Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: insektisida organik

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 21 »

KPO-KL SAAT INI MENERAPKAN PULA SISTEM, MLM

Kali ini kami mencoba menggangkat hasil penerapan dri mitra kami dari Hutaimbaru, Sipirok Tapanuli Selatan.

FB_IMG_1509249582709

Secara  berkesinambungan mitra kami ini Bp. Harahap, terus mengirimkan gambar perkembangan tanamannnya pada kami untuk dianalisa dan untuk kami ‘kaji’ bersama.

FB_IMG_1509249627507

Pemantauan secara bersama sama dan juga secara berkelanjutan kami kaji perihal kondisi tanaman terkini. Kondisi tanaman , tingakt serangan hama dan penyakitnya, kami analisa secara detail dan komprehensif.

FB_IMG_1509249597519

Semua tanaman pada artikel kami kali ini diambil pada saat menjelang petikan ke 9. Kondisi tanaman  sangat segar bugar, terhindar dari keriting daun, virus kuning, layu dan antraknose/patek.

FB_IMG_1509249608604

Kami memberikan pendampingan dan konsultasi secara tak berbayar pada mitra mitra kami dalam hal menerapkan metode perawatan tanaman cara KPO-KL. Hasil dari pendampingan ini ternyata hasilnya sangat  diluar dugaan, mitra kami tersebut secara sukarela pula, mau dan bersedia memaparkan metode tersebut pada petani petani disekitarnya , bahkan petani diluar daerahnya.

FB_IMG_1509340152043

Kami memaparkan metode kami secara sukarela dan ternyata mitra mitra kami pun yang tersebar diseluruh daerah kembali memaparkan metode tersebut pada petani lainnya.

(Tanaman begitu segar bugar dan semoga untuk seterusnya , aman dan terhindar dari segara ‘marabahaya’.)

FB_IMG_1509339823373

( Setelah petikan ke 9 tanaman, justru saat ini mulai lagi mengeluarkan bunga, pentil dan buah baru , perkembangan seperti tiada hentinya. Adapaun data yang diberikan oleh Bp. Harahap setelah petikan ke 9 tersebut adalah sbb:  Jumlah tanaman sekitar 1300 batang, Petikan 1- 5, 18.5 kg- 19.5 kg-46 kg- 47 kg-120.5 kg – petikan 6-9 : 102.5kg – 140.5  kg , 88 kg dan 121.5 kg jadi total petikan dari jumlah tanaman tersebut hingga saat ini 702 kg ). Kisaran harga di sipirok dsk, saat ini dikisaranRp.25.000- Rp. 38.000 per kg nya.

Untuk hasil demikian kami persilahkan saudara saudara yang menilainya sendiri, apakah minim atau wajar… monggo !!!

FB_IMG_1509339813360

Kami menyertakan data apa adanya  berdasarkan kiriman dari mitra kami tersebut yang sangat kooperatif dan terasa ada jalinan kemitraan yang “sangat dalam” .

Mitra mitra kami tersebut sama sekali tidak ada , menjual produk, tidak ada mendistribusikan produk untuk mencari keuntungan, mereka adalah petani , murni petani yang merasa puas dengan hasil yang meraka peroleh dari penerapan cara KPO-KL.

Dari tingkat kepuasan tersebut mereka rupanya ingin berbagi kembali dengan petani lain, agar petani disekitarnya bisa pula berhasil dengan cara yang serupa dengan beliau.

Dalam Hal ini yang kami maksudkan dengan MLM adalah , Multi Level Methode, bukan  ML Marketing Lho !!!

Metode nya yang kami Multi lavelkan, sebab kalau hanya sekedar produknya yang di Marketingkan, hasilnya tentunya bisa jauh dari harapan.

PERTANIAN BERBASIS ORGANIK (KPO KL), PESTISIDA DOSIS RENDAH SAJA

Ada hal yang membuat kami miris dalam pemantauan kami sehari hari di lapangan, yaitu penggunaan pestisida kimia dosis tinggi dalam mengendalikan hama dan penyakit.

IMG-20170309-WA0020

Tetapi tidak demikian halnya dengan cara kpo KL terapkan ,kami dalam setiap aplikasi insektisida kimia hanya menggunakan dosis yang sangat rendah yaitu dikisaran 3-5 mili per tangki 15-20 liter air.

IMG-20170309-WA0025

Demikian juga dalam hal penggunaan fungisida kimia hanya dikisaran 5-10 gram saja per tangkinya. Kalau perihal hasil yang diperoleh, tanaman yang menjawabnya.

Tanaman mitra kami sdr. Khoer dari desa Mekar Sari Cikajang ini, saat pengamatan dilakukan yaitu 5 bulan kurang 5 hari. Kondisinya, kami lihat sendiri terhindar dari ulat hama thrips tungau , busuk buah, layu fusarium dan bercak daun.

IMG-20170309-WA0022

Gambar yang kami lampirkan pada artikel kali ini merupakan sambungan artikel sebelumnya,yang mana gambar latar belakangnya, ada bangunan Sekolah SMP Mekar Sari.

Dosis anjuran insektisida dalam kemasan ,biasa tertulis 2 gram/2 mili per liter air, jadi kalau 1 tangki 15 liter saja, yang mesti dicampurkan adalah 30 gram per Tangkinya, kisaran 3 sendok makan….wah wah wahh

IMG-20170309-WA0021

Demikian juga fungisidanya, sedemikian tinggi dosis yang digunakannya. Bahkan disebagian tempat,atau mungkin juga ditempat saudara, sudah ada yang menggunakan 1 liter pestisida per tangki 15-20 liter, jangan dikira ngak ada lho….ini real koq, benar benar ada.

IMG-20170309-WA0020

Efek tanaman yang terkena racun pestisida tersebut menjadi berefek  toksik pada tanaman. Toksik / Racun . Ya jelas saja, pemberian racun menjadikan tanaman teracuni.

Silahkan saja , yang masih gemar meracuni tanamannya, karena pola pertanian adalah pilihan, kalau kami memilih cara kami sendiri, yaitu menggunakan pola pertanian yang meminimalisir penggunaan pestisida kimia.

Dengan pola KPO KL ini ternyata penggunaan pestisida dosis rendah ternyata tetap efektif dan hama tidak menjadi resistent.

Suatu pembodohan yang mengatakan kalau penggunaan insektisida dosis rendah dibawah anjuran, justru menjadikan hama menjadi kebal. Yang terjadi saat ini adalah sebalikanya , kenapa dosis tinggi saja hama menjadi kebal???Dan ketergantungan ini akan terus terjadi selama pestisida kimia menjadi senjata andalan petani dalam pengendalian hama dan penyakitnya.

Tanaman kami , aman aman saja tuh!!! Syukur pada yang Maha Kuasa, yang telah memberikan kesehatan pada tanaman kami yang diberi makanan berguna bukan diberi minuman berupa “racun”.

PERBEDAAN DARI EFEK INSEKTISIDA KIMIA DAN ORGANIK

Dalam artikel kali ini walaupun judul diatas menyatakan adanya perbedaan  antara efek dari penggunaan antara insektisida kimia dan organik, tetapi kami harapkan mitra mitra untuk tidak memisahkan secara “kaku” antara kedua efek tersebut.

9,12

Pada hari sabtu tanggal 12 Maret 16, kami dari KPO_KL, kembali memantau hasil penerapan yang dilakukan oleh mitra kami pak RW Bambang, di Pasir bajing- Leuweung Tiis , Garut . Kondisi tanaman pada usia pas tiga bulan ini, sangat menggembirakan kami, karena tanaman tumbuh subur dan berbuah dengan lebatnya. ( Tampak dalam gambar pak RW Bambang, tersenyum gembira dengan kondisi tanamannya yang bisa dibilang relatif aman dari serangan hama ulat atau thrips dan tungau.

8,12

Tak Jauh dari kebun pak RW (sekitar 30 meter saja dari kebun pak RW), ada pertanaman cabe pak RW Bambang yang dikelola oleh pak Dirja, yang kondisinya cukup berbeda pertumbuhannya. Tanaman pak Dirja ini, usianya hampir sama dengan usia tanaman pak Bambang (selisih sekitar seminguan saja, lebih dahulu tanaman pak Bambang).

Tetapi yang membedakan adalah dianataranya, dipola penggunaan insektisidanya, tanaman pak Bambang menggunakan prioritas pada insektisida organik dari KPO-KL ( Protektan dll) sedangkan tanaman pak Dirja masih menggunakan pola kimia murni.

IMG_20160227_164821

Namun kami bersyukur, terhitung sejak tanggal 12 Maret 16, saat ini pak Dirja ( duduk diatas ) yang merupakan petani cabe yang sangat senior di daerah Leweng tiis, akhirnya “luluh juga” dengan pola nya yang berbasis kimia.

 Pada hari ini, setelah pengamatan yang panjang  TANPA diskusi dan perdebatan yang memakan banyak waktu, akhirnya pola pak MULAI, beralih ke pola berbasis organik ala KPO-KL.

2,12

Ada satu hal lagi yang kami temukan dilapangan yaitu, hama hama ulat, ternyata tidak hanya tertolak- tidak mau makan, tetapi juga bisa mati kaku, setelah menggunakan pola KPO-KL ini.

7,12

Selain itu perbedaan yang tampak adalah, dengan penggunaan insektisida organik cara KPO-KL ini, tunas tunas bukannya terbakar apabila “over dosis” tetapi justru “tambah naik dan terus naik”.

6,12

Kombinasi insektisida organik cara KPO_KL disertai penambahan insektisida kimia dengan dosis rendah, juga memacu perkembangan buah cabe dibagian ujung.

3,12

Demikian juga buah pada percabangan samping, berkembang dengan lebatnya.

Semoga saja dengan pola berbasis insektisida organik plus sedikit insektisida kimia , makin banyak petani petani seniaor seperti pak Dirja yang tergugah dan mulai beralih kepola yang lebih ramah lingkungan ini. Apalagi saat ini, harga cabe dipasaran sedang melambung tinggi kembalim saatnya kita merawat tanaman kita dengan sepenuh hati (dengan rasa), dan berusaha agar tidak merusak jaringan tanaman dengan penggunaan insektisida dosis tinggi.