Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: hama thrips

1 2 »

BERUBAH KE POLA PERTANIAN ORGANIK cara KPO_KL

Pola pertanian  berbasis kimia,baik pupuk dan pestisida kimia, yang sudah berlangsung  lebih dari 40 tahun ,hingga saat ini  bukan hanya membekas tetapi bahkan sudah  merasuk kedalam tulang  sumsum,dan diperlukan upaya yang serius dan waktu untuk mengubahnya kembali ke”jalan yang benar”.

Gambar 1.( Uji terap tahun lalu, akhir tahun 2011,lokasi di Tutugan Leles, Garut,Jawa Barat, usia tanaman 1 bulanan,penanaman bulan November 12.)

Gambar 2.( Masih dalam lokasi yang sama dengan gambar 1, pengambilan gambar pada saat usia tanaman kurang lebih 5 bulanan. Kondisi tanaman,segar bugar,berbuah lebat walaupun hingga saat ini sudah dilakukan penanaman tanaman cabe pada lokasi ini sebanyak  7 (tujuh) kali berturut-turut.)

Pola pertanian yang berkonsep pertanian kimia,sudah banyak membawa korban,bahkan kalau anda menyimak komentar di” Surat Pembaca” di web kami, korbannya bukan hanya tanamannya sakit,tetapi yang mengola tanamannya ikut “sakit’ juga.

Gambar 3.(Kondisi tanaman memasuki bulan ke-6, masih segar bugar,padahal seperti yang kita ketahui bulan Mei 12,pada saat itu,sudah memasuki bulan-bulan kering.)

Selama SETAHUN, usia Web kliniktaniorganik,kami selalu menampilkan hasil-hasil “real” dilapangan yang merupakan hasil-hasil aplikasi, dan kami tidak menyajikan suatu TEORI apabila, tanpa didahului oleh suatu LANGKAH NYATA, terlebih dahulu.  Kami berpedoman bahwa setinggi apapun suatu Ilmu yang ditimba di “bangku sekolah”  yang di dapat  ,tetap…. MUARA nya adalah, BISA DITERAPKAN dan APLIKATIF untuk meningkatkan hasil pertanian dan bukan hanya sekedar TEORI DASAR semata.

Gambar 4.( Bahkan tanaman masih panen,yang sudah kesekian kalinya, hitungan kami pada saat itu sekitar 29 kali petik. Sengaja kami tampilkan  musim tanam hasil tahun yang lalu untuk menunjukkan bahwa kami, tidak setengah hati dalam melakukan suatu penelitian lapang.)

Penelitian-penelitian terus kami lakukan,tanpa dukungan dan anggaran dari fihak manapun,bahkan kami tidak menyodorkan “PROPOSAL- PROPOSAL” untuk  “mengemis” anggaran dari Dinas terkait.  Dengan anggaran yang  “seadanya”,kami terus berbuat dan melakukan sebisa dan sekempuan  kami.

Gambar 5.( Akhir tahun ini, disaat musim tanam cabe diwilayah kami ( yang merupakan lokasi “tadah hujan”) ,kami mencoba lagi untuk menerapkan tehnik kami, dilokasi yang sama dengan musim tanam  TAHUN yang lalu.)

Penelitian yang akan menampilkan lebih banyak lagi,akan kelebihan-kelebihan dan hasil-hasil yang bisa dicapai dengan basis PERTANIAN ORGANIK.  Kesan saat ini yang menyatakan bahwa konsep pertanian organik,bereaksi lambat,produktifitasnya rendah dan tidak akan mampu menyaingi tehnik kimia kami akan berupaya mengubahnya.

Gambar 6.(Masih dalam  lokasi yang sama dengan gambar 5,hanya pengambilan gambar dari Barat ke Timur,terbalik arah dengan gambar 5.  Dalam gambar tampak,Peserta pelatihan angkatan V,melihat langsung hasil aplikasi pola pertanian ala kliniktaniorganik.)

Kami menyadari betul bahwa untuk mengubah CARA BERPIKIR dari pertanian kimia ke pola pertanian organik ini, untuk mengubahnya  adalah dengan memberi  TELADAN/CONTOH.  Kami telah,sedang dan  akan secara berkesinambungan  memberikan hasil-hasil yang nyata,tanpa rekayasa.  Sehingga petani secara sadar akan menyadari “kekeliruan”nya dan secara sadar untuk mengubah pola pertaniannya.

Gambar 7.( Pengambilan gambar sama dengan tahun lalu,dari arah Timur ke Barat, usia tanaman hingga saat ini 32 hari. Pindah tanam dilakukan tanggal 17 November 12.)

Kami sadari pula, gencarnya promosi produk pestisida dan pupuk kimia,kurangnya wawasan dari petani dan karena  informasi awal yang dipahami tentang pola pertanian adalah ,seperti yang berjalan hingga saat ini.  Salah Kaprah !!! Sehingga untuk mengubahnya kembali ke pola pertanian,warisan leluhur sepertinya petani merasa diajak ke sistem pola  pertanian yang terasa dan  terlihat “janggal”.

Gambar 8.(Jejeran gambar pohon besar,di latar belakang tanaman,sebagai patokan pengambilan gambar masih dalam lokasi yang sama. Pengambilan gambar tanggal 21 Desember 2012.)

Pola pertanian organik yang identik dengan SEKEDAR PUPUK ORGANIK,pun kami berupaya ubah.  Pengertian organik yang kita perluas “cakupannya” yang tidak sekedar pupuk,tapi kami “geser” ke penggunaan PESTISIDA ORGANIK  dalam hal ini ala KPO- KL .  

Gambar 9.( Kang Ujang yang  sedang berada di lokasi tanamannya yang telah berusia 41 hari, pengamatan tanggal 28 Desembar 2012.  Tanaman  sudah menunjukkan  kearah “positif”,semoga hasil musim tanam, akhir TAHUN ini,bisa lebih baik dari musim  tanam TAHUN yang lalu.

Kami klinikpertanian organik,KEMBANG LANGIT,sangat bersyukur diusia WEB  KTO  yang baru satu tahun,sudah banyak mitra-mitra petani didaerah yang telah  mengikuti langkah-langkah kami ,hal ini ditunjukkan oleh makin banyaknya CABANG-CABANG  di DAERAH yang tertarik untuk mengikuti JEJAK LANGKAH kami, untuk malakukan konsep pertanian berbasis PERTANIAN  “BARU”.
SELAMAT TAHUN BARU SAUDARAKU, HARAPAN BARU dan
Kita  akan terus  berupaya memberi  “hasil nyata’ dengan POLA PERTANIAN  BARU ,di TAHUN BARU ini.

SARAN KAMI,LAKUKAN PERBANDINGAN : CARA PERTANIAN ORGANIK DENGAN CARA KIMIA

Karena tehnik  pertanian organik ala kliniktaniorganik  merupakan tehnik  baru, oleh karenanya kami sangat menyarankan agar pada setiap aplikasi,selalu dilakukan perbandingan.  Hal ini,kami anggap perlu,karena  banyak sekali faktor pembatas yang bisa menghambat produksi.

1

(Gambar 1. Pengambilan gambar pada saat pengamatan awal,usia tanaman  sekitar 1 bulan lebih,gambar diambil pada tanggal 26 Mei 12).

Perbandingan bisa dilakukan antar tanaman milik kita sendiri atau dibandingkan dengan tanaman milik “tetangga sebelah”.  Seperti dalam lokasi diatas,perbandingan dilakukan  antara tehnik pertanian organik ala klinik pertanian organik,dengan tehnik kimia.

2

(Gambar 2. Seperti tampak dalam gambar,pengambilan gambar masih dari “sudut” yang sama dengan pengambilan gambar 1. diatas. Hasilnya terlihat,tanaman yang menggunakan tehnik kimia (sebelah kiri) ,ajir penyanggah tanamannya sudah dicabut,ini artinya tanaman sudah tidak di pelihara lagi.)

Perlakuan  dengan adanya PEMBANDING ini,kami anggap perlu sebab bisa saja “kebelumberhasilan” suatu  tehnik budidaya disebabkan oleh baik FAKTOR NON TEHNIS atupun FAKTOR TEHNIS.

3

(Gambar 3. Kunjungan lapang peserta pelatihan,yang sedang mengamati tanaman cabe “tua” yang masih produktif.  Usia tanaman yang bisa beretahan ini,dapat kami ambil kesimpulan  bahwa tanaman bisa terbebas dari Antraknose /busuk buah,terhindar dari lalat buah, layu fusarium  keriting daun dan virus kuning.)

Beberapa faktor non tehnis tersebut  diantaranya adalah :

1.  KONDISI CUACA  yang SANGAT PANAS , TERIK dan KETERSEDIAAN AIR yang MINIM.

Kondisi  yang ekstrim panas demikian sangat memungkinkan menggagalkan tanaman  yang sedang dibudidayakan.

4

(Gambar 4. Tunas-tunas tanaman juga berkembang lagi,apalagi saat ini,musim hujan “tlah tiba”.)

2. CURAH HUJAN yang terlalu TINGGI pun ,sangat bisa  saja merusak tanaman kita.

5

(Gambar 5. Usia tanaman sudah 7 (tujuh) bulanan.  Walaupun harga saat ini sedang “drop” tetapi  karena tanaman sudah  memberikan hasil yang jauh di atas BEP (Break even point)/titik impas,jadi harga yang  “kurang bersahabat” pun tidak menjadi masalah. )

3. RESURJENSI (LEDAKAN ) HAMA DAN PENYAKIT,yang  terjadi pada suatu waktu,yang SERANGANNYA  tidak “terbendung”.

6

(Gambar 6. Hal lain yang tidak akan ditemui pada tehnik pertanian kimia adalah,adanya  serangga “penolong petani”. Capung.  Saat ini,serangga ini,sudah hampir punah. Mungkin keturunan kita sudah tidak akan mengenal lagi,  serangga ini, karena ikut terbunuh oleh petisida kimia.  Padahal sebenarnya serangga ini,secara aktif  memangsa hama-hama pengganggu tanaman.)

4. KESALAHAN APLIKASI, bisa berupa JENIS PESTISIDA, PUPUK , HERBISIDA  ATAUPUN  DARI DOSIS dan INTERVALNYA yang belum tepat.

7

(Gambar 7.  Serangga  CAPUNG ini,merupakan indikator bahwa,lokasi tempat dia hinggap adalah  tempat yang steril dari bahan kimia.  Serangga ini juga,biasanya menjadi perameter kebersihan AIR.    Apabila serangga Capung ini,hinggap di suatu lokasi sumber air,hal ini menunjukkan  bahwa AIR yang  dihinggapinya tidak  tercemar.)

5. FAKTOR BENIH YANG SUDAH TIDAK STERIL.   Benih yang sudah terkontaminasi sejak awal pun,bisa menjadi faktor “pembatas” produktifitas tanaman.

8

(Gambar 8.  Daun tanaman cabe masih hijau dan,dibawah tanaman cabe,sudah menyusul tanaman kubis yang sedang berkembang.  Alangkah “nyamannya” bertani sistem pertanian organik ala kliniktaniorganik.)

6.  Tidak kalah pentingnya adalah, TINGKAT  KESUBURAN  dan PENCEMARAN TANAH yang berbeda PADA SUATU LOKASI.  Hal ini tentunya akan memberikan hasil yang berbeda pula

6 (enam)  faktor diatas yang kami deskripsikan,bisa menjadikan  petani “gigit jari”,sebaik apapun  TEHNIK dan SARANA PRODUKSI YANG DIGUNAKAN, oleh karena itu, kami sangat menyarankan :  Pada  setiap aplikasi  : DILAKUKAN  PERBANDINGAN ,BAIK ANTARA TEHNIK YANG MENGGUNAKAN SISTEM BERBASIS PERTANIAN ORGANIK ala KLINIK PERTANIAN ORGANIK DENGAN YANG MENGGUNAKAN TEHNIK KIMIA.

Sebagai bahan EVALUASI !!!

CABE TAHAN SERANGAN VIRUS KUNING DAN KERITING DAUN DENGAN BIOAKTIVATOR TANAMAN

A.1. Kondisi awal pemantauan,usia  2 mingguan…,kita lihat pengambilan gambar dari awal yaitu dengan latar belakang pohon pisang dan pohon besar dibelakangnya.  Ini artinya sejak awal kami mengambil patokan gambar pada lokasi yang tetap.

A.2. Masih dalam lokasi yang sama,pengambilan gambar dilakukan.

Pada web ini kembali kami membahas perihal serangan virus kuning dan efek yang ditimbulkannya diantaranya gejala mengeritingnya daun. Hal ini secara berulang-ulang kami tampilkan dan membahasnya karena hampir setiap hari ada saja mitra tani dari daerah yang mengungkapkan terjadinya penyakit ini.

 

A.3.  Sebenarnya,keluhan tersebut terjadi bukan karena tidak ada perlakuan tetapi justru setelah melakukan perlakuan/aplikasi pestisida dengan jenis dan dosis yang tinggi,tanaman bukannya sembuh tapi malah tambah keriting dan menguning (gejala serangan virus)

A.4. Perngamatan 9 Feb 2012 (usia tanaman  sekitar 2 bulanan).

A.5.  Kita amati,secara cermat hasil aplikasi yang telah dan sedang berlangsung hingga saat ini.  Tunas-tunas daun tidak mengalami gejala keriting daun dan tidak terserang gejala virus kuning/virus gemini.

Tehnik  pengendalian virus pada tanaman cabe,yang kami kembangkan adalah dengan menggunakan INDUKSI KETAHANAN SISTEMIK,ternyata dengan sistem ini selain lebih praktis,juga murah dan ramah lingkungan. Faktor-faktor lain yang dimaksud secara umum dikenal,sebagai  BIOAKTIVATOR. Sifat BIOAKTIVATOR  adalah komponennya TIDAK SECARA LANGSUNG, dapat mengatasi serangan pathogen dan TIDAK pula ber FUNGSI sebagai INSEKTISIDA/FUNGISIDA. Cara kerja bahan ini adalah merangsang tanaman untuk membentuk KETAHANAN SISTEMIK.

A.6.  Hasil pengamatan ,tanggal 17 Maret 2012 (usia tanaman 3 bulanan,sudah 4 kali pemetikan/panen).  Tampak tanaman segar bugar walau sudah di panen 4 kali, tunas-tunas terus “naik” dan pembentukan bunga dan buah juga tetap berjalan.  Dengan tehnik ini,kita menyebutnya sebagai tehnik yang praktis,karena dalam setiap aplikasi kita tidak perlu lagi aplikasi dengan bermacam produk.  Sebagai contoh ,dari segi kepraktisan dan pengurangan biaya produksi,uraiannya adalah sbb:Dengan tehnik kimia kita memerlukan beberapa produk, untuk APLIKASI AKARISIDA/INSEKTISDA,PUPUK DAUN,PUPUK BUAH,HORMON PERTUMBUHAN DAN PENEMBUS ,sedangkan dengan sistem kami APLIKASI INI,CUKUP DENGAN PRODUK  PROTEK-tan  dan PESNATOR (Penjelasan satu produk ,dengan banyak fungsi,telah kami uraikan dibagian lain,web kami).

A.7.  Selain itu jelas dengan menggunakan produk pestisida organik ini,akan berdapak RAMAH LINGKUNGAN,karena tidak menyisakan residu.  Memang dalam aplikasinya kami masih toleransi dengan penggunaan insektisida kimia yang sangat- sangat rendah,seperti dalam aplikasi  tanaman ini kami menggunakan B.A. PROFENOFOS dengan dosis 0.3 cc per liter air,itu pun tidak digunakan di setiap aplikasi penyemprotannya.

A.8.  Kita lihat,perkembangan buah,bahkan pada bagian ujung pun telah terbentuk buah dengan ukuran yang besar.

A.9.  BIOAKTIVATOR  perombak bahan organik (biodekomposer) dan pupuk mikroba (biofertilizer) yang sesuai dengan kondisi tanah.  Pemanfaatan biodekomposer,  ALA KPO-KL ,selain mempercepat proses pengomposan dan mengurangi volume bahan buangan, juga dapat menekan perkecambahan spora jamur, larva insek, dan biji gulma sehingga pertumbuhan hama dan patogen, serta gulma di non-aktifkan atau bahkan dihentikan

A.10.  Buah dari cabang-cabang samping,juga tumbuh lebat. (Pengambilan Gambar tanggal 17 Maret 12).

(Pengambilan Gambar pada saat tanaman telah 13 kali petik,tanggal 28 April 12)

 Ternyata dengan memanfaatkan BIOAKTIVATOR ALA KPO-KL , penyakit yang menjadi kendala dan sulit untuk ditanggulangi seperti VIRUS KUNING dan KERITING DAUN AKIBAT serangan HAMA THRIPS DAN TUNGAU dapat ditanggulangi.