CARA MENGATASI PENYAKIT CABE

Virus gemini, menjadi salah satu kendala utama dalam bercocok tanam cabe , tomat dan terong. Hal ini  biasanya merusak pertanaman  hortikultura dari keluarga/famili terong terongan. Sebelum masuk pada praktek dan bukti hasil pengendaliannya di lapangan, kami coba ulas  perihal virus gemini tersebut.
 Penyakit virus kuning, pada cabai disebabkan oleh geminivirus.
Penularan oleh vektor yaitu  antara lain oleh kutu kebul ( Bemisia tabaci) atau spesies lainnya dan juga hama Thrips, tungau,kutu kebul. 
Penyakit kuning cabai di Indonesia disebabkan oleh virus dari kelompok/Genus Begomovirus (singkatan dari: Bean golden mosaic virus), Famili Geminiviridae
(Adapun tehnik yang kami kembangkan untuk pengendalian penyakit Virus kuning ini plus sekaligus pengendalian hama penularnya/Vektornya adalah sbb :
1.Semprotan, Protektan, Biopestis dan Pesnator @2 sd 3 tutup per tangki 17 liter airnya ditambahkan insektisida kimia  dengan dosis 0.3 mili per liter . 

Berikut ini kami melakukan kunjungan langsung ke Lapangan bersama mitra kami dari Magetan dan Ngawi, Jatim. Kegiatan untuk memantau langsung perkembangan hasil penerapan   dalam menanggulangi penyakit tersebut.  Pada acara pelatihan yang kami selenggarakan pada tanggal 5 April 2018 peserta pelatihan kami ajak langsung untuk mengunjungi lahan percontohan kami yang berada di  Garut.

( Pada bulan Pebruari 2020 ini, mitra kami ini kembali melakukan penerapan cara kpo KL, hasilnya bisa kita lihat pada video di link youtube, Channel kami .

 https://youtu.be/KbZI9uITp6I

https://youtu.be/RxkBm5dn8DQ

 Hal ini kami maksudkan agar peserta pelatihan melihat secara langsung tentang metode kami dalam menanggulangi hama dan penyakit cara KPO KL. Dalam kunjungan tersebut peserta bisa melihat langsung dari jumlah 4000 batang tanaman hanya terdapat satu batang saja yang terkena layu fusarium.

( Tehnik pengendalian untuk penyakit Layu  adalah dengan melakukan Pengecoran : PROTEKTAN, FRESHTAN dengan dosis 0.3 sd 0.4 mili per liter airnya. Cara yang kami tambahkan juga dengan pupuk Khusus untuk layu yaitu Pupuk CAS.).  Biasanya kami tambahkan juga 0.3 gram fungisida kimia per liter airnya. Minim sekali dosisnya.

Titik pengambilan gambar di atas merupakan ” sudut”, yang biasa kami ambil pada lokasi percontohan. Tampak pada gambar tanaman yang awalnya sudah keriting saat ini setelah petikan ke 4 kondisinya makin bertambah subur saja.

Selain itu perihal BUSUK BUAH /ANTRAKNOSA yang saat ini menjadi kendala utama di beberapa sentra penanaman cabe. Adapun metode klinik pertanian organik kembang langit kami terapkan, penyakit tersebut bisa ditanggulangi  dan tidak menyebar ke buah di sekitarnya.

Adapun langkah yang kami lakukan untuk penanggulangan masalah PATEK INI yaitu dengan  semprotan POCAniL dengan dosis mulai dari  5 gram sd 12  gram  per tangki 17 liter airnya. Selain itu untuk pengendalian penyakit antraknose ini POCANIL DAN CAS juga dilakukan secara dikocorkan dengan dosis yang rendah pula. .

Sedangkan untuk penyakit virus kuning tampak pada gambar salah satu contohnya tanaman yang terkena virus Gemini tersebut dengan cara KPO- KL tanamannya masih bertunas dan berbuah lebat.

Dalam kunjungan ini kami ingin memberi suatu bukti bahwa metode yang kami terapkan ini tidak mengada-ada dan apa adanya .

 Kami berharap teman-teman petani dari Karangrejo Magetan Jawa Timur ini dapat pula menerapkan metode klinik pertanian organik ini di tempatnya sepulang dari pelatihan klinik pertanian organik kembang langit Garut. Sukses untuk semua petani Mitra kpo KL.