Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: ANTRAKNOSE

1 2 »

DISAAT….. PESTISIDA KIMIA… TAK MEMPAN LAGI…

Pada artikel kami kali ini, kembali kami tampilkan hasil aplikasi mitra kami  Bp. Dedi  Herdiyana, dari Majalaya, Bandung selatan, tepatnya  Lokasi kebun mitra kami ini berada di Jl. Cagak/Anyar, Rancaekek -Majalaya,  Depan Pom Bensin di Manilancan, Majalaya-Bandung. Luas areal yang ditanami sekitar 700 tumbak ( sekitar 1 hektaran.)

foto0081

Hasil yang didapat setelah petikan ke empat adalah 575 kg, jadi total hingga  saat ini  adalah (panen 1-3 total 1067 kg + 575 = 1642 kg ) hasil yang menggembirakan tentunya.

foto0095

Buah siap petik lagi, jumlah nya diperkirakan masih sangat banyak sekitar 40-50 buah lagi yang masih menggantung dipohon dan siap di petik.  Kita berdoa bersama …Semoga berhasil ya pak Dedi..

foto0096

Dimana sebelumnya kondisi buah cabe ini, “boro-boro” bisa berwarna merah, masih hijau dan kecil saja sudah di”entup” lalat buah. Padahal pestisida yang digunakan bisa mencapai 11 (sebelas) macam per aplikasinya.  Total biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 6 juta per minggunya.  Bagaimana petani tidak bingung… kalau biaya yang dikeluarkan hingga sebesar ini.

foto0097

Kondisi tanaman setelah petik.  Pada saat itu, mitra kami ini betul betul dibuat “stress” dengan kondisi tanamannya yang subur tetapi tidak menghasilkan.  Bagaimana tidak tanaman cabe Bp. Dedi ini justru rentan sekali diserang oleh hama lalat buah dan busuk buah antraknose.

foto0100

Bapak Dedi,  sebenarnya pada saat itu,  didampingi oleh  “petugas ” dari salah satu perusahaan kimia.

IMG-20140124-00711

Namun apa yang terjadi? tanaman cabe Varietas tanjung bapak Dedi tidak bisa di petik/panen. jangankan memerah, cabe ukuran kecil saja sudah di lobangi oleh lalat buah, Bahkan Bp. Dedi ( berkaos abu-abu, tengah) sempat di bawa kerumah sakit karena terkena serangan penyakit Stroke selama 24 jam, karena  “tensi yang naik” akibat memikirkan tanamannya yang rusak oleh lalat buah.

foto0103

Tapi saat ini, penyakit tersebut sudah tidak lagi menyerang, karena  buah cabe mitra kami ini, sudah bisa memerah dan dihargai dipasar Caringin Bandung dengan harga yang lebih tinggi 4ooo an.

foto0104

Saat ini, katanya  ‘petugas’  pestisida kimia tersebut sudah “pindah” ke lokasi yang lain.

foto0108

Hasil pada petikan ke 4, dengan hasil yang sangat menggembirakan dan buah yang busuk pun , semakin berkurang.

foto0112

Kualitas buah super, bahkan tanaman pun saat ini bertunas kembali.

foto0178

Tunas terus…. bermunculan kembali…., semoga bisa bertunas terus dan bisa mendapatkan buah “periode kedua”.

foto0120

Kami tidak sedang “belajar menulis/ mengarang” , tetapi data ini kami tampilkan apa adanya.

foto0134

Ini realita yang ada, pestisida kimia mulai makin tidak mempan lagi  dalam mengatasi hama penyakit tanaman , termasuk lalat buah  dan  antraknose.

foto0155

Kondisi tanaman saat ini, bahkan sempat tidak disemprot selama 10 hari…, namun tanaman terus bertahan.

foto0160

Buah – buah kualitas super, bahkan kalau menurut Mas Fathu dari Tegal, peserta pelatihan Gelombang XVI, yang sempat meninjau langsung ke lokasi ini ,mengatakan kualitasnya ‘SUPER SEKALI”.

foto0161

Mas Fathu yang notabene petani cabe Tegal yang secara geografis dekat dengan Brebes dan merupakan asal muasal varietas CABE TANJUNG ini pun memberikan penilaian yang sangat positif terhadap cabe yang saat ini dikelola dengan metode pertanian berbasis organiik ala KPO-KL.

foto0167

Pada musim hujan seperti saat ini, dimana  pak Dedi sempat  “kebingungan” dengan tanamannya yang rentan terserang hama lalat buah dan penyakit patek, petani mitra kami, Bp. Dedi justru… setelah MENGENAL KPO, tidak kebingungan lagi.

Disaat musim hujan, disaat petani kebingungan, disaat pestisida kimia tidak  mempan lagi… Ternyata dengan menggunakan metoda KPO yang mengusung  berbasis organik  ALHAMDULILLAH… tanaman Bp. Dedi bisa menghasilkan yang cukup segnifikan setelah mengenal METODA KPO.

Sebenarnya dalam kehidupan kita sehari haripun hal ini sering kita lihat dan amati, dimana disaat…obat kimia /medis secara modern sudah tidak mampu lagi mengatasi suatu penyakit, biasanya kita memilih terapi herbal sebagai alternatif.

CABE BERBUAH LEBAT ( Bebas Antraknose) HASIL APLIKASI TERKINI PADA TANAMAN CABE ,DARI DESA DURI-ROKAN HILIR RIAU

Pantauan kami terakhir pada tanaman mitra kami yang menggunakan tehnik pertanian berbasis organik ala KPO-KL, hasilnya seperti demikan….

1

Gambar diambil pada hari senin 27 Januari 14.

2

Beginilah kondisi tanaman cabe mitra kami dari Rokan hilir-Riau setelah panen ke tiga. petikan pertama 16 kg, petikan kedua 33 kg dan petikan ketiga 45 kg dengan interval pemetikan 3-4 hari sekali. Jumlah tanaman  sekitar  2500-an.

3

Hingga saat ini, kami syukuri tanaman yang terserang layu fusarium dibawah 10 batang (6 batang), dari total 2500 batang.

4

Gambar 2. (  lokasi di desa Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Rokan Hilir, Kab . Riau ini merupakan lokasi stasiun dan pengeboran minyak, dengan kondisi lahan yang sebenarnya  sangat tidak subur . Tampak dalam gambar, keadaan tanah yang berwarna kuning keemasan.)

5

Gambar 3. (Tanaman cabe pada saat pindah tanam tanggal 5 November 2013. Lokasi di Pekanbaru, Riau .)

6.

Gambar 4. ( Pengambilan gambar pada saat tanaman berusia satu bulan. Gambar di ambil pada tanggal 5 Desember 2013. Kami mencoba untuk menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam setiap aplikasi yang kami sarankan.)

7

Gambar 5. ( Ini dia sosok petani mitra kembang langit, Sdr. Seem . Gambar diambil,10 Desember 2013 ).

8

Hingga saat ini, masalah keriting daun dan virus kuning juga terkendalikan , walaupun ada beberapa tanaman yang daunnya agak menguning tetapi masih dalam taraf yang wajar.

9

Demikian juga masalah busuk buah, baik yang diakibatkan oleh lalat buah dan patek/antraknose , hingga saat ini  tidak menjadi masalah.

10

hmmm….nyammii, memang makin terbukti bahwa dengan sistem pertanian berbasis organik  dalam hal ini penggunaan pestisida dan pupuk organik, bisa diandalkan dalam hal pengendalian hama dan penyakit tanaman secara umum. Semoga makin sukses Dek…Seem.

BUDIDAYA CABE, TERNYATA SANGAT KOMPLEK

Memelihara komoditas cabe memang menggiurkan,apalagi  bila mendengar harga cabe sedang melambung tinggi,pasti membuat “ngiler” kalau sudah berhitung dengan keuntungan.  Namun kenyataannya dilapangan tidaklah semudah/sesimpel yang kita bayangkan,ternyata bercocok tanam cabe keriting/lombok,hama dan penyakitnya begitu kompleks.  Jadi kami sarankan untuk anda yang mempunyai modal dan ingin berinfestasi dibidang buah pedas ini,hendaknya sedikit banyak nya mempelajari seluk beluk perihal tehnik bercocok tanamnya dan mempelajari hama dan penyakit apa saja yang biasa menjadi faktor pembatas keberhasilan dalam berbudidaya tanaman ini.

Mahasiswa UNIVERSITAS PADJAJARAN,FAKULTAS PERTANIAN,PROGRAM STUDI AGRIBISNIS,angkatan 2008,Sdr. RILVANU LUQMAN sedang mencari data langsung ke lokasi kebun yang diantaranya aspek perbandingan antara pengelolaan budidaya tanaman  secara tehnik alami /organik dengan tehnik kimia .   Selama ini kami lebih sering menampilkan hasil -hasil dengan tehnik kami,nah…berikut ini kami tampilkan dari beberapa titik /lokasi yang menggunakan tehnik kimia…LOKASI DIBAWAH INI, DIAMBIL MASIH DIDAERAH LELES GARUT,KP. LEUWENG TIIS,MELENCING,LELES GARUT. Tehnik yang digunakan,hampir seluruhnya menggunakan CARA KIMIA (Foto 1 – Foto 11).

LOKASI 1.PARAH…

Penelitian Sdr . Rilvanu,langsung terjun kelapangan memantau kondisi pertanaman cabe.  Lokasi ini milik petani yang sudah berpengalaman,karena bukan satu dua kali menaman tanaman cabe.  Karena saking berpengalamannya,sehingga sulit untuk merubah kepada tehnik yang berbasis organik.

LOKASI 2.  RUSAK.

Terkadang apabila tanaman sudah terkena hama dan penyakit,pestisida yang digunakan dosisnya di tinggikan. Namun apa yang terjadi,ternyata “obat ” /pestisida saja tidak cukup dalam mengendalikan hama dan penyakitnya.  Kami sangat yakin,sebab berdasarkan pemantauan kami dilapangan,tanaman “RUSAK” seperti ini bukannya tidak di obati,bahkan sudah diberi obat berdasarkan rujukan dari “toko obat”,untuk keriting ini obatnya,untuk patek itu obatnya,namun yang terjadi dilapangan seperti yang anda lihat ini…

LOKASI 3. HANCUR.

Bukan berarti kami anti kimia hanya penggunaanya yang di pola dan kami menggunakannya tidak sebagai PUPUK DAN PESTISIDA UTAMA,kami menggunakannya  ALA KADARNYA.

LOKASI  4. AMBURADUL.

Merubah pola dari konsep pertanian kimia ke konsep PERTANIAN ORGANIK/ALAMI,memang tidak mudah,hal ini disebabkan ada nya anggapan bahwa dengan tehnik KIMIA adalah sudah segalanya,bahkan ada anggapan PESTISIDA YANG BERHARGA MAHAL,SUDAH PASTI AMPUHNYA…Ini tidak bisa dipungkiri, ini adalah realita pada masyarakat tani kita pada umumnya…

LOKASI 5. ???

Kami tidak sedang mengada-ada,kalau anda saat-saat ini datang ke Garut,Leles, lebih dari 90 % tanaman,kondisinya seperti ini (gambar -gambar diambil 3 April 2012). Tanaman di atas,tampaknya hijau tapi buahnya jarang-jarang…

LOKASI 6. SAMA SAJA RUSAKNYA.

Kekomplekan perihal budidaya,disebabkan diantaranya adalah, Faktor PESTISIDA ternyata tidak cukup ampuh Bahkan pengertian memberi pupuk banyak,hasilnya pun pasti banyak…ternyata tidak sepenuhnya tepat.  Dalam beberapa kasus kerusakan justru kerena kelebihan pupuk…baik Pupuk Kimia ataupun Pupuk Kandang.

LOKASI 7.  BERANTAKAN.

LOKASI 8. HABIS HABISIN MODAL SAJA.

Tanaman ini adalah milik,seorang petani binaan dari suatu Formulator kimia besar…,kalau sudah begini sungguh sangat memprihatinkan teman,entah apalagi yang harus dijual untuk musim tanam berikutnya…Sementara untuk musim ini saja,tunggakan PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA PADA TENGKULAK MAU TIDAK MAU HARUS DIBAYAR…

LOKASI 8.B. LOKASI TERLALU MENGANDALKAN KIMIA

Adanya sistem kerjasama antara petani dan TENGKULAK/ISTILAH DIDAERAH KAMI ” BANDAR” (yang didanai/ diberi pinjaman berupa produk oleh suatu PERUSAHAAN KIMIA) yang dibayar  pada saat panen (YAR NEN- BAYAR PANEN),juga menjadi salah satu kendala,untuk MENGUBAH SISTEM PERTANIAN BERBASIS KIMIA KE TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK.  Petani yang nota bene,kekurangan modal,menjadi tidak BERDAYA dan tidak ada pilihan untuk dalam menentukan tehnik dalam berbudidayanya,sehingga  penggunaan PUPUK DAN PESTISIDANYA,adalah  hanya yang disediakan oleh BANDAR TERSEBUT dan  akhirnya HASIL PERTANIANNYA,seperti yang kami tampilkan pada gambar-gambar ini.

Cara pengendalian hama dan penyakit pun ternyata tidak bisa diambil sampel per kasus/atau pertanaman saja,tetapi perlu pemantauan per luasan secara keseluruhan ,hama atau penyakit apa yang paling DOMINAN,yang sedang menyerang pertanaman cabe tersebut.  Mungkin anda akan berfikir,pernyataan ini agak sedikit “njilemet”, ya… memang…agak rumit,karena memang tehnik ini hasil observasi kami sendiri,berdasarkan  pengalaman team R & D kami dilapangan.  Seperti halnya dalam pengobatan suatu penyakit pada MANUSIA, pemberian obat tertentu bila kurang pas, justru bisa menimbulkan suatu penyakit baru /penyakit lainnya.

LOKASI 11. KASIHAN BARU 3 KALI PETIK SUDAH DITINGGALKAN PEMILIKNYA…(Gambar diambil 4 April 2012)

Tanaman dibawah ini,merupakan tanaman hasil aplikasi kami yang kami pantau hingga saat ini,usia 4 bulan,sudah petik 7 kali…

Pengambilan Gambar 5 April 2012.  Silahkan anda bandingkan…Warna daun,lebatnya buah,dan tinggi tanaman… dengan gambar-gambar yang kami tampilkan diawal…

Buah bagian atas pun tetap lebat…