Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: KERITING DAUN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 »

Mengendalikan Keriting daun dan Layu Fusarium , Sekaligus

Agak lama juga kami tidak memposting perkembangan tanaman mitra Kami dari Bukit Tinggi Bapak Ilham ini dan baru pada kesempatan ini kami kembali memantau perkembangan tanaman cabe lokal  Sumbar yang beliau tanam.

Informasi yang kami dapatkan saat ini Begitu sulitnya menanam varietas lokal Sumatera Barat khususnya paritas dari Payakumbuh yang tanamannya sangat mudah terserang keriting daun dan layu fusarium. Dua macam jenis gangguan tersebut sangat dominan pada saat ini.

Sebagaimana gambar yang kami terima pada saat ini tanggal 7 Januari 2019 di mana tanaman mengalami kerusakan yang fatal bahkan ada yang sampai 90% tingkat kerusakannya. Kenapa hal ini mudah terjadi pada pertanaman jenis cabe local?

Hal yang sebaliknya justru tanaman Mitra kami dengan varietas lokal tersebut kondisinya hingga saat ini bisa dikatakan sehat dan aman-aman saja Bahkan dalam satu sampai dua minggu terakhir ini tanamannya tidak dikunjungi  ke Kebun,karena satu dan lain hal, tetapi tanamannya tetap bertahan ….

Varietas lokal memang memerlukan pola penanaman yang agak berbeda dalam hal pemupukan nya dengan pola pada tanaman jenis hibrida. Tanaman lokal sangat sensitif sekali dari pemberian pupuk kimia yang berlebihan berdampak yaitu pada rapuhnya tanaman dari serangan penyakit layu fusarium.

Dan hasilnya sebagaimana yang kami muat hasil perkembangannya dalam halaman ini tanaman tetap berbuah lebat dan terhindar dari gangguan seperti layu fusarium dan keriting daun. Pola yang kami lakukan dalam hal ini sebenarnya sangat sederhana iaitu berupa pengaturan pemberian makanan rupa bahan organik yang ada pada Protektant Biopestis FreshTan , Cas dan Mikvator.

Produk tersebut secara pergantian saling melengkapi satu sama lain dan sekaligus untuk mengantisipasi penyakit keriting Daun dan juga layu fusarium. Tanaman yang pada saat penanamannya tidak menggunakan pupuk kandang sama sekali ini ternyata pertumbuhannya tetap subur dan tidak terlihat seperti kekurangan unsur hara.

Memang dalam mengantisipasi keriting daun tersebut kita mencoba suplai unsur hara yang diperlukan agar tanaman tidak sampai kekurangan unsur gizi yang diperlukan nya  , secara pelan-pelan dan juga  kami antisipasi betul sejak awal Agar tanaman tidak kelebihan makanan yang sebenarnya bisa menjadikan tanaman tersebut rawan terkena layu fusarium.

Jadi hal Yang penting dalam mengantisipasi keriting Daun dan layu fusarium ini dilakukan pemberian pola makanan yang terukur jangan sampai terjadi kekurangan yang bisa menyebabkan potensi keriting daun dan Tetapi jangan juga sampai berlebihan yang bisa menyebabkan terjadinya resiko layu fusarium.

Diperlukan memang semacam analisa yang cermat cara hati-hati sambil “meraba-raba” tingkat tekanan gas yang kita berikan pada pemupukan sebelumnya dan mengevaluasi kondisi tanaman sebelum memberikan pupuk susulan berikutnya. Jadi ibarat mengendara ,tetap feeling sangat berperan dalam mengatur dan memberikan tekanan Gas dan Rem Koplingnya.

Sukses  mitra KPO KL !!!

MENGATASI VIRUS KUNING dan RONTOK BUNGA

Pada beberapa waktu silam kami pernah Menulis artikel tentang keberhasilan Mitra kami di sebuah pulau di daerah Aceh. Nama Mitra tersebut adalah Bapak Arwadin, kali ini kami angkat tulisan dari Mitra binaan Bapak Arwadin, yaitu Bung Shaleh.

Hal yang menarik yang menjadi kajian kita kali ini adalah tanaman bapak Saleh yang awalnya terkena virus kuning berat bahkan nyaris putus asa tapi dengan ketekunan beliau dalam menerapkan metode k p o k l akhirnya tanaman rawitnya hingga saat ini terus berproduksi bahkan terjadi peningkatan yang signifikan.

 Demikian juga dengan tanaman cabe keriting varietas Lado yang juga terkena keriting daun yang sangat parah hingga akhirnya tanaman yang ditanam pada tanggal 5 Januari 2018 ini saat ini sudah mulai ketikan pertama.

Sementara itu tanaman rawitnya hingga saat ini telah berusia 5 bulan 20 hari. Adapun hasil dari rawit yang berjumlah 700 batang hingga saat ini sudah mencapai hasil sekitar 400 kiloan. Dengan harga saat ini di Aceh rata-rata Rp40.000 per kilo hasil demikian tentunya sudah melewati ambang batas biaya produksinya.

Secara telaten dan rinci kami terus mensuport dan memberikan pendampingan pada Mitra tersebut agar terus semangat dan menerapkan pola sesuai dengan ” tracknya”. Hasilnya tidak sia-sia tanaman yang awalnya terkena virus parah dan juga terkena keriting daun pada akhirnya bisa kembali pulih dan berproduksi secara kontinyu.

Adapun cara yang kami lakukan untuk mengatasi virus kuning keriting daun dan kerontokan bunga adalah dengan memberikan formulasi semprotan kocoran protektan dan biopestis dengan dosis 0,5 sampai dengan 1 mili per liter air. Selain itu kami juga memberikan kombinasi perlakuan insektisida kimia dengan dosis 0,3 mili per liter air.

Betapa senangnya Mitra kami ini di saat awalnya tanaman rawit tersebut bahkan sudah ditinggalkan saat ini kembali bisa dirawat bahkan bermunculan kembang-kembang baru dan buah yang makin lebat dan tidak mengalami kerontokan kembali.

Hal yang nyaris sama awalnya terjadi juga pada tanaman cabe keriting Bapak Saleh ini yang mana tanamannya pun terserang keriting daun yang mencapai hampir 95% tetapi dengan keyakinan dan ketelatenan menerapkan pola klinik pertanian organik kembang langit akhirnya tanamannya saat ini sudah mulai menghasilkan pula.

Menghindari Penggunaan pupuk kimia berlebih dan demikian juga mengurangi penggunaan pestisida kimia sambil diiringi dengan penggunaan pestisida organik (protektan dan biopestis) kembali terbukti dalam mengendalikan virus kuning keriting daun dan kerontokan bunga.

Pendampingan secara berkesinambungan terus kami lakukan untuk mitra mitra yang memerlukan perawatan tanaman dengan cara kpo KL. Semoga makin sukses petani  petani di kepulauan Simeuleu, DI. Aceh ini. Hal yang kami lakukan adalah berupa langkah kongkrit bukan hanya sekedar teori yang panjang lebar atau debat yang tak berujung. Salam sukses petani Indonesia.

CABE RAWIT , SETELAH BERTAHAN, DI MUSIM KEMARAU

Pada kesempatan ini, kami kembali memeparkan hasil penerapan mitra kami dari Cianjur Selatan, tepatnya didaerah Cidaun – Jawa Barat.

IMG-20171024-WA0222

Tanaman mitra kami ini, ditanam pada saat saat terik kering kerontang yaitu pada tanggal 28 Mei 2017. Apalagi tanaman mitra kami ini ditanam di pesisir selatan, Jawa Barat yang jaraknya ke tepi pantai hanya beberapa ratus meter saja.

IMG-20171024-WA0221

 Tanaman cabe rawit yang ditanam oleh mitra kami ini adalah, varietas Pelita. Sedangkan pengelolaanya menggunakan cara KPO-KL. Terlihat tunas tunasnya walaupun pada saat itu pengambilan gambar pada tanggal 12 Agustus 2017, usia tanaman dua bulan setengah.

IMG-20171024-WA0223

Jelas pada saat itu, bulan bulan Agustus adalah fase fase sulit penanaman cabe, tanah yang kering, panas yang terik bahkan untuk penyiraman pun sangat sulit, tetapi dengan pola KPO-KL ini, tanaman tetap bertahan dan berbuah dengan lebat.

IMG-20171024-WA0049

Ada yang menarik dari hasil penerapan mitra kami dari tepi pantai ini, yaitu tanaman sekitar 1.5 bulan  dari kondisi sebelumnya mengalami kekeringan sangat berat dan tanaman nyaris saja ‘ditinggalkan”.

Tetapi untunglah tanaman tetap bertahan seperti tampak dalam gambar yang diambil pada pada saat setelah petikan ke 5, pada tanggal 22 Oktober 2017.

IMG-20171024-WA0047

Tanaman rawit yang awalnya , hampir saja terbengkalai, akhirnya terselamatkan. adapun secara analisa usaha taninya, dengan petikan ke 5 ini, dikisaran harga Rp.8.000  , pak Husni Mubarok, sudah hampir impas untuk biaya pengeluarannya.

Diharapkan petikan ke-6 kelak, sudah tertutupi semua biaya peroduksinya dan mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

Dengan aplikasi dari atas Protektan Biopestis dan Pesnator plus 5 mili per tangki  insektisida kimia, mitra kami ini mampu bertahan di cuaca yang ekstrem panas.

Kami ikut senang….

( Tanpa banyak berteori… satu lagi mitra kami , membuktikannya….)