Petani semakin tak berdaya dan Minat bertani makin berkurang .

Hidup matinya sebuah negara ada pada sektor pertanian/ditangan petaninya.

Petani, “Penyangga Tatanan Negara Indonesia” akronim yang melekat dan selalu dipandang spesial sebagai penjaga ketahanan pangan negeri.

Namun yang membuat miris adalah jumlah petani saat ini yang semakin berkurang. Dari data statistik dibawah ini jelas menunjukkan jumlah masyarakat kita yang semakin rendah minat bertani nya.

Selayaknya Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris, negara yang perekonomiannya bergantung atau ditopang oleh sektor pertanian. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dipercaya dapat mendorong perekonomian negeri. Tetapi kenyataannya saat ini masyarakat beranggapan bertani sudah bukan lagi pekerjaan yang memberikan masa depan yang cerah. Kerugian dan kekurangan modal menjadi masalah klasik yang sering mendera.

Metode kami adalah membantu petani secara personal dalam mengelola tanamannya ( baik tanaman padi hortikultura maupun perkebunan). Hasilnya mitra hingga saat ini yang mengikuti dan menerapkan tehnik secara sistematis hasilnya jauh dari kerugian . Faktor untung rugi inilah sebenarnya yang menjadi patokan petani untuk tetap eksis di dunia pertanian. Logika sederhananya dimana hasilnya sering rugi maka petani perlahan akan mundur teratur.

Dengan fokus pada peningkatan produksi hasil pertanian yang berwujud berupa keuntungan maka kita dengan sendirinya akan menarik minat petani petani muda untuk melanjutkan regenerasi estafet di dunia pertanian ini.

Tanaman mitra Sukabumi ini adalah salah satu contoh ( petani yang terus produktif disaat petani lainnya kurang produktif) terutama di musim pancaroba seperti saat ini ( bulan Juni 2022) menyebabkan banyaknya tanaman yang tidak mampu bertahan. Keuntungan yang seharusnya didapatkan akibat lonjakan harga hanya di nikmati oleh segelintir petani saja . Jadi menurut hemat kami hal yang utama dalam meningkatkan minat masyarakat untuk kembali bertani adalah dengan meningkatkan kualitas SDM petaninya itu sendiri . Menciptakan petani yang cerdas baik dalam mengatur penggunaan pupuk dan pestisida yang kian tinggi juga dalam mengelola tanamannya terutama dalam pengendalian hama penyakit,pemilihan komoditas juga memprediksi kapan terjadinya lonjakan harga .