Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: bercocok tanam cabe

1 2 »

MENANAM di TANAH MARGINAL

Walaupun saat ini di 1/3 awal bulan Ramadhan , harga cabe sedang terjun bebas,tetapi mitra kami Bp. Marno A dari Humbang Hasundutan, tetap berupaya sekuat tenaga dan kemampuan agar tanaman cabe nya , bisa tumbuh subur dan tetap produktif..

IMG-20170603-WA0130

Pada kesempatan ini di awal bulan Juni 2017,mitra kami ini, telah petik sd 6 kali.

Walaupun kondisi tanah jauh dari disebut subur, tetapi dengan tehnologi yang kami kembangkan cara kpo KL, pertumbuhan tanaman cabe var. Lokal nya, masih tetap tumbuh subur.

IMG-20170603-WA0126

Tanah yang secara fisik, kimia dan biologi tampak kurang mendukung untuk kesuburan tanaman tetapi dengan pemberian pupuk Pormik Protektan dan Biopestis, pertunasan tanaman ,bunga dan buahnya, menjadi lebat.

IMG-20170603-WA0125

Pemberian bakteri khusus baik dari Cas dan Pormik, dimaksudkan agar mikroba dalam tanah menjadi lebih aktif bukan malahan menjadi tertekan perkembagannya.

IMG-20170603-WA0129

Hasilnya , tampak nyata, tanah yang secara warna, tekstur dan tingkat kesuburan yang kurang mendukung, berubah menjadi tanah yang siap ditanami dan memberikan tingkat kesuburan yang signifikan.

Ayo mitra kita gunakan tanah tanah yang dikatakan orang sebagai tanah yang marginal, tidak subur, kita coba tanami dengan pola KPO KL.

Semoga potensi alam berupa tanah tanah marginal yang selama ini belum termanfaatkan, kita mulai tanami dan dari sini kita harapkan terjadinya lonjakan produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bangsa kita sendiri.

PETANI PEMULA BERTANAM DI ‘TANAH YANG LETIH’

Kembali kami tertarik untuk mengangkat ‘kisah’ petani pemula yang bercocok tanam cabe . Kali ini kisahya datag dari Desa Mekar Sari, Cikajang- Garut – Jawa Barat. Namanya , sdr. Khoer.  Awalnya sebelum bertani sdr. Khoer ini, bekerja disalah satu perusahaan swasta nasional di Jakarta, tetapi saat ini rupanya lebih tertarik untuk bertani.

Kali ini penanaman dilakukan di sekitar pekarangan( tampak bangunan sekolah dibelakangnya), istilah kami di Garut adalah “tanah jami’ tanah yang sudah “letih” dan cenderung dihindari karena sudah sering ditanami dan dianggap sudah tidak subur dan tidak mendukung.  Dengan demikian biasanya petani sekitar, berusaha mencari tanah keatas gunung ,membuka lahan baru lagi.

pp1

Ceritanya dimulai pada saat tanamannya pada saat usia sekitar 2 mingguan setelah tanam, ( penanaman tanggal 10 Okober 2016 ) mulai terkena virus kuning dan gejala keriting daun, sontak saja karena Sdr. Khoer yang  tergolong petani pemula , langsung searching ke abah google, dan menemukan website nya  KPO-Kembang Langit ( yang nota bene masih sekabupaten dengannya).

pp4

 Pertama kali sdr.Khoer  mengunjungi klinik kami, pada tanggal 25 Oktober 2016, kemudian sebulan kemudian, kami mengunjungi langsung ke kebun untuk dilakukan pengamatan langsung tanggal (26 Nov 2016).

Penerapan secara “utuh” saran dari KPO _KL, ternyata saat itu sudah mulai terlihat.  Modifikasi modifikasi yang “tidak perlu”, Hal ini, biasanya kalau petani yang sudah berpengalaman, metode kami banyak di ‘plintir’ dengan menambahkan pupuk insektisida maupun fungisida yang di luar “standar ‘KPO-KL.

IMG_20161202_093739

Pemantauan berikutnya kami secara langsung “terjun” ke lapangan pada tanggal  2 Desember 2016,  mengamati perkembangan tanaman mitra yang ‘disiplin” tanpa memodifikasi  standar /metode. Perkembangan tanaman tampaknya makin sehat.

pp7

Jarak dari kantor KPO-KL di Leles ke Cikajang yang tidak begitu jauh ( sekitar 30-40 km ), memudahkan juga kami untuk melakukan pemantauan secara intensif. Pada tanggal 12 januari 2017, kami melakukan ‘blusukan’ untuk memantau langsung, efek dari hasil penerapan metode KPO-KL.  Hasilnya, hingga tanaman berusia 3 bulanan, sangat memuaskan kami.

IMG_20161226_173003

Ada hal yang kami petik dari petani pemula ini, walaupun tanamannya hingga saat ini belum panen, tetapi hasil  yang sudah tampak menggembirakan bahkan saat ini, membawa teman teman petani pemula  sekampungnya.

IMG_20161226_173018

Memang agak berbeda dengan petani yang ‘sudah banyak tahu’ pestisida dan pupuk kimia, petani pemula seperti sdr. Khoer ini, tidak banyak “neko neko” dalam menerapkan metode kami, semoga saja teman teman lainya yang saat ini di ‘bawa’ olehnya bisa menyusul, menerapkan metode KPO-KL.

Kami berharap pada suatu saat nanti, walaupun masih pemula, tapi kami berharap banyak , suatu saat nanti, bisa menggugah dan mengubah ,pola tanam konvensional kimia murni yang banyak di gunakan di sekitaran Cikajang, Cibuluh dan sekitarnya.  Sebagaimana banyak diketahui daerah Cikajang ini merupakan salah satu sentra pertanian  hortikultura, terbesar di Garut  bahkan di Jawa Barat.

IMG_20170112_110313

Petani di Cikajang ini, sulit sekali menerima inovasi baru, karena sudah ‘terkungkung’ oleh adat istiadat bertani secara kimia sejak jaman “baheula”. Kami berharap dengan metode ini suatu saat nanti, ingin membuktikan bahwa bertani dengan cara demikian, bisa lebih menguntungkan dan bisa dilakukan di ‘tanah jami’yang selama ini dihindari oleh petani  lainnya.

MASIH PRODUKTIF DI USIA “SENJA”

Usia tanaman mitra kami dari Desa Jambu Keledung Temanggung ini memasuki usia 6 bulanan.

juni 20 2

Kami bersyukur karena tanaman yang memasuki pemetikan ke 14 saat ini produksinya sudah diatas 4 tonan dari populasi sekitar 7000 ribuan .

jay2(1)

Kondisi tanaman yang diambil pada pertengahan bulan Juni 2016 saat ini tampaknya masih produktif dan masih banyak buah buah pentilnya.

jay 20 juni

Bahkan kelihatannya prospek untuk pemeliharaan ke tahap ke dua masih memungkinkan, karena tanaman masih segar. jay3(1)

Biasanya dari faktor harga juga menentukan keputusan untuk pemeliharaan tahap berikutnya, karena yang  harga murah biasnya membuat petani enggan untuk melanjutkan pemeliharaannya walaupun secara vigor tanaman masih memungkinkan.

jay1

Mengusahakan agar tanaman “ever green” di usia senja, kami usakan dengan pemberian makanan dan pestisida yang cara kerjanya tidak merusak “jaringan” tanaman itu sendiri. Dalam hal ini kami memberikan makanan yang juga sekaligus pestisida organik dari KPO KL, yaitu Protektan Pesnator, dan Biopestis yang diberikan secara di semprot dan dikocorkan.

Saat ini bang Jay, sudah merasakan efek / reaksi dari aplikasi yang diberikan secara berbasis organik ini.