Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: cabe patek

1 2 3 4 »

PENGENDALIAN PATEK ( BUSUK BUAH/ANTRAKNOSA) dan ROTASI FUNGISIDA

Kembali kami ingin mengulas perkembangan tanaman cabe Var Lado mitra kami ,Bp. Tatang  dari Pesisir Selatan Sumatera Barat. Hingga tanggal 17 Maret 2018 ini, mitra kami tersebut sudah petik sebanyak 4 kali.

Kondisi tanamannya hingga saat ini, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, apalagi saat ini harga cabe keriting di wilayah Pesisir Selatan ini, masih sangat tinggi, yaitu dikisaran 40-50 ribu per kg nya.

Perpaduan kombinasi perawatan antara mengusahakan tunas yang terus menaik, sambil membawa bunga , dan Buah, disertai dengan pemantauan agar tanaman tetap sehat dan terhindar dari Patek/ Busuk buah.

Setidaknya tanaman mitra kami ini yang kami pantau sejak pengolahan lahan, hingga saat ini menunjukkan perform yang sehat dan terhindar dari Busuk buah tersebut.

Kami berharap tanaman mitra kami yang di tanaman di daerah “super panas”, diwilayah Pesisir pantai Selatan, Sumatera, dapat selamat dari antraknosa hingga akhir musim tanam ini.

Khususnya dalam perawatan antisipasi serangan antraknose yang biasa meluluhlantakkan pertanaman cabe ini, kami menggunakan “Mikroba Antagonis”yang ada didalam POCAniL.

Selain dengan mengandalkan Mikroba antagonis dari Collethotricum sp ini kami juga biasa menambahkan Fungisida kimia tetap dengan dosis yang “tidak wajar”, dosis sangat rendah dan jauh dibawah anjuran.

Metode kami  lainnya, dalam mengendalikan penyakit busuk buah ini adalah dengan selalu melakukan ROTASI fungisida,  yang dimaksudkan agar tidak terjadi resistensi kekebalan penyakit terhadap perlakuan yang kita lakukan.

(Semoga berhasil, saudara kami,Bp.Tatang di Pesisir Selatan, SUMBAR)

MENGENDALIKAN CABE PATEK , PERLU KETENANGAN

Tanaman cabe memang menarik, fluktuasi harga yang tajam, terkadang rendah tetapi disaat lain harga tinggi ngak ke”tulungan”. Pada saat ini , di bulan Maret 2018 harga di berbagai daerah rata rata masih dikisaran 30-50 per kg nya, harga demikian tentunya sangat menggembirakan bagi petani cabe.

Tetapi dibalik harga yang tinggi tersebut, bagi kalangan rata rata petani merasakan “pahit getirnya” proses pemeliharaannya. Curah hujan yang relatif masih tinggi disebagian besar wilayah sentra sentra pertanaman cabe, menyebabkan tanaman lebih sulit untuk dirawat.

Kami tetap berharap mitra kami sebagaimana yang kami tampilkan gambarnya saat ini (yaitu sdr. Tatang), tetap “rileks” dan dapat merawat tanamannya dengan baik.

Tanaman mitra kami ini, saat ini menjelang petikan ke 3, dan kami bersyukur hingga saat ini, tanaman cabenya, terhindar dari penyakit tanaman cabe yang “mencetarkan” hati petani.

Kekhawatiran yang berlebih apalagi banyaknya masukan pendapat dari “kiri dan kanan ” yang sebenarnya makin membuat makin bimbang dalam menentukan langkah yang  pasti dan konsisten.

Visi yang kuat dan ketenangan disertai pengetahuan diperlukan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman cabe ini, terlebih lagi biaya yang dikeluarkan untuk tanaman cabe ini tidaklah tergolong biaya rendah.

Oleh karenanya, kami sering memberikan motivasi agar mitra tersebut, tetap “panceg”kokoh dalam pendiriannya. Oleng apalagi ragu ragu dalam pengambilan langkah keputusan bisa berakibat fatal bagi tanaman.

Apalagi khususnya dalam pengendalian penyakit cabe patek/ antraknose,ini tidak boleh “meleng” sedikitpun. Salah ambil keputusan, bisa “tamat” perjalanannya.

Semoga saja tanaman cabe Pak Tatang ini, bisa selamat untuk seterusnya. Perjalanan masih panjang, harga pun di Pesisir Selatan Sumatera Barat , saat ini masih tinggi (kisaran 40-50 ribu per kg nya).

Aspek ” ketenangan” mental juga berperan dalam cara kita mengambil keputusan yang tepat, agar tanaman tetap aman dan sehat terhindar dari segala gangguan hama dan penyakit. Selamat berjuang mitra mitra KPO KL.

TUNAS TUNAS BARU MULAI BERMUNCULAN

Menindaklanjuti kunjungan KPO-KL ke kebun Gadog- Cipayung Kab. Bogor pada tanggal 25 Juli 2016 lalu, kami mendapat informasi berupa kiriman gambar gambar dari mitra di kebun tersebut.

Kebun seluas 5 hektar tersebut dibawah koordinator Bp. Dedi, dan Mas Dimas ini, saat ini mulai berkembang.

IMG-20160828-WA024

Kiriman gambar pada tanggal 29 Agustus 2016, oleh tehnisi lapangan Mas Suldi, membuat kami senang…., bagaimana tidak kondisi tanaman yang awalnya, ‘ngerem’, saat ini kondisinya mulai bermunculan tunas tunas baru. Bahkan, buah buah  bagian atasnya pun sudah…membentuk dan panjang panjang.

IMG-20160828-WA020

Pada saat kami ke kebun Gadog, kondisi tunas, seperti ‘berhenti’ dan membuat investor, “ketar-ketir”, karena tanpa adanya tunas tunas baru, apa lagi yang diharapkan?

IMG-20160828-WA014

Kalau kita lihat tulisan kami pada tanggal 25 juli 2016 lalu, tampak sangat berbeda denga kondisi saat ini setelah diberi perlakuan secara intensif dengan pola KPO-KL.

Tampak mas Suldi, yang merantau dari Jawa tengah/Purwokerto ini,  sangat respon juga dengan metode yang berbasis organik cara KPO_KL ini, menjelang pemetikan ke 5 saat ini kondisi tanaman makin lebat.

IMG-20160828-WA016

Selain tunas tunas yang bermunculan lagi, bunga dan buahnya pun saat ini makin lebat….

IMG-20160828-WA012

Ayo …. Mas Suldi , bujangan yang dipercaya oleh investor untuk mengelola lahan sekitar 2 hektar dari total 5 hektar yang ada saat ini, sudah merasakan   reaksi seteleh beberapa kali aplikasi dengan PROTEKTAN, BIOPESTIS, DAN PESNATOR.

IMG-20160831-WA001

Kiriman gambar pada tanggal 31 Agustus 2016, menjelang petikan ke 5, efek tunas yang sehat…., makin terasa saat ini, buah memerah dan warnanya CERAH…

IMG-20160831-WA003

Pengecoran Pormik, Protektan dan Biopestis pun ikut andil dalam mendorong munculnya tunas tunas baru, dan buah yang lebat.

Sukses mas Suldi, sebagai anak muda, generasi penerus sebagai “tunas muda”, kami  berharap tidak terkontaminasi, oleh “virus” pola kimia yang tak terkontrol.

Sukses petani Bogor- Sukses Petani Indonesia