Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: insektisida alami

1 2 3 »

“KONTRA INDIKASI” PADA PUPUK DAN PESTISIDA

Istilah “kontra indikasi” ini,sering kita lihat pada kemasan-kemasan obat kimia.   Kami mencoba untuk mengadopsinya pada  dunia pertanian ,karena menurut pengamatan kami,hal ini  sangat erat relevansinya.  Definisi KONTRA INDIKASI itu sendiri ,secara sederhana adalah sbb:  INDIKASI = FUNGSI DARI OBAT ITU SENDIRI, jadi KONTRA INDIKASI  adalah = LAWAN dari INDIKASI, ATAU MAL FUNGSI dari obat tersebut.
 Misalnya saja di obat merk  ULT** F LU ,dalam  kemasannya tercantum indikasi untuk mengobati gejala flu , sedangkan tercantum pula dalam kemasannya ,KONTRA INDIKASI  bagi orang yang menderita liver artinya  seandainya  diminum orang yang sakit flu, penyakitnya  bisa jadi sembuh, tapi akan BERBAHAYA jika si penderita flu itu ternyata juga punya penyakit liver.
Gambar 1. (Untuk menjelaskan teori ini,kami mencoba menampilkan hasil aplikasi yang telah kami lakukan di “lapangan”.  Uji efikasi ini,kami lakukan tahun yang lalu.  Tanaman brokoli ditumpang sarikan dengan tanaman cabe keriting.  Kondisi kedua tanaman,awalnya dalam kondisi yang baik).
Pada bagian yang lalu pernah kami ulas perihal perbedaan perlakuan pestisida antar tanaman yang ditumpangsarikan,dalam  hal ini,antara tanaman cabe dan brokoli.  Sedangkan pada pembahasan kali ini ,yang akan kami ulas adalah fungsi suatu pestisida (dalam ulasan kali ini,kami fokuskan pada insektisida) bisa mempunyai KONTRA INDIKASI pada suatu jenis tanaman.
Gambar 2. (Kondisi tanaman  tumbuh dengan “normal” ,namun setelah diapkikasikan insektisida  pengendali ulat Croccidolomia binotalis untuk tanaman brokoli dan juga ulat Spodoptera litura pada tanaman cabe, namun tanaman cabe yang awalnya pertumbuhannya baik (tampak pada gambar 1),kemudian menjadi  “terganggu”  setelah terkena,Insektisada  ULAT ).
Dalam pembahasan kali ini kami ingin mengemukakan bahwa ,Spektrum fungsi  yang LUAS pada suatu jenis INSEKTISIDA belum tentu bisa EFEKTIF , SATU SAMA LAIN ,bahkan terkadang bisa menjadi KONTRA INDIKASI  pada tanaman tersebut.
Gambar 3.( Wah…wah …wah…Daun Tanaman cabe,menjadi berkerut-kerut dan keriting.  Tanaman brokoli memang  berhasil panen,tetapi reaksi dari INSEKTISIDA ULAT  yang diarahkan untuk mengendalikan ulat brokoli dan juga untuk  ulat cabe, mengakibatkan efek yang tidak kecil pada tanaman cabe. . )
Dari uraian yang diperkuat dengan data /gambar yang kami paparkan, bisa kami ambil  suatu PERNYATAAN ,bahwa suatu INSEKTISIDA yang efektif untuk mengendalikan(misalnya ) HAMA ULAT, ternyata bisa memberikan KONTRA INDIKASI, pada tanaman cabe .  Jadi kalau demikian sudah selayaknya apabila dalam SUATU KEMASAN PESTISIDA KIMIA untuk TIDAK RAGU MENCANTUMKAN , KONTRA INDIKASI dari produk yang direalisenya.
Gambar 4.( Kami mencoba “memulihkan” dampak  dari Insektisida kimia  tersebut,dengan mengapliksikan tehnik pertanian berbasis organik ala kliniktaniorganik. )
Dalam suatu kemasan produk pestisida kimia, memang sudah  DICANTUMKAN , EFEK PESTISIDA TERSEBUT untuk manusia,seperti berikut ini:
Dalam dosis tertentu bisa menyebabkan muntah-muntah, kejang-kejang, penghambatan pernapasan dan mempengaruhi sistem syaraf pusat/otak.  Namun belum pernah terlihat dalam kemasan suatu pestisida yang mencantumkan KATA KONTRA INDIKASI dalam produknya,misalnya :  INSEKTISIDA ini,untuk mengendalikan HAMA ULAT, tetapi tidak dianjurkan untuk tanaman yang terserang KERITING DAUN. Mengacu definisi Kontra indikasi yang kami paparkan diawal, jadi dengan pemberian  insektisida tertentu,bisa “mengobati” ulatnya dan ulatnya MATI,tetapi BERBAHAYA bagi tanaman yang MENDERITA KERITING DAUN….
Gambar 5.( Akhirnya dua bulan kemudian,kondisi  tanaman cabe yang awalnya  “rusak” akibat KONTRA INDIKASI,kembali pulih dan bisa berproduksi secara optimal.)
Mungkin tidak akan pernah ada perusahaan yang “berani” dan mau mencantumkan KONTRA INDIKASI ini pada kemasan produknya,tetapi minimalnya,kita sebagai petani dan pengguna produk-produk INSEKTISIDA  TERTENTU,bisa mengetahui dan memahami bahwa terdapat suatu kontra indikasi yang dampaknya tidak bisa dianggap “sepele”.

Gambar 6. ( Kami tampilkan contoh aplikasi pada  tanaman yang  kami hindari dampak  kontra indikasinya.  Gambar Tanaman ini kami terima dari Mitra kami di Banyuwangi. Usia tanaman 34 hari)

Analisa dan pengamatan kami menunjukkan bahwa selain pada INSEKTISIDA,seharusnya pada FUNGISIDA pun,ada tertera KONTRA INDIKASI.  Misalnya dalam kemasan tertera, FUNGISIDA ini,efektif untuk  mengendalikan BUSUK DAUN DAN BUSUK BUAH,tetapi tidak dianjurkan digunakan pada tanaman yang tunasnya ada gejala “mengkeret”….

Gambar 7.( Contoh aplikasi pada tanaman cabe besar,yang merupakan lanjutan dari gambar 6.  Usia tanaman hingga tanggal 24 Nov 12,pas 111 hari.  Tanaman yang kami pantau dari jarak jauh,  walaupun sudah panen merah 9 kali,saat ini perkembangannya masih tetap produktif.)

Selain pada PESTISIDA,Kami juga mencoba “mencari sendiri” kontra indikasi  PUPUK JENIS TERTENTU pada HAMA DAN PENYAKIT pada tanaman.

Gambar 8.(Tanaman cabe  TW ini,dipanen Merah/matang, dan menurut kami,memang tidak mudah mengupayakan tanaman bisa dipetik Merah,apalagi hingga saat ini,telah dipetik 9 kali.)

 Selama ini,yang kita sering pelajari adalah,fungsi  suatu pupuk baik,unsur hara makro maupun unsur hara mikronya.  Misalnya saja unsur hara Nitrogen,Phosfat,Kalium, Calsium ,Sulfur ,Chlor dsb.   Namun menurut kami sangat disayangkan,kita tidak mendapatkan KONTRA INDIKASI dari berbagai  jenis unsur hara PUPUK -PUPUK TERSEBUT.

Gambar 9.(Gambar 6 s.d 9,dipantau dalam lokasi yang sama , pengambilan gambar 9 ini, pada tanggal 24 Nov 12.  Tanaman masih hijau dan buah dan tunas terus “menaik”. )

Padahal berdasarkan “Rumus” yang kami himpun, setiap unsur hara baik makro maupun mikro  bahkan pupuk kandang sekalipun,mempunyai KONTRA INDIKASI secara khusus.  Misalnya saja yang pernah kami paparkan terdahulu, bahwa pupuk dengan Unsur NITROGEN ,mempunyai KONTRA INDIKASI , untuk tanaman yang sedang sakit ‘BUSUK DAUN ATAU BUSUK BUAH’ ( artinya,pupuk Nitrogen tersebut untuk tidak digunakan pada saat tanaman terkena busuk daun/buah).  Contoh lain, Unsur Phosfor,mempunyai KONTRA INDIKASI ,untuk tidak diberikan pada tanaman yang pertumbuhannya KERDIL atau unsur SULFUR/BELERANG  mempunyai KONTRA INDIKASI pada tanah yang menpunyai KEASAMAN TINGGI.
Perihal KONTRA INDIKASI ini,belum “terbahas” dalam dunia pertanian,padahal berdasarkan pengamatan kami,justru  banyak nya terjadi kegagalan dalam berCOCOK TANAM, akibat pupuk dan pestisidanya yang KURANG COCOK  karena kurang /belum memahami  efek dari KONTRA INDIKASI  baik pupuk dan pestisida kimia tersebut.