Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: hama thrips

1 2 3 »

MENGENDALIKAN HAMA THRIPS DAN TUNGAU PADA CABE KERITING

 Hama thrips dan tungau merupakan dua hama yang bisa membuat petani kelimpungan, karena apabila serangan sedang tinggi, bisa menyebabkan tunas tanaman menjadi  seperti terhenti.

IMG_6878

Gambar.1. Dalam kesempatan ini kami sertakan hasil aplikasi dari mitra kami di Muaro Jambi- Jambi, pada tanaman cabe keriting yang hingga saat ini, tanaman telah berusia 70 harian, tunas tunasnya tidak mengalami keriting daun.

IMG_0815

Gambar 2. Buah juga sudah mulai tampak lebat.  dalam mengendalikan hama tersebut biasanya langkah yang kami lakukan adalah dengan menyemprotkan Protek-tan, Pesnator dan  Biopestis dengan dosis sekitar 1-3 tutup per tangkinya.

IMG_2060

Tanaman tampak subur dan terhindar dari serangan hama thrips dan tungau.  Selain itu dari “bawah” langkah yang kami lakukan adalah dengan aplikasi memberikan pupuk secara di kocorkan . Pupuk yang kami berikan adalah kombonasi antara pupuk Protek-tan, Pupuk Cas dan Biopestis dengan dosis yang sangat rendah per drum 120 liter airnya.

IMG_3928

Gamabr 4. Hasilnya, hingga saat ini, sangat menggembirakan, tanaman tidak mengalami gangguan keriting daun yang berarti.  Jadi kombinasi antara pengecoran dan aplikasi semprot saling menunjang dalam menghindari serangan hama tersebut.

Semoga berhasil pak Wadmo,  Sukses !!!

BERUBAH KE POLA PERTANIAN ORGANIK

Pola pertanian  berbasis kimia,baik pupuk dan pestisida kimia, yang sudah berlangsung  lebih dari 40 tahun ,hingga saat ini  bukan hanya membekas tetapi bahkan sudah  merasuk kedalam tulang  sumsum,dan diperlukan upaya yang serius dan waktu untuk mengubahnya kembali ke”jalan yang benar”.

Gambar 1.( Uji terap tahun lalu, akhir tahun 2011,lokasi di Tutugan Leles, Garut,Jawa Barat, usia tanaman 1 bulanan,penanaman bulan November 12.)

Cara pertanian kimia yang bukan hanya telah “mendarah daging” bahkan menurut kami telah masuk ke “tulang sumsum”,mengapa tidak?  Sudah jelas-jelas tehnik ini, lebih banyak Madharat nya dibanding Manfaatnya,tetapi SEBAGIAN BESAR petani tetap saja menggunakannya, begitu TEGAR  tak tergoyahkan,KARENA ” TULANG BELAKANG nya” telah berisi   ” sum-sum yang terbentuk dari unsur-unsur  kimia”.

Gambar 2.( Masih dalam lokasi yang sama dengan gambar 1, pengambilan gambar pada saat usia tanaman kurang lebih 5 bulanan. Kondisi tanaman,segar bugar,berbuah lebat walaupun hingga saat ini sudah dilakukan penanaman tanaman cabe pada lokasi ini sebanyak  7 (tujuh) kali berturut-turut.)

Pola pertanian yang berkonsep pertanian kimia,sudah banyak membawa korban,bahkan kalau anda menyimak komentar di” Surat Pembaca” di web kami, korbannya bukan hanya tanamannya sakit,tetapi yang mengola tanamannya ikut “sakit’ juga.

Gambar 3.(Kondisi tanaman memasuki bulan ke-6, masih segar bugar,padahal seperti yang kita ketahui bulan Mei 12,pada saat itu,sudah memasuki bulan-bulan kering.)

Selama SETAHUN, usia Web kliniktaniorganik,kami selalu menampilkan hasil-hasil “real” dilapangan yang merupakan hasil-hasil aplikasi, dan kami tidak menyajikan suatu TEORI apabila, tanpa didahului oleh suatu LANGKAH NYATA, terlebih dahulu.  Kami berpedoman bahwa setinggi apapun suatu Ilmu yang ditimba di “bangku sekolah”  yang di dapat  ,tetap…. MUARA nya adalah, BISA DITERAPKAN dan APLIKATIF untuk meningkatkan hasil pertanian dan bukan hanya sekedar TEORI DASAR semata.

Gambar 4.( Bahkan tanaman masih panen,yang sudah kesekian kalinya, hitungan kami pada saat itu sekitar 29 kali petik. Sengaja kami tampilkan  musim tanam hasil tahun yang lalu untuk menunjukkan bahwa kami, tidak setengah hati dalam melakukan suatu penelitian lapang.)

Penelitian-penelitian terus kami lakukan,tanpa dukungan dan anggaran dari fihak manapun,bahkan kami tidak menyodorkan “PROPOSAL- PROPOSAL” untuk  “mengemis” anggaran dari Dinas terkait.  Dengan anggaran yang  “seadanya”,kami terus berbuat dan melakukan sebisa dan sekempuan  kami.

Gambar 5.( Akhir tahun ini, disaat musim tanam cabe diwilayah kami ( yang merupakan lokasi “tadah hujan”) ,kami mencoba lagi untuk menerapkan tehnik kami, dilokasi yang sama dengan musim tanam  TAHUN yang lalu.)

Penelitian yang akan menampilkan lebih banyak lagi,akan kelebihan-kelebihan dan hasil-hasil yang bisa dicapai dengan basis PERTANIAN ORGANIK.  Kesan saat ini yang menyatakan bahwa konsep pertanian organik,bereaksi lambat,produktifitasnya rendah dan tidak akan mampu menyaingi tehnik kimia kami akan berupaya mengubahnya.

Gambar 6.(Masih dalam  lokasi yang sama dengan gambar 5,hanya pengambilan gambar dari Barat ke Timur,terbalik arah dengan gambar 5.  Dalam gambar tampak,Peserta pelatihan angkatan V,melihat langsung hasil aplikasi pola pertanian ala kliniktaniorganik.)

Kami menyadari betul bahwa untuk mengubah CARA BERPIKIR dari pertanian kimia ke pola pertanian organik ini, untuk mengubahnya  adalah dengan memberi  TELADAN/CONTOH.  Kami telah,sedang dan  akan secara berkesinambungan  memberikan hasil-hasil yang nyata,tanpa rekayasa.  Sehingga petani secara sadar akan menyadari “kekeliruan”nya dan secara sadar untuk mengubah pola pertaniannya.

Gambar 7.( Pengambilan gambar sama dengan tahun lalu,dari arah Timur ke Barat, usia tanaman hingga saat ini 32 hari. Pindah tanam dilakukan tanggal 17 November 12.)

Kami sadari pula, gencarnya promosi produk pestisida dan pupuk kimia,kurangnya wawasan dari petani dan karena  informasi awal yang dipahami tentang pola pertanian adalah ,seperti yang berjalan hingga saat ini.  Salah Kaprah !!! Sehingga untuk mengubahnya kembali ke pola pertanian,warisan leluhur sepertinya petani merasa diajak ke sistem pola  pertanian yang terasa dan  terlihat “janggal”.

Gambar 8.(Jejeran gambar pohon besar,di latar belakang tanaman,sebagai patokan pengambilan gambar masih dalam lokasi yang sama. Pengambilan gambar tanggal 21 Desember 2012.)

Pola pertanian organik yang identik dengan SEKEDAR PUPUK ORGANIK,pun kami berupaya ubah.  Pengertian organik yang kita perluas “cakupannya” yang tidak sekedar pupuk,tapi kami “geser” ke penggunaan PESTISIDA ORGANIK  dalam hal ini ala KPO- KL .  

Gambar 9.( Kang Ujang yang  sedang berada di lokasi tanamannya yang telah berusia 41 hari, pengamatan tanggal 28 Desembar 2012.  Tanaman  sudah menunjukkan  kearah “positif”,semoga hasil musim tanam, akhir TAHUN ini,bisa lebih baik dari musim  tanam TAHUN yang lalu.

Kami klinikpertanian organik,KEMBANG LANGIT,sangat bersyukur diusia WEB  KTO  yang baru satu tahun,sudah banyak mitra-mitra petani didaerah yang telah  mengikuti langkah-langkah kami ,hal ini ditunjukkan oleh makin banyaknya CABANG-CABANG  di DAERAH yang tertarik untuk mengikuti JEJAK LANGKAH kami, untuk malakukan konsep pertanian berbasis PERTANIAN  “BARU”.
SELAMAT TAHUN BARU SAUDARAKU, HARAPAN BARU dan
Kita  akan terus  berupaya memberi  “hasil nyata’ dengan POLA PERTANIAN  BARU ,di TAHUN BARU ini.

SARAN KAMI,LAKUKAN PERBANDINGAN : CARA PERTANIAN ORGANIK DENGAN CARA KIMIA

Karena tehnik  pertanian organik ala kliniktaniorganik  merupakan tehnik  baru, oleh karenanya kami sangat menyarankan agar pada setiap aplikasi,selalu dilakukan perbandingan.  Hal ini,kami anggap perlu,karena  banyak sekali faktor pembatas yang bisa menghambat produksi.

1

(Gambar 1. Pengambilan gambar pada saat pengamatan awal,usia tanaman  sekitar 1 bulan lebih,gambar diambil pada tanggal 26 Mei 12).

Perbandingan bisa dilakukan antar tanaman milik kita sendiri atau dibandingkan dengan tanaman milik “tetangga sebelah”.  Seperti dalam lokasi diatas,perbandingan dilakukan  antara tehnik pertanian organik ala kliniktaniorganik,dengan tehnik kimia.

2

(Gambar 2. Seperti tampak dalam gambar,pengambilan gambar masih dari “sudut” yang sama dengan pengambilan gambar 1. diatas. Hasilnya terlihat,tanaman yang menggunakan tehnik kimia (sebelah kiri) ,ajir penyanggah tanamannya sudah dicabut,ini artinya tanaman sudah tidak di pelihara lagi.)

Perlakuan  dengan adanya PEMBANDING ini,kami anggap perlu sebab bisa saja “kebelumberhasilan” suatu  tehnik budidaya disebabkan oleh baik FAKTOR NON TEHNIS atupun FAKTOR TEHNIS.

3

(Gambar 3. Kunjungan lapang peserta pelatihan,yang sedang mengamati tanaman cabe “tua” yang masih produktif.  Usia tanaman yang bisa beretahan ini,dapat kami ambil kesimpulan  bahwa tanaman bisa terbebas dari Antraknose /busuk buah,terhindar dari lalat buah, layu fusarium  keriting daun dan virus kuning.)

Beberapa faktor non tehnis tersebut  diantaranya adalah :

1.  KONDISI CUACA  yang SANGAT PANAS , TERIK dan KETERSEDIAAN AIR yang MINIM.

Kondisi  yang ekstrim panas demikian sangat memungkinkan menggagalkan tanaman  yang sedang dibudidayakan.

4

(Gambar 4. Tunas-tunas tanaman juga berkembang lagi,apalagi saat ini,musim hujan “tlah tiba”.)

2. CURAH HUJAN yang terlalu TINGGI pun ,sangat bisa meluluhlantakkan tanaman kita.

5

(Gambar 5. Usia tanaman sudah 7 (tujuh) bulanan.  Walaupun harga saat ini sedang “drop” tetapi  karena tanaman sudah  memberikan hasil yang jauh di atas BEP (Break even point)/titik impas,jadi harga yang  “kurang bersahabat” pun tidak menjadi masalah. )

3. RESURJENSI (LEDAKAN ) HAMA DAN PENYAKIT,yang  terjadi pada suatu waktu,yang SERANGANNYA  tidak “terbendung”.

6

(Gambar 6. Hal lain yang tidak akan ditemui pada tehnik pertanian kimia adalah,adanya  serangga “penolong petani”. Capung.  Saat ini,serangga ini,sudah hampir punah. Mungkin keturunan kita sudah tidak akan mengenal lagi,  serangga ini, karena ikut terbunuh oleh petisida kimia.  Padahal sebenarnya serangga ini,secara aktif  memangsa hama-hama pengganggu tanaman.)

4. KESALAHAN APLIKASI, bisa berupa JENIS PESTISIDA, PUPUK , HERBISIDA  ATAUPUN  DARI DOSIS dan INTERVALNYA yang belum tepat.

7

(Gambar 7.  Serangga  CAPUNG ini,merupakan indikator bahwa,lokasi tempat dia hinggap adalah  tempat yang steril dari bahan kimia.  Serangga ini juga,biasanya menjadi perameter kebersihan AIR.    Apabila serangga Capung ini,hinggap di suatu lokasi sumber air,hal ini menunjukkan  bahwa AIR yang  dihinggapinya tidak  tercemar.)

5. FAKTOR BENIH YANG SUDAH TIDAK STERIL.   Benih yang sudah terkontaminasi sejak awal pun,bisa menjadi faktor “pembatas” produktifitas tanaman.

8

(Gambar 8.  Daun tanaman cabe masih hijau dan,dibawah tanaman cabe,sudah menyusul tanaman kubis yang sedang berkembang.  Alangkah “nyamannya” bertani sistem pertanian organik ala kliniktaniorganik.)

6.  Tidak kalah pentingnya adalah, TINGKAT  KESUBURAN  dan PENCEMARAN TANAH yang berbeda PADA SUATU LOKASI.  Hal ini tentunya akan memberikan hasil yang berbeda pula

6 (enam)  faktor diatas yang kami deskripsikan,bisa menjadikan  petani “gigit jari”,sebaik apapun  TEHNIK dan SARANA PRODUKSI YANG DIGUNAKAN, oleh karena itu, kami sangat menyarankan :  Pada  setiap aplikasi  : DILAKUKAN  PERBANDINGAN ,BAIK ANTARA TEHNIK YANG MENGGUNAKAN SISTEM BERBASIS PERTANIAN ORGANIK ala KLINIKTANIORGANIK DENGAN YANG MENGGUNAKAN TEHNIK KIMIA.

Sebagai bahan EVALUASI UNTUK  TEHNIK ….BERIKUTNYA !!!