Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: cabe patek

« 1 2 3 4 »

MENGHINDARI, SERANGAN CABE PATEK, LALAT BUAH, LAYU FUSARIUM

Pad hari ini, tanggal 21 Januari 14, mitra kami dari Riau mengirimkan kembali hasil aplikasi dengan penerapan tehnik pertanian organik ala KPO-KL.

1

Beginilah kondisi tanaman cabe keriting mitra kami menjelang petikan ke 2.

2

Buah muncul dimana-mana…..dalam gambar ini, memang tanaman tidak terlalu tinggi, karena tanaman tidak dilakukan pembuangan tunas samping/lateralnya.

3

Akibatnya….seperti terlihat seperti tanaman diatas…Buahnya “tidak ketulungan”, bergerombol kesamping….(hati hati patah…dek Seem) khawatir keberatan buah…

4

Tunas pun , masih terus “menaik”, belum terhenti, walaupun  tingginya sudah ada yang mencapai 1.5 m.

5

Dibeberapa bagian, ajir tanaman sudah “tertutup” oleh tunas-tunas yang terus tumbuh.

6

Usia tanaman hingga saat ini, sekitar 75 harian. kami sangat bersyukur karena hingg saat ini, jumlah tanaman yang layu hanya 5 batang saja dari total 2500-an batang.

7

Bentuk dan warna tanah, seperti yang telah kami tampilkan di artikel yang lalu dimana tanahnya yang berwarna merah, ternyata tidak terlalu bermasalah dengan menggunakan tehnik pertanian organik ala KPO-KL ini.

8

Serangan hama dan penyakit, terus kami waspadai dengan mengatur pola pupuknya. Kami tidak mau memaksakan memberikan makanan kimia pada tanaman kami, karena seperti halnya kita, ternyata lebih suka makan makanan yang bersumber dari bahan makanan alami dari pada makanan kimia.

9

Bersyukur kehadirat Ilahi…Karena tanaman ….Hasilnya seperti ini…..

10

Kunci utama dalam hal MEWASPADAI terjadinya serangan HAMA DAN PENYAKIT menurut pola pertanian berbasis organik  ala KPO-KL adalah dengan memberikan makanan dan obat yang berasal dari ALAM.

11

Karena …Kuasa yang MAHA KUASA, yang menghidupkan dan mematikan, kondisi tanaman cabe, mitra pemula kami dari Rokan Hilir ini, menghasilkan buah tanaman cabe seperti gambar diatas, walaupun kondisi tanahnya seperti dibawah ini…

Dengan kondisi tanah yang seperti diatas ini, ada mitra kami yang mengatakan : “Kalau saya, tidak berani tanam, ditanah yang warnanya seperti “tanah kuburan” seperti ini. Ada lagi petani  kirim kabar dan  meragukan , apakah benar tanaman cabe ini ditanam ditanah yang warnanya seperti ini ?

Tidak ada yang mustahil, kalau kita mau dan berusaha untuk “bersahabat dengan Alam” dan kita berharap semoga yang Maha Kuasa pemilik Alam Semesta, memudahkan urusan kita…. Aaamiiin…

SARAN KAMI,LAKUKAN PERBANDINGAN : CARA PERTANIAN ORGANIK DENGAN CARA KIMIA

Karena tehnik  pertanian organik ala kliniktaniorganik  merupakan tehnik  baru, oleh karenanya kami sangat menyarankan agar pada setiap aplikasi,selalu dilakukan perbandingan.  Hal ini,kami anggap perlu,karena  banyak sekali faktor pembatas yang bisa menghambat produksi.

1

(Gambar 1. Pengambilan gambar pada saat pengamatan awal,usia tanaman  sekitar 1 bulan lebih,gambar diambil pada tanggal 26 Mei 12).

Perbandingan bisa dilakukan antar tanaman milik kita sendiri atau dibandingkan dengan tanaman milik “tetangga sebelah”.  Seperti dalam lokasi diatas,perbandingan dilakukan  antara tehnik pertanian organik ala klinik pertanian organik,dengan tehnik kimia.

2

(Gambar 2. Seperti tampak dalam gambar,pengambilan gambar masih dari “sudut” yang sama dengan pengambilan gambar 1. diatas. Hasilnya terlihat,tanaman yang menggunakan tehnik kimia (sebelah kiri) ,ajir penyanggah tanamannya sudah dicabut,ini artinya tanaman sudah tidak di pelihara lagi.)

Perlakuan  dengan adanya PEMBANDING ini,kami anggap perlu sebab bisa saja “kebelumberhasilan” suatu  tehnik budidaya disebabkan oleh baik FAKTOR NON TEHNIS atupun FAKTOR TEHNIS.

3

(Gambar 3. Kunjungan lapang peserta pelatihan,yang sedang mengamati tanaman cabe “tua” yang masih produktif.  Usia tanaman yang bisa beretahan ini,dapat kami ambil kesimpulan  bahwa tanaman bisa terbebas dari Antraknose /busuk buah,terhindar dari lalat buah, layu fusarium  keriting daun dan virus kuning.)

Beberapa faktor non tehnis tersebut  diantaranya adalah :

1.  KONDISI CUACA  yang SANGAT PANAS , TERIK dan KETERSEDIAAN AIR yang MINIM.

Kondisi  yang ekstrim panas demikian sangat memungkinkan menggagalkan tanaman  yang sedang dibudidayakan.

4

(Gambar 4. Tunas-tunas tanaman juga berkembang lagi,apalagi saat ini,musim hujan “tlah tiba”.)

2. CURAH HUJAN yang terlalu TINGGI pun ,sangat bisa  saja merusak tanaman kita.

5

(Gambar 5. Usia tanaman sudah 7 (tujuh) bulanan.  Walaupun harga saat ini sedang “drop” tetapi  karena tanaman sudah  memberikan hasil yang jauh di atas BEP (Break even point)/titik impas,jadi harga yang  “kurang bersahabat” pun tidak menjadi masalah. )

3. RESURJENSI (LEDAKAN ) HAMA DAN PENYAKIT,yang  terjadi pada suatu waktu,yang SERANGANNYA  tidak “terbendung”.

6

(Gambar 6. Hal lain yang tidak akan ditemui pada tehnik pertanian kimia adalah,adanya  serangga “penolong petani”. Capung.  Saat ini,serangga ini,sudah hampir punah. Mungkin keturunan kita sudah tidak akan mengenal lagi,  serangga ini, karena ikut terbunuh oleh petisida kimia.  Padahal sebenarnya serangga ini,secara aktif  memangsa hama-hama pengganggu tanaman.)

4. KESALAHAN APLIKASI, bisa berupa JENIS PESTISIDA, PUPUK , HERBISIDA  ATAUPUN  DARI DOSIS dan INTERVALNYA yang belum tepat.

7

(Gambar 7.  Serangga  CAPUNG ini,merupakan indikator bahwa,lokasi tempat dia hinggap adalah  tempat yang steril dari bahan kimia.  Serangga ini juga,biasanya menjadi perameter kebersihan AIR.    Apabila serangga Capung ini,hinggap di suatu lokasi sumber air,hal ini menunjukkan  bahwa AIR yang  dihinggapinya tidak  tercemar.)

5. FAKTOR BENIH YANG SUDAH TIDAK STERIL.   Benih yang sudah terkontaminasi sejak awal pun,bisa menjadi faktor “pembatas” produktifitas tanaman.

8

(Gambar 8.  Daun tanaman cabe masih hijau dan,dibawah tanaman cabe,sudah menyusul tanaman kubis yang sedang berkembang.  Alangkah “nyamannya” bertani sistem pertanian organik ala kliniktaniorganik.)

6.  Tidak kalah pentingnya adalah, TINGKAT  KESUBURAN  dan PENCEMARAN TANAH yang berbeda PADA SUATU LOKASI.  Hal ini tentunya akan memberikan hasil yang berbeda pula

6 (enam)  faktor diatas yang kami deskripsikan,bisa menjadikan  petani “gigit jari”,sebaik apapun  TEHNIK dan SARANA PRODUKSI YANG DIGUNAKAN, oleh karena itu, kami sangat menyarankan :  Pada  setiap aplikasi  : DILAKUKAN  PERBANDINGAN ,BAIK ANTARA TEHNIK YANG MENGGUNAKAN SISTEM BERBASIS PERTANIAN ORGANIK ala KLINIK PERTANIAN ORGANIK DENGAN YANG MENGGUNAKAN TEHNIK KIMIA.

Sebagai bahan EVALUASI !!!

PELATIHAN GELOMBANG II (Kunjungan pengamatan, perbandingan Lokasi)

Dalam acara pelatihan ini,kami juga mengajak peserta pelatihan untuk mengamati langsung,contoh-contoh tanaman yang menggunakan metode pertanian berbasis kimia.

1. Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah tanaman yang berusia sama dengan  tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala KEMBANG LANGIT.  Tampak dalam gambar lokasi pertama ,yang berjarak tidak lebih dari 50 meter dari lokasi  aplikasi/ terap kami, tampak  tanaman “mengeriting” dan berbuah sedikit.

2.Berikutnya kami mengajak peserta pelatihan untuk melihat lokasi kedua yang kondisinya juga malahan lebih parah lagi,selisih tanaman berbeda sekitar satu mingguan dengan lokasi aplikasi kami.  Tanaman  tampaknya lebih parah lagi,selain  daunnya keriting,juga terserang virus kuning/gemini dan terserang patek.

3.Perbandingan lokasi yang biasa kami tampilkan di web kami,saat ini dikunjungi langsung oleh peserta pelatihan,tampak sebelah kiri tanaman yang menggunakan metode kimia murni sedangkan yang sebelah kanan menggunakan metode pertanian organik ala KEMBANG LANGIT.

4. Tanaman yang menggunakan metode kimia murni kondisi nya sudah jauh dari “harapan”,  menurut hemat kami,kalau sudah begini  sepertinya petani yang sudah berpengalaman,hendaknya mengevaluasi ‘PENGALAMANNYA’.

5.Sementara itu tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala KEMBANG LANGIT, kondisi nya masih berproduksi. Daunnya pun masih hijau,disaat usia tanaman sekitar 6 bulan. Memang kondisi tanaman percontohan masih ” belum ideal”,kami memakluminya karena kondisi kering .Kondisinya saat ini adalah  jangankan untuk menyiram tanaman, untuk makan-minum dan MCK saja,selama 4-5 bulan terakhir ini. Namun hasil ini sangat patut disyukuri,karena disaat petani-petani “jago”, jatuh terkapar/K.O, kondisi tanaman Bp. Tata supita,bahkan bisa menghasilkan produktifitas yang  masih tinggi, dan yang terpenting lagi… TERHINDAR DARI KERITING DAUN DAN KERITING DOMPET….ha ha …

6. Bahkan kami prediksikan berdasarkan pengalaman kami, apabila tanamannya tersiram air yang cukup,harapan nya adalah tanaman cabe ini,bisa “bertunas” lagi.  Usia pencapain yang bisa sampai setua ini,artinya petani bisa “lolos” dari hadangan yang melintang pada saat budidaya,misalnya penyakit layu fusarium,busuk daun,keriting daun,lalat buah,virus kuning,antraknose/cabe patek dan terutama faktor air.

7. Buah tomat  pun,berukuran masih besar-besar,dengan posisi buah diatas yang sebesar ini,bisa kita bayangkan ukuran buah dibagian bawahnya. Peserta bisa bertukar pengalaman dengan Bp. Tata supita,bagaimana tehnik pertanian organik misalnya cara mengatasi busuk daun Phytophthora infestans pada tanaman tomat,tanpa “mengganggu” tanaman cabe yang berada disampingnya.

8.Peserta juga bisa menyaksikan sendiri hasil perbandingan kondisi tanaman yang menggunakan tehnik pertanian berbasis kimia yang ada disekitar tanaman Bp. Tata Supita  dengan perbandingan tanaman yang menggunakan Tehnologi pertanian berbasis organik,ala KEMBANG LANGIT.

9. peserta latihan juga bisa mengamati kondisi tanaman yang walau pun dalam kondisi ekstrim kering masih bisa berproduksi,bahkan petani nya bisa mendapatkan keuntungan  yang jauh berbeda dengan petani yang menggunakan tehnik kimia murni.