20 Juli 2013

PRAKTEK KERJA LAPANGAN MAHASISWA UNSOED DI KPO-KL

Pada hari Jumat tanggal 19 Juli 13, KPO -KL, kedatangan tamu, seorang Mahasiswa dari Universitas Jendral Soedirman, dari Fakultas Pertanian, Jurusan  Tehnik Pertanian, angkatan 2010, ( NIM : A1H010040).

Mahasiswa tersebut yang bernama Sdr. Arif Rachman, akan  melakukan PRAKTEK KERJA LAPANGAN, dan lebih mendalami ASPEK KETEHNIKAN PERTANIAN DALAM BUDIDAYA CABAI YANG BERBASIS ORGANIK, ditempat kami, selama  25 hari kerja.

Sedangkan untuk prakteknya kami mengajak saudara kami ini, untuk mengamati langsung  dilapangan, tanaman cabe varietas lokal yang ditumpangsarikan dengan tanaman tomat jenis hybrida yang telah lebih dahulu ditanam dengan TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK.

Walaupun pengamatan difokuskan pada tanaman cabe, tetapi kami juga berupaya memberikan gambaran, akan hasil-hasil tehnik aplikasi  pada tanaman tomat .

Sebagai perbandingan awal, kami mengajak, saudara kami ini untuk mengamati hasil aplikasi TEHNIK yang menggunakan pola berbasis organik, pada tanaman tomat.

Dalam hal ini, keutamaan hasil aplikasi TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, bisa diamati diantaranya dari, tingkat pertumbuhan tanaman yang cepat dan subur walaupun penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam takaran/dosis yang rendah saja.

Selain itu pengamatan juga dilakukan terhadap ketahanan tanaman dari serangan hama maupun penyakit.

Tingkat perkembangan bunga dan buah yang relatif cepat, sehingga diharapkan potensi hasil lebih meningkat dibandingkan dengan tehnik kimia murni.

Pada saat ini tanaman tomat sudah berusia 51 hari ( tanggal 19 Juli 13), sedangkan biaya yang dikeluarkan dalam melakukan perawatan pun bisa ditekan (menjadi rendah).

Dengan pola TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, serangan hama dan penyakit, ternyata bisa diminimalisir.  Aplikasi dari  “atas” yang menggunakan tehnologi pestisida organik, hama dan penyakit sepertinya “enggan” mengganggu.

Mitra kami, sedang melakukan perawatan rutin berupa pembersihan rumput disekitar bedengan.  Ternyata ditemukan beberapa ekor ulat yang “lari” dari tanaman budidaya dan bersembunyi di sekitar rumput/gulma tersebut.

Memang TEHNIK budidaya berbasis organik (pupuk dan pestisida organik), TIDAK MENGGUNAKAN TEHNOLOGI CANGGIH  secara “mekaniknya” (sebagaimana TEHNOLOGI PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA yang menggunakan PERALATAN yang sangat  canggih ), namun sejatinya …Tehnik pertanian berbasis organik ternyata dipenuhi dengan TEHNOLOGI yang SUPER YANG JAUH LEBIH CANGGIH  lagi, yang  SAMPAI KAPANPUN juga,manusia tidak akan pernah bisa MENIRUNYA.
Manusia tidak akan pernah bisa, membuat walau hanya ” seekor” bakteri PENAMBAT NITROGEN pun. 

Jadi …Merupakan suatu Langkah bijak  apabila kita mau untuk memanfaatkan  sumberdaya alam  yang telah disediakan, oleh yang Maha Pencipta, dan menggunakan TEKNOLOGI pertanian berbasis ORGANIK dalam berbudidaya tanaman  dalam keseharian kita.