Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: fungisida organik

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 26 »

(Seri Layu Fusarium) : PUPUK ORGANIK CARA EFEKTIF MENGHINDARKAN DARI LAYU FUSARIUM

Pupuk organik secara khusus dan pertanian organik secara umum,ternyata erat sekali hubungannya dengan terjangkitnya tanaman dari serangan hama dan penyakit. Dalam kesempatan ini,kami mencoba menguraikan hubungan antara pemberian pupuk organik dengan ketahanan tanaman agar terhindar dari serangan penyakit layu fusarium.

1

1.(Kondisi awal pengamatan,diambil dari sebelah BARAT,kami sedang membandingkan kondisi tanaman yang menggunakan pupuk organik (sebelah Kanan , tanaman yang belum menggunakan ajir) dengan tanaman yang menggunakan pupuk kimia (gambar sebelah kiri,tanaman yang menggunakan ajir bambu), kedua perbandingan dibatasi oleh “jejeran” tanaman kayu.Pengamatan dilakukan pada tanggal 26 mei 12.)

Pemberian pupuk organik,berdasarkan hasil aplikasi yang berulang-ulang,yang dilakukan oleh klinikpertanianorganik, ternyata sangat efektif dalam mengendalikan terjadinya layu fusarium).

2

2. (Sekarang pengamatan dilakukan dari arah TIMUR,180 derajat dari gambar 1. Sebagai pembatas,sama dengan gambar 1,yaitu jejeran tanaman kayu,namun saat ini,sebelah kiri menggunakan tehnik pupuk organik,sedangkan sebelah kanan menggunakan tehnik pupuk kimia murni. Dalam gambar,tampak sdr. Watno dari Desa Petaling,Muaro jambi, Jambi,secara khusus sengaja datang untuk melihat langsung hasil aplikasi tehnik pertanian organik ala kembang langit. Pengamatan dilakukan pada tanggal 28 juni 12).

Pupuk organik yang dimaksud bukan pupuk organik yang dibeli dari toko,kami tidak menggunakan pupuk organik,yang kami tidak ketahui asal muasalnya,dan tidak meyakini apakah pupuk tersebut sudah betul -betul matang?

3

3.(Perbandingan terus kami lakukan, pengambilan gambar dari sudut yang sama dengan gambar 2 diatas,dari sebalah TIMUR.Pengamatan selanjutnya dilakukan pada tanggal 8 juli 12, tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik,sebelah kiri,sudah mulai menyusul pertumbuhan tanaman yang menggunakan tehnik pertanian kimia murni,sebelah kanan).

Pupuk organik yang kami sarankan adalah pupuk yang diolah sendiri,sehingga secara yakin,kita mengetahui tingkat kematangannya. Karena memberikan pupuk organik yang belum matang,ibaratnya memberikan makanan tapi berasnya belum menjadi NASI,atau baru SETENGAH MATANG. Pupuk yang setengah matang ini,apabila dimakan bukannya kenyang,malahan ‘SAKIT PERUT’.

4

4.(Pengamatan selanjutnya kami lakukan tanggal 9 Agustus 12,tampak pertumbuhan tanaman yang menggunakan pupuk organik,sebelah kiri,pertumbuhannya sudah melampaui pertumbuhan tanaman yang menggunakan tehnik pertanian kimia murni,sebelah kanan,padahal usia tanaman berselisih satu bulan,lebih dahulu penanaman yang menggunakan tehnik kimia murni).

Tehnik pematangan pupuk dengan tehnik kami adalah dengan menggunakan,BAKTERI ANAEROB,artinya jenis bakteri “PEMATANGANNYA” menggunakan bakteri yang TIDAK PERLU UDARA. Prosesnya seperti membuat Singkong menjadi Tape,selama proses pematangannya/pemeramannya belum jadi, agar tidak dibuka tutupnya (jangan diberi udara). Sebab apabila di buka/diberi udara,proses pembuatan tape tersebut akan GAGAL.

5

5.(Sekarang kita amati dari dekat,tanaman tetangga yang menggunakan tehnik kimia murni.Tanaman tampak menguning dan keriting).

Tehnik “pemeraman” /pematangan pupuk kandang menjadi pupuk organik kami,memang agak berbeda dengan tehnik yang ada selama ini,yang mana proses “fermentasinya” dibuka dan ditutup,karena menghindari suhu yang terlalu panas,untuk menghindari “matinya” bakteri pengurai. Hal ini disebabkan perbedaan jenis bakteri yang digunakan. Oleh karena itu,kami tidak menyarankan untuk mencampur 2 jenis yang berbeda karekteristik tersebut, sebab apabila dicampur maka yang aktif adalah bakteri ANEROB. Kenapa? Jawabannya sudah teruraikan dari penjelasan diatas.

6

6.(Pengambilan gambar kami geser sedikit beberapa derajat,ke kiri, dari gambar 4, kami ingin menunjukkan tanaman dalam kondisi aman dari serangan layu fusarium).

Pemberian pupuk organik yang telah diamatangkan dengan tehnik pemeraman ala kembang langit ini,begitu efektif dalam menggemburkan tanah,TANAH YANG GEMBUR,secara otomatis memberi dampak pada PERCEPATAN penyebaran AKAR-AKAR SERABUT. Akar serabut yang sehat dan menyebar secara cepat,jelas mendorong suplay makanan “keatas”. Reaksi ini sangat berbeda dengan reaksi dari pupuk kimia,yang cenderung membuat TANAH MENGERAS.

7

7.(Berbeser lagi lebih ke kiri,dari gambar 6,tidak terlihat adanya gejala layu fusarium).

Terjadi reaksi sangat “rumit” dalam tanah,dalam proses penyerapan unsur hara dari tanah ke tanaman,baik itu dari segi biologi (mikroba pengurai dan antagonis),kimia (enzimatik) dan fisiknya ,namun kita ambil yang sederhananya saja. Ternyata dengan pemberian pupuk organik matang,dampaknya mikroba pengurai dan antagonis lebih aktif,reaksi kimiawi secara enzimatik tanah menjadi tidak menjadi asam,dimana kondisi asam justru menyebabkan pertumbuhan spora jamur Fusarium meningkat.

8

8.(Sengaja pengambilan gambar dari atas,untuk menunjukkan kondisi tanaman secara lebih luas,pengambilan gambar ini sama halnya dengan gambar-gambar diatas,diambil pada tanggal 9 Agustus 12,pengambilan gambar bergeser beberapa derajat ke kiri dari gambar 7).

Selain dari segi fisik tanah,pemberian pupuk organik yang telah melalui proses pemeraman,tekstur tanah menjadi lebih remah dan gembur. Tentunya tanah yang demikian memberikan dampak akar tunggang dan terutama akar serabut bergerak secara lebih leluasa,sehingga suplai unsur hara yang diperlukan oleh tanaman baik itu unsur hara makro dan unsur hara mikro,dapat terpenuhi.

9

9.(Akhirnya pengambilan gambar kembali pada posisi seperti dengan sudut pengambilan gambar 1, dari arah BARAT,tampak sebelah kanan menggunakan tehnik pertanian organik yang menggunakan pupuk organik,sedangkan sebelah kiri menggunakan tehnik pupuk kimia).

Yang jelas dengan pemberian pupuk organik ini,mensuplay “makanan” yang proporsional,tidak kurang dan tidak terlalu berlebihan,hal ini berbeda dengan pemberian pupuk kimia yang bisa jadi “over dosis” jenis unsur hara tertentu sehingga tanaman mudah terserang “STROKE”, LAYU FUSARIUM  pada tanaman.