Perbandingan antara cara KL dengan cara Kimia murni

Kiranya perlu dilakukan pembanding antara cara pengolahan Pestisida organik KL dengan cara kimia murni. Apalagi saat ini yang kami ajak kerjasama adalah tokoh tani senior di wilayahnya sekaligus juga pemilik toko pertanian,penyedia bahan pupuk dan pestisida kimia.

Tanaman yang dikelola dengan cara KL diusia 50 hst per tanggal 19 Sep 22 ( pindah tanam tanggal 1 Agustus 22). Kondisi nya sedemikian sehat subur dan yang di sangat menjadi perhatian mitra adalah bunga / pentil pada cabang Y pertama tidak rontok yang berbeda pengalaman bertani mitra yang lalu( bunganya biasanya rontok).

Didekat lokasi mitra Bp.Jejen Curug Leuwigoong perbatasan dengan Banyuresmi kab. Garut kami memantau setidaknya ada sekitar 5-6 tanaman yang berdampingan dengan tanaman Cabai mitra yang menggunakan tehnik kimia murni. Kondisinya demikian dalam foto foto diatas ( untuk lebih jelasnya nanti kami sertakan pada format Video nya ).

Hal yang paling di khawatir kan dilokasi ini adalah serangan keriting daun / puretnya daun tunas dan juga serangan virus kuningnya. Hingga usia 50 an Hst ini tanaman mitra relatif bisa dikatakan aman dari penyakit virus kuning dan keriting daun yang memang biasanya menyerang di awal awal tanam dengan gejala yang muncul pada saat plus minus 1 bulanan .

Hemat kami sangat perlu dilakukan perbandingan apalagi metode yang kami terapkan berbeda dengan tehnik yang diterapkan selama ini. Kiri kanan depan belakang dari spot lokasi mitra yang menggunakan pola Kembang Langit ini perbandingannya kami juga coba share dalam format videonya .

Berikut ini Kami lampirkan versi lebih lengkapnya/Video.

Apalagi mitra yang sudah senior dan juga sudah mengenal berbagai macam produk kimia dengan hasil hingga saat ini sangat puas, tanaman yang menggunakan pola KL tunas nya lebih aman dari serangan virus kuning Gemini dan terhindar dari keriting daun , walaupun ada satu dua secara umum masih tidak signifikan.