Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: insektisida kimia

PERBEDAAN DARI EFEK INSEKTISIDA KIMIA DAN ORGANIK

Dalam artikel kali ini walaupun judul diatas menyatakan adanya perbedaan  antara efek dari penggunaan antara insektisida kimia dan organik, tetapi kami harapkan mitra mitra untuk tidak memisahkan secara “kaku” antara kedua efek tersebut.

9,12

Pada hari sabtu tanggal 12 Maret 16, kami dari KPO_KL, kembali memantau hasil penerapan yang dilakukan oleh mitra kami pak RW Bambang, di Pasir bajing- Leuweung Tiis , Garut . Kondisi tanaman pada usia pas tiga bulan ini, sangat menggembirakan kami, karena tanaman tumbuh subur dan berbuah dengan lebatnya. ( Tampak dalam gambar pak RW Bambang, tersenyum gembira dengan kondisi tanamannya yang bisa dibilang relatif aman dari serangan hama ulat atau thrips dan tungau.

8,12

Tak Jauh dari kebun pak RW (sekitar 30 meter saja dari kebun pak RW), ada pertanaman cabe pak RW Bambang yang dikelola oleh pak Dirja, yang kondisinya cukup berbeda pertumbuhannya. Tanaman pak Dirja ini, usianya hampir sama dengan usia tanaman pak Bambang (selisih sekitar seminguan saja, lebih dahulu tanaman pak Bambang).

Tetapi yang membedakan adalah dianataranya, dipola penggunaan insektisidanya, tanaman pak Bambang menggunakan prioritas pada insektisida organik dari KPO-KL ( Protektan dll) sedangkan tanaman pak Dirja masih menggunakan pola kimia murni.

IMG_20160227_164821

Namun kami bersyukur, terhitung sejak tanggal 12 Maret 16, saat ini pak Dirja ( duduk diatas ) yang merupakan petani cabe yang sangat senior di daerah Leweng tiis, akhirnya “luluh juga” dengan pola nya yang berbasis kimia.

 Pada hari ini, setelah pengamatan yang panjang  TANPA diskusi dan perdebatan yang memakan banyak waktu, akhirnya pola pak MULAI, beralih ke pola berbasis organik ala KPO-KL.

2,12

Ada satu hal lagi yang kami temukan dilapangan yaitu, hama hama ulat, ternyata tidak hanya tertolak- tidak mau makan, tetapi juga bisa mati kaku, setelah menggunakan pola KPO-KL ini.

7,12

Selain itu perbedaan yang tampak adalah, dengan penggunaan insektisida organik cara KPO-KL ini, tunas tunas bukannya terbakar apabila “over dosis” tetapi justru “tambah naik dan terus naik”.

6,12

Kombinasi insektisida organik cara KPO_KL disertai penambahan insektisida kimia dengan dosis rendah, juga memacu perkembangan buah cabe dibagian ujung.

3,12

Demikian juga buah pada percabangan samping, berkembang dengan lebatnya.

Semoga saja dengan pola berbasis insektisida organik plus sedikit insektisida kimia , makin banyak petani petani seniaor seperti pak Dirja yang tergugah dan mulai beralih kepola yang lebih ramah lingkungan ini. Apalagi saat ini, harga cabe dipasaran sedang melambung tinggi kembalim saatnya kita merawat tanaman kita dengan sepenuh hati (dengan rasa), dan berusaha agar tidak merusak jaringan tanaman dengan penggunaan insektisida dosis tinggi.

DISAAT….. PESTISIDA KIMIA… TAK MEMPAN LAGI…

Pada artikel kami kali ini, kembali kami tampilkan hasil aplikasi mitra kami  Bp. Dedi  Herdiyana, dari Majalaya, Bandung selatan, tepatnya  Lokasi kebun mitra kami ini berada di Jl. Cagak/Anyar, Rancaekek -Majalaya,  Depan Pom Bensin di Manilancan, Majalaya-Bandung. Luas areal yang ditanami sekitar 700 tumbak ( sekitar 1 hektaran.)

foto0081

Hasil yang didapat setelah petikan ke empat adalah 575 kg, jadi total hingga  saat ini  adalah (panen 1-3 total 1067 kg + 575 = 1642 kg ) hasil yang menggembirakan tentunya.

foto0095

Buah siap petik lagi, jumlah nya diperkirakan masih sangat banyak sekitar 40-50 buah lagi yang masih menggantung dipohon dan siap di petik.  Kita berdoa bersama …Semoga berhasil ya pak Dedi..

foto0096

Dimana sebelumnya kondisi buah cabe ini, “boro-boro” bisa berwarna merah, masih hijau dan kecil saja sudah di”entup” lalat buah. Padahal pestisida yang digunakan bisa mencapai 11 (sebelas) macam per aplikasinya.  Total biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 6 juta per minggunya.  Bagaimana petani tidak bingung… kalau biaya yang dikeluarkan hingga sebesar ini.

foto0097

Kondisi tanaman setelah petik.  Pada saat itu, mitra kami ini betul betul dibuat “stress” dengan kondisi tanamannya yang subur tetapi tidak menghasilkan.  Bagaimana tidak tanaman cabe Bp. Dedi ini justru rentan sekali diserang oleh hama lalat buah dan busuk buah antraknose.

foto0100

Bapak Dedi,  sebenarnya pada saat itu,  didampingi oleh  “petugas ” dari salah satu perusahaan kimia.

IMG-20140124-00711

Namun apa yang terjadi? tanaman cabe Varietas tanjung bapak Dedi tidak bisa di petik/panen. jangankan memerah, cabe ukuran kecil saja sudah di lobangi oleh lalat buah, Bahkan Bp. Dedi ( berkaos abu-abu, tengah) sempat di bawa kerumah sakit karena terkena serangan penyakit Stroke selama 24 jam, karena  “tensi yang naik” akibat memikirkan tanamannya yang rusak oleh lalat buah.

foto0103

Tapi saat ini, penyakit tersebut sudah tidak lagi menyerang, karena  buah cabe mitra kami ini, sudah bisa memerah dan dihargai dipasar Caringin Bandung dengan harga yang lebih tinggi 4ooo an.

foto0104

Saat ini, katanya  ‘petugas’  pestisida kimia tersebut sudah “pindah” ke lokasi yang lain.

foto0108

Hasil pada petikan ke 4, dengan hasil yang sangat menggembirakan dan buah yang busuk pun , semakin berkurang.

foto0112

Kualitas buah super, bahkan tanaman pun saat ini bertunas kembali.

foto0178

Tunas terus…. bermunculan kembali…., semoga bisa bertunas terus dan bisa mendapatkan buah “periode kedua”.

foto0120

Kami tidak sedang “belajar menulis/ mengarang” , tetapi data ini kami tampilkan apa adanya.

foto0134

Ini realita yang ada, pestisida kimia mulai makin tidak mempan lagi  dalam mengatasi hama penyakit tanaman , termasuk lalat buah  dan  antraknose.

foto0155

Kondisi tanaman saat ini, bahkan sempat tidak disemprot selama 10 hari…, namun tanaman terus bertahan.

foto0160

Buah – buah kualitas super, bahkan kalau menurut Mas Fathu dari Tegal, peserta pelatihan Gelombang XVI, yang sempat meninjau langsung ke lokasi ini ,mengatakan kualitasnya ‘SUPER SEKALI”.

foto0161

Mas Fathu yang notabene petani cabe Tegal yang secara geografis dekat dengan Brebes dan merupakan asal muasal varietas CABE TANJUNG ini pun memberikan penilaian yang sangat positif terhadap cabe yang saat ini dikelola dengan metode pertanian berbasis organiik ala KPO-KL.

foto0167

Pada musim hujan seperti saat ini, dimana  pak Dedi sempat  “kebingungan” dengan tanamannya yang rentan terserang hama lalat buah dan penyakit patek, petani mitra kami, Bp. Dedi justru… setelah MENGENAL KPO, tidak kebingungan lagi.

Disaat musim hujan, disaat petani kebingungan, disaat pestisida kimia tidak  mempan lagi… Ternyata dengan menggunakan metoda KPO yang mengusung  berbasis organik  ALHAMDULILLAH… tanaman Bp. Dedi bisa menghasilkan yang cukup segnifikan setelah mengenal METODA KPO.

Sebenarnya dalam kehidupan kita sehari haripun hal ini sering kita lihat dan amati, dimana disaat…obat kimia /medis secara modern sudah tidak mampu lagi mengatasi suatu penyakit, biasanya kita memilih terapi herbal sebagai alternatif.

…..