Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Tag Archives: antraknosa cabe

ANTRAKNOSA CABE DAN CARA PENANGGULANGANNYA

Penyakit busuk buah antraknose pada cabe merupakan,  penyakit nomor wahid cabe , bahkan ada anekdot yang beredar di masyarakat bahwa berapaapun harga obatnya akan petani beli asalkan penyakit pateknya bisa terkendalikan. Serangan patek atau antraknosa ini mampu menghapuskan  impian petani untuk memetik hasil yang berlimpah, bahkan tidak jarang justru menimbulkan kerugian padahal pada saat tertentu, harga cabai sedang tinggi.

Penyakit antraknose  disebabkan oleh serangan cendawan,   Colletotrichum capsici (Syd.) Bult. Et. Bisby, C. gloeosporioides dan Gloeosporium piperatum Ell.et.Ev

Morfologi dan daur penyakit  : Colletotrichum capsici mempunyai banyak aservulus, tersebar di bawah kutikula atau pada permukaan, berwarna hitam dengan banyak seta. Seta berwarna coklat tua, bersekat, halus dan meruncing ke atas. Konidium berwarna hialin, berbentuk tabung (silindris), ujung-ujungnya tumpul atau bengkok seperti sabit. Konidium dapat disebabkan oleh angin. Cendawan pada buah masuk ke dalam ruang biji dan menginfeksi biji, sehingga dapat menginfeksi persemaian yang tumbuh dari benih yang sakit

Perkembangan penyakit sangat baik pada suhu 30 °C dan kondisi yang kelembabannya tinggi.

Prinsip kami tiada teori tanpa PRAKTEK, bahkan dari teori teori tersebut kami coba kembangkan secara simultan, terus menerus dan saling kait mengkait. Pada artikel kali ini kami melanjutkan pemantauan dan pembahasan dari tanaman cabe mitra kami dari Nias Selatan, yaitu pak Dachi. Tanaman yang ditanam pada tanggal 27 Maret  2018 , saat ini masih terus tumbuh dan berkembang tanpa halangan yang berarti. ( Catatan ada terkena layu , 1 persen saja)

Tanaman yang saat ini sudah petik hingga 12 kali dengan interval pemetikan seminggu dua kali . Hal yang menarik perhatian dan analisa dari mitra kami di Nias Selatan ini yaitu, kondisi buah periode ke dua yang mulai bermunculan disaat buah periode pertama masih lebat.

Tetapi perlu di waspadai karena biasanya daya tahan , buah periode kedua ini pada umumnya lebih rendah dibandingkan dari buah pertama. Harga saat ini punkelihatannya mulai beranjak naik, waktunya untuk merawat tanaman secara lebih intensif lagi.

Pada saat ini di bulan bulan kering , memang tingkat kelembaban cuaca tidak terlalu tinggi, di karenakan curah hujan walaupun masih ada, tetapi tidak seintensif  seperti di akhir tahun. Hal ini tentunya sangat mendukung program ‘pemeliharaan buah kedua ‘ yang terhindar dari antraknosa buah . Pemberian fungisidanya pun sebenarnya sangat standar yaitu dengan mencampurkan POCAniL dengan fungisida kimia antara lain, Ridomil, Dithane dan antracol saja . Pemberiannya disajikan dengan dosis rendah saja yaitu masing masingnya , cukup dengan dosis 1 sendok teh per tangki 17 liter air. Cara aplikasi fungisida tersebut diberikan secara sistem rotasi secara bergantian dan tidak dilakukan secara sekaligus ke 3 macam fungisida kimianya. Semoga bermanfaat….

ANTRAKNOSA CABE (1)

Penyakit pada tanaman cabe/cabai satu ini benar benar menjadi kendala utama pada budidaya buah pedas ini, bagaiamana tidak saat ini di bulan bulan basah  seperti saat ini, kelangkaan cabe sudah sangat terasa dipasaran pada daerah tertentu. Faktor pembatasnya yang paling dominan adalah tanaman terkena antraknosa/buah busuk tersebut.

Hal yang sama , berjuang mengendalikan agar tanaman cabe terhindar dari busuk buah tersebut sedang dilakukan oleh mitra kami dari Tapanuli Selatan, Bapak Harahap.

Batang yang sudah berlumut dan ukuran batang yang besar ,menunjukkan hasil kerja keras dalam memperjuangkan agar tanaman bisa bertahan dari serangan hama dan penyakit, salah satunya, penyakit Antraknosa.

Sengaja kami menyertakan format gambar screnshot, yang didalamnya tertera tanggal pengiriman gambar, hal ini kami maksudkan bahwa hasil penerapan ini benar uptodate dan apa adanya.

Perjuangan mengendalikan penyakit antraknosa cabe ini , sudah kami ” programkan sejak tanaman masih kecil, dengan cara memberikan asupan yang sesuai berdasarkan usia tanamannya.

(Walapun tanaman memasuki bulan ke 7, pindah tanam tanggal 20 Juni 2017, namun tanaman secara keseluruhan diberi kekuatan / Imunitas dari penyakit busuk buah)

Perjuangan terus kami dan mitra kami terus lakukan agar tanaman dapat terus bertahan dari penyakit yang menyebabkan harga cabai saat ini melambung diharga harga yang membuat petani Cabe tersenyum.

 Perjuangan dalam hal ini, kami maksudkan bukan untuk berperang atau bertempur melawan penyakit yang kata sebagian petani cabe, tidak ada obatnya tersebut. Perjuangan dalam pengertian kami adalah, berjuang agar kondisi tanaman tahan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh cendawan Colletotricum sp ini.

Perjuangan dalam mengandalikan penyakit ini pun , versi kpo KL bukanlah untuk mencapai gelar Master atau diatasnya master, tetapi semata adalah perjuangan agar tanaman sehat dan memberikan penghasilan yang berlebih pada taraf an keluarga.

Semoga yang di lakukan oleh mitra kami pak Harahap ini, bernilai Ibadah dalam menghidupi dan mensejehterakan keluarga pribadi dan keluarga di sekitar kita. Itu sudah Cukup!!!

 

RAHASIA SUKSES PETANI PEMULA

Maaf mitra semuanya, karena kesibukan kami melayani “pasien” dari mitra yang tanamannya sakit, akibatnya postingan agak terlambat.

PhotoGrid_1488239641094

Kali ini kami melaporkan, kondisi tanaman mitra junior kami , sdr.Khoer dari desa Mekarsari, Cikajang Garut. Kondisi tanaman yang ditanam pada tanggal 10 Oktober 2017, saat ini sudah panen beberapa kali.

PhotoGrid_1488239688262

Seluruh gambar yang dilampirkan pada artikel kali ini diambil pada hari Sabtu tanggal 25 Pebruari 2017, usia pada saat pengamatan 4.5  bulan. Untuk dataran agak tinggi , usia petik menjadi agak lama dan panjang dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di DPL yang lebih rendah.

PhotoGrid_1488239679549

Walaupun pemula sdr.Khoer ini, tanamanya aman dan terhindar dari serangan Antraknosa, Patek , busuk buah.  Selain itu tanaman juga terhindar dari Penyakit Layu Fusarium , Lalat buah dan keriting ,Virus kuning.

PhotoGrid_1488239667415

Kalau menganalisa hasil yang dicapai oleh mitra pemula KPO KL ini, kami sangat bersyukur dan bangga karena walaupun baru dua kali tanam cabe, hasilnya bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil yang diperoleh petani petani senior di kampungnya.

PhotoGrid_1488239657417

Bahkan dari pengalaman kami mendampingi petani , baik yang senior maupun yang Junior, baru kali ini, kami mendapatkan hasil yang sedemikian baiknya. Kami berharap semoga dengan hasil yang diperoleh oleh sdr .Khoer yang dalam bahasa Indonesianya berarti, Baik ,menjadi patokan kami untuk melaju lebih cepat dan lebih tinggi lagi.

PhotoGrid_1488239649559

Penerapan yang FOKUS pada satu metode yang dilakukan oleh mitra pemula kami ini, rupanya menjadi catatan khusus bagi kami.

PhotoGrid_1488239641094

Hal ini berbeda kalau pola kami diterapkan oleh petani yang sudah berpengalaman, biasanya hasil yang diperoleh tidak sama dengan hasil yang dicapai oleh mitra pemula. Selidik punya selidik, ternyata pola penerapan yang dilakukan oleh mitra baru dan senior biasanya dilakukan diLUAR standar KPO KL.

PhotoGrid_1488239626838

Biasanya dosis pestisida kimia dan pupuk kimia nya ditinggikan demikian juga jenis pestisidanya di ubah dari saran anjuran.

Jadi mohon maaf kalau petani senior hasilnya belum sesuai harapan , karena pola KPO KL nya di Ubah ubah menjadi tak berpola lagi. Berbeda dengan petani pemula , yang biasanya disiplin menjalankan PoLa.