Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: hama dan penyakit cabe

1 2 3 4 »

HAMA DAN PENYAKIT CABE II

1

Kita lanjutkan pembahasan tentang hama dan penyakit cabe,namun agar lebih “afdhol” kita berikan beberapa hasil gambar yang merupakan aplikasi di lapangan dalam hal pengendalian hama dan penyakit  tanaman cabe  tersebut. Kami berprinsip apalah arti suatu uraian tentang teori pengendalian hama dan penyakit yang panjang lebar tanpa dilakukan suatu uji lapangan.

Gambar diatas kami ambil pada saat usia tanaman dua mingguan.

Adapun beberapa jenis PENYAKIT TANAMAN CABE yang biasa menyerang adalah sbb:

Jenis penyakit (yang disebabkan oleh mikroorganisme,seperti cendawan/jamur,bakteri atau virus) yang menyerang tanaman cabe lebih bervariatif lagi jenisnya antara lain, bercak bakteri Xanthomonas campestris,layu bakteri Ralstonia solanacearum, antraknose /busuk buah Colletotricum spp, bercak daun Cercospora dan bercak daun Phytophthora capsici,layu Fusarium oxysporum,busuk daun Choanephora cucurbitarum,bercak kelabu stemphylium solani,embun tepung Leveillula taurica,bengkak akar Meloidogyne spp,virus mosaik keriting PVY,CMV,CVMV,kerdil,nekrotis ,virus mosaik,Tobacco mosaik Virus,Virus Kerupuk dan Virus Gemini/keriting.

Ada juga penyakit yang terbawa benih,antara lain Colletotricum Spp dan yang disebabkan oleh virus TMV dan CMV.

Jenis penyakit yang biasa menyerang pada persemaian antara lain,layu bakteri, rebah kecambah Rhizoctania solani,Phytium spp, Fusarium spp,Phytophthora sp,Colletotricum spp,bengkak akar Meloidogyne spp,Virus Potato virus,CPVY,CMV dan TMV. Penyakit yang disebabkan oleh Virus ini pada umumnya menular sedangkan ada juga kerusakan yang bentuknya menyerupai gejala serangan virus tetapi tidak menular yaitu antara lain,karena mutasi gen/kromosom  (bentuknya seperti kekurangan zat hijau daun),ujung buah busuk karena kekurangan Kalsium, kelebihan unsur garam sehingga tanaman kerdil dan mati,karena terbakar sinar matahari dan akibat keracunan pestisida seperti ,insektisida,fungisida atau karena keracunan Herbisida.

 

2

Gambar diatas ini,diambil pada tanggal 31 januari 2012.  Tentunya untuk mendapatkan hasil yang demikian beberapa langkah pengendalian HPT telah dilakukan dan berhasil lolos dari serangan .

3

Kita uraikan satu persatu tentang penyakit tanaman yang paling sering menggangu tanaman cabe.

1. PENYAKIT ANTRAKNOSE/PATEK

Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabai disebabkan oleh Cendawan/jamur, Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan kendala utama petani cabai karena bisa menghancurkan tanaman hingga 90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi dengan suhu 32 derajat celsius, biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam.  Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan
busuk kering dengan warna coklat kehitam-hitaman.

Pengendalian penyakit

Inti dari pengendalian penyakit dengan tehnik kami adalah bukan dengan mengandalkan fungisida tetapi dengan mengupayakan tanaman sehat,berupa buah cabe yang keras,padat berisi dengan kadar air yang rendah. Semua ini akan kita dapatkan apabila pola pemupukannya tepat,tidak mengandalkan pupuk/makanan kimia.  Dalam kehidupan kita sehari-hari pun,apabila makanan yang dikonsumsi kebanyakan dari jenis kimia,maka akibatnya kondisi tubuh menjadi rapuh. Nah …kalau sudah begini yang terjadi adalah berbagai jenis penyakit mudah sekali menyerang.  Biasanya apabila kondisi ini terjadi maka pengobatan yang dilakukan adalah obat-obatan kimia,akibatnya…sering kita perhatikan justru timbulnya penyakit jenis lain (komplikasi).

4

2. LAYU FUSARIUM

Penyakit layu fusarium merupakan salah satu masalah penting bagi  tanaman di Indonesia. Penyakit tersebut disebabkan oleh patogen cendawan Fusarium oxysporum  yang merupakan patogen tular tanah. Cendawan tersebut merusak tanaman karena menghasilkan senyawa toksin yang disebut ASAM FUSARAT.

5

Ok. Kita sederhanakan bahasa “sekolahan” tersebut diatas,ada unsur beracun yang dikeluarkan oleh cendawan/jamur tersebut berupa,”zat asam”,oleh karena itu,pemberian pupuk kimia yang cenderung bersifat asam,justru akan meningkatkan terjadinya populasi tanaman yang layu.  Biasanya kami mengumpamakannya dengan istilah, sudah terkena “asam lambung/maag” di tambah lagi makan nya yang asam-asam,kira-kira apa yang terjadi?

6

3. BERCAK DAUN CERCOSPORA

Bercak-bercak bulat kecil pada daun merupakan ciri khas serangan Cercospora capsici. Warna dibagian dalam lingkaran selalu berbeda dengan tepi lingkaran. Bercak tersebut akan meluas hingga mencapai + 0,5 cm. bercak tampak berwarna pucat sampai putih, dan tepinya berwarna lebih tua. Selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun.

7

Kita lihat lagi, tanaman yang sedang kami ujiterap,tampak daun berwarna hijau kebiruan,tebal tetapi lentur,kami biasa menyebut kondisi ideal ini dengan istilah kami dengan singkatan BLT,bukan BANTUAN LANGSUNG TUNAI,tetapi BIRU LENTUR TEBAL.  Kondisi daun yang sehat demikian tentunya menyebabkan tanaman tidak perlu banyak-banyak obat/fungisida karena tanaman sudah sehat/fit. Menurut analisa kami ,lagi-lagi penyebab terjadinya penyakit bercak daun ini adalah ,akibat pemberian pupuk kimia yang dosisnya terlalu tinggi,karena

efek dari pemberian pupuk kimia ini adalah,justru daun menjadi TIPIS,KEKUNINGKUNINGAN DAN RAPUH (kita singkat saja dengan istilah,TKR).  Dalam kondisi TKR demikian biasanya daun menjadi mudah sekali terkena bercak daun,walaupun sudah diberikan fungisida yang banyak bahkan dengan pemberian beberapa merk fungisida sekalipun.

8

4.  VIRUS KUNING/VIRUS GEMINI

Sebenarnya banyak jenis penyakit yang menyerang cabe yang diakibatkan oleh Virus,antara lain

virus mosaik keriting PVY,CMV,CVMV,kerdil,nekrotis ,Tobacco mosaik Virus,Virus Kerupuk ,Virus Potato virus. Pada umumnya,Penyakit yang disebabkan oleh Virus ini menular.  Sedangkan penularnya bisa dari serangga vektor seperti kutu kebul,thrips dan juga tungau.  Oleh karena itu teknik pengendalian penyakit virus ini erat hubungannya dengan pengendalian hama penularnya itu sendiri.

9

Ciri buah yang sehat,mengkilat,kadar air rendah dan kulit buah tebal (gambar bawah)

Virus kuning dan keriting daun,saat ini menjadi kendala utama dalam budidaya cabe,informasi dari berbagai daerah hampir setiap hari,ada yang masuk dan mengeluhkan tanamannya terkena penyakit ini.

10

Adapun langkah pengendalian yang sering kami lakukan adalah dengan  :

1.  Melakukan penyemprotan PROTEK-tan dengan dosis yang agak ditinggikan dari dosis anjuram dan interval penyemprotan yang dirapatkan.  Hal ini perlu dilakukan agar hama vektor Thrips,tungau dan kutu kebul,segera “pergi”,dan sesegera mungkin kita isi nutrisi tanaman yang diisap oleh hama tersebut.  Klorofil/zat hijau daun perlu sesegera mungkin kita bentuk kembali,sehingga tanaman tidak menguning.

2.  Selain lewat penyemprotan  dari atas,perlu kiranya dibantu perlakuan dari bawah ,malalui pengecoran PROTEK-tan dan pupuk organik yang telah dimatangkan.  Langkah ini  biasanya terlupakan oleh petani,karena hanya fokus pada bagian daun atas saja.  Padahal menurut hemat kami,dorongan unsur hara dari akar memegang peranan penting,untuk mempercapat pulihnya daun yang kekurangan unsur hara akibat isapan hama tersebut.

11

(Pengamatan tanggal 28 april 12,panen sudah 13 kali)

3.  Pemberian pupuk kimia terutama yang mengandung “rasa dingin”,hendaknya di kurangi atau bahkan pada saat serangan tinggi,perlu dihentikan sama sekali.  Penjelasan secara sederhananya kurang lebih sebagai berikut:  Serangan virus,justru makin berkembang pada saat kondisi tubuh “dingin”. Pendekatannya bisa dimisalkan pada saat tubuh terserang virus influensa,kemudian minum Air es/Es Sirop, kemungkinan besar penyakit Flu nya makin meningkat,bukannya sembuh walaupun sudah minum  obat FLU seperti BODREK,INZA,ULTRA FLU ,NEOZEP dll(bukan iklan…Ya,ini hanya ilustrasi).  Oleh karena itu obat dalam hal ini PRODUK KEMBANG LANGIT,bukan segalanya,perlu kiranya pengaturan pola pupuk yang tepat untuk medapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.  Dalam kehidupan sehari-hari,biasa kita menyalahkan  DOKTER yang memberi obat pada kita, sembari berkomentar,”obatnya dari dokter A atau dokter B,koq enggak ampuh ?”Padahal,disadari atau tidak,sakitnya atau belum pulihnya dari sakit justru karena mengkonsumsi yang di “pantrangnya”.

 SEMOGA BERMANFAAT

12