak menerapkan sistem MLM, multi lavel marketing, juga tidak menerapkan sistem pemasaran secara konvensional yaitu, mangangkat team pemasaran disuatu daerah untuk memasarkan produk pendukung kami.

FB_IMG_1506832118775

Tehnik yang kami lakukan adalah dengan metode ” dari mulut ke mulut saja”, dari sesama yang sudah menggunakan produk dan metode KPO_KL, kemudian menyebar -menyebar dan menyebar. Metode pendekatan awal yang kami lakukan adalah dengan tehnik pendampingan tanpa berbayar. Petani yang sudah menggunakan otomatis kami dampingi dan diharapkan petaninya aktif untuk berkoordinasi untuk melaporkan perkembagan tanamannya dari waktu ke waktu.

FB_IMG_1507332212252

Perihal biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan produk KPo-KL ini, sebenarnya sangat bisa di ujicobakan dan dibandingkan dengan konsep/metode lainnya. Caranya adalah sebagai berikut, misalnya kita akan tanam 3000 batang cukup yang menggunakan metode kami dikisaran 500-1000 batang saja, atau kalau misalnya mau tanam 10.000 batang, metode kami cukup 1/3  nya saja.

FB_IMG_1507516055085

Dari jumlah yang 1/3 tersebut, kita kelola secara “murni” metode KPO-KL, tidak dicampur baurkan dengan metode lainnya, sedangkan yang 2/3 nya silahkan dengan cara apa saja/kombinasinya silahkan tetapi tidak menggunakan metode dan produk pendukung dari KPO_KL. Hasilnya nanti kita evaluasi bersama sama.

FB_IMG_1507469386826

( Seluruh gambar yang ada ini bukan hasil editan lho, semuanya ,hasil penerapan dan kiriman dari mitra kami di daerah Sipirok).

Hasil evauasinya adalah, 1. Dalam hal biaya, mana yang lebih tinggi biaya yang dikeuarkan dengan metode KAMI ATAU CARA LAINNYA?

2. Dalam hal segi hasil, produktivitas , mana yang lebih tinggi hasilnya metode kami atau cara lainnya. ( sebagai informasi yang kami dapatkan dari petani mitra kami ini, hasil musim yang lalu per batangnya sudah mencapai 1.5 kg per batangnya.)

FB_IMG_1507516055085

Yang ke 3. dalam hal kualitas hasil produksinya, mana yang lebih berkualitas? Biasanya hasil produksi buah dari pola KPo-KL, buahnya lebih tahan di pengangkutan, dipenyimpanan dan pasar lebih menyukai karena melihat dari tampilannya yang lebih merah menyala, mengkilat, lebih padat dan lebih berbobot.

FB_IMG_1507332220337

Data diatas merupakan informasi dari petaninya sendiri bukan dari “sales obat”, karena memang kami tidak menerapkan pola demikian. Biarlah petani mitranya sendiri yang berkata demikian , biarlah petaninya sendiri yang merasakan kepuasan, dan menceritakannya pada petani lainnya.

FB_IMG_1507332184322

Seandainya tidak ada keuntungan yang didapat, buat apa petani mitra tersebut bertahan dalam waktu yang bukan sebentar? Tiga tahun bersama sama dengan KPO_KL, bukan waktu yang singkat, kan ? Buat apa susah susah mengupload hasil penerapannya untuk disebarluaskan pada kita semua? Logika sederhananya, beliau tentunya merasa senang dengan cara ini dan ingin berbagi informasi dengan kita semua.

Syukurlah kalau demikian pak Harahap. semoga makin menyebara metode kita ini dan makin banyak petani disekitarnya bahkan diseluruh Pelosok negeri yang tertular dengan cara yang Bapak lakukan saat ini.

MAJU TERUS MITRA KPO-KL, DIMANAPUN BERADA, RAIH TERUS KEBERUNTUNGAN !!!

TUNAS TUNAS BARU MULAI BERMUNCULAN

Menindaklanjuti kunjungan KPO-KL ke kebun Gadog- Cipayung Kab. Bogor pada tanggal 25 Juli 2016 lalu, kami mendapat informasi berupa kiriman gambar gambar dari mitra di kebun tersebut.

Kebun seluas 5 hektar tersebut dibawah koordinator Bp. Dedi, dan Mas Dimas ini, saat ini mulai berkembang.

IMG-20160828-WA024

Kiriman gambar pada tanggal 29 Agustus 2016, oleh tehnisi lapangan Mas Suldi, membuat kami senang…., bagaimana tidak kondisi tanaman yang awalnya, ‘ngerem’, saat ini kondisinya mulai bermunculan tunas tunas baru. Bahkan, buah buah  bagian atasnya pun sudah…membentuk dan panjang panjang.

IMG-20160828-WA020

Pada saat kami ke kebun Gadog, kondisi tunas, seperti ‘berhenti’ dan membuat investor, “ketar-ketir”, karena tanpa adanya tunas tunas baru, apa lagi yang diharapkan?

IMG-20160828-WA014

Kalau kita lihat tulisan kami pada tanggal 25 juli 2016 lalu, tampak sangat berbeda denga kondisi saat ini setelah diberi perlakuan secara intensif dengan pola KPO-KL.

Tampak mas Suldi, yang merantau dari Jawa tengah/Purwokerto ini,  sangat respon juga dengan metode yang berbasis organik cara KPO_KL ini, menjelang pemetikan ke 5 saat ini kondisi tanaman makin lebat.

IMG-20160828-WA016

Selain tunas tunas yang bermunculan lagi, bunga dan buahnya pun saat ini makin lebat….

IMG-20160828-WA012

Ayo …. Mas Suldi , bujangan yang dipercaya oleh investor untuk mengelola lahan sekitar 2 hektar dari total 5 hektar yang ada saat ini, sudah merasakan   reaksi seteleh beberapa kali aplikasi dengan PROTEKTAN, BIOPESTIS, DAN PESNATOR.

IMG-20160831-WA001

Kiriman gambar pada tanggal 31 Agustus 2016, menjelang petikan ke 5, efek tunas yang sehat…., makin terasa saat ini, buah memerah dan warnanya CERAH…

IMG-20160831-WA003

Pengecoran Pormik, Protektan dan Biopestis pun ikut andil dalam mendorong munculnya tunas tunas baru, dan buah yang lebat.

Sukses mas Suldi, sebagai anak muda, generasi penerus sebagai “tunas muda”, kami  berharap tidak terkontaminasi, oleh “virus” pola kimia yang tak terkontrol.

Sukses petani Bogor- Sukses Petani Indonesia