18 September 2019

Pola klinikpertanianorganik, tak perlu lagi Pupuk Buah.

Berikutnya kita mengambil contoh pembahasan dari daerah lain, sebagai penerus tanaman mitra dari Riau Bp. Dokter Alfredo yang sudah cukup berumur dan kami anggap sudah lulus uji “keterampilan mengemudi”/ bertani cara kpo KL . Kali ini kami mengambil contoh tanaman di Garut sekaligus agar pemantauan lebih mudah dan dekat.

Tanaman yang ditanam di awal bulan Juli 2019 ini , varietas yang digunakan adalah red kris dan menggunakan pengelolaan secara jalur KPO , tetap konsisten dengan pola karena mengacu dari hasil (keberhasilan) beberapa tahun/ musim tanam yang lalu.

Tiga tanaman tumpang sari ditanam sekaligus yaitu yang pertama, CMK, Rawit dan sawi hijau. Hal yang akan kita bahas kali ini adalah, perihal penggunaan pupuk Buah yang biasa diidentikkan dengan unsur P ( Phosfat) dan K ( Kalium) yang tinggi. Terutama unsur P ( Phosfat ), sebagai pupuk susulan/tambahan ( dari ‘luar jalur metode, saat ini sudah jarang sekali kami gunakan . )

Contoh seperti pupuk Sp-36/TSP, kami hanya gunakan pada saat awal tanam saja selebihnya tidak kami gunakan lagi, demikian juga pupuk mKP, hampir tidak pernah dianjurkan sekalipun, atau pupuk daun yang mengandung P yang tinggi, sudah tidak direkomendasikan lagi. Dalam hal ini kami menggunakannya diawal dan penambahan Pupuk P tingginya dari setiap aplikasi pada setiap Produk KPO KL yang plus mengandung mikroba pengurainya secara satu kesatuan.

Setiap tehnik /pola mungkin berbeda beda tetapi hal ini yang biasa kami lakukan khususnya untuk tanaman hortikultura/sayuran. Pemberian secara rutin dari awal/sejak tanaman dini menurut hemat kami lebih efektif daya serapnya apalagi unsur P yang diberikan dalam bentuk, P tersedia. Mungkin diantara mitra dari pengalaman pengalaman yang lalu pernah mengalami daun yang keras dan kaku, pucuk tunas yang mandeg , hal ini bisa saja terjadi akibat dari bentuk P yang belum ‘terurai’.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan mitra atau sekaligus penjelasan bagi mitra yang sudah menggunakan produk KPO KL tetapi , masih juga menambahkan unsur ‘pupuk buah ‘tersebut pada aplikasinya. Tentunya setiap metode berbeda beda dan belum tentu sama bila ditetapkan pada metode lainnya. Semoga ‘perjalanan ‘ berikutnya mitra petani semakin nyaman’ dan tanamannya selamat. Aamiin ….