Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: Bengkak akar

1 2 »

HAL YANG ” AGAK MUSTAHIL ” DALAM PERTANIAN BERBASIS KIMIA

Berikut ini kami mencoba memaparkan tehnik dan metode KPO_KL yang berbasis organik yang antara lain , mencoba keluar dari kebiasaan petani pada umumnya.

Gambar 1.(  Kami mencoba MEMBERONTAK dari tradisi yang sudah berlangsung lebih dari 40 tahun, dengan tidak ikut-ikutan  memberikan MAKANAN yang menyebabkan tanah menjadi rusak.  Gambar diatas kami ambil di lokasi yang sudah 6 kali secara berturut-turut ditanami,tanpa mengubah bentuk bedengan.)

Gambar 2. ( Gambar tanah yang berubah warna menjadi menghitam,dengan memberikan “MAKANAN” yang “Pas” .  Tanah berlumut,menandakan bahwa tanah tidak diolah dalam jangka waktu lama.  Gambar ini diambil pada musim tanam yang lalu,bahkan saat ini lokasi tersebut kami gunakan kembali tanpa mengubah kembali bentuk/posisi bedengan.)

HAL YANG MUSTAHIL DILAKUKAN PADA KONSEP PERTANIAN BERBASIS KIMIA, yang setiap musim tanam WAJIB HUKUMNYA  dengan HARUS MEMBALIK TANAH.

Gambar 3. ( Hasil yang dicapai luar  sungguh diluar dugaan.  Seperti inilah… hasil aplikasi metode KPO-KL.)

Gambar 4.( Apabila Tanah yang merupakan “RUH” nya kehidupan,kita pelihara,ternyata kita juga mendapatkan KEGEMBIRAAN.  Tanah yang diberi PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA secara terus menerus ,jelas bisa ‘MEMATIKAN  RUH’ tanah itu sendiri.  Tanah Rusak ,maka rusak pula “sendi-sendi” kehidupan kita.)

Ini kenyataan saudaraku… HASIL DEMIKIAN…SEPERTINYA SUATU HAL YANG MUSTAHIL,APABILA yang diterapkan adalah  SISTEM PERTANIAN BERBASIS KIMIA…

Gambar 5. (  Kami membuktikannya dengan CINTA IBU, hal yang sepertinya  MUSTAHIL ternyata  menjadi TIDAK MUSTAHIL.  Dengan satu kali olahan tanah,hingga saat ini tanaman sudah menghasilkan 4 macam jenis komoditas sayuran.  Dalam gambar diatas ada 3 jenis tanaman ( Sawi, Tomat dan Cabe),disusul lagi tanaman Kubis/Kol pada gambar 9.dibawah ini.)

Gambar 6.( Melimpahnya hasil yang didapat dengan pola berbasis organik ala KPO-KL ,betul-betul terasa… setelah petik Sawi, tanaman Tomat dan Cabe Menyusul…)

 

Gambar 7. ( Gambar 5-6-7-8-9, ini sudah kami tampilkan pada  halaman web kali yang lalu, setelah panen sawi menyusul panen Tomat, yang ukuran buah ujungnya,juga besar-besar.)

Gambar 8. ( Tanaman seperti diatas  yang kami sebut, ” HABIS TOMAT TERBITLAH CABE”,pada saat itu, bulan AGUSTUS 12, tanah dan tanaman mengalami KEKURANGAN AIR,tetapi ada hal sepertinya mustahil.

Gambar 9. ( Lubang tanam bekas sawi putih, digunakan kembali untuk tanaman Kubis/kol, padahal hal ini,sangat di”takuti” oleh petani yang basis nya pertanian kimia.  Faktor bengkak akar/akar gada, sangat riskan apabila ditanami masih dalam famili,kubis-kubisan.)

kesimpulannya, ternayata dengan metode BERBASIS ORGANIK ALA KPO -KL ini, hasilnya hal yang sepertinya MUSTAHIL menjadi TIDAK MUSTAHIL.

 

AKAR GADA ,Plasmodiophora brassicae, PADA KUBIS,teratasi…

Penanggulangan masalah akar gada,bisa jadi penyakit yang menjadi kendala utama pada pertanaman kubis.  Bisa jadi pada saat serangan berjangkit,persentase serangan lebih dari 50 % bahkan bisa total.
1. (Pada kesempatan ini,kami tampilkan pengamatan lanjutan pada tanaman kubis milik H.  Rahmat, Cikandang,Cikajang Garut, bisa kita lihat pada gambar hasil aplikasi setelah 4 kali pengecoran,crop kubis  mulai membentuk dan ukuran terlihat besar- besar)
2.  (Tanaman kubis ini,awalnya ditumpang sarikan dengan tanaman tomat/terlihat bekas ajir,bambu penyangga) Menurut pengalaman petani tersebut,biasanya tanaman kubis yang ditumpangsarikan dengan tomat,ukurannya tidak sebesar-besar ini.
3.  Pada kesempatan ini,kami mengajak Sdr. Watno dari Desa Petaling,Kab. Muaro Jambi,Prop. Jambi,yang sengaja  berkunjung ke Garut untuk melihat langsung tehnik pertanian organik,ala kembanglangit.
4.Populasi jumlah tanaman kubis sekitar 40.000 tanaman. Masalah akar gada pada tanaman kubis ini,ternyata dapat teratasi  dengan menggunakan tehnik pengendalian berbasis pertanian organik,ala kliniktaniorganik, KEMBANG LANGIT.
5. Sdr. Watno,sedang mengamati pelepah dan buah kubis yang sebesar, “nampan beras”.  Selain akar gada,masalah bercak daun alternaria brassicae,juga dapat teratasi.  Hal prinsip yang kami lakukan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh cendawan/jamur, Plasmodiophora brassicae ini adalah dengan mengupayakan akar serabut tumbuh secara pesat, dan mengupayakan pula agar Akar Tunggang kubis,yang terserang  “membusuk”.
6. Pertumbuhan akar serabut ini sangat besar pengaruhnya apabila akar tunggang sudah terserang penyakit ini.  Akar serabut tersebut akan mengimbangi dan berupaya menyerap unsur hara karena akar tunggang sudah “bengkak”terinfeksi Plasmodiophora brassicae. Akar serabut akan menjadi “penyeimbang”  dan mengambil alih fungsi dari akar tunggang untuk menyerap unsur hara dari dalam tanah.  Memang dalam perkembangnnya biasanya ukuran kubis yang sudah terserang akar tunggangnya, ukuran Cropnya tidak sebesar apabila akar tunggang tidak terganggu.
7.  Ukuran buah/Crop kubis yang besar dibandingkan dengan kemasan rokok.
Dengan tehnik pertanian,berbasis pertanian organik,ala  kliniktaniorganik, KEMBANG LANGIT, pertama yang dilakukan adalah dengan mengupayakan agar tanah menjadi “gembur” terlebih dahulu,sehingga diharapkan apabila tanah sudah gembur adalah pertumbuhan akar serabut menjadi “leluasa” bergerak.  Langkah selanjutnya adalah mengkondisikan agar Plasmodiophora brassicae tidak sesuai media tumbuhnya disekitar perakaran tersebut.  Demikianlah yang kami lakukan. Hasilnya…terlihat pada gambar-gambar  diatas.
OLEH KARENA ITU, APALAGI YANG DIRAGUKAN DENGAN KONSEP BASIS  PERTANIAN ORGANIK.

Plasmodiophora brassicae/ BENGKAK AKAR pada KUBIS-KUBISAN.

Banyak kasus yang terjadi pada saat budidaya tanaman kubis-kubisan,diantaranya adalah, penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh cendawan/jamur,Plasmodiophora brassicae.1. Spora Plasmodiophora yang bertahan lama dalam tanah bahkan bisa mencapai sedikitnya 6-8 tahun tanpa tanaman inang…,jadi sekali tanah terkontaminasi cendawan ini,hati-hatilah…agar tanaman kubis-kubisan kita tidak terserang penyakit bengkak akar/ akar gada tersebut.2. Adapun langkah -langkah pengendalian menurut , tehnik kliniktaniorganik ,KEMBANG LANGIT  adalah,dengan perlakuaan pada tanah  yang akan ditanami dan pupuk dasarnya.  Sering kita melihat pada aplikasi dilahan adalah dengan mencari/menggali tanah merah yang belum terkontaminasi cendawan /jamur ini.  Hal ini tentunya tidak salah,hanya betapa “ribet”nya kalau lokasi yang mau ditanami,dengan luasan yang besar…, harus menggali tanah merah yang ada dibawah permukaan “top soil”,DIBALIK POSISINYA JADI DIATAS.3. PUPUK KANDANG baik dari ayam atau hewan lain pun rupanya perlu diwaspadai, “andil”nya dalam menjangkitkan penyakit bengkak akar ini. Terutama pupuk kandang ayam,coba anda perhatikan…
4. 5. PANEN BERHASIL, terhindar dari akar gada/bengkak akar…
6.  Hasil panen,sukses
Sawi putih/petcay,TIDAK TERSERANG AKAR GADA/BENGKAK AKAR yang disebabkan oleh,Plasmodiophora brassicae.
7.  
Hal ini merupakan  SALAH SATU, metode kami klinikpertanianorganik, KEMBANGLANGIT  dalam mengendalikan penyakit bengkak akar/akar gada pada tanaman kubis-kubisan,langkah -langkah lainnya kami ulas secara ber seri kedepan…
SEMOGA BERMANFAAT…