Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: bawang merah

1 2 »

PENGENDALIAN HAMA BAWANG MERAH PADA SAAT CUACA EKSTREM

Pada kesempatan kali ini ,kami akan “mengisahkan” dongeng lama/legenda yang sudah ada sejak  “dahulu kala”, yaitu kisah   “bawang merah” (saja) ,tanpa  mengisahkan kisah “bawang putih”. (Kami tidak mengisahkan bawang putih karena,”katanya” komoditas ini, sama halnya dengan kedelai, berasal dari daerah iklim subtropis.  Komoditas ini, dikatakan, walaupun di”dipacu” sedemikian rupa, tidak akan berhasil secara optimal karena bukan tanaman tropis. Ya … sudah…Lah… Padahal kalau mau merunut asal muasal tanaman, sangat banyak tanaman dari daerah subtropis, yang bisa diadaptasikan di daerah tropis dan berhasil apabila dikelola secara ” tepat”.)

Kami mencoba menggali sumber literatur, mengapa  “nasib”  bawang merah beberapa waktu ini, begitu tragis ? Apakah ini merupakan, akibat karena selama ini “bawang merah” suka berlaku  ” tidak baik ” pada bawang putih? (he he)

Pada saat sebelum panen raya, bagian Ibu rumah tangga yang menjerit, karena harga bawang merah yang melambung tinggi, pada saat panen tiba, sebagian petani yang menjerit…karena , harga bawang merah, terjun bebas.

Berikut ini, “kisahnya”. .. Informasi “cerita” ini , kami dapatkan dari media massa .  Urutan kisahnya, kami sesuaikan  waktunya  antara “kisah” dari media massa yang bersamaan dengan  waktu aplikasi yang sedang kami lakukan dilokasi mitra kami,  H. Yusuf Darma Pabedilan Cirebon.   H. Yusuf  yang  sejatinya adalah seorang dokter umum , mengelola tanaman bawang merah hingga puluhan hektar ( kalau tidak salah data, lahan yang dikelola , kurang lebih 40 ha. Luas juga yaa…jadi kami rasa, cukup representatif untuk mewakili, keadaan yang dialami  petani bawang merah secara umum pada saat ini.)

( Bisa kita amati perbandingan waktu/tanggal yang tertera pada gambar/foto  tanaman yang sedang kami aplikasikan dengan waktu pengambilan kisah dari Media ,  yang “temponya ” hampir bersamaan.)

1

Gambar 1.( Uji terap  yang kami lakukan bersama Mitra kami di HDR, milik H. Yusuf,  di desa babakan Losari Lor, Pabedilan, Cirebon. Pengamatan pada tanggal ,18 Juli 2013.  Perlakukan dibedakan ,sebelah  Kiri Ajir menggunakan tehnik  KTO,  sedangkan kanan  Ajir, merupakan  Kontrol, yang masih menggunakan tehnik kimia murni.)

Kami mencoba menghimpun  informasi, dari berbagai sumber “cerita” . Dikisahkan , bahwa salah satu penyebab, anjloknya “kestabilan”  komoditas bawang merah adalah, “ANOMALI CUACA”, yang di beri  istilah “KEMARAU BASAH”. Berikut ini, kisahnya : 

JAKARTA | NONBLOK.COM. Jumat, 19 Juli 2013 10:13 . Haryono yang merupakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian, mengatakan bahwa “terjadinya kemarau basah wajar panen mundur, jika ada panen dalam skala kecil dan itupun kondisinya sudah rusak.”

“Perubahan iklim, saat ini dikenal dengan kemarau basah, artinya curah hujan lebih tinggi. Hortikultura nggak tahan air,” tambahnya.

2

 Gambar 2. Gambar diatas menunjukkan  uji terap yang sedang kami lakukan.  dari Kiri ke Kanan , 3 Petak  menggunakan tahnik KTO yang mengurangi “jatah” pestisida kimia ,sedangkan  3 Petak  sebelah kanan berikutnya merupakan Kontrol, yang masih menggunakan dosis ” boros” pestisida. Pengambilan gambar pada tanggal 18 Juli 13.)

Tribunnews.com, Cirebon - Para petani di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Indramayu, mengeluhkan produksi bawang merah yang mengalami penurunan akibat kemarau basah saat ini.

Riwad, salah seorang petani bawang merah di Losari Kabupaten Cirebon, Senin, mengatakan akibat kemarau basah produksi bawang merah turun karena pertumbuhan tanaman tersebut kurang maksimal.

Dia menyatakan, biasanya hasil panen dari lahan tanam sekitar satu hektare mendapatkan 15 ton bawang merah. Tapi, kini paling hanya menghasilkan bawang merah 8 sampai 9 ton.

Selain kondisi kemarau basah, serangan berbagai hama dan penyakit terus menyerang tanaman bawang merah tersebut.

Menurut Suparjo, petani bawang merah lainnya, akibat kemarau basah itu sebagian lahan tanaman bawang merah gagal panen, sehingga petani merugi dan hasilnya menjadi kurang maksimal.

Hujan yang berkepanjangan dan serangan hama itu terus merusak tanaman bawang merah, kata dia lagi.

3

Gambar 3. Petakan bawang merah yang menggunakan tehnik  KTO berbasis pestisida organik , pengambilan gambar pada tanggal,30 Juli2013.  Harga pada saat uji terap ini dilakukan, masih sangat tinggi. Petani, belum siap panen)

 Berikutnya kami ambil lagi “kisah”  yang hampir senada, dengan kisah diatas.  (Antara) . Cirebon, 31/7  – Kondisi kemarau basah yang terjadi belakangan ini membuat para petani di daerah Pantura Kabupaten Cirebon Jawa Barat, kesulitan menanam bawang merah akibat banyak hama pengganggu.

“Pada kemarau basah ini sulit untuk menanam bawang merah akibat banyak hama pengganggu, karenanya banyak yang beralih menanam jagung manis,” kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Cirebon, Ali Efendi Rabu.

 

4

Gambar 4. Merupakan petakan ” Kontrol”, tehnik konvensional yang masih menggunakan insektisida tinggi.  Pada saat  uji terap ini dilakukan, tanggal 30 Juli 13,sebenarnya sedang ,marak-maraknya serangan ulat Spodoptera litura, (ulat Grayak) yang Ganas, yang bisa merusak areal luas bahkan dalam semalam saja.)

Menurut dia akibat kemarau basah hanya sebagian lahan ditanami bawang merah, sebelumnya di Cirebon mencapai 4.000 hektare, kini diperkirakan sekitar 2.000 hektare.

Namun , pada saat yang bersamaan,  yang dikisahkan MUSIM KEMARAU BASAH dan ‘RAWAN SERANGAN HAMA’ ,mitra kami di Pabedilan ini, sedang melakukan aplikasi yang menggunakan tehnik pertanian yang menggunakan insektisida organik ala KTO-KL. Hasilnya sebagaimana yang kami tampilkan pada artikel kali ini.

5

Gambar 5. Perbandingan terus kami lakukan, gambar diatas  ,yang menggunakan pupuk organik “peraman ” ala  KTO .  Pengamatan dilakukan pada 11 Agustus 2012.  Pada saat ini, sebagian besar  petani bawang di Cirebon, mengalihkan pola tanamnya dari bawang  merah ke palawija.

Pada waktu yang hampir bersamaan  , disaat uji terap kami lakukan, media elektronik yang lain, menulis “kisah”yang isinya hampir sama:  Metrotvnews.com, Cirebon:Jum’at, 09 Agustus 2013 | 21:30 WIB.   Kemarau basah, membuat para petani bawang merah di Pantura Kabupaten Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat, beralih tanam dari bawang merah ke palawija.

Seorang petani di Cirebon, Bustoni, mengaku sebelumnya menanam bawang merah, akan tetapi gagal panen karena serangan sundep (Red :ulat ) . Modal budi daya bawang merah, katanya, tidak kembali, sehingga dengan terpaksa beralih menanam jagung karena modalnya terjangkau.

Kekhawatiran serangan ulat dan kondisi cuaca yang tidak “bersahabat” membuat petani bawang  merah,  berpikir ulang untuk menanam bawang merah lagi.

Serangan hama yang hebat, harga bibit yang mahal dan kegagalan pada musim sebelumnya, menyebabkan petani bawang, sebagian besar beralih pada komoditas lain bahkan sebagiannya lagi, banyak yang “tiarap” dahulu.

6

Gambar 6. Pengambilan gambar tanggal 11/8 /13 masih menggunakan tehnik pertanian organik ala ,KTO. Bergeser kekanan sedikit dari gambar 5.)

Berikutnya, kami lanjutkan kisah bawang merah …selanjutya  “dikisahkan”:

TEMPO.CO, Jakarta- Rabu, 14 Agustus 2013. Bawang merah impor akan masuk kembali ke Indonesia Rabu, 14 Agustus 2013. Kementerian Perdagangan mencatat, hingga 3 Agustus 2013, sebanyak 3.100 ton bawang merah telah membanjiri pasar domestik. Realisasi impor itu, hampir 20 persen dari kuota impor semester kedua tahun ini yang ditetapkan pemerintah sebesar 17.000 ton.

“Kapal akan kembali masuk setelah 14 Agustus 2013. Pada 4-13 Agustus 2013 kemarin tidak ada aktivitas pengapalan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi, dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Agustus 2013. Separuh bawang merah yang akan tiba itu –sekitar 1.642 ton– akan didistribusikan ke Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Sementara itu Bachrul mengaku hingga hari ini (14 Agustus 13)  sekitar 3.000 ton bawang merah sudah masuk Indonesia. Dia memperkirakan sebanyak 3.500 ton bawang merah akan membanjiri Indonesia hingga akhir Agustus ini.
(Wow ..wow wow…Pada saat menjelang panen…bawang merah dari negara”tetangga” ,sudah “stand by” dan  membanjiri  pasar lokal (  Pada saat usia bawang merah mitra kami demikian pula petani bawang lain, belum siap panen karena usia tanaman baru  sekitar satu bulanan lebih).  Pada gambar diatas  tertera tanggal 11 Agustus.  Pada saat itu, harga bawang merah dipasaran  memang …sangat tinggi.  Karena tanaman petani belum siap panen)

7

Gambar 7. (Sebenarnya ada 9 baris masing-masing 3 baris tehnik KTO-KL, 3 baris kontrol dan 3 baris lagi perpaduan antara tehnik ala KTO-dengan tehnik HDR FARM.  Sementara itu, aplikasi dalam skala yang luas, seluruh lokasi  milik H. Yusuf Darma ini, sudah menerapkan tehnologi berbasis organik ala KTO.)

senin, 26 Agustus 2013 15:47 wib. Okezone. Diungkap oleh Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan (BPPT), Tri Handoko Seto.

Menurutnya, meskipun sekarang masuk musim kemarau, namun di beberapa wilayah Jawa tetap muncul hujan.

Musim kemarau yang masih diisi dengan hujan ini disebutnya sebagai ‘kemarau basah’. “Untuk pulau Jawa masuk kemarau. Pada Agustus ini matahari ada di utara khatulistiwa, massa udara di tarik ke arah sana,” ujarnya.

Menurutnya, di beberapa bulan terakhir, terdapat anomali cuaca yang disebabkan oleh hangatnya suhu laut di sekitar pulau jawa. Sehingga, memungkinkan terjadinya pembentukan awan yang berakibat pada hujan. “Secara umum, saat ini masuk kemarau, tetapi kemarau basah,” tegasnya.

( Disaat bulan Agustus ini, masih saja dikisahkan,perihal ANOMALI CUACA, tetapi  mitra kami, “KALEM-KALEM SAJA ” dengan tanaman bawang merahnya.  Secara tehnis sepertinya perihal KEMARAU BASAH  dan HAMA ULAT GRAYAK , tidak terlalu merisaukan.)

8

Gambar  8. Pengambilan gambar pada tanggal,27 Agustus 20139.  Hasil yang menggunakan tehnik KTO, yang  menggunakan insektisida organik plus insektisida kimia berbahan aktif Prevonofos dengan 1/2 dosis anjuran. Saat ini serangan ulat grayak sedang gencar, di”kisahkan” ada tetangga kebun yang tanaman  bawang merahnya habis, digerogoti hama ulat grayak.

Kisahnya berlanjut sebagai berikut:

Medan Bisnis – Jakarta. Jumat, 30 Agt 2013 07:59 WIB. Kementerian Perdagangan Kemendag , menghentikan sementara izin impor bawang merah. Alasannya beberapa sentra produksi bawang merah di dalam negeri sudah masuk panen raya.

Betul pak…Termasuk , pada saat itu, tanaman bawang merah mitra KTO-KL, siap panen…


9

Gambar 9. Pengamatan pada Tanaman Kontrol (tidak menggunakan tehnologi pertanian berbasis organik) ternyata persentase tanamannya,lebih banyak yang berwarna “kuning”.  Sebagai informasi tambahan,Ukuran  lebar petakan  yang digunakan dalam aplikasi ini adalah, lebar 1.5 meter, sedangkan  panjangnya 20 meter, lebar selokan 1/2 m.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina, di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Kamis (29/8), mengungkapkan

“Kalau memang panen,  yang sudah diberikan, kita tidak berikan lagi (red . Impor) . Jadi nantinya tidak akan mendistorsi pasar dan merugikan petani apabila mulai panen,” .Sementara itu, untuk realisasi impor bawang merah semester I-2013, Kemendag telah mengeluarkan izin 5.500 ton impor bawang merah. Total alokasi secara keseluruhan impor bawang merah tahun 2013 adalah sebesar 16.700 ton. “Alokasi sampai dengan semester II-2013 itu 16.700 ton. Realisasi impor baru 5.500 ton dari 16.700 ton,” imbuhnya.

( Banyak juga yaa…!!!  Padahal, sebagian petani yang berhasil, mengatasi KEMARAU BASAH dan serangan ULAT , SIAP PANEN.)

10

Gambar 10. (KTO. Pengamatan pada tanggal  3 September 2013.  Tampak  pada saat sehari menjelang panen, kondisi tanaman bawang merah, masih “segar bugar” selain aman dari serangan ulat juga terhindar dari penyakit “moler”, ” busuk ujung daun” dan aman pula dari penyakit ” lodoh”. Kombinasi fungisida organik KTO-KL dan sedikit fungisida kimia berbahan aktif Propineb  dan Menkozeb, ternyata efektif  mengendalikan penyakit- penyakit  tersebut. Bisadibandingkan dengan kondisi tanaman yang tidak menggunakan tehnik KTO- KL pada gambar dibawah ini.)

Senada dengan Srie Agustina, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga mengatakan hal yang sama. Ia tidak ingin harga bawang merah rusak karena membanjirnya bawang merah impor. Untuk sementara izin impor bawang merah ditiadakan.”Untuk izin yang sudah kita keluarkan itu harus dieksekusi, tetapi kita tidak keluarkan izin lagi selama panen raya. Tergantung berapa yang belum dieksekusi. Panen ini kan hanya 1 bulan kalau kurang lagi bagaimana ada 4 bulan lagi kita lihat,” ujarnya.

11

Gambar 11. Bisa kita bandingkan gambar 11 diatas dengan , hasil aplikasi Kontrol diatas ini. Pengambilan gambar dalam waktu yang bersamaan.  Tampak kondisi daun tanaman  bawang ini, tingkat “ketahanannya” lebih lemah dibandingkan dengan tehnik aplikasi KTO-KL, gambar 11.)

 Jadi kalau sudah begini,  cerita nya…Pada tanggal 14 Agustus 13, menjelang panen raya dibeberapa tempat, bawang merah dari luar, sudah “mangkal ” dipasar lokal. Bagaimana caranya “menarik” kembali bawang merah yang sudah masuk kepasaran?

Selain itu benar-benar siapkah seandainya keputusan  izin impor bawang merah yang sudah dikeluarkan  untuk dieksekusi? Sebagaimana dikisahkan diatas “Untuk izin yang sudah kita keluarkan itu harus dieksekusi, tetapi kita tidak keluarkan izin lagi selama panen raya.

12

Gambar 12. ( Kondisi tanaman  bawang merah, hasil aplikasi KTO-KL, di Pabedilan yang dipanen pada tanggal , 4 – 12 September 2013.  Pada saat setelah penjemuran.  Hasil ini sebagian besar digunakan untuk bibit, padahal usia tanaman dipanen pada saat usia  55 hari, sebenarnya… apabila melihat kondisi tanaman pada gambar 10, tanaman  masih bisa bertahan hingga 5 harian lagi.)

 

13

Gambar 14. ( Kondisi pertanaman , uji aplikasi yang sedang dilakukan, penjemuran. pengambilan gambar pada tanggal 11 Sep 13.)

SUDAH SEPANTASNYA PERIHAL HAMA DAN PENYAKIT BAWANG  TERSEBUT KITA UPAYAKAN AGAR BISA TERKENDALI DALAM KONDISI CUACA BAGAIMANAPUN.