Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: insektisida alami

PERTANIAN ORGANIK cara KPO-KL,MEMANGKAS BIAYA PRODUKSI

Sdr. Rilvanu Luqman, mahasiswa  UNIVERSITAS PADJAJARAN, FAKULTAS PERTANIAN,PROGRAM STUDI AGRIBISNIS ANGKATAN TAHUN 2008,sedang mengadakan penelitian untuk materi penyusunan skripsi, di PT.KEMBANG LANGIT,dengan  menganalisa segi efisiensi  biaya produksi  dengan sistem pertanian organik  yang telah dan sedang digunakan oleh KLINIK TANI ORGANIK KEMBANG LANGIT,dibandingkan dengan sistem pertanian  yang menggunakan tehnik  kimia .

Penelitian ini sedang berjalan sampai saat ini,pengumpulan data sedang dilakukan ke beberapa petani binaan KLINIK PERTANIAN ORGANIK  KEMBANG LANGIT, jadi kami belum bisa mengambil suatu  kesimpulan secara  terperinci.  Namun dari data “kasar” yang belum di olah,kami bisa mengambil kesimpulan sementara berdasarkan data dari petani binaan,kurang lebih sebagai berikut :

PUPUK DASAR

Pupuk dasar berupa pupuk kandang  yang digunakan dengan tehnik organik kembang langit 1/5 (seperlima)  lebih hemat,dari tehnik kimia.Biaya Pembuatan bedengan,tidak ada,sebab bedengan tidak dibongkar tetapi memanfaatkan bedengan yang sudah ada.  Hal ini jelas dengan tehnik kami bisa dilakukan karena tanah bukannya mengeras seperti halnya pemberian pupuk kimia tetapi justru makin gembur/subur.

PUPUK SUSULAN

Pupuk susulan berupa pemberian pupuk secara dikocorkan,hanya 1-2 kg  NPK per 200 liter air,sedangkan kebiasaan petani pemberian pupuk sekitar 3-5 kg NPK  per 200 liter air.

PESTISIDA

Insektisida yang digunakan hanya insektisida dengan b.a. Prefonofos, 1/3 – 1/2 dari dosis anjuran,sedangkan akarisida  untuk mengendalikan hama thrips dan tungau,tidak kami gunakan sama sekali. Padahal biaya pestisida kimia untuk mengendalikan HAMA THRIPS DAN TUNGAU,terbilang paling besar. Fungisida yang diberikan SETELAH DICAMPUR POCAniL, (1/2 sendok makan) untuk pencegahan penyakit tanaman, sangat rendah,hanya sekitar 1/2 sendok makan pula per tangki 17 liter.

Insektisida dan AKARISIDA yang kami gunakan untuk pengendalian HAMA THRIPS,TUNGAU, ULAT DAN LALAT BUAH  dengan memanfaatkan PESTISIDA ALAMI , PROTEK-tan dan PESNATOR.

PUPUK DAUN DAN PUPUK BUAH

Dengan kondisi hasil sebagaimana yang anda bisa perhatikan seperti dalam gambar hasil aplikasi kami ini,pengguanaan  PUPUK BUAH, tidak kami gunakan lagi.

HORMON PERTUMBUHAN/ZAT PENGATUR TUMBUH

ZPT,tidak kami berikan lagi,sebab fungsi-fungsi ini,SUDAH TERDAPAT dalam PROTEK-tan, BIOPESTIS  dan PESNATOR.

PEREKAT/PEMBASAH PENEMBUS

Walaupun pada saat ini ditempat kami curah hujan masih ada,dalam aplikasinya kami sudah tidak menggunakan pula PEREKAT. Data akurat dan terperinci memang sedah diolah,tetapi secara garis besarnya,bisa kita hitung bersama,berapa kira-kiranya pemangkasan biaya produksi yang dikurangi dengan tehnik ALAMI ALA PERTANIAN BERBASIS ORGANIK KEMBANG LANGIT ini.

Selain itu sebenarnya dengan sistem pertanian organik,sebenarnya banyak biaya biaya lain yang dipangkas baik untuk jangka pendek maupun jangka panjangnya.

1. Segi KESEHATAN baik petani maupun konsumen dari produksi hasil pertanian tersebut. Seperti halnya saat ini,semakin banyaknya penyakit-penyakit degenaratif yang timbul akibat akumulasi dari penggunaan PESTISIDA  KIMIA. Biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kesehatan  akibat/efek dari  penggunaan PESTISIDA DAN PUPUK KIMIA,mungkin tak terhingga…

(Pengamatan, hasil aplikasi dengan sistem PERTANIAN ORGANIK,gambar ini hasil lanjutan pengamatan gambar sebelumnya/masih dalam lokasi yang sama)

2.  Segi LINGKUNGAN.  Sudah menjadi suatu kebiasaan ditempat kami,untuk mencari areal baru walau dengan membabat hutan digunung ,dengan alasan mencari lokasi  “FRESS” yang belum “LETIH”.  Sebenarnya ” KELETIHAN” TANAH INI ADALAH AKIBAT,terlalu seringnya ditanami dengan menggunakan TEHNIK PEMUPUKAN KIMIA.  Dampak dari kerusakan lingkungan akibat hutan yang sering dirambah sudah sangat terasa oleh sebagian besar masyarakat kita. Kalau kita hitung-hitung…berapa biaya yang mesti dikeluarkan untuk hal yang demikian?

3. Segi EKOSISTEM PADA LINGKUNGAN PERTANIAN.  Dampak perlakuan dengan pestisida yang dilakukan secara terus menerus,meyebabkan timbulnya serangga hama dengan BIOTYPE BARU,yang semakin resisten terhadap INSEKTISIDA,sehingga pemberian baik jenis maupun dosis dari pestisida makin tinggi.  Terjadinya ketidak seimbangan ekosistem setempat,antara hama dan musuh alami misalnya.  Musuh alami tidak lagi efektif untuk membantu petani dalam pengendalian hama,sehingga akhirnya hanya mengandalkan insektisida kimia  dalam tehnis pengendaliannya hama yang kian kebal.  Kalau sudah begini berapa penambahan biaya yang dikeluarkan untuk hama -hama ‘BANDEL’ ini?

…..